Catatan Kecil (Sebelum) Pilpres 2014

Banyak hal terjadi di pemilihan presiden (pilpres) tahun 2014 ini. Banyak hal tak terduga yang terjadi. 

Ada partai kecil yang dengan pede-nya menetapkan capres sekaligus cawapres (Hanura dengan Win-HT = Wiranto dan Hary Tanoe atau lengkapnya Hary Tanoesodibjo). Ada Farhat Abbas yang juga dengan pede-nya terus memperkenalkan dirinya sebagai capres (capres muda dengan program sumpah pocong). Ternyata jadi anggota DPR pun gagal. Jauh sebelum ini, Eyang Subur pun menyatakan ingin jadi capres.

Rhoma Irama yang jadi capres dari PKB pun akhirnya gagal jadi capres karena PKB berkoalisi ke PDIP dan mendukung Jokowi-JK.

ARB (Aburizal Bakrie) yang jauh-jauh hari sudah menggunakan jasa konsultan untuk pencapresannya (Ical diubah jadi ARB = AbuRizal Bakrie = Atap Rumah Bangsa, Ayo Rembug Bareng). 

Lucunya, perolehan suara Golkar terbesar ke-2 (18.432.312 suara atau 14,75%) justru berkoalisi ke Gerindra dengan perolehan suara terbesar ke-3 (14.760.371 suara atau 11,81%) tanpa dapat posisi sebagai capres ataupun cawapres. Capresnya Prabowo (Gerindra = urutan ke-3) dan Hatta Radjasa (PAN = urutan ke-6, dengan perolehan 9.481.621 suara = 7,57 %). Hasil pileg (klik): Pileg 2014.

Konvensi Partai Demokrat yang ingin mencari putra terbaik bangsa Indonesia yang akhirnya menghasilkan Dahlan Iskan (peserta Konvensi Partai Demokrat: (1. Ali Masykur Musa 2. Anies Baswedan 3. Dahlan Iskan 4. Dino Patti Djalal 5. Endriartono Sutarto 6. Gita Wirjawan 7. Hayono Isman 8. Irman Gusman 9. Marzuki Alie 10. Pramono Edhie Wibowo 11. Sinyo Haris Sarundajang). Namun pemenang konvensi ini tidak jadi apa-apa karena perolehan suara pileg Demokrat kecil. Bahkan Demokrat tidak berkoalisi ke capres mana pun.

Koalisi partai ke Jokowi-JK ataupun Prabowo-Hatta ternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus (ada perselisihan pendapat antara pimpinan partai dan kader partai sehingga cukup banyak yang justru mendukung pasangan lawan, bukan pasangan koalisi partainya). Muncullah berita-berita mengejutkan


Berikut beberapa tautan ke berita tersebut:
  1. Alumni Trisakti Dukung Capres Mana??? Silakan klik: Setelah ITB, Giliran Alumni Trisakti Dukung Jokowi ada juga berita ini Forum Alumni dan Mahasiswa Trisakti Dukung Prabowo Subianto dan yang terakhir Sugihono Karyosuwondo (Ketua Ikausakti): Saya Tidak Membuat Statement Dukung Capres Manapun. Ikausakti Tetap Menjaga Netralitas  Anda percaya yang mana???
  2. Berseberangan dengan PAN, Wanda Hamidah Malah Dukung Jokowi-JK (Wanda anggota DPRD DKI Jakarta, kader PAN)
  3. Dukung Prabowo, Hary Tanoe Terancam Dipecat dari Hanura (Harry Tanoe = cawapres Hanura, Win-HT yang giat kampanye capres-cawapres Hanura = Win-HT lewat media MNC group miliknya: Kuis Kebangsaan dan lain-lain).
  4. Elite Golkar Poempida Hidayatulloh Kini Jadi Jubir JK (Poempida Hidayatulloh = Komisi IX DPR RI dari Golkar). Bukan hanya Poempida, (Suhardiman = pendiri SOKSI dan salah satu pendiri Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita = Ketua DPP Golkar, Indra J Piliang = Anggota Balitbang DPP Golkar, Indra J Piliang, dan Meutya Hafid = Anggota DPR Fraksi Golkar juga dukung Jokowi-JK, klik: Poempida: Akbar Tandjung Tak Konsisten dan Diskriminatif).  Kader Muda Golkar yang dukung Jokowi-JK (Andi Sinulingga, Hasanuddin, Roosdinal Salim, Meutya Hafid, Fayakhun Andriadi, Bedjo Rudiantoro, Andi Rahman, Agus Gumiwang Kartasasmita, Emil Abeng, Neil Iskandar, Selina Gita, Tiara Whulandary, Indra J Piliang, Ace Hassan Sadzhili, Eki, dan David, klik: Ini Deretan Kader Muda Golkar yang Dukung Jokowi-JK).
  5. Golkar ke Prabowo, Luhut Pandjaitan Dukung Jokowi (Luhut = Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Golkar)
  6. Jadi Tim Sukses Prabowo, Posisi Mahfud di Komnas HAM Akan Dievaluasi (Mahfud MD = Kader PKB) 
  7. Kecewa Tak Dicapreskan PKB, Rhoma Irama Dukung Prabowo-Hatta (Rhoma Irama semula capres PKB)
  8. "Minta Masa Lalu Prabowo Tak Diungkit, Amien Rais Makin Pikun" (dulu Amien Rais dijuluki Lokomotif Reformasi). Kekecewaan aktivis media massa, Dandhy Laksono, melalui akun ‏@Dandhy_Laksono, menulis: “Semoga ada yang menyampaikan twit ini ke Mas Amien Rais: 21 Mei 1998 – 21 Mei 2014, from hero to (maaf) zero.” Baca juga: Beda Kata Amien Rais Tentang Prabowo Kemarin dan 16 Tahun Lalu
  9. Kader Golkar, Charles Bonar Sirait, Resmi Dukung Jokowi
  10. Ketua DPD Gerindra Kalbar Berbalik Dukung Jokowi-JK
  11. Muhammad Harris Indra (politisi Partai Gerindra) dukung Jokowi-JK: Pilih yang Terbaik, Ketua DPP Gerindra Ini Dukung Jokowi
  12. Dahlan Iskan, anggota Partai Demokrat dan pemenang Konvensi Capres Demokrat: Dahlan Iskan: SBY Tak Perlu Melarang Saya Dukung Jokowi-JK 
  13. Anies Baswedan, mantan peserta Konvensi Capres Demokrat: PILPRES 2014, 'Alumnus' Konvensi Demokrat Anis Baswedan Dukung Jokowi-JK
  14. Suaidi Marasabessy ( Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Partai Demokrat) Suaidi Marasabessy Dukung Jokowi, Mubarok: PD Cenderung ke Prabowo
  15. Hayono Isman  (Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat): Hayono Isman: Dukung Jokowi-JK Saya Tetap Kader Demokrat
  16. Partai Demokrat Memilih Netral Dalam Pilpres. Ada pula berita dengan judul ini: Fraksi Demokrat Deklarasi Dukung Prabowo-Hatta. Tapi tiba-tiba Nova Riyanti Yusuf (Noriyu) dicopot dari jabatan Wakil Ketua Komisi IX (klik: Ini Alasan Demokrat Copot Noriyu Jadi Pimpinan Komisi IX DPR). Salam Dua Jari JK untuk Nova Riyanti Yusuf (konon kabarnya Noriyu dicopot karena tak hadir di deklarasi dukungan FPD ke Prabowo-Hatta beberapa waktu lalu). Nova Riyanti Yusuf: Saya Dibunuh Partai Demokrat  
  17. Dulu Menyerang, Kini Ruhut Dukung Jokowi-JK (Siapa tak kenal si Poltak, Raja Minyak dari Medan ini???) 
  18. PD Dukung Prabowo-Hatta, Hayono Isman Pilih ke Jokowi-JK Peserta Konvensi Partai Demokrat ada 11: (1. Ali Masykur Musa 2. Anies Baswedan 3. Dahlan Iskan 4. Dino Patti Djalal 5. Endriartono Sutarto 6. Gita Wirjawan 7. Hayono Isman 8. Irman Gusman 9. Marzuki Alie 10. Pramono Edhie Wibowo 11. Sinyo Haris Sarundajang). yang warna biru mendukung Jokowi-JK.
  19. Fakta unik Partai Golkar: Hasil Pileg 2014: 1. PDI Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen), 2. P Golkar 18.432.312 (14,75 persen), 3. Gerindra 14.760.371 (11,81 persen), 4. Demokrat 12.728.913 (10,19 persen), 5. PKB 11.298.957 (9,04 persen), 6. PAN 9.481.621 (7,59 persen), 7. PKS 8.480.204 (6,79 persen), 8. Nasdem 8.402.812 (6,72 persen), 9. PPP 8.157.488 (6,53 persen), 10. P Hanura 6.579.098 (5,26 persen) sumber: Tribun News  Golkar (peringkat 2) berkoalisi dengan Gerindra (peringkat 1) tapi tidak dapat posisi cawapres, posisi cawapres justru Hatta Radjasa dari PAN (peringkat 6)
  20. Konflik intern Golkar. Beberapa kader muda dukung Jokowi-JK (JK mantan Ketua Umum Golkar) dipecat karena tidak dukung Prabowo-Hatta (koalisi Golkar, meski Golkar tak dapat jatah posisi cawapres).  JK: Saya Tantang Ical Pecat Saya
  21. Semula: Partai Demokrat Memilih Netral Dalam Pilpres, akhirnya tak tahan juga untuk netral dan jadi oposisi (di luar pemerintahan): Partai Demokrat Resmi Dukung Prabowo-Hatta
  22. Sekarang posisi dukungan untuk Prabowo-Hatta didukung (Gerindra = 11,81 persen, Golkar = 14,75 persen, PAN = 7,59 persen, PPP = 6,53 persen, PKS = 6,79 persen, Demokrat = 10,19 persen => 6 partai) dengan total perolehan suara 57,66 persen. Jokowi-JK yang didukung (PDIP = 18,95 persen, Nasdem = 6,72 persen, PKB = 9,04 persen, dan Hanura = 5,26 persen => 4 partai) dengan total perolehan suara 39, 97 persen. Ini minus 2 partai politik yang tidak memenuhi ambang batas suara ke DPR RI (parliamentary threshold): 11. PBB 1.825.750 (1,46 persen),  12. PKPI 1.430.894 (0,91 persen). Secara matematis, Jokowi-JK kalah dukungan dibanding Prabowo-Hatta (baik jumlah partai maupun jumlah suara). Sumber data hasil pileg: Tribun News
  23. Apa kata Mayor Jenderal (Purn) TNI, Syamsu Djalal (Mantan Danpuspom)?  Silakan klik: Mantan Danpuspom: KPU Tidak Jeli Loloskan Prabowo Sebagai Capres (25 Juni 2014), Mantan Danpuspom ABRI Syamsu Djalal: Prabowo Tak Diadili di Mahmil Karena Menantu Soeharto (25 Juni 2014), Eks Danpuspom: Tim Mawar Akui Diperintah Prabowo Culik Aktivis (25 Juni 2014), semua pernyataan tadi bertentangan dengan pernyataan beliau 2 hari kemudian Syamsu Djalal: Prabowo Diberhentikan Dengan Hormat, Tak Usah Lagi Bahas DKP (27 Juni 2014) 
  24. Farhat tentang Prabowo: Farhat Abbas: Indonesia Butuh Presiden Sombong dan Bukan Ndeso (15 Mei 2014 pede memuji dirinya sendiri), Farhat Abbas: Prabowo Pahlawan Reformasi (22 Mei 2014, puji Prabowo). 
  25. Farhat Abbas tentang Jokowi: Farhat Abbas Ikut-ikutan Serang Jokowi Di Twitter, Ini Kata-Kata Pedasnya (28 Mei 2014, serang Jokowi), Farhat Abbas: Jokowi Wakil Tuhan di Indonesia, Haram yang Tak Dukung (13 Juni 2014, dukung Jokowi) 
  26. Farhat Abbas yang melakukan hattrick (3 kali gagal: cabup, caleg, capres): Ditolak MK, Farhat Abbas Gagal Jadi Bupati, (FA Calon Bupati Kolaka, Sulawesi Utara) lalu Gagal Jadi Caleg, Farhat Abbas Gila? dan terakhir: Waduh, Farhat Abbas Masih Pede Capres Meski Kalah Telak di Pilkada Kolaka (capres 2014 yang maju hanya 2: Jokowi dan Prabowo, artinya Farhat Abbas juga gagal jadi capres)


Pelajaran yang bisa kita petik dari dunia politik: Tidak ada teman abadi, yang ada kepentingan abadi. Sekarang teman, ketika tidak menguntungkan, sangat mungkin berubah jadi lawan (musuh).


 Catatan hasil pileg 2014 selengkapnya:
  1. PDI Perjuangan 23.681.471 (18,95 persen)
  2. P. Golkar 18.432.312 (14,75 persen)
  3. Gerindra 14.760.371 (11,81 persen)
  4. Demokrat 12.728.913 (10,19 persen)
  5. PKB 11.298.957 (9,04 persen)
  6. PAN 9.481.621 (7,59 persen)
  7. PKS 8.480.204 (6,79 persen)
  8. Nasdem 8.402.812 (6,72 persen)
  9. PPP 8.157.488 (6,53 persen)
  10. P. Hanura 6.579.098 (5,26 persen)
  11. PBB 1.825.750 (1,46 persen)
  12. PKPI 1.430.894 (0,91 persen)
Partai politik yang tidak memenuhi ambang batas suara ke DPR RI (parliamentary threshold):  PBB dan PKPI.

Sumber data hasil pileg: Tribun News

0 Responses

Poskan Komentar

abcs