Catatan Seorang Anak Manusia tentang Seorang yang Bernama Ahok

Saya menemukan tulisan ini di FaceBook Heru Santoso, karena bagus, saya copy paste ke sini...

Demi kenyamanan Anda membaca, dari segi bahasa telah saya (Hendry Filcozwei Jan) edit. Isinya tetap sama kok...





Si Cina yang katanya, "kafir" menurut mereka yang beragama ini namanya "Ahok" ternyata lebih ber-Tuhan daripada orang yang beragama sekalipun. Track record-nya waktu mau maju sebagai Bupati Belitung Timur, yang mayoritas muslim, banyak orang menganjurkannya pindah agama, tapi dengan keyakinan beliau kepada Tuhan, bahwasannya Tuhan akan selalu menjaga dia terbukti nyata. Meskipun mayoritas masyarakat Belitung beragama Islam, dia menang dalam pemilihan bupati. 

Karena baktinya kepada Tuhan. Beliau mendedikasikan jabatannya dengan benar-benar membangun Belitung. Yang antik dari beliau, meskipun agamanya kafir, tapi beliau selalu memprioritaskan pembangunan masjid di daerah sana. Hampir seluruh masjid dia bangun dan beliau rawat dengan bersih, sampai para marbot (pengurus masjid) terheran-heran kenapa orang kafir ini begitu peduli dengan tempat ibadah agama lain. Itulah perbedaan orang ber-Tuhan dibandingkan orang beragama. Beliau begitu memperhatikan kesejahteraan para marbot ini. 

Selain itu Ahok sebagai Bupati sering sekali, datang ke warganya yang lagi kesusahan semisal keluarga yang berduka karena ada anggotanya meninggal dunia, ataupun pesta perkawinan warga-warganya meskipun dia tidak kenal. Karena seringnya interaksi dengan warga Muslim ini, banyak sekali istilah Islam seperti Islam Rahmatan lil alamin beliau tau, dan juga seperti Fardhu kifayah seperti membantu sesama yang sedang dilanda kesusahan beliau pun tau

Inilah sepak terjang seorang kafir yang ternyata akhlaknya lebih Islami dari seorang Muslim sekalipun. Untuk itu bagi saudara-saudaraku, apakah masih kalian mempertentangkan hal yang berhubungan dengan agama? Kenapa kalian tidak melihat sejatinya orang yang beriman ke Tuhan lebih kuat itulah yang perlu dijadikan saudara, karena mereka jelas takut sekali dengan hukum Tuhan, alias azab Tuhan yang akan mereka dapat. Ahok, inilah salah satu contoh orang yang kalian sebut kafir. Tapi ternyata imannya kepada Tuhan lebih kuat dibanding mereka yang menyebutnya kafir. 

Sudah saatnya bangsa ini move on dari rasisme, adu domba agama, karena siapa yang bisa diadu domba mengenai agama itulah sesungguhnya orang-orang bodoh, dan kalian tau kalau kebodohan itu dekat dengan kekhufuran, dan kekhufuran dekat dengan kemiskinan, mari semua kita bela orang-orang yang sejatinya mau berjuang untuk manfaat yang lebih besar bagi negeri ini, bukan kemunduran negeri ini. Amin


0 Responses

Poskan Komentar

abcs