07 Persiapkan Diri Sejak Dini

Untuk urusan apa pun, sebaiknya persiapkan diri sejak dini. Semakin matang persiapan, umumnya hasilnya semakin baik.

Ingin dapat beasiswa kuliah ke luar negeri? Persiapkanlah diri sebaik mungkin. Salah satu yang harus dipersiapkan adalah bahasa Inggris. Banyak negara (universitas pemberi beasiswa) yang mewajibkan calon penerima beasiswa memiliki sertifikat bahasa Inggris (TOEFL, IELTS, atau TOEIC).

Langkah paling umum adalah ikut kursus bahasa Inggris. Bagaimana kalau pemburu beasiswa ke luar negeri ini bukanlah dari kalangan ekonomi mapan alias miskin? Nah, ini memang harus berusaha ekstrakeras. Kalau orang kaya, tinggal minta kepada orangtuanya agar diikutkan les di lembaga kursus bahasa Inggris (bisa anak pergi ke tempat les atau les privat, guru les yang datang ke rumah siswa). Kalau ada uang, semua bisa diatur.

Kalau kurang mampu? Bisa belajar dari buku, sering-sering ke perpustakaan, dan bisa belajar dari YouTube. Perlu pengorbanan, alihkan kuota yang semula untuk main games menjadi nonton YouTube (belajar bahasa Inggris dari video belajar bahasa Inggris, lagu, atau film berbahasa Inggris).

Aktif di organisasi/kegiatan ekstrakurikuler atau ikut lomba-lomba keilmuan (kalau juara, nantinya bisa menjadi nilai plus saat mengajukan beasiswa). Perdalam ilmu/pelajaran yang nanti akan dipilih saat kuliah. Misalnya ingin kuliah Computer Science, belajarlah coding atau hal lain (sekali lagi, YouTube sebagai salah satu sumber ilmu).

Sejak kapan persiapan ini dilakukan? Sedini mungkin (bisa mulai SMP). Di SMP mungkin masih belum tau mau kuliah ke mana, tapi setidaknya tingkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Tidak jadi kuliah ke luar negeri pun, kemampuan berbahasa Inggris dengan baik akan menjadi nilai plus, baik di tempat kuliah maupun di dunia kerja.

Satu lagi, lebih bijak memutuskan akan melanjutkan SLTA ke mana? SMA atau SMK. Putra kami sejak SMP sudah berkeinginan kuliah komputer, maka kami lebih memilih mendaftarkannya ke SMK (dan ia memilih jurusan RPL = Rekayasa Perangkat Lunak).

Saya dapat info ada cukup banyak anak yang salah pilih jurusan (khususnya yang melanjutkan ke SMK). Misalnya saat SMK ambil jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan), pas kuliah memilih pariwisata. Ada yang pilih jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual), pas kuliah mau pilih perhotelan. Entah karena jurusan yang dipilih saat SMK adalah pilihan orangtua atau memang baru menyadari salah pilih jurusan ketika sudah berada di SMK. Agak disayangkan kalau kuliah lintas jurusan (ilmu yang dipelajari.di SMK "tidak terpakai" saat kuliah). 

Anak kami pilih jurusan RPL. Selain dapat ilmu dari sekolah, ia rajin belajar mandiri dari YouTube, dan terbukti kemampuan ilmu komputernya. Sejak awal ia SMK hingga menjelang kelulusannya dari SMK, ia sudah memutuskan untuk kuliah komputer (Computer Science). Ia kini mendapat beasiswa penuh (fully funded scholarship) ke India. Meski dari SMP sudah mantap akan kuliah di jurusan/fakultas tertentu, tidak semua jurusan itu ada di SMK. Misalkan saja ingin kuliah kedokteran, setahu saya di SMK tidak ada jurusan yang sejalan untuk kuliah ke fakultas kedokteran. Lagi pula, lulusan SMK memang lebih diarahkan untuk bekerja. Harus diakui, peluang lulusan SMA untuk melanjiutkan kuliah jauh lebih besar daripada lulusan SMK.

Secara umum, pilih SMA biasanya untuk yang ingin melanjutkan kuliah, pilih SMK untuk yang ingin langsung bekerja. Tapi yang "telanjur" sudah masuk SMK, peluang untuk kuliah tetap terbuka kok (meski pilihannya tidak sebanyak  lulusan SMA). 

Menurut saya, jika memang belum tau mau kuliah ke mana (tapi memang ada niat untuk kuliah), lebih baik pilih SMA. 

Saran: carilah info sebanyak mungkin tentang ini dengan bertanya kepada mereka yang sudah kuliah atau info dari internet. 

 

Catatan:
Bisa kuliah dengan beasiswa tentu sangat membanggakan dan membahagiakan. Anda berkesempatan menikmati kuliah di luar negeri (menambah wawasan Anda) dan tentu sangat membantu meringankan beban orangtua Anda. Apakah saya berpeluang untuk dapat beasiswa? Jika nilai sekolah Anda (atau anak Anda, dari sisi orangtua) sudah bagus (sering juara kelas), peluang untuk itu ada.

Ingin peluang itu menjadi kenyataan? Harus rela berkorban dan fokus dari sekarang. Banyak gunakan waktumu untuk kegiatan yang lebih berguna. Kurangi main games, nngkrong bersama teman. Waktunya bisa digunakan untuk belajar, ikut lomba, atau aktif di 
organisasi yang kelak akan menjadi nilai plus Anda saat mengajukan beasiswa. Tidak ada yang "GRATIS" di dunia ini. Semua harus diperjuangkan. Ayo semangat ... 

 

Ingin info beasiswa lebih lengkap? Silakan klik tautan berikut (group Telegram):

https://linktr.ee/schonixe

atau

@schonixe

 

0 Responses

Posting Komentar

abcs