Demi Jadi Rektor, Pelawak Qomar Diduga Palsukan Ijazah S2

CNN Indonesia | Selasa, 25/06/2019 18:07 WIB 


Pelawak Nurul Qomar. (Detikcom/Imam Suripto)


Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menangkap pelawak senior Nurul Qomar dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah. Penangkapan pentolan grup lawak Empat Sekawan itu dilakukan personel Kepolisian Resor Brebes, Selasa (25/6).

"Ya, benar ditangkap," ujar Kapolres Brebes, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Aris Supriyono dikonfirmasi CNNIndonesia.com, melalui sambungan telepon.


Sementara itu Kasat Reskrim Polres Brebes, AKP Triagung Suryomicho mengatakan mantan anggota DPR itu ditangkap di rumahnya, Cirebon.

Qomar kini ditahan di Mapolres Brebes untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Tri Agung, Qomar ditangkap karena mangkir beberapa kali ketika diundang untuk diperiksa dan dimintai keterangan. "Benar kami datang pada Senin malam kemudian kita bawa ke Polres Brebes dan sementara kita tahan", ujar Tri Agung.

Qomar diduga melakukan pemalsuan ijazah S2 dan S3 untuk kepentingan pencalonan Rektor Universitas Muhadi Setiabudi (Umus) Brebes.

"Yang bersangkutan buat ijazah palsu karena mau ikut bursa calon Rektor Umus. Kita sendiri bergerak berdasarkan laporan Umus," ucap Tri Agung.

Dia menjelaskan, penyidikan kasus ijazah palsu ini telah memasuki tahap 2 di mana penyidik Polres Brebes siap melimpahkan berkas pemeriksaan berikut tersangka ke Kejaksaan.

"Sudah masuk tahap 2, dan siap dibawa ke Kejaksaan. Kami terus kordinasi ini dengan Kejaksaan," ujarnya. (dmr/dea)


Sumber: CNN Indonesia


Berita lainnya: 
  1. Kasus Hukum Pelawak Qomar, Polisi: Tersangka Perintahkan Sopir Buat Ijazah Palsu 
  2. Polisi: Politisi Nurul Qomar Perintahkan Sopir Buat Ijazah Palsu S2 dan S3 
  3. Kasus Pemalsuan Ijazah Nurul Qomar, UNJ Kena Getahnya
  4.  

Kuat Puasa Tapi Tak Kuat Tidak Merokok

Seorang teman adalah perokok berat. Ada waktu luang, langsung nyalakan rokok dan merokok. Ia sendiri mengatakan ayahnya sudah menasihati agar berhenti merokok. Dulu badannya berisi, sekarang kurus dan sering batuk-batuk.

Penulis tanya, apakah ia kuat berpuasa? "Kuat dong," katanya. "Jangankan paginya sahur, tidak sempat sahur pun ia kuat berpuasa."

Saat bukan bulan Ramadan, penulis bertemu dia lagi. Seperti biasa, sebatang rokok terselip di bibirnya. 

"Kamu kuat sekali merokoknya, tiap ketemu, pasti kamu sedang merokok. Kamu kuat nggak seharian tidak merokok?" tanya penulis.

"Nggak kuat," jawabnya.

"Kalau di bulan puasa, kamu kuat puasa?"

"Kuat dong..."

"Di bulan puasa kamu kuat berpuasa. Itu bukan hanya tidak merokok, kamu tidak makan, tidak minum, tidak merokok, dan juga menahan nafsu lain. Itu kamu bisa. Padahal di luar bulan puasa, kamu boleh minum, boleh makan, boleh makan permen untuk mengalihkan keinginan merokok, dan lain-lain. Kok malah kamu tidak kuat menahan untuk tidak merokok?"

#$@^&*!


Catatan
Pada posting dengan label "Sebatang Rokok", penulis akan menceritakan banyaknya efek negatif rokok bagi kesehatan dan lingkungan. Penulis yakin, banyak orang yang tidak sepakat dan akan memberikan aneka bantahan. Itu sah-sah saja, semua orang bebas berpendapat.

Silakan saja merokok, asalkan jangan bagi racun (baca: asap-nya) kepada orang di sekitar Anda. Anda bebas merokok (Anda yang beli dan risiko Anda yang tanggung sendiri), ya itu tadi, asal jangan bagi racun ke lingkungan di sekitar Anda.
abcs