Tiga Kekurangan Ahok

Saat bertanding, apa yang jadi kelemahan lawan, itulah yang kita serang. Seperti itlah strategi untuk memenangkan pertandingan. 

Nah... dari baca berita di dunia maya inilah penulis menemukan 3 kelemahan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama). Ini kelemahan Ahok (yang sering diserang oleh lawannya):
  1. Suku (Tionghoa)
  2. Agama (Kristen, bahkan disebut kafir)
  3. Ngomongnya kasar, tidak sopan, arogan
Penulis akan bahas  poin nomor 1 dan 2 dulu.

Yang penulis tahu, tidak ada manusia di dunia ini yang bisa memilih kelahirannya. Anda bisa memilih lahir di keluarga mana (suku atau ras apa), anak ke berapa, di kota mana, di negara mana, di keluarga beragama apa. Anda sepakat?

Jika sepakat, apa yang perlu dipersoalkan mengenai suku dan agama calon gubernur ini? Mengapa harus isu SARA yang diangkat.

Dari sekian banyak manusia di dunia ini, mayoritas agama manusia sama antara lahir dan saat meninggal. Ada yang pindah agama, tapi jika dibandingkan dengan yang agamanya tetap sama (dari lahir sampai meninggal), pasti jauh lebih banyak yang agamanya sama alias tidak pindah agama.

Penulis pikir, jika bisa memilih, kemungkinan Ahok pun tidak akan memilih lahir sebagai anak dari suku Tionghoa, di keluarga beragama Kristen, di negara Indonesia yang mayorityas beragama Islam. Mengapa? Berat perjuangannya untuk mencapai apa yang diinginkan.

Kalau boleh memilih, kemungkinan besar Ahok akan pilih terlahir di Indonesia, di salah satu suku yang dianggap pribumi, dan beragama Islam. Mengapa? Tinggal memikirkan program atau langkah nyata apa yang akan dikerjakannya jika menjadi presiden. Kalau yang sekarang? Ada tugas tambahan yang harus dihadapi, menahan serangan SARA terhadap dirinya dulu sebelum fokus buat program kerja.

Salahkah kita terlahir sebagai suku apa, di keluarga beragama apa, anak ke berapa, di kota atau negara mana? Menurut penulis tidak salah karena itu bukan pilihan yang bersangkutan. Mari menilai orang dari perbuatannya. Jadi masalah nomor 1 dan 2, rasanya tidak perlu diperdebatkan.



Nomor 3 soal gaya bicara Ahok yang dianggpa kasar, tidak sopan, arogan, dan seterusnya. Setiap orang punya gaya dan karakter tersendiri. Memang sih... kalau bisa diubah lebih baik, penulis pun setuju.

Tapi mari kita dudukkan masalah bicara yang tidak sopan ini. Selama yang penulis tahu (nonton video di YouTube atau di TV) tentang Ahok, marahnya Ahok sudah pada posisi yang tepat. Orang yang dimarahi Ahok umumnya memang bersalah, tidak sopan, dan hal lain.

Ingat saat kita masih kecil dulu? Jika melakukan kesalahan, sudah lumrah kita dimarahi orangtua. Bahkan pada sebagian orang, tidak hanya marah yang didapat, tapi juga plus hukuman secara fisik.

Jadi, apa yang jadi persoalan? Lain halnya jika bawahan Ahok yang sudah kerja baik, jujur/ tidak korupsi, juga sering dimarahi.

Kita sering bicara yang menurut penulis tidak pada tempatnya. Pejabat yang ketahui korupsi (atau kerja lambat, ngeyel kalau diberitahu,...) dimarahi Ahok, ramai-ramai bilang Ahok kasar, pemarah, tidak sopan, arogan.

Warga yang menyerobot tanah negara (tidak bayar pajak, menyebabkan tempat jadi semrawut, banjir, dll) lalu akan "digusur", mati-matian dibela. Padahal, "digusur" yang sekarang ini plus diberi tempat tinggal di rusun plus fasilitas (kasur, lemari, TV, dll). Tindakan seperti ini dibilang melanggar HAM (bagaimana kalau penggusuran zaman Orde Baru dulu)?

Coba posisikan diri kita yang jadi pemilik tanah. Tanah halaman rumah Anda (tanah sah milik Anda) dipakai orang lain (dibuat rumah, menutupi rumah Anda, mengganggu aktivitas Anda, dan lain-lain). Sudah sekian lama mereka pakai, tidak bayar pajak, tidak punya sertifikat, tapi ketika Anda sebagai pemilik sah ingin mengambil kembali, Anda dibilang semena-mena. Anda diminta bayar ganti rugi. Apa tidak terbalik? Selama ini mereka pakai tanah Anda tapi tidak bayar sewa, seharusnya Anda yang minta mereka bayar, tapi malah terbalik, mereka yang minta ganti rugi???


Setiap orang punya karakter/ gaya sendiri. Jika diminta memilih pemimpin, mana yang Anda pilih: 

Orang yang bicaranya blak-blakan dan terkesan pemarah, kasar, arogan kepada yang bersalah tapi ia jujur dan mengemban amanat yang baik (tidak korupsi, membela kepentingan rakyat)


atau 

orang yang bicara sopan, lemah lembut, tapi korupsi (santun namun korupsi), dan membuat kebijakan yang tidak prorakyat?


Silakan Anda pilih.

Banyak yang masih mempermasalahkan kasarnya gaya bicara Ahok. Penulis pikir, kita tentu maunya dapat yang serba-sempurna. Pemimpin yang jujur, membela kepentingan rakyat, kerja keras, bicaranya sopan santun dan lemah lembut sekalipun kepada orang yang banyak melakukan kesalahan, dan sekian kriteria bagus lainnya. Penulis pun sangat ingin dapat yang seperti itu. Tapi kita harus lihat fakta di dunia ini, tidak semua yang kita harapkan di dunia ini bisa terwujud.

Saat cari pacara atau calon istri pun demikian. Semua orang tentu mau yang ideal. Misal seorang lelaki, ingin pacar atau calon istri yang: cantik, pintar, baik, setia, sopan, sayang kepada orangtua kita, dan seabreg kriteria baik lainnya. Yang jadi pertanyaan, adakah orang seperti itu? Lalu, jika ada, apakah ia mau jadi istri Anda???

Kita semua pasti mau dapat terbaik di antara yang terbaik. Kalau itu ada, jauh sebelum Ahok muncul (orang tersebut sudah jadi pemimpin, bupati/ walikota/ gubernur, entah di kota mana). Kalau itu sudah ada, ayo ajak beliau bertarung di pilgub DKI 2017. Kemungkinan besar beliau akan dengan mudah mengalahkan Ahok. Iya 'kan? Siapa yang tidak mendukung pemimpin ideal seperti itu?

Tapi faktanya, saat ini kita tidak punya calon yang "best of the best" seperti itu, Yang bisa kita pilih adalah yang terbaik di antara yang ada. Jika kita sepakat sopan santun dalam berbicara jauh lebih penting (tak masalah ia koruptor sekalipun), jangan pilih Ahok!!!

0 Responses

Posting Komentar

abcs