02 Dapat Beasiswa Kuliah di India? Saya Dikasih Saja Ogah

Kami (saya dan istri) tidak begitu aktif di media sosial. Begitu mendapat kepastian via telepon dari pihak Kedutaan Besar India di Jakarta bahwa putra kami mendapatkan beasiswa penuh dari ICCR Scholarship - Indian Council for Cultural Relations. kami sujud syukur atas hasil kerja keras putra kami ini.

Terus terang sehabis menerima telepon, kami masih bimbang, apakah ini nyata atau mimpi? Kabar gembira ini kami simpan rapat-rapat. Hanya keluarga inti yang mengetahui info ini.

Segala keperluan untuk keberangkatan dan memulai studi di luar negeri kami persiapkan. Dalam beberapa kesempatan, ada teman dan kerabat yang bertanya, "Anaknya kuliah di mana?" Jawaban kami, "Masih belum tau. Sudah survei ke beberapa universitas, tapi belum menentukan akan kuliah di mana. Biar anak kami yang menentukan pilihannya sendiri. Selama kami mampu, kami upayakan. Selama pilihannya positif, kami dukung.

Ketika semua persiapan selesai (siap untuk berangkat), ada yang tanya, "Anaknya melanjutkan ke mana?"

"Anak kami dapat beasiswa penuh dari ICCR untuk kuliah di India."

"Hah!!! India???"

"Kok kamu kasih? Kalau saya, dikasih gratis saja ogah."

Langsung kami tinggalkan saja orangnya. Si katak sudah kelamaan tinggal di dalam tempurung. Percuma ngomong apa pun. Itulah sebabnya kami malas cerita putra kami kuliah di mana.

Kami jadi berpikir tentang ucapannya, "Dikasih saja ogah!" Si katak nggak tau, tahun 2022 ini ada 600 orang lebih dari Indonesia yang mengajukan beasiswa ke India. Yang diterima hanya 20 orang. Jumlah 20 orang ini untuk S-1, S-2, dan S-3.

Ibarat Anda melihat sebuah tempat yang sedang melakukan lelang dan sedang dipadati calon pembeli. Calon pembeli datang dengan segala kemampuannya (kalau urusan lelang, tentu ia berminat untuk mendapatkan barang yang akan dilelang, dan ia datang dengan membawa uang dalam jumlah banyak).

Kalau ini, Anda melihat kerumunan para pencari beasiswa. Mereka datang dengan nilai rapot yang bagus (di atas rata-rata), selalu dapat rangking di kelasnya, sering jadi juara lomba ilmu pengetahuan tingkat nasional, bahkan internasional, aktif berorganisasi, punya sertifikat bahasa Inggris (TOEFL, IELTS, TOEIC), dan kelebihan lainnya. Mereka mengajukan beasiswa dengan melampirkan data pelengkap dan berharap mereka dipilih sebagai penerima beasiswa.

Eh ... tiba-tiba ada si katak nongol (tidak punya semua kriteria sebagai calon penerima beasiswa), lalu ngomong, "Hmmm ... dikasih beasiswa saja saya ogah." Apakah Anda tidak akan ditertawakan semua orang di sana???

 

Ingin info beasiswa lebih lengkap? Silakan klik tautan berikut (group Telegram):

https://linktr.ee/schonixe

atau

@schonixe

0 Responses

Posting Komentar

abcs