Wanita-Wanita Cantik yang Menarik Perhatian

Siapa yang tidak suka melihat yang indah-indah (wanita cantik atau pria tampan)? Suka melihat wanita cantik adalah hal yang wajar. 

Tapi pada kesempatan kali ini, penulis hanya akan menampilkan foto wanita-wanita cantik saja (bukan foto pria tampan). Wanita-wanita cantik ini menarik perhatian karena mereka bukan dari kalangan model, artis, bintang iklan, pramugari, SPG, atau profesi lain yang memang diperuntukkan bagi mereka yang berparas cantik. Mereka menarik perhatian karena memang datang dari kalangan yang berbeda. 

Saat ini ponsel berkamera bukan lagi barang mewah, ketika ada pria melihat wajah cantik dari tempat yang tidak lazim, ponsel mengabadikan, lalu dengan cepat foto-foto mereka tersebar di dunia maya. Berikut beberapa wajah cantik tersebut... 









Apa pelajaran yang dapat diambil dari kisah wanita-wanita cantik ini? Satu hal yang patut diteladani dari mereka. Meski punya modal cantik, mereka tidak malu melakoni profesi mereka yang sekarang (yang jelas adalah profesi halal). Tidak lantas tergiur memanfaatkan kecantikan untuk mendapat uang lebih mudah (misal jadi wanita penghibur). Salut!

Di Tengah Bencana, Masih Ada Setitik Harapan

Berita penyanderaan pengunjung  kafe di The Lindt Chocolate Cafe, Martin Place (Sydney, Australia) yang dilakukan Man Haron Maonis menyentak kita semua. Penyandera meminta sandera "mengibarkan" bendera hitam dengan kalimat syahadat di jendela kafe. Dalam peristiwa penyanderaan hampir 17 jam tersebut, 3 orang meninggal: Man Haron Maonis (pelaku penyanderaan), Tori Johnson (manajer kafe), dan Katrina Dawson (pengacara), serta 4 orang terluka. 

Peristiwa ini menyebabkan kekhawatiran akan adanya serangan balas dendam kepada muslim. 

Tapi membaca berita ada seorang warga Australia, Rachel Jacobs yang menulis di FaceBook bahwa ia akan mendampingi seorang wanita muslim berjalan hingga ke tempat tujuan demi melindungi wanita muslim tersebut, mata penulis berkjaca-kaca. Ini bermula saat Rachel Jacobs yang sedang berada di kereta api melihat seorang wanita muslim melepas hijab-nya karena khawatir akan ada aksi balas dendam atas peristiwa penyanderaan di Lindt Cafe tersebut. 

Tagar #illridewithyou yang dibuat Rachel Jacobs langsung direspon dan banyak orang. Tidak hanya menawarkan mendampingi umat Islam yang takut bepergian, bahkan ada yang menawarkan rumahnya sebagai tempat berlindung.

Sudah selayaknya kita tidak lagi melihat seseorang berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan-nya. Semua manusia pada dasarnya sama, kita menilai seseorang dari tindakannya. 

Jangan membenci seseorang hanya karena SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) karena kita tidak bisa memilih kita akan terlahir dari suku/ etnis apa, agama apa. Dan..., semua agama mengajarkan kebaikan.  


#illridewithyou, Pesan Dukungan Australia untuk Warga Muslim

Puluhan ribu pesan muncul di media sosial untuk mendukung warga Muslim di Australia, setelah penyanderaan di Sydney dikhawatirkan akan memicu Islamofobia di negara tersebut.

Pesan-pesan dengan hashtag atau tanda pagar #illridewithyou bermula dari catatan yang ditulis pengguna Facebook Rachael Jacobs.

Di media sosial ini ia menceritakan seorang penumpang perempuan di kereta yang duduk di sampingnya. Perempuan ini diam-diam melepaskan jilbabnya.

"Saya katakan 'pakai lagi (jilbab Anda)'. Saya akan berjalan dengan Anda. Ia menangis dan memeluk saya selama sekitar satu menit," kata Jacobs.

Kisah Jacobs dan perempuan berjilbab ini kemudian menginspirasi pengguna Twitter untuk menggunakan tagar #illridewityou.

'Dukungan nyata'

Bentuk dukungan ini disambut sangat positif oleh pengguna Twitter Salim Kassam yang menulis menjadi Muslim bisa menakutkan setelah terjadi serangan teroris.

"Terima kasih Australia untuk #illridewithyou," tulisnya.

Dukungan tidak berhenti di alam maya. Banyak pengguna media sosial yang secara tulus menggunakan tagar untuk menyampaikan keinginan mendampingi warga Muslim yang tengah bepergian melalui transportasi umum.

Twitter Australia mengatakan dalam waktu dua jam terdapat 40.000 pesan dengan tagar tersebut dan angkanya berlipat menjadi 150.000 dalam tempo empat jam. 

Kekhawatiran bahwa warga Muslim akan menjadi sasaran sempat diungkapkan oleh warga 
Muslim Indonesia di Australia, Citra Rizal.

Kekhawatiran ini muncul karena dalam penyanderaan di Sydney sempat dipajang gambar bendera hitam dengan kalimat syahadat di jendela kafe.

Sumber: BBC


Baca juga: 
  1. Solidaritas Tweeps Bagi Warga Muslim
  2. #IllRideWithYou, Solidaritas bagi Muslim di Australia Menyusul Penyanderaan di Kafe
  3. Martin Place Siege: #illridewithyou Hashtag Goes Viral

Kisah Denny Darko: Sang Penakluk yang Akhirnya Juga Ditaklukkan

Manusia sering lupa ada ungkapan yang mengatakan "Tak ada gading yang tak  retak, tak ada manusia yang sempurna." Lalu... sehebat apa pun kemampuan kita, sebaiknya kita tidak jadi  sombong karena ada ungkapan lain yang harus kita ingat "Di atas langit, masih ada langit."

Tak perlu panjang lebar untuk mengulas hal ini, silakan Anda saksikan video di bawah ini... (ini cuplikan dari tayangan Pesbuker di Anteve Jumat, 27 Juni 2014)

Kini giliran Uya Kuya yang sebelumnya dihipnotis Denny Darko balas dendan. Selamat menyaksikan. Untuk melihat Uya Kuya dihipnotis Denny Darko, klik: Kisah Uya Kuya: Tuan Makan Senjata 


Kisah Uya Kuya: Tuan Makan Senjata

Manusia sering lupa ada ungkapan yang mengatakan "Tak ada gading yang tak  retak, tak ada manusia yang sempurna." Lalu... sehebat apa pun kemampuan kita, sebaiknya kita tidak jadi  sombong karena ada ungkapan lain yang harus kita ingat "Di atas langit, masih ada langit."

Tak perlu panjang lebar untuk mengulas hal ini, silakan Anda saksikan video di bawah ini... (ini cuplikan dari tayangan Pesbuker di Anteve Jumat, 27 Juni 2014)




Denny Darko hebat? "Di atas langit, masih ada langit" silakan klik tautan berikut: Kisah Denny Darko: Sang Penakluk yang Akhirnya Juga Ditaklukkan 


Kisah di Balik Pelukan yang Menggetarkan Hati Dunia


Sersan Bret Barnum (polisi kulit putih) yang memeluk Devonte (anak kulit hitam) di tengah kerusuhan rasial yang melanda Missouri, Amerika Serikat menjadikan foto karya Johnny Nguyen ini memberi setitik harapan, menyatukan semua perbedaan yang ada. (Sumber: Buzzfeet)

Bagaimana Logika Berpikirnya??? Ada yang Bisa Jelaskan???

Pilih Menteri, Gerindra Kritik Jokowi Libatkan KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam proses seleksi menteri. "Nama yang ada tak perlu dikirim-kirim ke KPK karena akan mempengaruhi urusan ketatanegaraan," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 20 Oktober 2014.

Menurut Fadli, pemilihan kandidat menteri yang duduk di kabinet adalah hak prerogratif presiden. Hak ini tak mengharuskan presiden melibatkan lembaga dan kelompok tertentu dalam mengambil keputusan. 

Fadli mengatakan pemilihan menteri seharusnya didasari kompetensi yang diukur dengan melihat rekam jejak dan pengalaman seorang kandidat. "Cari menteri itu berdasarkan kompetensi, tak perlu libatkan KPK." 

Selain itu, menurut Fadli, pelibatan KPK bisa menimbulkan kontroversi terhadap kandidat yang tengah diseleksi. Pelibatan KPK baru bisa dilakukan bila ada calon menteri yang terlibat masalah. Penelusuran KPK, dia melanjutkan, tak perlu dilakukan terhadap semua calon menteri. 

Saat ini Jokowi memang tengah mempertimbangkan 43 nama untuk duduk di 33 pos kementerian yang telah disiapkan presiden ketujuh Indonesia itu. Untuk memastikan rekam jejak ke-43 kandidat, Jokowi meminta pertimbangan KPK dan Pusat Penelusuran dan Analisis Transaksi Keuangan. Rencananya, Jokowi akan mengumumkan 33 menteri terpilih pada Selasa, 21 Oktober 2014. (IRA GUSLINA SUFA)

Sumber: Tempo 


Mari kita renungkan dan kita cari logika berpikir dari berita yang ditulis Tempo tadi.

  1. Apa yang salah dari permintaan Jokowi kepada KPK dan PPATK untuk menelusuri rekam jejak para calon menterinya? Ini pemilihan seorang menteri (jabatan penting di negeri ini). Saat kita akan memutuskan memilih pembantu mana yang akan mengurus rumah atau mengasuh anak kita saja, tidak ada larangan jika kita ingin menelusuri rekam jejaknya. Tanya ke orang yang kenal dengan calon pembantu tersebut atau tanya majikannya terdahulu. Bukankah kita tahu ada pepatah yang mengatakan: Mencegah lebih baik daripada mengobati? Jika ada indikasi calon menteri akan jadi tersangka KPK, untuk apa dipilih? Nanti baru menjabat sebentar lalu jadi tersangka, terpaksa pilih menteri baru lagi. Apa yang salah? Bukankah jika baru dilantik beberapa bulan, lalu menteri jadi tersangka KPK, ini sebuah peluang besar bagi KMP untuk mengkritik bahwa Jokowi tidak becus memilih menteri? Di saat banyak orang menilai ini sebuah langkah positif (bahkan sejarah baru dalam pemilihan calon menteri agar kabinetnya baik), justru ini dikritik. Jika Tidak ada masalah jika ingin mengkritisi, tapi kedepankan logika. Prinsipnya "Kalau bersih, mengapa harus risih?" Anda punya sanggahan yang logis tentang pendapat Fadli Zon, silakan tuliskan di komentar.
  2. Fadli mengatakan pemilihan menteri seharusnya didasari kompetensi yang diukur dengan melihat rekam jejak dan pengalaman seorang kandidat. Apakah minta pendapat KPK dan PPATK bukan sedang meneliti rekam jejak apakah calon menteri tersebut ada indikasi melakukan tindakan korupsi di masa lalu? Apa sih maksud rekam jejak?
  3. Menurut Fadli, pemilihan kandidat menteri yang duduk di kabinet adalah hak prerogratif presiden. Hak ini tak mengharuskan presiden melibatkan lembaga dan kelompok tertentu dalam mengambil keputusan. Hak prerogratif itu hak istimewa bagi seorang presiden. Hak ini bukan tidak boleh dikritisi. Jika dengan hak ini, Presiden Jokowi memilih sanak saudaranya yang tak punya kapabilitas untuk duduk sebagai menteri (KKN), silakan kritik.

Reka-Rekaan Angka dan Nama Presiden Republik Indonesia

Ini reka-rekaan yang beredar di internet beberapa waktu lalu (saat akan pilpres). Bukan soal tepat atau tidak, bukan soal "memaksakan" angka 2 jadi huruf S atau Megawati hanya ditulis Soekarno Putri, dan lain-lain. 

Hanya sekedar menampilkan kreatifnya kita, bangsa Indonesia. Jangan terlalu serius ah... ini hanya intermezzo saja... (ssst... ngomong-ngomong, untuk presiden ke-7 Republik Indonesia, angka 7 memang lebih pas dengan nama Jokowi daripada Prabowo ya?)

Nah...yang lebih menarik lagi, presiden ke-8 Republik Indonesia nanti akan pakai huruf B, meski sebelumnya sudah ada 2 huruf B:

BJ Habibie dari angka 3, biasanya angka 13 yang jadi huruf B, lalu 
Bambang Yudhoyono dari angka 6 yang dipaksakan jadi huruf b kecil (b)

Akankah nanti presiden ke-8 (entah Jokowi menjabat 2 kali atau  sekali), presiden ke-8 adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok???

Waktu yang akan menjawabnya...



 

1r. Soekarno
2oeharto
3J Habibie
4bdurrahman Wahid
5oekarno Putri
6ambang Yudhoyono
7oko Widodo
8asuki Tjahaja Purnama alias Ahok???

Yang tidak suka dengan Ahok, tidak perlu parno deh. Waktunya masih lamaaa... kalau memang itu yang akan terjadi (meskipun bagi kita semua itu hal yang mustahil), tidak ada yang dapat menghalangi seperti halnya Jokowi yang berusaha dijegal berbagai cara, toh... tetap jadi presiden Republik Indonesia juga. 

Masih banyak waktu (baik untuk menjegalnya atau maupun mewujudkannya). 

Selamat atas dilantiknya Pak Joko Widodo sebagai Presiden ke-7 Republik Indonesia. Terima kasih atas atas pengabdian 2 preriode Pak Susilo Bambang Yudhoyono...



Penulis Jadi Saksi www.Google.co.id Di-Hack Oleh TeaM MaDLeeTs (Pakistan Zindabad)

Selasa, 07 Oktober 2014 pukul 08.21 saat penulis online, penulis menemukan ada yang berbeda dengan tampilan Google.co.id. Tampilan Google memang sering berubah sesuai tema hari itu, tapi kali ini berbeda. Mungkinlah ini ulah hacker???

Penulis segera cari tau... Ternyata benar. Maka segera penulis simpan tampilan Google.co.id yang diubah hacker tersebut. Menurut sumber yang penulis baca, ini namanya deface. Hal ini dilakukan oleh hacker yang menamakan diri: Team MaDLeeTs (Pakistan Zindabad).

Dalam kasus ini, hanya tampilan saja yang berubah, tapi situs pencari ini masih berfungsi seperti biasa. Saat yang sama, penulis coba buka Google.com ternyata Google.com tidak di-hack.

Penulis berkali-kali mencoba membuka situs Google.co.id tapi tampilannya seperti itu. Kemudian penulis browsing lagi, dan beberapa saat kemudian coba buka kembali (pukul 08.54) semua kembali normal. Tidak tau berapa lama tepatnya tampilan Google.co.id di-hack oleh Team MaDLeeTs (Pakistan Zindabad). 

Menurut info yang penulis baca, ini terjadi pada pengguna internet yang menggunakan provider tertentu (salah satunya Speedy, penulis menggunakan Speedy).

Ini tentu bukan hal yang menyenangkan, tapi bagi penulis, ini sebuah "sejarah" penulis menyaksikan langsung aksi hacker

Ilmu yang dimiliki sebenarnya sangat baik dan bermanfaat jika digunakan untuk hal yang positif.


Untuk melihat tampilan yang lebih besar, silakan klik pada gambar

Tampilan Google.co.id yang di-hack  (halaman atas)
(ikut narsis dengan menampilkan alamat blog penulis di tengah hasil hack)



Tampilan Google.co.id yang di-hack  (halaman bawah)
(ikut narsis dengan menampilkan alamat blog penulis di tengah hasil hack)


Google.com Aman-Aman Saja


Google.co.id Kembali Normal
Semula alamatnya: https://www.google.co.id/
kini ada tambahan menjadi: https://www.google.co.id/?gws_rd=ssl



Baca juga info tentang ini (klik saja):
  1. Google Indonesia Dibajak, Kok Cuma di ISP Tertentu?
  2. Google.co.id Tidak Bisa Diakses, Sempat Kena Hack?
  3. [BREAKING NEWS] SITUS NO 1 DUNIA "GOOGLE" DI HACK SAMA TEAM HACKER MADLEETS GAN!! 
  4. Google Indonesia Diserang Hacker?

Ternyata perang belum berakhir. Pukul 09.56  Google.co.id kembali di-hack (warna latar yang biasanya putih, kembali menjadi hitam seperti di atas). Lihat tampilannya di bawah ini 



Google.co.id Di-Hack Lagi
Entah sampai kapan "perang" ini akan berakhir... 



Catatan Tentang RUU Pilkada via DPRD

Untuk membaca beritanya, silakan klik saja judul berita di bawah ini:

  1. Hasil Voting: DPR Putuskan Pilkada Lewat DPRD
  2. DPR Putuskan Pilkada Lewat DPRD, Perludem: Demokrasi Mundur
  3. Ini Meme Lucu nan Kocak Sindir Pengesahan RUU Pilkada
  4. Prabowo: Saya Senang KMP Menang di UU Pilkada
  5. Menang Voting RUU Pilkada, KMP Gelar Syukuran Di Hotel Sultan 
  6. Koalisi Merah Putih Menangkan RUU Pilkada, PKS: Kami Sudah Teruji! 
  7. Berhasil Menangkan Pilkada lewat DPRD, Prabowo Bangga Koalisi Merah Putih 
  8. Matinya Demokrasi Negeri Ini! 
  9. Pilkada DPRD 'Bunuh' Demokrasi, Karangan Bunga Akan Ditebar di Depan Istana
  10. Tiga Kepala Negara Siap Hadiri Bali Democracy Forum (Indonesia jadi tuan rumah, kontras dengan DPR yang Putuskan UU Pilkada Lewat DPRD)
  11. Netizen Kritik Putusan Pilkada Lewat DPRD
  12. #ShameOnYouSBY Puncaki Trending Topic Gara-Gara RUU Pilkada
  13. DPR Putuskan Pilkada Lewat DPRD, #RIPDEMOKRASI Jadi "Trending Topic" 
  14. Twitter: RIP Demokrasi, SBY Pemotong Lidah Rakyat, Selamat Datang Orba 
  15. Protes Berlanjut, Muncul #ShamedByYouAgainSBY  
  16. Sambut Kepulangan SBY, #WelcomeMrLiar Menjamur di Twitter 
  17. Investor Enggan Masuk ke Indonesia Karena Pilkada Lewat DPRD 
  18. Ahok: Kalau Pilkada Melalui DPRD, Saya Berhenti Saja
  19. Penolakan Pilkada oleh DPRD Meluas 
  20. Ini Saran Yusril untuk SBY & Jokowi Agar UU Pilkada Gak Berlaku
  21. KMP Gigit Jari, UU Pilkada Tidak Bisa Dieksekusi!
  22. Orang Bodoh Itu yang Usul Pilkada lewat DPRD! Kata Bang Buyung Sih
  23. Pengamat: Andai Prabowo-Hatta Menang, Tak Akan Ada RUU Pilkada dan UU MD3
  24. Saya (Merasa) Ditipu Anggota Dewan
  25. RUU Pilkada Melegalkan Korupsi
  26. Pengakuan Fadli Zon, Buka Topeng Koalisi
  27. Ini Usul Ridwan Kamil Agar Pilkada Langsung Tidak Menghamburkan Uang
  28. DPD RI: Hargai Hak Rakyat, Tolak Pilkada Lewat DPRD!
  29. Meluncur, Petisi Tolak Pilkada Kembali ke DPRD
  30. Pilkada via DPRD: Tolak, Ini Kata Sejumlah Tokoh
  31. DPR: "Wakil Rakyat?" atau "Wakil Partai?"
  32. Tak Setuju Pilkada oleh DPRD, Ahok Akhirnya Mundur dari Gerindra
  33. Kepala Daerah Dukung Pilkada Langsung
  34. Ahok: Kalau Pilkada Melalui DPRD, Saya Berhenti Saja
  35. Ahok Mundur: Itu Benar, Kata Pengamat Politik
  36. Lahir Ray Rangkuti Jadi Fadli Zon dan Siti Zuhro Baru
  37. Siti Zuhro: Sedang Sakit Atau Halusinasi? 
  38. Beredar Surat Bagi-Bagi Jatah Kursi Koalisi Prabowo di DPR MPR

Mari Kita Belajar dari 2 Anak Kecil Ini

Dalam sebuah lomba Zhang Junhao (3 tahun) berhadapan dengan Qu Junxi. Siapa yang diputuskan juri sebagai pemenang bukanlah hal yang penting. 

Coba Anda cermati percakapan dan ekspresi kedua anak kecil ini yang mengajarkan kita sebuah pelajaran penting dalam kehidupan.

Saksikan video berikut ini:



Catatan Perjalanan Kasus Aiptu Labora Sitorus

Silakan klik tulisan warna biru di bawah ini untuk membaca berita selengkapnya (untuk foto, klik: Labora Sitorus): 
  1. Wow, Polisi Papua Punya Rekening Gendut Rp 1.5 Triliun (05 Mei 2013)
  2. Punya 60 Rekening? Aiptu Labora Sitorus Menjawab (17 Mei 2013)
  3. Aiptu Labora Sitorus Mesin ATM Perwira Polisi Papua Hingga Mabes? (17 Mei 2013)
  4. Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu? Bagian 1 (19 Mei 2013) 
  5. Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu? Bagian 2 (19 Mei 2013)
  6. Gaji Polisi (19 Mei 2013)
  7. Ini 5 Penyebab Polisi di Indonesia Bisa Cepat Kaya (20 Mei 2013)
  8. Ada 33 Perwira Polisi Terima Dana Aiptu Labora (24 September 2013)
  9. 18 Perwira Diperiksa Terkait Rekening Gendut Aiptu Labora Sitorus (29 Oktober 2013)
  10. Pemilik Rekening Gendut Aiptu Labora Sitorus Divonis 2 Tahun Bui (17 Februari 2014)
  11. Hukuman Labora Sitorus Rendah, Polri Klaim Sudah Maksimal (19 Februari 2014)
  12. REKENING GENDUT LABORA SITORUS: Polisi Berpangkat Perwira Menengah Diburu (19 Februari 2014)
  13. KY Nilai Vonis Dua Tahun Buat Labora Sitorus Ajaib (19 Februari 2014)
  14. Vonis Labora Sitorus Ditambah 6 Tahun (06 Mei 2014)
  15. Artidjo Cs Tambah 7 Tahun Vonis Aiptu Labora (18 September 2014)
  16. MA Tolak Kasasi Polisi Pemilik Rekening Gendut (18 September 2014)
  17. MA Hukum Aiptu Labora 15 Tahun Penjara dan Denda 100 Kali Lipat dari Vonis Sebelumnya (18 September 2014)
  18. Vonis Labora Sitorus Ditambah, DPR: Artidjo Algojo! (18 September 2014) 
  19. "Vonis Aiptu Labora Diperberat, Efek Jera untuk Oknum Polisi" (18 September 2014)
  20. Ini Pertimbangan MA Perberat Vonis Polisi Berekening Rp 1,5 Triliun (18 September 2014) 
  21. Hukuman Labora Diperberat, Peringatan Untuk Polisi Korupsi (19 September 2014)
  22. 15 Tahun Penjara, Hasil Rekening Gendut Aiptu Labora Sitorus (19 September 2014)

Pilkada Langsung & Pilkada Oleh DPRD?

Klik saja tulisan biru di bawah gambar jika ingin membaca beritanya






 Kompas



Haji Lulung: Ahok Harus Dibinasakan!

MERDEKA.COM. Anggota DPRD DKI Jakarta Abraham Lulung Lunggana (Haji Lulung) mengatakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) benar-benar alami gangguan jiwa (gila). Bahkan, Lulung mengaku bakal 'membinasakan' karier Ahok sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Lulung mengatakan Ahok sempat menyebut DPRD merupakan sarang koruptor apabila Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) disahkan. Menurut Lulung, Ahok hanya suka menebar sensasi untuk mencapai popularitasnya.

"Ahok itu harus dibinasakan, binasakan kariernya jadi wakil gubernur," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (11/9).

Bahkan, Lulung bakal menjegal Ahok untuk menjadi gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, mantan bupati Belitung Timur ini tidak mempunyai etika dalam memimpin DKI. Hal tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

"Kalau dulu saya bilang harus diperiksa kesehatan jiwanya, hari ini terbukti, semua orang bilang dia gila. Makanya saya bilang, saya binasakan kariernya Ahok. Enggak bakalan dia dilantik jadi gubernur," kata Lulung.

Seperti diketahui, Ahok resmi mengajukan surat pengunduran diri dari Partai Gerindra. Ahok mengaku tidak sejalan dengan partainya, terkait rancangan undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang menginginkan pilkada dipilih oleh DPRD.

Sumber: Yahoo News

Setelah membaca berita ini, terlintas pertanyaan: Siapa yang pantas "dibinasakan"? Apakah Ahok atau justru Haji Lulung?

Ada baiknya Anda klik (Yahoo News) untuk membaca suara rakyat pada bagian komentar, persis di bawah berita tersebut. 

Apakah mereka pro Haji Lulung yang jadi wakil rakyat atau pro Ahok, calon Gubernur DKI yang prorakyat?

Zaman sudah berbeda, rakyat sudah cerdas, tidak mudah lagi diprovokasi dan dibodohi. Dulu, isu SARA adalah cara paling gampang menaklukkan lawan politik. Sayang, sekarang (setidaknya saat pasangan Jokowi-Ahok bertarung untuk jadi DKI 1 & 2 serta saat Jokowi-JK bertarung untuk jadi RI 1 & 2) isu SARA sudah tidak begitu efektif. Koalisi partai dengan suara yang jauh lebih besar pun bukan lagi jaminan untuk menang.

Rakyat memilih figur yang rekam jejaknya baik, bukan partai pengusungnya. Koalisi sekian banyak partai dengan suara perolehan di atas 50% (yang konon mempresentasikan sekian banyak suara rakyat yang terwakili), toh saat pilpres hasilnya tidak sejalan dengan prosentase tersebut. 

Apakah ini pertanda partai tidak peka terhadap aspirasi rakyat? Rakyat memilih capres A, sedangkan elit partai justru berkoalisi dengan capres B. 


Hari Kamis, 11 September 201: Haji Lulung: Ahok Harus Dibinasakan! 
 
Lalu baca juga apa kata Haji Lulung pada Minggu, 14 September 2014 (klik saja):

 
abcs