Kata Negatif Bertemu Kata Negatif

Penulis pernah mendapat kiriman renungan di grup WA. Isinya kurang lebih seperti ini:
 
Bangkit dan Coba Lagi

Tidak ada jalan mulus menuju kesuksesan.
Anda gagal, janganlah putus asa.
Jangan pantang menyerah.
Bangkit, coba lagi.
Jatuh, bangkit, coba lagi.
Kesuksesan hanya menunggu waktu.

Perhatikan kata yang berwarna merah. Ada 2 kata di sana, jangan dan pantang.

Dalam keseharian, kita mengenal kata yang berfungsi membuat kata menjadi lawan katanya (antonim) atau berlawanan. Penulis tidak begitu tau istilahnya, penulis sebut saja "kata negatif" (ini istilah penulis sendiri he ... he ... he ...). 

Sebenarnya tidak selalu membuat kata setelahnya menjadi kata negatif sih, tapi jadi lawan kata (antonim). Soalnya kata yang negatif, jika ditambahkan kata jenis ini, justru jadi positif. Misalkan kata "jahat" jika di depannya ditambah kata "tidak" menjadi "tidak jahat" justru kata itu bermakna positif (baik). Jadi lebih tepatnya penambahan kelompok kata ini, mengubah kata menjadi lawan kata atau antonim.


Misalnya kata: bukan, tidak, non, dis, dan yang lain, termasuk kata jangan dan kata pantang.

Contohnya:

milikku - bukan milikku (bukan milikku = milik orang lain)
murah - tidak murah (tidak murah = mahal)
alkohol - nonalkohol (nonalkohol = tidak mengandung alkohol)
kualifikasi - diskualifikasi (diskualifikasi = tidak masuk kualifikasi)

bergerak - jangan bergerak (jangan bergerak = diam)
menyerah - pantang menyerah (pantang menyerah = tidak menyerah)

Mirip ketentuan perkalian dalam matematika, - (negatif) dikalikan - (negatif), maka hasilnya + (positif).

(-5) x (-5) = 25

Misalkan ada pengumuman:

"Jangan buang sampah di tempat ini" itu artinya "Kita tidak boleh buang sampah di sana."

Penulis pernah menemukan pengumuman seperti ini:

"Dilarang jangan buang sampah di tempat ini" (dua kata yang berfungsi membuat kata menjadi lawannya atau antonim digabungkan). Kalau begini, justru artinya kita boleh buang sampah di sana.

Sebenarnya kita bisa memilih menggunakan:

"Dilarang buang sampah di tempat ini"  

atau

"Jangan buang sampah di tempat ini"  

Bagaimana kalimat di awal tulisan ini: "Jangan pantang menyerah"? Kita juga bisa memilih mau menggunakan kalimat:

Jangan menyerah 
atau
Pantang menyerah
atau  
Jangan gampang menyerah 
atau
Jangan mudah menyerah 

Tapi sebaiknya tidak menggabungkan kata jangan dan kata pantang agar kalimatnya tidak rancu dan membingungkan yang membaca.

0 Responses

Posting Komentar

abcs