10 Fakta Pelecehan Pegawai KPI: Kemaluan Dicoret-coret sampai Minta Tolong Jokowi

Berita ini agak mencengangkan (jika benar dan terbukti). KPI, lembaga yang mengawasi dan memberi teguran kepada acara televisi yang dinilai menayangkan sesuatu yang dinilai dapat merusak moral bangsa, ternyata ada beberapa oknum (bukan dilakukan satu orang lawan satu orang, tetapi beberapa orang terhadap satu orang) yang melakukan hal-hal yang sangat bertentangan dengan citra lembaga ini. Kontras sekali.

 

Reza Gunadha | Ruth Meliana Dwi Indriani
Kamis, 02 September 2021 | 10:54 WIB


Suara.com - Pengakuan pegawai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mengalami pelecehan seksual menjadi sorotan. Pegawai berinisial MS ini membeberkan telah dirundung dan dilecehkan sejak bekerja sejak tahun 2012.

MS buka-bukaan dirinya telah dipukul sampai ditelanjangi oleh rekan-rekannya. Perundungan itu terjadi sepanjang tahun 2012 - 2014, dimana dirinya mengaku diperbudak di tubuh KPI.

Suara.com telah mengumpulkan fakta-fakta mengenai kasus perundungan dan pelecehan yang diduga dialami pegawai KPI ini.

1. Awal Kasus Pelecehan Terungkap
Kasus pelecehan pegawai KPI ini terbongkar melalui pesan berantai di WhatsApp. MS, selaku korban mengaku dirinya yang menuliskan kisah itu.

MS mengaku dirinya merupakan pegawai kontrak di KPI yang bertanggung jawab di divisi Visual Data. Ia mengaku ingin sekali ke luar dari KPI karena sudah tidak kuat menahan perundungan yang dialaminya.

"Iya benar tulisan saya, kak. Saya mau resign, sudah enggak kuat," kata MS melalui pesan singkat kepada Suara.com, Rabu (1/9/2021).


2. Minta Tolong ke Presiden Jokowi
MS berani membongkar pelecehan yang dialaminya setelah berkonsultasi dengan temannya. Sang teman berprofesi sebagai pengacara serta aktivis LSM.

Dalam pesannya, MS meminta tolong kepada Presiden Jokowi atas kasus perundungan yang dialaminya. Ia mengatakan sudah tidak kuat mengalami berbagai jenis pelecehan yang traumatis.

"Tolong Pak Jokowi, Saya Tak Kuat Dirundung dan Dilecehkan di KPI, Saya Trauma Buah Zakar Dicoret Spidol oleh Mereka," tulis judul pesan WhatsApp MS.


3. Diperlakukan Seperti Budak
MS menceritakan awal perundungan terjadi saat dirinya masih pegawai baru. Ia setiap hari diperlakukan seperti budak oleh rekan-rekannya pada tahun 2012 - 2014.

Kala itu, MS diperbudak oleh pelaku berinisial RM yang bekerja di bagian Protokol KPI Pusat. MS diminta untuk membelikan makan oleh pelaku secara terus-menerus.

Padahal, kedudukan MS dengan pelaku itu setara. Namun, ia justru diperlakukan semena-mena, seperti diberi tugas untuk membelikan makan bagi pegawai.

"Tapi mereka secara bersama-sama merendahkan dan menindas saya layaknya budak pesuruh," ucap MS.


4. Pelecehan Seksual Jadi Puncak Perundungan
Perlakuan rekan-rekannya semakin tidak manusiawi. MS mengakui dilecehkan beramai-ramai oleh sejumlah pegawai KPI lainnya.

Kepala, tangan, dan kaki MS dipegang oleh pelaku secara beramai-ramai. Pelaku bahkan memukul, menelanjangi dan mencorat-coret testikel MS memakai spidol.

Setelah itu, pelaku CL (eks divisi Visual Data, sekarang Divisi Humas bagian Desain Grafis) memotret alat kelamin MS yang sudah dicorat-coret. Perlakuan pelaku itu membuat MS menjadi sangat tidak berdaya. Ia takut foto itu disebarluaskan.

"Saya tidak tahu foto yang masuk kategori pornografi itu sekarang disimpan di mana, yang jelas saya sangat takut jika foto tersebut disebarkan ke publik karena akan menjatuhkan nama baik dan kehormatan saya sebagai manusia," ungkapnya.


5. Korban Alami Perubahan Mental
MS mengalami perubahan pola mental akibat perundungan dan pelecehan yang dialaminya. Ia merasa stres, hina, trauma berat.

"Perendahan martabat saya dilakukan terus menerus dan berulang-ulang sehingga saya tertekan dan hancur pelan-pelan," ujarnya.

MS mengaku kerap kali berteriak-teriak pada tengah malam. Akibat stres itu pula, MS menjadi sering jatuh sakit.

Keluarganya pun kerap mendapatkan imbasnya ketika MS sering tiba-tiba menggebrak meja tanpa alasan dan berteriak tanpa alasan. Emosinya bergejolak ketika tiba-tiba mengingat akan tindakan tercela yang dilakukan oleh pelaku.


6. Terpaksa Bertahan di KPI
MS mengaku frustasi karena tidak bisa mengundurkan diri. Hal ini disebabkan dirinya masih harus mencari nafkah untuk keluarganya.

"Saya tidak tahu apakah para pria peleceh itu mendapat kepuasan seksual saat beramai-ramai menelanjangi dan memegangi kemaluan saya, yang jelas saya kalah dan tak bisa melawan. Saya bertahan di KPI demi gaji untuk istri, ibu, dan anak saya tercinta," jelasnya.


7. Divonis Alami PTSD
MS mendatangi Rumah Sakit Pelni untuk menjalani pemeriksaan kesehatan endoskopi pada 8 Juli 2017. Hasilnya, terlihat MS mengalami hipersekresi cairan lambung akibat trauma dan stres.

MS juga divonis mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau gangguan stres pasca trauma. Vonis ini ditegakkan saat dirinya berkonsultasi ke psikolog di Puskesmas Taman Sari pada tahun 2019.

8. Laporkan Kasus ke Komnas HAM
11 Agustus, MS mengadukan pelecehan dan penindasan ke Komnas HAM melalui email. Komnas HAM pun membalas email MS pada 19 September 2017.

Dalam balasannya tersebut Komnas HAM menyimpulkan kalau apa yang dilakukan pelaku terhadap MS merupakan tindak pidana sehingga harus diteruskan ke pihak kepolisian.


9. Laporan ke Polisi Diacuhkan
MS mengadukan tindakan para pelaku ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat pada tahun 2019. Akan tetapi, kala itu MS malah diminta petugasnya untuk mengadukan terlebih dahulu kepada atasan supaya permasalahannya diselesaikan secara internal.

MS kembali mendatangi Polsek Gambir, Jakarta Pusat untuk yang kedua kalinya pada tahun 2020. Ia datang dengan harapan laporannya benar-benar diproses anggota kepolisian.

Lagi-lagi tidak ada tanggapan yang memuaskan dari pihak kepolisian. Malah anggota kepolisian yang menerima kehadiran MS tidak menganggap serius atas laporannya.


10. Respons Resmi KPI Atas Kasus Pelecehan
KPI Pusat akhirnya buka suara terkait adanya cerita seorang pegawai kontrak yang mengaku telah dirundung dan dilecehkan oleh teman-teman kantornya. KPI Pusat akan melakukan investigasi internal.

KPI berjanji akan menindak tegas pelaku apabila terbukti melakukan tindakan tercela tersebut. Lembaga ini juga mengaku prihatin atas apa yang dialami MS dan tidak menoleransi apa pun segala bentuk perundungan ataupun pelecehan seksual.

"Turut prihatin dan tidak menoleransi segala bentuk pelecehan seksual, perundungan atau bullying terhadap siapa pun dan dalam bentuk apa pun," kata Agung dalam keterangan persnya yang dikutip Suara.com, Rabu (1/9/2021).

Sumber: Suara

Baca juga:

  1. Heboh Kasus Pelecehan di KPI, DPR: Pecat Pelaku Jika Pengakuan MS Benar    
  2. Pegawai Pria Curhat Dilecehkan Bertahun-tahun, KPI Baru Semalam Dampingi Korban Melapor    
  3. Korban dugaan pelecehan di KPI, kasus yang berulang di lembaga negara 'kita hanya sibuk seperti pemadam kebakaran' (BBC) (kasus pelecehan sebelumnya juga terjadi di BPJS dan Dirjen Pajak)
  4. Daftar Pelaku Pelecehan Seksual KPI Terungkap Lewat Pesan Berantai (Medcom)    
  5. KPI Menyangkal Berupaya Mendamaikan Kasus Pelecehan Seksual (Media Indonesia)  
  6. Akui Ada Perundungan di Kantor KPI, Pengacara Terduga Pelaku Sebut Itu Hal Biasa (Kompas)   
  7.  

 

Mana yang benar???

Versi korban:
Korban (MS) melaporkan ada perundungan seksual (ditelanjangi, buah zakarnya dicoret spidol, dan difoto).


Versi pengacara terduga pelaku (dikutip dari:
Akui Ada Perundungan di Kantor KPI, Pengacara Terduga Pelaku Sebut Itu Hal Biasa ➡ Kompas)

Lewat pengacaranya, mereka membantah telah melakukan pelecehan seksual, tetapi mengakui ada perundungan terhadap MS.

Anton, kuasa hukum dari terduga pelaku berinisial RM, menyebutkan bahwa perundungan yang dilakukan kliennya masih dalam batas wajar.

"Kalaupun ada masalah yang dirilis itu tentang perbudakan kemudian ceng-cengan lah bahasa kita, itu hal yang biasa. Kalaupun yang dimaksud disuruh beli makan itu adalah mereka sering gantian, misalnya, ada yang mau makan, titip beli makan," kata Anton saat mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021).

Kita tunggu hasil penyelidikan polisi dan bagaimana semuanya dibuktikan di pengadilan.

LBH Jakarta Sebut Pelanggaran Etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Bentuk Perbuatan Koruptif

Wakil Ketua KPK (bukan pegawai KPK biasa), menyalahgunakan pengaruh untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak beperkara (Tempo). Terbayang jika ini dilakukan seorang pejabat Jepang, mungkin keesokan harinya kita membaca berita pejabat itu bunuh diri dengan menusukkan katana ke perut sebelah kiri (mungkin karena itu disebut harakiri, bukan harakanan). 
 
Wakil Ketua KPK yang seharusnya terdepan memberantas korupsi justru berhubungan langsung dengan orang yang sedang beperkara di KPK. Kontras!

 Sumber foto: Detik 

Suara.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta menyebut pelanggaran etik yang dilakukan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar merupakan perbuatan koruptif.

Sebelumnya, Lili  telah divonis terbukti melakukan pelanggaran etik karena berhubungan dengan pihak yang berperkara di KPK, yakni Wali Kota Tanjung Balai nonaktif M Syharial -yang kini ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan jual beli jabatan.-  

Wakil Ketua KPK itu pun hanya  diberi sanksi pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan. Mengacu pada rangkaian tersebut, LBH Jakarta menilai misi pemberantasan korupsi di tanah air telah menemui jalan buntu.

“Apabila KPK yang direpresentasikan melalui komisioner-nya berperilaku koruptif, maka sesungguhnya harapan terhadap masa depan penegakan tindak pidana korupsi telah menemui jalan buntu,” kata Kepala Advokasi dan Pengacara LBH Jakarta Nelson Nikodemus Simamora lewat keterangan tertulisnya kepada Suara.com, Selasa (31/8/2021).

LBH Jakarta lantas mengingatkan tugas dan fungsi Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

“Dewan Pengawas KPK harus menyadari bahwa tugas dan fungsinya dalam melakukan pengawasan terhadap penegakan hukum tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh KPK dalam rangka menjamin bahwa setiap insan KPK khususnya Pimpinan KPK harus memiliki kejujuran, integritas, moralitas dan reputasi yang baik,” ujar Nelson.

Oleh karenanya, LBH Jakarta mendesak Dewas KPK untuk meminta Lili untuk mundur dari jabatannya. Hal itu menurut LBH Jakarta demi menyelamatkan misi pemberantasan  korupsi.

“Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar yang sudah terbukti bersalah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku agar mengundurkan diri dari Wakil Ketua/Pimpinan KPK demi masa depan pemberantasan korupsi,”  tegas Nelson. 

Sumber: Suara

Baca juga:

  1. Lili Pintauli Siregar akan diseret ke ranah pidana setelah 'sanksi lembek' Dewan Pengawas KPK, 'Kalau tak dibatasi gila ini' (BBC) 
  2. Dewas KPK nyatakan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli lakukan pelanggaran etik (Kontan) 
  3. Tercoreng! Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Langgar Kode Etik (CNBC)   
  4. 3 Fakta Terkini Kasus Pelanggaran Etik Pimpinan KPK Lili Pintauli Siregar (Liputan 6)  
  5. Dewas Beberkan Perbuatan Pimpinan KPK Lili Pintauli yang Langgar Etik Berat (Detik) 
  6. Pimpinan KPK Lili Pintauli Terbukti Langgar Etik, Disanksi Potong Gaji (Detik)  
  7. Lili Pintauli 'Cuma' Dipotong Gaji Rp 1,85 Juta, Tunjangannya Ratusan Juta (Detik) 
  8. Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan Lili Pintauli hanya dihukum potong gaji pokok Rp 1,85 juta per bulan dari total pendapatan yang mencapai lebih dari Rp 80 juta per bulan. (Wow Keren)  
  9. Gaji Dipotong, Lili Pintauli Masih Terima Rp80 Juta Lebih Per Bulan (Viva)    
  10. Sanksi Potong Gaji Rp1,8 Juta, Lili Masih Dapat Duit Puluhan Juta Tiap Bulan dari KPK (Suara)  
  11. Lili Pintauli 'Cuma' Dipotong Gaji Rp 1,85 Juta, Tunjangannya Ratusan Juta (Detik) 
  12. Gaji Lili di KPK Dipotong Rp1,8 Juta, Masih Terima Rp87 Juta (CNN)     
  13. Gaji Dipotong 40% Dewas KPK, Lili Pintauli Masih Kantongi Rp 87 Juta Per Bulan (Berita Satu) 
  14. MAKI Minta Pimpinan KPK Lili Pintauli Mundur karena Terbukti Langgar Etik (Detik)
  15. LBH Jakarta Desak Dewas Pidanakan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Suara)    
  16. Terbukti Langgar Kode Etik, Publik Minta Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dipecat (Suara)  
  17. Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Terbukti Lakukan Pelanggaran Etik Berat, Ini Kronologi Kasusnya... (Kompas)   
  18. Novel Baswedan Sebut Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Bisa Dijerat Pasal Pidana (Tempo) 
  19. Pukat UGM nilai sanksi Wakil Ketua KPK Lili Pintauli terlalu ringan (Antara)    
  20. MAKI Berencana Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli ke Kejagung (SindoNews)  
  21.  


Indonesia Raya (3 Stanza)

HUT ke-76 Republik Indonesia


abcs