Pahlawan Kemanusiaan Itu Bernama Christian Becheanu

 Christian Becheanu, The Hero

Sumber video: FB

Seorang anak usia 3 tahun terjatuh ke dalam sebuah sumur yang dalam (sekitar 15 meter) dan sempit. Anggota pemadam kebakaran dan relawan berjuang untuk menyelamatkan nyawa anak yang terjebak di sana. Penyelamatan yang tidak mudah karena lubang sumur yang sempit. Tak diduga seorang anak bernama Christian Becheanu (usia 14 tahun) bersedia menjadi relawan untuk diturunkan ke dalam sumur sempit itu demi menyelamatkan anak kecil yang terjebak di sana.

Perjuangan berbuah manis, anak kecil itu berhasil diselamatkan berkat keberanian seorang Chritian.

Salut untuk keberanian dan sikapmu, Christian 👍👍👍

Stafsus Presiden Jengkel Ada Pelarangan Ibadah Pada Umat Kristiani

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
VIVA 27 September 2020


VIVA – Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, jengkela bahwa masih ada kelompok masyarakat yang melarang pemeluk agama tertentu menjalankan ibadahnya. Bahkan sampai tidak memperkenankan adanya simbol agama di lingkungan tersebut.

Hal itu diunggah Diaz melalui akun instagram pribadinya, @diaz.hendropriyono. Ia menilai, sikap itu sebagai tindakan intoleransi terhadap minoritas. Ia menyebut, peristiwa itu terjadi di Desa Ngastemi, Mojokerto Jawa Timur. Dimana pemerintah desa itu, kata Diaz, melarang umat Kristian mendirikan ibadah di salah satu kawasan di desa itu.

Ketum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu mengungkapkan, peristiwa itu dari tautan berita dan selembaran berkop pemerintah desa terkait pelarangan ibadah.

Dalam unggahannya itu ia mengatakan, bahwa tidak seharusnya ibadah dilarang-larang. Apalagi dengan simbol agama, yang menurutnya aneh kalau sampai ada yang terganggu.

Diaz pun mengatakan, dirinya adalah seorang pemeluk agama Islam dan tidak terganggu dengan simbol-simbol agama lain. Baginya, agama yang dianut oleh masyarakat adalah keyakinan sendiri dan tidak sama sekali merugikan dirinya.

"Kalo tahun lalu ada pembongkaran makam umat Kristen, sekarang muncul berita di media bhw ada larangan dari Pemerintah Desa Ngastemi (Mojokerto) kepada seorang warga utk membangun tempat ibadah Kristiani. Bahkan kalo mau membangun rumah tinggal, TIDAK diperbolehkan ada SALIB, karena "mencerminkan karakteristik tempat ibadah kristen," tulis putra mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono itu, seperti dikutip VIVA, Minggu 27 September 2020.

"Saya adalah orang ISLAM, tapi saya tidak alergi dengan umat KRISTEN, apalagi hanya sama salib!!".

"Agama seseorang tidak merugikan saya. Tapi tindakan bodoh seorang Pemimpin Desa bukan hanya bisa merusak mental penduduk desa, tapi juga bisa menghancurkan seluruh negeri ini #MasBos,".  

 

Sumber: Yahoo

abcs