HFJ & Keluarga

Hendry Filcozwei Jan dilahirkan pada tanggal 11 Mei di kota Lubuk Linggau (Sumsel) dengan nama Jan Tjien Wie. Menyelesaikan TK hingga SMP pada sekolah Katolik (Xaverius) di kota kelahirannya. Lulusan SMA Xaverius 1 Palembang ini meraih gelar sarjana (S1) Economics and Development Studies from University of Sriwijaya.

Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), dan "diwajibkan" mengganti nama, ia tertarik mencari nama yang orisinal (tidak ada duanya). Diharapkan, tidak ada orang di dunia yang memiliki nama sama dengan penulis. Akhirnya nama yang dipilih Hendry Filcozwei Jan yang terdiri dari 5 bahasa. Filcozwei adalah singkatan dari Filateli (philos & athelia yang membentuk kata filateli dari bahasa Latin, filateli adalah hobby-nya), correspondence (dari bahasa Inggris, juga hobby-nya), dan zwei (bahasa Jerman yang artinya 2, ia anak ke-2 dari 4 bersaudara). Nama tengah sengaja "diciptakan" dari singkatan 3 kata dari bahasa yang berbeda (bukan mengambil dari nama orang lain). Jan nama marganya (bahasa Tionghua/ Mandarin). Setidaknya sampai sekarang, penulis belum menemukan orang bernama sama. Jadi kalau menggunakan mesin pencari (google), dengan kata kunci nama penulis dalam tanda kutip ("Hendry Filcozwei Jan", berita yang muncul 100% berita tentang penulis (setidaknya sampai tulisan ini dibuat). Begitu juga saat mencarikan nama untuk kedua putra penulis.

Dengan pola yang sama (5 bahasa berbeda, nama tengah singkatan dari 3 bahasa, dan ditutup dengan nama marga), maka jadilah nama mereka Anathapindika Dravichi Jan (Dhika) dan Revata Dracozwei Jan (Ray).

Hendry, ayah 2 putra: Anathapindika Dravichi Jan yang biasa disapa Dhika (20 Desember) dan Ray, yang bernama lengkap Revata Dracozwei Jan (04 Februari) ini gemar menulis, filateli, sulap, dan menghasilkan karya unik.

Bersama Linda Sunartio, istri tercinta (yang berultah tepat pada hari Natal), dan ke-2 putranya, pasangan rekoris (pemegang rekor) Muri ini betah menetap di Bandung.








Smile. Dhika saat liburan ke Ciwidey (17-08-2007).



Ray in action. Ray berpose di Kawah Putih.


Bergaya. Dhika & Ray di De Ranch.


Dhika & Teman Sekolah. Dhika (paling kanan) bersama guru &
teman Play Group Kids Plus saat kunjungan ke Bio Lactasari.


Ray & Teman Sekolah. Ray (ketiga dari kanan)
bersama teman-teman Play Group Kids Plus.

Hendry F.Jan & kel. HFJ & family di De Ranch.

Rekoris Muri versi HFJ (A - E)

Di bawah ini data para rekoris Muri yang berhasil saya kumpulkan. Ada pun data yang ingin saya kumpulkan adalah:

  1. Nama lengkap rekoris, tanggal lahir (tanggal, bulan, dan tahun)
  2. Nomor rekor, keterangan tentang rekor yang dicapai (seperti yang tertulis di piagam rekor), serta bulan & tahun pencatatan rekor
  3. Alamat rumah (terutama nomor telpon rumah serta HP & alamat e-mail bila ada)
  4. Tolong beri keterangan pula seandainya selain tercatat di Muri, Anda juga tercatat di Guinness Book (tolong lampirkan hasil scan/ foto copy keterangan dari Guinness Book).

Bila Anda kebetulan seorang rekoris Muri (tidak masalah rekor Anda masih berlaku atau sudah terpecahkan oleh rekoris lain), tolong kirimkan data Anda ke: hfj1105@yahoo.com (harap lampirkan hasil scan piagam rekor Anda, tanggal lahir dan alamat lengkap Anda). Kirimkan semua hasil scan piagam rekor Anda, bila memenuhi syarat akan kami tampilkan. Lampiran hasil scan piagam rekor ataupun foto copy piagam rekor adalah bukti otentik bahwa Anda adalah rekoris dan agar data yang kami tampilkan bisa dipertanggungjawabkan.


Maaf, kami hanya menerima kiriman e-mail, kami tidak akan membalas e-mail yang masuk! Ayo kirimkan data rekor Anda!


Data Anda akan saya cantumkan di situs ini (bisa diakses/ dilihat oleh siapa saja di seluruh dunia). Saya juga mohon bantuan Anda menginformasikan alamat situs ini kepada teman Anda (terutama bila mereka adalah rekoris) agar nama mereka bisa tercantum di sini.


Rencana ke depan, kita (sesama rekoris Muri) sekian lama sekali bisa kumpul bersama. Mungkin 3 bulan sekali. Mengumpulkan rekoris se-Indonesia tentu bukan hal mudah, dan ini adalah “tugas” Muri. Contohnya acara Konvensi Muri pada 26 April 2000 di Istana Negara (masa Presiden Gus Dur) yang diikuti sekitar 160 rekoris (termasuk saya). Kapan ya ada Konvensi Muri ke-2? Saya hanya berharap suatu saat nanti, secara rutin, setidaknya rekoris Bandung bisa kumpul bersama. Adakah yang ingin jadi sponsor?


Kami lebih mengutamakan untuk menampilkan data rekoris perseorangan/ pribadi (rekoris atas nama yayasan/ institusi pemerintah/ lembaga nonprofit lainnya, masih mungkin ditampilkan di sini). Perusahaan komersil, misalnya rekor mie instan terbesar, keramas rambut dengan sponsor perusahaan shampo, dan lain-lain, kemungkinan besar tidak akan kami tampilkan di sini. Mereka punya situs sendiri untuk hal tersebut. Selain itu, ada pertimbangan lain yang tidak dapat kami sebutkan. Harap maklum bila ada rekor yang tidak kami cantumkan di sini (ini situs pribadi, bukan situs resmi Muri). Keputusan kami tidak dapat diganggu-gugat.


Urutan data yang kami tampilkan di situs adalah sebagai berikut:


Nama lengkap, (nomor rekor/ kategori rekor/ tanggal lahir rekoris/ bulan & tahun tercatat di Muri), keterangan rekor, kota asal rekoris


Kategori rekor terbagi menjadi:

  1. A = Paling/ ter (misal: rambut paling panjang/ terpanjang)
  2. B = Pertama (misal: wanita pertama yang jadi wasit sepakbola)
  3. C = Unik (misal: undangan berbentuk unik: kubus)
  4. D = Langka (misal: peristiwa langka, orang yang berhasil mengawinsilangkan 2 ikan berbeda jenis: Red Devil & Manaqueen)


Pada awalnya, di piagam Muri tidak tertulis nomor rekor-nya (data ini hanya ada di Muri), setidaknya sampai Oktober 1998. Entah sejak tahun berapa nomor rekor tercantum di piagam rekor. Tulisan xxxx artinya kami belum mendapat data nomor rekornya, xxxx artinya memang di piagam rekor tidak tercantum. Tanda merah (19xx atau XXX, nama kota) menandakan data tersebut belum kami peroleh.


Data tanggal lahir Anda (rekoris) yang kami minta adalah tanggal lahir lengkap (tanggal, bulan, dan tahun). Namun di situs ini, yang kami tampilkan hanya tahunnya saja. Tanggal lahir lengkap akan kami tampilkan bila rekor tersebut berhubungan dengan usia. Misalnya pendongeng termuda. Dengan data tanggal lahir lengkap, setidaknya pengunjung bisa tahu usia sang rekoris saat tercatat di Muri (dari tanggal lahir sampai bulan dan tahun sang rekoris tercatat di Muri). Ini penting bagi Anda yang mungkin akan memecahkan rekor tersebut. Sementara untuk data rekoris lain, kami hanya menampilkan tahunnya (setidaknya Anda bisa tahu kira-kira berapa usia sang rekoris).


Bila ada 2 atau lebih data rekor yang sama (keterangan rekornya sama), itu artinya ada perbaikan rekor. Mana data rekor yang lebih baru (pemecahan rekor)? Bisa dilihat dari nomor rekornya, nomor rekor yang lebih besar, itu data yang lebih baru. Juga bisa dilihat dari kalimat rekornya, serta bulan dan tahun rekor itu tercatat di Muri/ bulan dan tahun yang tercantum di piagam Muri.


Dalam kalimat rekor biasanya tercantum ukuran rekor (misalnya manusia tertinggi 212 cm, lalu ada 219 cm). Tentu yang 219 cm adalah rekor baru. Untuk kalimat rekor, jangan berpatokan mana yang lebih besar itu rekor baru. Ini tergantung rekornya. Kalau rekor manusia terkecil, makin kecil angkanya, justru itu rekor barunya. Jadi harus teliti membaca kalimat rekornya. Tapi yang pasti, lihat nomor rekornya. Makin besar nomor rekornya, itu adalah data yang lebih baru. Begitu juga dengan bulan dan tahun tercatat di Muri, makin baru bulan dan tahunnya, itu rekor terbaru.


Data yang tercantum adalah data saat rekoris tercatat di Muri. Meskipun mungkin rekornya belum terpecahkan, bisa jadi data itu telah berubah. Kami contohkan data rambut terpanjang, manusia terberat, koleksi terbanyak,... Data yang disajikan adalah data saat mereka tercatat di Muri, seiring berjalannya waktu, data tersebut telah berubah/ bertambah. Bagi Anda yang merasa lebih dari data yang ada dan ingin tercatat sebagai rekoris, silakan konfirmasi ke Muri.


Data-data rekor di situs ini berasal dari Muri (selebaran yang dikeluarkan Muri, data yang terpajang di Muri yang kami catat,...), situs-situs di internet, koran, majalah,... yang dapat dipercaya dan dari rekoris yang bersangkutan yang kami wawancara.


Data di bawah ini belum lengkap (keterangan rekornya: berapa besar, berapa lama, berapa panjang, berapa banyak,..., juga nomor rekornya), kami mohon bantuan Anda untuk melengkapinya. Terima kasih...




Data Para
Rekoris Muri
disusun alfabetis, gelar dipindah ke belakang nama


A, B, C, D, E

  1. Abdurrachman Wahid, K.H., (0470/A/19xx/ April 2000), rekoris presiden RI tercepat melakukan kunjungan kerja ke mancanegara, beberapa saat setelah terpilih menjadi Presiden ke-4 RI, Jakarta
  2. Abu Naam, (0635/ A/ 19xx/ Nov 2001), rekoris lukisan airbrush terkecil ukuran:1 cm x 1 cm, XXX
  3. Agus Subagyo, (0570/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris yang membuat patung Asmat terkecil dari batang korek api: 3 mm x 1,5 mm, ini memecahkan rekor atas namanya sendiri: 13 mm x 2 mm, Semarang
  4. Agus Subagyo, (0584/ A/ 19xx/ April 2001), rekoris pembuat patung Asmat dari sebutir beras (mengukir patung Asmat dari sebutir beras), replika pesawat tempur dari kertas berukuran 15 mm x 15 mm, dan replika burung dari kertas dengan ukuran 15 mm x 15 mm (masing-masing karya tersebut dikerjakan dalam waktu kurang lebih 20-25 menit), Semarang
  5. Alford, (xxxx/B/19xx/Xxx 19xx), rekoris yang melakukan aksi meloloskan diri di dalam air, Bandung
  6. Amabel Soewondo (Bella), (0563/ A/ 11 Juni 1996/ 18 Feb 2001), rekoris pemain biola profesional termuda: 4 tahun, 3 bulan, 5 hari, Bella memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang memainkan biola, Bella mulai belajar biola sejak usia 3,5 tahun di bawah bimbingan Mr. Paul Situmpang (private course), dan dalam waktu singkat pada saat Bella berusia 4 tahun sudah menguasai banyak lagu, bahkan sering membawakan lagu wedding sebagai pembimbing jalan pengantin dengan biolanya dan selalu diiringi dengan gaya yang khas dari Bella, mulai tampil yang pertama kali pada 16 September 2000 pada wedding entertainment di Marriott San Fransisco Hotel, San Fransisco, Surabaya
  7. Aman Winarto, (0438/A/19xx/ Feb 2000), rekoris kuku jempol tangan kiri terpanjang: 12 cm, Gresik (rekor ini akhirnya ditumbangkan oleh: J. Ketut Wiana: 30 cm, Bali)
  8. A. M. Happy, (0434/A/19xx/Agust 2000), rekoris pembuat tumpeng terkecil: tinggi: 1,35 cm dan diameter : 1 cm, XXX
  9. Bayt Al-Quran & Museum Istiqlal, (0572/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemilik Al Quran terbesar: ukuran 280 cm x 187 cm dan ukuran box teks 234 cm x 165 cm, Al Quran ini dibuat oleh dua orang santri pimpinan KH Muntaha yaitu Abdul Malik & Hayatuddin dari Wonosobo, pemrakarsa-nya Taman Mini Indonesia Indah, Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal, Jakarta
  10. Bong Wei Ming alias Amin Hongsui, (xxxx/A/1950/ Okt 1996), rekoris pembuat replika lokomotif terkecil: panjang 1,7 cm, lebar 5 mm, tinggi 7 mm, Bandung
  11. Catririni S. Utami, Ir., (868/C/1963/Maret 2003), rekoris wanita yang memiliki keunikan letak organ tubuh bagian dalam terbalik (jantung sebelah kanan, usus buntu/ appendik di sebelah kiri, liver/ hati di sebelah kiri), Sidoarjo
  12. Cipto Pratomo, (0600/ A/ 1956/ Juli 2001), rekoris lukisan tunggal terpanjang, lukisan tentang kehidupan di atas kain tetoron sepanjang 168,20 meter, Banyumas
  13. Ciputra, Ir., (0486/A/19xx/Juli 2000), rekoris prestasi terbanyak dalam bidang real estate: 5 prestasi: pendiri Real Estate Indonesia (REI), Presiden Real Estate Indonesia (REI), pendiri Asosiasi Real Estate Asia, orang Indonesia pertama menjadi Presiden Asosiasi Real Estate Asia, orang Indonesia pertama yang menjadi Presiden Oganisasi Real Estate Dunia, Jakarta
  14. Dardjat Sukapradja, (0503/A/1930/Sept 2000), rekoris filumeni (koleksi kotak korek api) terbanyak (sekitar 6.000-an), berasal dari 5 benua dan koleksi tertua (merek De Vlinder buatan Belanda tahun 1880), Bandung
  15. Denny F. Kusumah , (0527/A/19xx/Agust 2000), rekoris pemrakarsa VW Combi dengan penumpang terbanyak: 55 orang, rekor lama: 45 orang, Bandung
  16. Denny F. Kusumah , (0528/A/19xx/Agust 2000), rekoris pemrakarsa VW kodok dengan penumpang terbanyak: 18 orang, Bandung
  17. Diduk Sanjaya, (0601/ A/ 19xx/ Juli 2001), rekoris penabuh gendang nonstop terlama: 15 jam, catatan sejarah rekor ini: Diduk Sanjaya tahun 1998: 12 jam, Husein Khan tahun 2000: 13 jam, Ambarawa
  18. Ecih Sukaesih, (0475/A/19xx/April 2000), rekoris rambut terpanjang: 240 cm, rekor sebelumnya: Cokorda Istri Anggraini asal Bali: 222 cm, Cirebon
  19. Edi Wijanarka, (0472/A/19xx/Sept 2000), rekoris joget dangdut putra terlama: 29 jam, 36 menit, rekor sebelumnya: Edi Wijanarka: 14 jam, 35 menit, Semarang
  20. Edwin Bangun bernama asli: Budi Setiawan) & Revi Affandy, bernama asli: Ismi Hariyati, (0610/ A/ 19xx/ Sept 2001), rekoris siaran radio nonstop terlama: 36 jam, rekor lama 32 jam atas nama Farhan & Indy Barend, Cirebon
  21. Ellydawati, (xxxx/B/19xx/ Xxx 19xx), rekoris pertama yang melahirkan anak kembar 5 (2 laki-laki, 3 perempuan), Bandung
  22. Empu Triwiguno, (0432/A/19xx/ Jan 2000), rekoris pembuat bedug terbesar dengan kayu sambungan: diameter : 2,15 meter, XXX

HFJ & Rekor

Ingin selalu menghasilkan karya unik, menarik dan selalu dikenang membuat Hendry beberapa kali tercatat di Muri (Museum Rekor dunia Indonesia). Adapun rekor-rekor Hendry (termasuk rekornya bersama Linda, sang istri) yang tercatat di Muri adalah:



  1. Rekoris pembuat kartu ulang tahun terkecil, Okt 1998 (nomor rekor 150)
  2. Rekoris penyusun menara uang tertinggi, Okt 1998 (nomor rekor 323)
  3. Rekoris penyusun menara uang tertinggi (perbaikan rekor), Okt 2002 (nomor rekor 791)
  4. Bersama Linda (istrinya), pasangan rekoris pembuat undangan pernikahan berbentuk unik (kubus) dengan 6 bahasa berbeda di ke-6 sisinya: Bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Jerman, Mandarin, dan Pali, Maret 2003 (nomor rekor 869)
  5. Rekoris pembuat puzzle terkecil, Jan 2005 (nomor rekor 1383)
  6. Rekoris penulis Buku Tanpa Judul, Maret 2005 (nomor rekor 1451)
  7. Bersama Linda (istrinya), pasangan rekoris yang menulis dan mencetak Buku Mini Tanda Kasih sebagai souvenir pernikahan mereka, September 2007 (nomor rekor 2760)


Hendry & Piagam Rekor. Hendry menerima piagam
rekor disaksikan oleh Dr. Jaya Suprana, pendiri Muri.



Poster Launching Bodhi. Hendry sharing tentang peran serta
generasi muda Buddhis dalam perkembangan Buddha Dhamma dan
berbagi pengalaman dalam kapasitasnya sebagai pemegang
7 rekor Muri. Ini dalam rangka “The Grand Launching Bodhi Comic
& CD” di Plaza Central, Jakarta (Sabtu, 09-08-2008)

Rekoris Muri versi HFJ (F -J)

F, G, H, I, J

  1. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, (0597/ B/ 19xx/ Juni 2001), rekoris universitas pertama yang berhasil meluluskan seorang doktor dalam waktu tercepat: 22 bulan (mulai kuliah Agustus 1999, lulus 16 Juni 2001), serta meraih predikat summa cum laude dengan IPK 3,98 dari maksimum 4, atas nama: Dr. Sugeng Purwanto, MBA, Jakarta
  2. Farhan dan Indi Barends, (0579/ A/ 19xx/ April 2001), rekoris penyiar talk show radio secara nonstop terlama: 32 jam, rekor sebelumnya atas nama Sri Brameswara asal Kediri selama 28 jam, Jakarta
  3. Ferry Susanto, (xxxx/D/19xx/19xx), rekoris yang mampu mengeluarkan asap rokok dari telinga, Bandung
  4. Fothorrahman, H., (0440/A/19xx/Feb 2000), rekoris pemilik pohon pisang bertandan terpanjang: 220 sisir, dengan panjang 2,5 meter, dan berat 40 kg, usia pohon pisang tersebut kurang lebih 7 bulan, XXX
  5. Gereja St. Yusup Gedangan, Semarang, (0556/ A/ 19xx/ Jan 2001), rekoris pemilik gua Natal terbesar: panjang : 10,80 m, lebar : 8,87 m, dan tinggi : 5,38 m, bahan yang digunakan untuk membuat gua adalah kertas semen dan cat warna coklat & gelap, Semarang
  6. Handy Ardiyanto: pembuat & FX. Krisno Handoyo, pr: pemrakarsa, (0650/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pembuat kandang natal terbesar dengan ukuran lebar 16,5 meter dan tinggi : 12 meter, Semarang
  7. Hastini, (0473/A/19xx/Sept 2000), rekoris joget dangdut putri terlama: 27 jam, 15 menit: rekor sebelumnya: Linawati, 14 jam, 30 menit, Semarang
  8. HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Tugu Muda Love Ride Semarang, (0588/ A/ 19xx/ Mei 2001), rekoris pengumpulan sepeda motor Harley Davidson terbanyak pada waktu dan tempat yang sama: 374 motor (peserta tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga berasal dari berbagai kota di Indonesia), Semarang
  9. H.E.K. Ruhiyat, (xxxx/C/19xx/19xx), rekoris pembuat restoran berputar di sebuah hotel berbintang di Bandung, Bandung
  10. Hendi Sumantono, (xxxx/C/19xx/2005), rekoris yang mampu menirukan lagu atau improvisasi melodi dalam interlude lagu dengan suara saxophone, oboe, dan trombone, Bandung
  11. Hendra Usmana & Budianto dari Nusantara Scooter Club Bali, (0586/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris yang berhasil memodifikasi Vespa terpanjang: 3,51 meter, XXX
  12. Hendry Filcozwei Jan, (xxxx/A/1970/Okt 1998), rekoris pembuat kartu ulang tahun terkecil, Bandung
  13. Hendry Filcozwei Jan, (xxxx/A/1970/Okt 1998), rekoris penyusun menara uang tertinggi, Bandung.
  14. Hendry Filcozwei Jan, (0792/A/1970/Okt 2002), rekoris penyusun menara uang tertinggi (perbaikan rekor), Bandung
  15. Hendry Filcozwei Jan, (1383/A/1970/Jan 2005), rekoris pembuat puzzle terkecil, Bandung
  16. Hendry Filcozwei Jan, (1451/C/1970/Maret 2005), rekoris penulis Buku Tanpa Judul, Bandung.
  17. H. Komarudin Kudiya, (xxxx/A/19xx/200x), rekoris pemrakarsa batik terpanjang di dunia, Bandung
  18. HRC. Dermawan, Drs., (0490/A/19xx/Sept 2000), rekoris pemilik Al Quran terkecil: panjang 2,3 cm, lebar 1,6 cm, tebal 1,7 cm, rekor lama: panjang 2,6 cm, lebar 1,6 cm, tebal 01,7 cm, XXX
  19. H.R. Suharjiman, Drs., (1XXX/A / 19xx/ 2005), rekoris penulis terbalik tercepat dari kanan-kiri, menulis dengan 2 tangan bersamaan, menulis terbalik dari atas ke bawah, Yogyakarta
  20. H. Suhadi & Bp. Akhmad Rudiyanto: pencipta & penulis, Direktur Rumah Sakit Islam Surakarta: pemrakarsa, (0642/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris lagu terpanjang yaitu lagu Ar-Rahman, lagu yang bernafaskan kasidah itu terdiri dari 9 kelompok syair, masing-masing kelompok terdiri dari 2 bait, serta dinyanyikan selama 27 menit 30 detik, sehingga untuk kaset yang lamanya 30 menit hampir satu side kaset hanya khusus memuat satu lagu Ar-Rahman, bandingkan dengan lagu pada umumnya satu side bisa memuat : 7-9 lagu, Surakarta
  21. Husein Khan, (0526/A/19xx/Okt 2000), rekoris penabuh gendang terlama: 13 jam, rekor lama: 12 jam, XXX
  22. Ikatan Vespa Indonesia (IVI), (0489/A/19xx/Juli 2000), rekoris Vespa scooter terbanyak menyeberangi selat: 1.000 Vespa, XXX
  23. Ismani R., (0578/ A/ 13 Nov 1921/ April 2001), rekoris penari tertua wanita (81 tahun) yang masih aktif menari, dengan lakon Gatotkoco Gandrung, ibu Ismani yang pekerjaan utamanya sebagai bidan, belajar menari pada Gusti Nurul Solo sejak remaja dan tokoh yang diperankan sejak usia 17 tahun adalah Gatotkoco Gandrung sebagai penari tunggal, hingga kini pada usia 81 tahun, ibu Ismani R., ibu dari 4 anak serta nenek dari 21 cucu dan 3 buyut ini masih aktif menari, kepiawaiannya tersebut juga diturunkan kepada anak cucunya, dan tetap memberi kesempatan untuk belajar menari kepada guru tari lain, XXX
  24. Jakob William, (0649/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pesulap profesional pria termuda: mulai belajar sulap sejak usia 9 tahun, jadi pesulap profesional usia x tahun (?), XXX
  25. J. Ketut Wiana, (0506/A/19xx/Sept 2000), rekoris pemilik kuku terpanjang: ke-5 jari di tangan kirinya masing-masing memiliki kuku sepanjang 30 cm, XXX

HFJ & Sulap

Sejak kecil (SD) Hendry telah tertarik pada sulap. Hanya saja hobby itu baru bisa dipelajari lebih jauh sekitar tahun 1990-an. Bagi Hendry, sulap hanyalah hobby, bukan profesi. Show sulap (secara gratis) di lingkungan terbatas, bagi Hendry merupakan ajang melatih mental-nya untuk berani tampil di depan umum dan sebagai evaluasi atas penguasaan trik sulap yang telah dipelajarinya selama ini. Selain itu, ia merasa bahagia bila dapat membahagiakan orang lain dengan kemampuan sulap yang dimilikinya.

Hendry menyukai hampir semua jenis sulap, namun ia lebih condong pada sulap impromptu (sulap yang dapat ditampilkan di mana saja dan kapan saja, dengan alat seadanya). Untuk menambah kemampuan sulap-nya, ia sering barter trik sulap dan berdiskusi dengan sesama magicmania serta menjadi member 2 milis sulap. Selain bermain sulap di hadapan teman-teman, di hadapan istri dan anaknya, Hendry pernah tampil di:

  1. Final lomba karaoke di tempat kerjanya di Bandung (26 Maret 2000)
  2. Di Panti Jompo "Senjarawi" di Bandung (Juli 2000)
  3. Perayaan Proklamasi Kemerdekaan di tempat kerjanya di Bandung (17 Agustus 2000)
  4. Ultah Nico & Tika, anak rekan kerjanya di Cipatat (1 Okt 2000)
  5. Acara pertemuan keluarga besar perusahaan tempat kerja istrinya di daerah Dago, Bandung (19 Okt 2002)
  6. Malam Apresiasi Seni HUT RI di lingkungan RT-nya (21 Agustus 2004)
  7. Pesta ulang tahun ke-1 anak pertamanya Dhika, tampil bersama Shgyn, di kediamannya (26 Des 2004)
  8. Malam Apresiasi Seni HUT RI di lingkungan RT-nya (20 Agustus 2005)
  9. Pesta ulang tahun ke-2 Dhika, tampil bersama Shgyn, di kediamannya (25 Des 2005)
  10. Pesta perpisahan sekolah di play group Kids Plus, Kopo Permai, Bandung (17 Juni 2006)
  11. Pesta ulang tahun pertama anak keduanya: Revata (Ray) yang dirayakan di Panti Asuhan Sartika, komp. Bumi Asri, Bandung (04 Februari 2007)
  12. Mengisi acara "Pengenalan Profesi: Pesulap (Magician)" di play group Kids Plus, Kopo Permai, Bandung. Demo sulap dan mengajari anak-anak trik sulap sederhana (29 Mei 2007)
  13. Sharing Dhamma di Vihara Karuna Mukti, Minggu (12 Agustus 2007). Di sela-sela sharing Dhamma (sesi Dhammadesana), penulis menyelipkan sulap menghilangkan sapu tangan. Tentu saja sulap ini tidak sekedar "tempelan" tapi dijadikan contoh yang masih ada kaitannya dengan topik yang dibahas "Dhammapada ayat 5"
  14. Ulang Tahun ke-17 SDK3 Bina Bakti (Rabu, 15 Desember 2010)




Hendry F.Jan & Sulap. Hendry bersama Giri (pengisi acara
pengenalan profesi: Shoe Maker) berpose bersama murid-murid
dan guru play group Kids Plus usai mengisi acara
"Pengenalan Profesi: Pesulap (Magician)" Selasa, 29 Mei 2007.

Rekoris Muri versi HFJ (K -O)

K, L, M, N, O

  1. Kari Kuntari, (0568/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pembuat lampion terkecil: diameter 1 cm, bahan yang digunakan untuk pembuatan lampion adalah kertas kalkir berwarna merah dengan hiasan benang emas dan lampu yang dapat menyala, Surabaya
  2. Ki Djoko Bodo, (0575/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemrakarsa tumpeng terbesar, ukuran: tinggi 11 meter dan diameter 8 meter, tumpeng ini dibuat oleh ibu-ibu lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat, Jakarta
  3. Klenteng Tay Kak Sie, Semarang, (0562/ A/ 19xx/ Feb 2001), rekoris pemilik Liong terpanjang: 150 meter, Klenteng Tay Kak Sie yang berada di Gang Lombok Semarang dan diprakarsai oleh Soewito berhasil membuat Liong terpanjang berukuran 150 meter, rekor ini manumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Suhu Acai (Ketua Yayasan Kebudayaan Tionghoa Indonesia) dan diprakarsai oleh TMII, Semarang
  4. Koes Plus, (0623/ A/ 1960/ Okt 2001), rekoris kelompok musik pop terlama yang masih aktif (1960-2001): 41 tahun, Jakarta
  5. Koes Plus, grup musik, (0624/ A/ 1960/ Okt 2001), rekoris grup musik yang meniti karir musik terlama/ terpanjang dalam sejarah blantika musik pop Indonesia, kelompok musik ini terbentuk tahun 1960 dengan nama Koes Brother/ Koes Bersaudara hingga lebih dikenal sampai sekarang dengan nama Koes Plus, kelompok musik ini memiliki produktivitas yang tinggi dalam mencipta lagu, hingga tahun 2001 sudah menghasilkan 967 lagu dalam 92 album dengan rincian Koes Bersaudara 196 lagu dalam 18 album dan Koes Plus 771 lagu dalam 74 album, Jakarta
  6. Lalitya Paramarta, (0501/A/24 Sept 1995/Okt 2000), rekoris pelukis keramik termuda: usia 2 tahun, XXX
  7. Lia Aprilia, (xxxx/A/19xx/xxxx), rekoris main organ sambil nyanyi nonstop selama 10 jam, Bandung
  8. Linda, bersama suami, Hendry Filcozwei Jan, (0869/C/1973/Maret 2003), pasangan rekoris pembuat undangan pernikahan berbentuk unik (kubus) dengan 6 bahasa berbeda di ke-6 sisinya: Bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Jerman, Mandarin, dan Pali, Bandung. Untuk lihat beritanya, silakan klik: www.gatra.com

    Pasangan Rekoris. Hendry & Linda, pasangan rekoris Muri undangan pernikahan 6 bahasa.



  9. Lulus Yuniarno, (XXXX/ A/ 1961/ Juli 2005), rekoris yang mengendarai motor dengan gaya terbanyak: 45 gaya, rekor sebelumnya: 28 gaya, Banjarnegara. Untuk tahu gaya apa saja yang dikuasai, silakan klik: Suara Merdeka (berita & foto), Kompas (berita). Berminat untuk menampilkan atraksi ini di kegiatan Anda? Hubungi Pak Lulus di: 0813 9104 2721.
  10. Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, (0647/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris patung Buddha (sleeping Buddha) terbesar: panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter, Mojokerto
  11. Marching Band Korps. Putri Tarakanita, (0492/A/1965/Agust 2000), rekoris marching band dengan penghargaan terbanyak: 81 penghargaan, Jakarta
  12. Maria Audrey Lukito, (0510/A/1988/Sept 2000), rekoris lulus test Internasional Delf (bahasa Perancis) pada usia termuda dengan nilai tertinggi: usia 12 tahun dengan nilai tertinggi yaitu A1 = 15, 89/20 A2= 12, 10/20 A3 = 14, 50/20, XXX
  13. Maria Audrey Lukito, (0658/A /1988/ Xxx 2001), rekoris Lulus Toefl Termuda dengan nilai tertinggi & lulus Delf Termuda dengan nilai tertinggi, prestasi Maria lainnya: pada usia 13 tahun dia sudah berhasil duduk di kelas 3 SMU dengan berbagai prestasi: composer & arranger (classic) usia 13 tahun, writter scenario & Poems termuda – 13 tahun, pianis termuda tingkat advance – 13 tahun, menguasai dasar penggambaran potret wajah tercepat (8 pertemuan), menguasai ice scating tercepat, 24 x 1 jam pertemuan, menguasai latihan anggar untuk type floret tercepat (8 jam pertemuan), menguasai berkuda untuk show jumping training (8 kali pertemuan), peserta termuda Olimpiade Internasional Physic (IpHO) usia 13 tahun, lulus latihan menembak dasar sebagai peserta termuda usia 13 tahun dengan nilai tertinggi 335, XXX
  14. Maria Tifani, (xxxx/A/19xx/Xxx 2000x), rekoris aranger musik dengan midi komputer termuda, Bandung
  15. Mas’ud Thoyib, (0656/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pembuat keris terpanjang berukuran: 170 cm dengan identitas sebagai berikut: Dapur Nogo Siluman, Pamor Beras Wutah, Luk terdiri 29 dan dibuat oleh Empu Madura, Jakarta
  16. Mayor Haristanto, (0518/A/19xx/Sept 2000), rekoris pemrakarsa pembuatan karangan bunga dengan pengucap terbanyak: 36 pengucap ucapan “Selamat Berbahagia”, Solo
  17. M. K. Wira Saputra, (0619/ A/ 1984/ Okt 2001), rekoris pelukis kolase gedebog pisang termuda: usia 10 tahun, XXX
  18. Moch. Dalso Achmaddikromo, SH, (0515/A/19xx/Sept 2000), rekoris hakim yang mendapat penghargaan sebagai panglima perang suku Dayak terbanyak: 3 kali, XXX
  19. Moch. Sardjan, SH. S.Pd, (0508/A/19xx/Sept 2000), rekoris yang menangani perkara perdata dengan jumlah tergugat terbanyak: 520 tergugat, XXX
  20. Muhamad Iksir, (0590/ A/ 18 Nov 1993/ 11 Mei 2001), rekoris peniru bunyi termuda: usia 7 tahun, Iksir mampu menirukan sekitar 30 macam suara binatang persis seperti aslinya, XXX
  21. Muhyi Fadlil, (0474/A/19xx/Juli 2000), rekoris kalender terpanjang: 225 meter yang memuat kalender 3000 tahun, rekor sebelumnya: Drs. Riyono: 140 meter, Banyumas
  22. Mulyalim Koswara, (xxxx/C/19xx/Xxx 2005), rekoris yang mendekor gedung pernikahan dengan menggunakan foto pengantin, Bandung
  23. Museum Fauna Komodo Taman Mini Indonesia Indah, (0574/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemilik replika binatang komodo terbesar, replika ini sekaligus sebagai bangunan museum, Jakarta
  24. Nico “Jaya Mulya", (0519/A/19xx/Sept 2000), rekoris pembuat kursi terbesar: tinggi 2,1 meter, lebar 1,1 meter, panjang dari depan ke belakang 0,85 meter, Surabaya
  25. Novita Eka Hardiana, (0589/ A/ 01 Nopember 1992/ 14 Maret 2001), rekoris rambut terkuat, di usianya yang baru 8 tahun, Novi mampu menarik mobil Daihatsu Zebra berpenumpang 10 orang, dengan menggunakan rambutnya sejauh 20 meter, kemampuan ini merupakan warisan keluarga, sang ayah: Dwi Suhartono mampu menarik truk tronton bermuatan 7-10 ton dengan menggunakan gigi, XXX



HFJ & Karya

Hendry mulai tertarik dunia tulis-menulis sejak karyanya berupa cerita humor dimuat di majalah anak-anak Tomtom. Menurut Hendry, kemampuan menulisnya terasah berkat kegemaran berkorespondensi dengan sahabat pena-nya yang tersebar dari kota Sabang sampai Ujung Pandang. Hendry suka menulis apa saja, mulai surat pembaca, berita, cerpen, puisi, sampai artikel.

Saat SMA, rubrik Pojok dengan nama Sisil (Siswa Usil) yang diasuhnya keluar sebagai juara III pada lomba mading di sekolahnya, karya tulisnya tentang jurnalistik kampus keluar sebagai juara I pada lomba penulisan yang diadakan majalah kampus, cerpen Buddhis-nya “Sepenggal Kisah…..” yang ber-setting Vihara Vimala Dharma, Bandung keluar sebagai juara harapan I pada Lomba Cerpen Buddhis yang diselenggarakan oleh PMVB (Persaudaraan Muda-Mudi Vihara Borobudur), Medan (16 Des 2001). 

Mulai aktif di dunia jurnalistik saat kuliah. Hendry bersama teman kuliahnya menghidupkan kembali mading kampus "Inovator" yang kemudian berganti nama menjadi "Himespa." Pernah menjadi wapemred majalah fakultas "Value Added" kini menjadi "Kinerja" dan koresponden tabloid kampus "Gelora Sriwijaya."Di lingkungan vihara-nya di Palembang, ia menjadi pemred Citta, majalah terbitan KMBP (Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang) dan majalah Gema Dharmakirti, majalah yang diterbitkan oleh PPBD (Persaudaraan Pemuda Buddhis Dharmakirti) pada waktu yang bersamaan. Hendry juga menerbitkan buletin Warta BCC (Buddhist Correspondent Club), koresponden Manggala (koran dan majalah Buddhis Nasional), dan editor majalah Buddhis Ekayana.Pernah menjadi kontributor rubrik TEXAS di Gita, majalah SMA Xaverius 1 Palembang. 

Hendry juga pernah menerbitkan mading Warta Nagamas di lingkungan kerjanya. Hingga kini masih aktif sebagai penulis tetap rubrik "Introspeksi" majalah BVD (Berita Vimala Dharma), Bandung sejak Nov 2000 hingga sekarang, dan "Realita & Dhamma" di majalah Gema Dharmakirti, Palembang.Karyanya antara lain pernah dimuat di majalah anak-anak Tomtom, majalah Jakarta-Jakarta, majalah Senang, majalah SeRu!, harian Sriwijaya Post (Palembang), harian Pikiran Rakyat (Bandung), dan harian Galamedia (Bandung). Satu dari belasan kajian kelirumologi Hendry, oleh penggagasnya Dr. Jaya Suprana, kelirumolog yang sekaligus juga pemilik Muri (Museum Rerkor dunia Indonesia), diterbitkan dan dimuat di Kaleidoskopi Kelirumologi jilid 6 hal. 87.Apa itu kelirumologi? Kelirumologi diartikan sebagai ilmu atau boleh juga dibilang semangat mempelajari segala sesuatu yang telah dianggap benar oleh masyarakat, padahal sebenarnya keliru. Karena kajiannya tersebut, Hendry mendapat pengakuan sebagai kelirumolog bidang bahasa dari Pusat Studi Kelirumologi pimpinan Dr. Jaya Suprana. Diakui oleh Jaya Suprana, suami Linda ini, adalah satu-satunya orang di Indonesia (mungkin juga di dunia) yang tercatat sebagai kelirumolog sekaligus rekoris.


Buku yang telah diterbitkannya:

  1. Setetes Dhamma (Mei 1995)
  2. Setetes Dhamma 2 (Maret 2000)
  3. Setetes Dhamma 3 (Mei 2000)
  4. Kumpulan Cerpen: Anting-Anting Pink (02-02-2002)
  5. Buku Mini Tanda Kasih (2003 2003) mendapat penghargaan Muri (Museum Rekor Indonesia)
  6. Buku Tanpa Judul (02-03-04) juga mendapat penghargaan Muri (Museum Rekor Indonesia) 
  7. 1001 (Setetes Dhamma 4) Februari 2012 
  8. 10 Tahun Melangkah Bersama (2003 2003) ebook

Buku yang memuat nama atau karya Hendry Filcozwei Jan:


  1. Buku Pintar Senior sejak edisi ke-24, Mei 1997
  2. Kaleidoskopi Kelirumolog jilid 6, hal 87 (Feb 1998)
  3. Tahukah Anda, Tanya Jawab Dhamma (September 2004)
  4. Meniti Jalan Dhamma 4: Melepas Belenggu (Desember 2004)
  5. Kumpulan Cerpen Buddhis Pemenang Lomba PMVB Medan (kapan terbit nih???)
  6. Buku Rekor Muri (2009)
  7. Suttapitaka Khuddakanikaya, Jataka Volume V, 2008, Indonesia Tipitaka Center (ITC), Medan, (editor)
  8. Mindful Parenting ala Melly Kiong (editor) 
  9. 24 Teh Bakti: Untukmu Orangtuaku oleh Melly Kiong (editor)
  10. Setitik Cahaya di Balik Kabut 3 oleh Romo Surya Widya (editor)
  11. Setitik Cahaya di Balik Kabut 4 oleh Romo Surya Widya (editor)
  12. Setitik Cahaya di Balik Kabut 5 oleh Romo Surya Widya (editor) 
  13. Setitik Cahaya di Balik Kabut 6 oleh Romo Surya Widya (editor)
  14. Setitik Cahaya di Balik Kabut 7 oleh Romo Surya Widya (editor)
  15. Setitik Cahaya di Balik Kabut 8 oleh Romo Surya Widya (editor)
  16. Setitik Cahaya di Balik Kabut 9 oleh Romo Surya Widya (editor)
  17. Setitik Cahaya di Balik Kabut 10 oleh Romo Surya Widya (editor)
  18. Setitik Cahaya di Balik Kabut 11 oleh Romo Surya Widya (editor)
  19. Setitik Cahaya di Balik Kabut 12 oleh Romo Surya Widya (editor)
  20. Ketika Metta Memilih (buku kumpulan cerpen Buddhis), penulis, Ehipassiko Foundation, Akhir Oktober 2014 
  21. Misteri Penunggu Pohon Tua (buku kumpulan cerpen Buddhis), penulis, Insight Vidyasena Production, Yogyakarta, Waisak 2015
  22. Horeee, Anakku Sudah Remaja, (editor), Elex Media Komputindo, 18 Nov 2015
  23. Ensiklopedia Tipitaka 3 jilid, editor, Ehipassiko Foundation (Maret 2016)
  24.  



Hendry & Kak Seto. Hendry menggendong Dhika dan memegang
Buku Tanpa Judul,berfoto bersama Kak Seto sebelum penyerahan
piagam rekor Muridi Hotel Grasia, Semarang (27-01-2005).

Rekoris Muri versi HFJ (P -T)

P, Q, R, S, T

  1. Paguyuban Pecinta Scooter Turangga Tuban, (0587/ A/ 19xx/ Mei 2001), rekoris pemrakarsa mengendarai scooter dengan penumpang terbanyak: 20 orang (acara ini diselenggarakan oleh Club Scooter Pandaan, Jawa Timur), XXX
  2. Panitia Gelar Pasar Rakyat Lebaran & Natal 2001, (0641/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris sarung terbesar ukuran: panjang 9,6 meter, lebar 7 meter, dan tinggi 7,30 meter, sarung terbesar ini jika dibuat sarung standar akan menjadi 54 sarung, XXX
  3. Parni Adi Pranoto, (xxxx/A/19xx/2005), rekoris kolektor struk rek. listrik terbanyak, Bandung
  4. Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), (0603/ A/ 19xx/ Agust 2001), rekoris penyelenggara lomba panjat pinang dengan pohon pinang terbanyak: 56 pohon, Yogyakarta
  5. Perkumpulan seni wu shu “Naga Sakti", (0523/A/19xx/Sept 2000), rekoris permainan sam-sie (barongsay) di atas tonggak besi tertinggi: 5 meter, XXX
  6. Rasyid Monas, (0476/A/19xx/xxx 2000), rekoris manusia tertinggi: 219 cm (data terbaru, sekarang 223 cm), rekor sebelumnya: Suparno asal Pekalongan 206 cm, Mulyadi asal Demak 212 cm dan 216 cm, Jakarta
  7. Revi Akbar Irawan, (0516/A/20 Sept 1999/Sept 2000), rekoris lepas tali pusar terlama: 3 bulan 4 hari (20-09-1999 s/d 24-12-1999), Bandung
  8. Rini Asmara, (0606/ A/ 19xx/ Agust 2001), rekoris drummer wanita yang mampu menabuh drum nonstop terlama: 7 jam 30 menit, Jakarta
  9. RMA. Sudi Yatmana, Dr., (0481/A/19xx/Agust 2000), rekoris pembuat aksara Jawa terbesar di atas kain putih berukuran: panjang 41,4 m, lebar 4,7 m dengan tulisan hitam berukuran tinggi 3 m, panjang 36 m, XXX
  10. Rngt. Dewi Nugroho, (0493/A/19xx/Agust 2000), rekoris pembuat sulaman tangan terbesar: 85,6 cm x 394 cm, XXX
  11. Roeslan Abdulgani, Prof. Dr., (0446/A/19xx/Maret 2000), rekoris kolomnis tertua yang masih rutin dan produktif, Jakarta
  12. Roni Bastin Effendi, (0644/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pemukul bedug terlama: 11 jam 17 menit, Semarang
  13. R. Pamoedji H. Pratiwo, (0566/ A/ 1920/ Maret 2001), rekoris pensiun termuda: 20 tahun, R. Pamoedji H. Pratiwo bekerja menjadi Matroos kel. 2 Konklijke Marine Belanda mulai tanggal 2 Januari 1938 s/d 15 Oktober 1940 = 2 tahun 9 bulan masa kerjanya, karena terjadi kecelakaan di kapal dan tidak memungkinkan untuk bekerja lagi, maka sejak tanggal 15 Oktober 1940, ia mendapat pensiun dalam usia 20 tahun, sehingga beliau adalah pegawai yang mendapatkan pensiun pada usia termuda, XXX
  14. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, Bali (0643/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris yang berhasil melakukan operasi batu kandung kemih terberat yaitu 1370 gram, yang dilakukan oleh tim dokter ahli penyakit dalam & ahli bedah urologi yang terdiri dari Dr. Bowolaksono Sp BU, DR. dr. I Ketut Suwitra, Sp PD. KGH, Dr. AA. GD. Oka Sp BU, dan Dr. Jody Sidharta Loekman Sp PD pada pasien bernama Nengah Karta, pria berusia 56 tahun, data batu kandung kemih tersebut: bentuk bulat lonjong, ukuran 12 x 13 cm, berat 1370 gram dengan hasil analisa terdiri dari : kalsium 5 %, oksalat : 70 %, amonium : 2 %, phospat : 5 % dan magnesium : 3 %, rekor ini menumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh RS. Karyadi Semarang yang berhasil melakukan operasi batu kandung kemih dengan berat : 0,88 kg, Denpasar, Bali
  15. Rusydi Luthan, (0502/A/1950/Sept 2000), rekoris pembuat Al Quran terkecil dengan tulisan tangan: 2,5 cm x 4 cm, 500 halaman, lengkap dengan harakat/ tanda baca), ini juga Rekor Dunia, rekor dunia sebelumnya di Teheran, Iran: 3 cm x 4,5 cm, 550 halaman, tanpa tanda baca, XXX
  16. Ryan Haris Azhar, (0507/A/19xx/Sept 2000), rekoris balita tertinggi: usia 4 tahun tinggi 122 cm, berat 27 kg (lahir dengan panjang 51 cm dan berat 3 kg), XXX
  17. Sarwidati, (0585/ A/ 1933/ 15 April 2001), rekoris atlet lari veteran tertua yang mendapat penghargaan/ medali terbanyak: sampai April 2001 ibu Sarwidati, anggota Persatuan Atlet Veteran Indonesia/ PAVI, yang berusia 68 tahun telah mengumpulkan 25 medali (22 emas, 1 perak, 2 perunggu), XXX
  18. Selamat, (0634/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pemakan cabe terbanyak: kurang lebih 1 piring sekali makan, Denpasar, Bali
  19. Sisylia Oktavia Candra, Fransisca Augustine Candra, Grace Florencia Candra, Nathania Caroline Candra, (0599/ A/ 19xx/ uni 2001), rekoris empat pelukis wanita bersaudara yang mendapat penghargaan terbanyak: 931 penghargaan, XXX
  20. Sri Brameswara & Anung Heru Kuswoyo, (0443/A/19xx/Maret 2000), rekoris siaran radio terlama: 28 jam non-stop, Kediri
  21. Sri Hantoro, SE, (0582/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pembuat skripsi tertebal: 3003 halaman, yang terdiri dari 8 jilid buku, dengan berat total 17 kg, Sri Hartono adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Sudirman yang menyelesaikan skripsinya studi perbandingan pada PT Kubota dengan judul “Analisis Penerapan Metode Peramalan Census Method II Season Adjustment Causal Model, Arima Serta Kombinasinya Atas Penjualan & Perbandingan Antar Metode Peramalan Penjualan” dalam waktu 2 tahun, Purwokerto
  22. Sri Izzati, (xxxx/A/19xx/xxxx), rekoris penulis novel termuda, Bandung
  23. Sugeng Purwanto, Dr. MBA, (0598/ A/ 19xx/ Juni 2001), rekoris yang meraih gelar doktor (doktor ilmu manajemen dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia) dalam waktu tercepat: 22 bulan (mulai kuliah Agustus 1999, lulus 16 Juni 2001), serta meraih predikat summa cum laude dengan IPK 3,98 dari maksimum 4, Jakarta
  24. Sukairi, S. Ag (dewasa), Adi Irawan Bin H. Achmad Chambali (remaja), (0620/ A/ 19xx/ Okt 2001), rekoris yang berhasil berjalan di atas bara api terpanjang, ukuran: panjang 75 meter, lebar 0,6 meter, tinggi 0,07 meter, sejauh 75 meter, Lamongan
  25. Sunardi Marzuki, (0581/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris yang mampu menulis dengan variasi terbanyak, yakni: (tangan kanan saja, arah ke kanan maupun ke kiri), (tangan kiri saja, arah ke kanan maupun ke kiri), (tangan kanan dan kiri bersama-sama dengan variasi: tangan kanan ke kanan dan tangan kiri ke kanan, tangan kanan ke kiri dan tangan kiri ke kiri, tangan kanan ke kanan dan tangan kiri ke kiri, dan tangan kanan ke kiri dan tangan kiri ke kanan, XXX
  26. Sunaryo, pratu, (0479/A/19xx/Juni 2000), rekoris gigi terkuat: mampu menarik pesawat terbang seberat 6 ton, Surabaya
  27. Suprayogi, Drs., (0657/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pembuat ondel-ondel tertinggi ukuran: 16 meter, diameter bawah 6 meter, diameter atas 7,5 meter, Jakarta
  28. Taman Burung, Taman Mini Indonesia Indah, (0573/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemilik ayam Onagadori asal Jepang dengan ekor terpanjang, ayam ini mulai menunjukkan pertumbuhan ekornya yang memanjang sejak usia 3 (tiga) tahun dan hingga berusia 8 (delapan) tahun panjang ekornya mencapai 3,94 meter, Jakarta
  29. Tom Hari, (0511/A/19xx/Sept 2000), rekoris pembuat sebuah jas dengan modifikasi terbanyak: 24 kali, XXX
  30. Tri Widiarso, (0580/ A/ 19xx/ April 2001), rekoris operator siaran radio khusus talk show secara nonstop terlama: 32 jam, Tri Widiarso adalah operator tunggal saat Farhan dan Indy Barends memecahkan rekor, Jakarta

abcs