Belajar Kesetiaan Pada Burung

Kisah kesetiaan yang diperlihatkan seekor burung pada pasangannya dan terabadikan oleh seorang fotografer.

 
Seekor burung betina tertabrak mobil, akibat terbang menukik
terlalu rendah. Burung itu terkapar di pelataran
dengan kondisi tubuh yang cedera parah.


 
Sang pejantan membawakan makanan untuk pasangannya
dengan penuh cinta karena pasangannya
tidak mampu terbang lagi.
Ia membawa makanan lagi, namun sang betina telah diam
tak bergerak. Sang pejantan mencoba menggerakkan dan berusaha
mengangkat tubuh pasangannya untuk memastikan
apa yang telah terjadi.

 
Sadar bahwa belahan hatinya telah tiada dan tidak akan pernah
kembali lagi, ia kemudian "menangis" (berkicau dengan keras)
di hadapan pujaannya yang telah terkapar mati.

Ia tetap berdiri di samping jasad pasangannya,
berkicau dengan sedih menangisi kepergian pasangannya.

Akhirnya sang burung jantan menyadari bahwa pasangan
yang dicintainya telah meninggalkannya dan tak akan bisa hidup
kembali bersamanya. Ia berdiri di samping tubuh sang betina
dengan sedih dan duka yang mendalam.


Foto yang menceritakan kesetiaan sepasang burung ini (burung yang mencoba  menyelamatkan belahan jiwanya) diabadikan oleh seorang wartawan di suatu wilayah di negara Republik Ukraina. Foto ini kemudian dijual ke salah satu koran terbesar di Perancis. Seluruh eksemplar koran tersebut habis terjual ketika gambar di atas dimuat. Dan jutaan orang di Amerika dan Eropa meneteskan air matanya setelah menyaksikan foto-foto ini.

Apa komentar Anda???

Sumber: Kaskus, Supermilan



Penulis menemukan video YouTube berisi slide foto-foto di atas dengan iringan musik yang sangat menyentuh, silakan klik ini: 






Kisah Inspiratif di Balik Tsunami Jepang

Teman,

Bagaimana keadaanmu dan keluargamu? Saat ini aku berada di Fukushima, sekitar 25 kilometer dari pembangkit listrik nuklir. Beberapa hari ini, di sini segala sesuatu kacau sekali. Kalau aku memejamkan mata, masih terbayang jenazah korban tsunami. Kalau aku membuka mata, aku melihat jenazah juga. Di sini kami masing-masing harus bekerja 20 jam sehari, tapi aku berharap sehari ada 48 jam, sehingga kami dapat terus membantu dan menyelamatkan penduduk.

Kami hidup tanpa air PAM dan aliran listrik, dan persediaan makanan sudah amat menipis. Kami masih menunggu instruksi ke mana harus memindahkan para pengungsi. Masyarakat di sini tetap tenang. Tingkah laku mereka amat baik dan mereka masih tetap menjunjung tinggi etiket hidup bermasyarakat, sehingga keadaan tidak seburuk yang dapat terjadi. Namun kalau keadaan seperti ini berkepanjangan, aku tidak tahu apakah kami masih bisa memberikan perlindungan dan menjaga ketertiban.

Bagaimanapun juga mereka juga manusia, dan kalau rasa lapar dan haus mengalahkan akal sehat, mereka dapat saja melakukan apa pun yang harus mereka lakukan. Pemerintah sudah mencoba memberikan bantuan makanan dan obat lewat jalur udara, tetapi kebutuhan di sini jauh lebih besar.

Teman, aku mengalami peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Seorang anak laki-laki Jepang mengajarkan cara bertingkah laku selayaknya anggota masyarakat kepada orang dewasa seperti aku ini.

Kemarin malam, aku mendapat tugas membantu organisasi amal membagikan makanan kepada para pengungsi di sebuah sekolah. Antrian pengungsi panjang sekali, seperti seekor ular. Aku melihat seorang anak kecil berumur sekitar 9 tahun, dia mengenakan kaos dan celana pendek. Udara terasa amat dingin dan anak ini berada di ujung barisan. Aku merasa khawatir saat gilirannya tiba nanti, makanan sudah habis.

Jadi aku mengajaknya berbicara. Dia berada di sekolah ketika gempa menerpa. Ayahnya bekerja tidak jauh dari sekolah dan segera naik mobil ke sekolah untuk menjemputnya. Anak ini berada di balkon di lantai 3 dan dia menyaksikan bagaimana tsunami menggulung mobil ayahnya dan mencampakkannya. Rumahnya berada di tepi pantai, jadi kemungkinan ibu dan adik perempuannya juga menjadi korban bencana ini. Dia memalingkan mukanya dan menghapus air mata ketika aku menanyakan mengenai sanak familinya.

Anak ini menggigil, jadi aku melepaskan jaket polisiku dan mengenakan padanya. Saat itu kantong makanan yang menjadi bagianku terjatuh. Aku mengambilnya dan memberikan kantong itu kepadanya. Kalau tiba giliranmu nanti, mungkin jatah makanan sudah habis. Ini bagianku. Aku sudah makan. Makanlah, kamu tentu lapar.

Anak ini menerima kantong itu dan membungkuk menyatakan terima kasih. Aku kira dia akan segera memakannya, tetapi tidak. Dia berjalan ke depan sambil membawa kantong itu dan meletakkannya di tumpukan makanan yang sedang dibagikan.

Aku terkejut dan bertanya mengapa dia tidak makan dan mengembalikan ke tumpukan makanan di sana. Dia menjawab, karena aku melihat banyak orang yang lebih lapar dari aku. Bila aku mengembalikan ke sana, panita akan membagikan makanan itu dengan merata. Mendengar jawaban itu aku menoleh agar orang-orang di sekitarku tidak melihat aku menangis.

Masyarakat yang dapat membina anak berumur 9 tahun sehingga memahami dan mempraktikkan konsep berkorban untuk kebaikan yang lebih besar pastilah masyarakat yang hebat, orang-orang yang hebat.

Salam untukmu dan keluargamu. Aku sudah harus bertugas lagi.


Salam,
Ha Minh Thanh


Catatan editor:
Surat ini ditulis oleh seorang imigran asal Vietnam, Ha Minh Thanh, yang bekerja sebagai Polisi di Fukushima, ditujukan kepada seorang temannya di Vietnam. Surat ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Andrew Lam, editor NAM, dan dimuat dalam harian New America Media tanggal 19 Maret 2011. Versi bahasa Inggrisnya sudah diringkas. Judul asalnya: "Anak yang Memberi Contoh Cara Berkorban"

Kisah ini penulis terima dari teman penulis, Suherjati.

PO Pertama dari Mauibux dan Advertiserbux

Hari ini coba PO (Payout) lagi dari bisnis klik iklan. Mauibux dan Advertiserbux yang katanya instant payout (dibayar langsung tanpa harus menunggu sekian hari). Ternyata benar, begitu klik Request Payout, pembayaran langsung dinyatakan sukses. Cek ke paypal, ternyata sudah masuk.

Nilai minimum untuk PO di Mauibux kecil, cukup $ 0.05 sudah bisa PO, di advertiser malah lebih kecil lagi minimum PO hanya $ 0.01.

Batas minimum PO kecil, dibayar instan. Cuma "agak berat" di biaya administrasi pengambilan PO. Penulis hanya ambil $ 0.05 kena biaya administrasi $ 0.02 sehingga hanya terima $ 0.03, di advertiserbux (CapitolCorp), penulis PO $ 0.025 kena biaya administrasi $ 0.005 sehingga yang diterima $ 0.02

Tapi harus bersyukur, meski kecil tapi terima uang, daripada di PTC lain yang mensyaratkan nilai minimum PO yang lebih besar, waktu PO diminta menunggu sekian hari, tapi nyatanya tak dibayar. Lebih baik nilai kecil tapi riil (sudah masuk ke account paypal atau alertpay) daripada nilainya terlihat besar di account PTC tapi tak bisa diambil alias scam.

Ini screenshot Mauibux terima $ 0.03, dari advertiserbux (CapitolCorp) $ 0.02. Silakan klik gambar untuk memperbesar


Teladan Itu Bernama Joko Widodo

Rabu, 18 Mei 2011 penulis menyaksikan "Mata Najwa" di MetroTV episode "Nyali Perintis." Sayangnya penulis agak terlambat karena hanya menyaksikan profil Ir. Joko Widodo, walikota Surakarta. Sebelumnya "Mata Najwa" membahas almarhum Ali Sadikin, mantan gubernur DKI Jakarta.

Sosok Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, pernah juga muncul di K!ck Andy. Tulisan ini menambah daftar nama teladan di negeri ini (klik dan baca: Masih Adakah Teladan Negeri Ini???).

Penulis tidak akan menuliskan panjang tentang beliau, tapi beberapa cuplikan data dari "Mata Najwa" sudah cukup mewakili siapa sebenarnya Joko Widodo ini, yang sebelum menjabat sebagai walikota adalah pengusaha (eksportir mebel). Info lengkapnya, Anda bisa klik links yang penulis berikan.

Jokowi yang lahir di Surakarta, 21 Juni 1961 adalah insinyur dari Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1985. Beliau terpilih menjadi walikota untuk 2 periode (2005-2015).

Siapa beliau, ini sedikit catatan dari "Mata Najwa" dan berbagai sumber dari internet:
  1. Mungkin beliau satu-satunya pemimpin yang mengatasi masalah PKL (Pedagang Kaki Lima) tidak dengan cara kekerasan (biasanya dengan menggunakan satpol PP). Beliau "memanusiakan" para pedagang. Langkahnya dengan mengajak makan siang para PKL. PKL yang diajak makan siang awalnya curiga, pasti akan dialog sehabis makan-makan. Ternyata setelah makan, mereka disuruh pulang. Berapa lama acara makan siang ini? Tujuh bulan! Baru pada makan siang ke-54, beliau mengutarakan niat untuk memindahkan PKL dan tak ada yang membantah. Masalah PKL ini diselesaikan dengan cara serius dan sepenuh hati. PKL dipindahkan ke sebuah lokasi, dibuatkan trayek transportasi umum ke sana, bahkan kiosnya diberikan gratis!
  2. Di bidang transportasi juga banyak terobosan/ inovasi yang dilakukan. Diantaranya: mengoperasikan kembali kereta api kuno: Sepur Kluthuk Jaladara, mengoperasikan sarana transportasi massal railbus: Solo Railbus, Batik Solo Trans, Bus Tingkat Werkudara, dan tiket terpadu: Smart Card yang bisa diisi ulang.
  3. Tatakota: mengumpulkan pedagang makanan di Gladak Langen Bogan (Galabo), wisata kuliner di Solo, Solo City Walk, salah satu ruang publik bebas bagi warga kota berada (ada pedestrian untuk pejalan kaki dan yang naik sepeda, taman, dan area hotspot).
  4. Tidak pernah mengambil uang gajinya selama menjabat sebagai walikota!
  5. Beliau di kantor hanya sekitar 1-2 jam, selebihnya di lapangan, melihat dan mendengar langsung aspirasi rakyat (termasuk juga sidak ke lapangan). Beliau sering meninjau langsung pembangunan pasar sampai membawa palu untuk mengetuk-ngetuk dinding/ tembok untuk memastikan pembangunan dilaksanakan sesuai prosedur.
  6. Memangkas birokrasi yang berbelit-belit, dari yang semula selesai berhari-hari kini selesai dalam waktu sekian jam saja. Termasuk berani "membuang" para bawahan (kepala bagian) yang tidak siap mendukung kebijakan pemberantasan korupsi di birokrasi yang berbelit-belit.
  7. Kebijakannya banyak pro rakyat kecil seperti lebih memperhatikan pasar tradisional daripada memberikan izin (baca: membatasi) pendirian supermarket. Pasar tradisional ditata dengan baik sehingga lebih banyak pengunjung dan memberi penghidupan yang baik pada banyak rakyat kecil (pedagang).
  8. Tidak suka acara seremonial yang menghamburkan uang negara. Biaya pelantikan yang dianggarkan 236 juta, maksimal terpakai 180 juta, sisanya dikembalikan ke kas daerah. Tidak menerima karangan bunga, uang untuk membeli karangan bunga sebaiknya disalurkan untuk membantu warga di bidang pendidikan dan kesehatan. Banyak warga yang tak mampu membayar uang sekolah dan membayar biaya kesehatan. Sementara kalau kita lihat di daerah lain, pejabat merasa sangat senang kalau mendapat banyak ucapan selamat berupa iklan di koran atau karangan bunga (yang keesokan harinya sudah jadi sampah).
  9. Tidak minta ganti mobil dinas (mobil dinas itu bekas pejabat sebelumnya) yang sudah 10 tahun tidak ganti, sempat 4 kali mogok. Asal bisa berfungsi dengan baik, itu sudah cukup, kata beliau. Mobil pribadi beliau juga sudah 14 tahun tidak diganti.
  10. Pada pemilukada untuk masa jabatan ke-2, tanpa banyak kampanye, hasil survei menunjukkan angka yang memilih beliau 87%. Hasil pemilukada? 90% lebih rakyat memilih beliau (bahkan di kaskus disebut 95%)

Buat para bupati, walikota, atau pimpinan daerah lainnya, mumpung lagi tren studi banding, kalau mau studi banding untuk membangun wilayah masing-masing, tak usah ke luar negeri. Ke Solo saja cukup.

Kalau Joko Widodo bisa menertibkan PKL, bisa memangkas birokrasi berbelit-belit yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi, bisa mengantisipasi kemacetan sebelum kemacetan terjadi, dan banyak inovasi lainnya, mengapa Anda tidak? Sama-sama punya kekuasaan, sama-sama manusia, sama-sama diberi amanat,... Bagi penulis, bukan masalah mampu atau tidak, tapi mau atau tidak?

Andai dari 200 juta lebih penduduk Indonesia, ada 100 saja pemimpin seperti Pak Joko Widodo, saya rasa negara ini jauh lebih maju dan rakyat lebih makmur daripada sekarang.

Penulis hanya berpikir, kalau pemimpin (dalam hal ini Pak Jokowi memberi contoh antikorupsi), maka bawahannya pun takut melakukan tindak korupsi. Bagaimana pendapat Anda?

Links berita tentang Joko Widodo:
  1. 7 Alasan Menolak Jokowi Menjadi DKI 1
  2. Antara Jateng: Pelantikan Wali Kota Solo Tanpa Karangan Bunga
  3. Buka Hati: Inilah Perubahan yang Telah Dilakukan Jokowi
  4. Kaskus: All about Joko Widodo, Walikota Surakarta (Solo) (Anda juga bisa melihat tayangan acara "Mata Najwa" wawancara Najwa Shihab dengan Joko Widodo di sini).
  5. Tempo Interaktif: Wali Kaki Lima
  6. Timlo Net: Jokowi Akan Terima Bung Hatta Award
  7. Vivanews: Walikota Solo Tak Pernah Ambil Gaji
  8. Vivanews: Joko Widodo Dilantik Lagi Jadi Walikota Solo
  9. Wikipedia: Joko Widodo

Recehan Bisnis Online

Keikutsertaan penulis di bisnis online yang sambil menyelam minum es campur ini adalah keingintahuan penulis tentang benar tidaknya bisnis online (dalam hal ini klik iklan/ PTC) membayar para clicker, yang kerjanya hanya klik iklan.

Sejauh ini penulis mendapatkan jawaban: benar. Bahkan cukup banyak yang bisa hidup dari bisnis online. Kerja dari rumah, tanpa harus terjebak macet, tanpa harus formal berpakaian rapi, tetap bisa dekat dengan keluarga, tanpa ditekan deadline dan hal lain yang ditemui di dunia kerja.

Angka yang ada di screenshoot di bawah ini sangat kecil nilainya. Maklum saja, hanya iseng-iseng, bukan dijadikan bisnis serius. Semua dilakukan single fighter (tanpa sewa referral), tanpa invest untuk menjadi member premium.

Screenshoot hanya untuk memberikan bukti bahwa ada PTC dan upline yang benar-benar membayar (karena banyak juga PTC scam alias tidak membayar).

Silakan klik gambar di bawah ini untuk memperbesar gambar


Muhammad Choliq (sinetral/ sinozee) memberi bonus RCB (Referral Cash Back) karena jadi referral-nya di Buxboxes, Gugubux.

Fajar Akbar (Ralph155) memberi bonus BSU (Bonus Sign Up) dan bonus lain (RCB, bonus upgrade, bonus aktif) karena jadi referral-nya di
ThorBux.

Wong gtet adalah pembayaran dari
HKBuzz.


* * * * * * * * * * *

Tanggal 21 Mei 2011, dapat lagi bonus uang receh dari Ralph155 (ThorBux) sebesar $ 0.05 dan tanggal 24 Mei 2011 terima $ 0.05 lagi BSU di zonaclix.com. Ini screenshot-nya:


Silakan klik gambar di bawah ini untuk memperbesar gambar



* * * * * * * * * * *

Tanggal 27-05-2011 cek paypal, ada lagi yang masuk. 24-05-2011 $ 0.02 dari OnlineAdsBux sebelumnya pakai nama CapitalCorp (Advertiserbux), $ 0.03 dari MAUIBUX (Mauibux), 25-05-2011 $ 0.01 dari Fajar Akbar/ Ralph155 (RCB Thorbux), 27-05-2011 $ 0.08 dari Muhammad Choliq/ Sinozee (RCB Clix-centslite) , 27-05-2011 $ 0.08 dari Muhammad Choliq/ Sinozee (RCB Tatbux).

Silakan klik gambar di bawah ini untuk memperbesar gambar

Siapa pun Bisa Punya Blog Gratis

Hampir semua perusahaan memiliki situs untuk memberikan info sebanyak mungkin kepada penggunanya. Bagi perusahaan yang memproduksi barang, perusahaan jasa, instansi pemerintah, sekolah, rumah sakit, artis,... situs adalah sebuah keharusan.  

Bagaimana dengan yang suka menulis? Bergembiralah karena hal ini juga sudah dipikirkan oleh perusahaan-perusahaan yang hidup dari dunia maya. Mereka menyediakan web log (atau populer dengan sebutan blog)  gratis untuk siapa saja. Anda perorangan atau perusahaan pun boleh menggunakan fasilitas blog gratis ini. Beberapa penyedia blog gratis antara lain: blogger (blogspot), wordpress, tumblr,...

Anda boleh membuat blog sebanyak yang Anda inginkan. Alamat blog Anda memang agak sedikit panjang seperti www.www.rekor.blogspot.com. Nama blog Anda (rekor), maka di belakangnya ada tambahan .blogspot. Beda dengan yang berbayar, Anda bisa langsung buat blog/ situs dengan nama www.rekor.com

Tapi lumayanlah, namanya juga gratisan... 


Selengkapnya, silakan klik: Fasilitas dan Kreativitas di Dunia Maya

Sunda - Indonesia (Sama Tulisan, Beda Arti)

Iseng saja penulis mendata kata-kata dalam bahasa Sunda yang kebetulan sama dengan kata dalam bahasa Indonesia, tapi artinya berbeda.

Susunannya sebagai berikut:
kata dalam bahasa Sunda --> artinya dalam bahasa Sunda (arti dalam bahasa Indonesia)
  1. amis --> manis (anyir)
  2. genep --> enam (sebenarnya dalam bahasa Indonesia "genap" yang artinya lawan dari ganjil)
  3. lain --> bukan (berbeda, tidak sama)
  4. pondok --> pendek (bangunan untuk tempat sementara, seperti yang didirikan di ladang, di hutan, dsb.)
  5. tukang --> belakang (orang yang mempunyai kepandaian dl suatu pekerjaan tangan)

Bahasa Sunda Mirip Bahasa Indonesia

Penulis pernah "terpaksa" jadi guru bahasa Sunda waktu masih mengajar les privat untuk anak SD. Guru privat untuk anak SD berarti harus mengajar semua mata pelajaran yang ada. Di kota Bandung yang muatan lokalnya bahasa Sunda, penulis dipaksa bisa mengajarkan bahasa Sunda.

Waktu itu, penulis pun terpaksa bertanya pada pembantu dari murid les untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kalimat bahasa Sunda yang tertulis di buku.

Sekarang penulis sudah lumayan mengerti bahasa Sunda, meski tetap tidak berani berbicara bahasa Sunda.

Banyak sekali kata-kata bahasa Sunda yang berbeda sama sekali dengan bahasa Indonesia. Misalkan saja kata "naon" yang artinya apa, "kumaha" artinya bagaimana, dan lain-lain.

Ada kata-katanya sama dengan bahasa Indonesia, tapi artinya berbeda. Misalkan saja: "lain" itu artinya bukan (dalam bahasa Indonesia, kata tersebut artinya tidak sama), atau kata "amis" yang artinya manis (bukan anyir).

Tapi penulis menemukan banyak kata dalam bahasa Sunda yang mirip bahasa Indonesia. Hanya berbeda 1 huruf saja. Kadang penulis merasa, bahasa Sunda seperti kata plesetan dari bahasa Indonesia. Banyak kata dalam bahasa Sunda yang mirip bahasa Indonesia (padahal bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, bukan dari bahasa Sunda).


Inilah kata-kata bahasa Sunda yang mirip dengan bahasa Indonesia:

(bahasa Indonesia --> bahasaSunda):
  1. basah --> baseh
  2. coba --> cobi
  3. cukup -- cekap (beda 2 huruf)
  4. hati --> haté
  5. lama --> lami
  6. murah --> mirah
  7. nama --> nami
  8. pendek --> pondok (beda 2 huruf, bisa juga 1 huruf e jadi o)
  9. permisi --> permios (agak beda, tapi tidak berbeda jauh)
  10. terus --> teras
  11. sama --> sami
  12. sepuluh --> sapulu (dalam bahasa Sunda tanpa huruf "h")
  13. sebelas --> sabelas
  14.  

Baca juga: Rumus Bahasa Sunda

Rumus Bahasa Sunda

Sebelumnya penulis membuat posting dengan judul: Rumus Bahasa Daerah di Indonesia yang menerangkan perbedaan kata dalam bahasa Indonesia, Palembang dan Betawi, kali ini penulis khusus menuliskan kata-kata tertentu dalam bahasa Sunda yang tulisannya mirip dengan bahasa Indonesia (artinya sama). Kata "bahasa" dalam bahasa Sunda diucapkan "basa", jadi bahasa Sunda --> basa Sunda.

Pada kata-kata berikut ini, menurut penulis kebanyakan kata dalam bahasa Indonesia-nya menggunakan huruf e maka dalam bahasa Sunda-nya diganti dengan huruf a. Berikut kata-kata yang penulis maksud.

Indonesia --> Sunda
  1. kelabang --> kalabang
  2. kelapa --> kalapa
  3. ke mana --> ka mana
  4. penasaran --> panasaran
  5. perahu --> parahu
  6. periksa --> pariksa
  7. Selasa --> Salasa
  8. sepatu --> sapatu
  9. sepeda --> sapédah
  10. sebelas --> sabelas
  11. sepuluh --> sapulu

Kata-kata di atas sudah penulis cek dengan menggunakan kamus bahasa Sunda online.

Baca juga: Bahasa Sunda Mirip Bahasa Indonesia

"Kisah Lucu" dari DPR Kita

Di tengah banyaknya berita menyedihkan tentang nasib TKI, bencana alam, atau berita seputar NII atau teror bom yang menakutkan, saat googling, penulis menemukan "berita lucu" dari anggota dewan kita yang terhormat (DPR).

Ini tentang kunjungan kerja atau studi banding atau apalah namanya, dari komisi VIII DPR ke Australia dalam rangka menggodok RUU Fakir Miskin.

Berikut beberapa kelucuan kunjungan (26 April-2 Mei 2011) yang ditaksir menghabiskan anggaran sekitar Rp 800 juta tersebut:
  1. Saat kunjungan DPR dilakukan, Parlemen Australia tengah berlibur.
  2. Komisi VIII sama sekali tidak mengagendakan bertemu dengan pihak pemerintah Federal Australia yang menangani langsung urusan kemiskinan.
  3. Dalam diskusi dengan PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia di Australia), anggota DPR kebingungan menyebutkan alamat resmi email mereka (saling tanya). Setelah disebut, ternyata alamat emailnya menggunakan email gratisan: yahoo.com (komisi8@yahoo.com) bukan .go.id Hal inilah yang ramai di YouTube setelah PPIA meng-upload video bertajuk "Email Resmi Komisi 8 DPR RI"
  4. Kelucuan berlanjut: ternyata alamat email itu tidak ada. Detik.com yang juga mencoba berbagai kombinasi alamat email KomisiVIII@yahoo.com, Komisi8@yahoo.com, juga Komisidelapan@yahoo.com memastikan tidak ada alamat email itu yang dipegang anggota dewan yang terhormat.

Email ke: komisi8@yahoo.com memberikan balasan. Isinya menegaskan email itu tidak dipegang oleh anggota dewan.

"Terima kasih untuk email Anda tapi mohon maaf ini bukan email resmi Komisi VIII DPR-RI sebagaimana disebutkan dalam pertemuan Komisi VIII dengan PPIA di Melbourne. Namun jika Anda tetap ingin menyampaikan masukan, keluhan, atau apapun saya akan kompilasi meskipun belum tahu caranya bagaimana untuk menyampaikannya ke Komisi VIII DPR-RI," demikian isi balasan email itu.

Silakan Anda lihat sendiri video di bawah ini:

Sumber video: ppiaLATROBE

Siapa pun bisa memiliki email tersebut (komisi8@yahoo.com) karena buat email itu mudah dan gratis. Mungkin alamat email ini adalah ulah iseng seseorang setelah video ini mencuat. Tapi justru tindakan iseng ini bisa membuktikan "kelucuan" yang dilakukan anggota DPR kita. Kalau tidak (kalah cepat), mungkin anggota dewan kita bisa membuat email dengan alamat tersebut sepulang dari Australia.

Habiskah cerita ini (ketahuan bohongnya)? Masih belum, kalau masih mau berkelit. Alamat email dengan berbagai variasi masih bisa dibuat kok. Antara kata pertama dan ke-2 bisa dipisahkan dengan garis bawah (komisi_8). Kata delapan bisa: angka (8), bisa huruf (delapan atau lapan seperti yang terdengar di video), bisa angka Romawi (VIII) jadi variasinya makin banyak seperti komisi_delapan, komisi_VII, komisi_lapan, dan seterusnya. Bahkan di komentar, ada yang menyindir dengan menuliskan alamat email resmi komisi 8 adalah: komisi_d3l4p4n@yahoo.com

Ada-ada saja...

NB: 
Untuk melihat apa saja komentar para penonton video YouTube, silakan klik: ppiaLATROBE
  

Untuk berita selengkapnya, silakan klik:
  1. Soal Email Komisi VIII DPR Jadi Lelucon di Youtube (Kaskus) Lima Bukti Kunjungan Kerja Ke Australia Sia-sia (Yahoo). Jangan lupa baca komentar pengunjung (lucu-lucu banget).Video Sindiran untuk Komisi VIII Beredar di YouTube (MetroTV)




NB: 
Untuk membaca kisah lucu dari DPR kita bagian 2, silakan klik: Kisah Lucu dari DPR Kita (Bagian 2)

Kata Aneh di Bahasa Palembang dan Sunda

Bisakah Anda mencari lawan kata? Sebenarnya tidak terlalu sulit. Terang >< gelap, bersih >< kotor, basah >< kering, dan seterusnya.

Kalau susah mencari lawan kata, cara yang paling mudah adalah menambahkan kata "tidak" di depan kata tersebut. Hasilnya bisa benar tapi mungkin tidak tepat. Terang lawan katanya tidak terang, bersih lawan katanya tidak bersih, basah lawan katanya tidak basah.

Mudah 'kan? Tapi ada kata dalam bahasa Palembang dan bahasa Sunda yang penulis temukan (bukan meng-klaim sebagai penemu, tapi menemukan), ada kata "luar biasa" kuat sehingga penambahan kata "tidak", tetap tidak mempengaruhi arti kata itu.

Contoh seperti tadi, kata "terang" bila ditambah kata "tidak" menjadi "tidak terang" artinya "gelap". Di bawah ini jelas terlihat penambahan kata "tidak", tidak akan mengubah artinya menjadi lawan kata semula (lawan kata asalnya).

Di Palembang, kata "sakti" tersebut adalah katék (dibaca dengan e keras). Katék artinya "tidak ada". Dalam bahasa Palembang, sebuah kata sering disingkat (diambil suku kata akhirnya saja). Kata "tidak" dalam bahasa Palembang sering diucapkan "dak" (artinya tidak).

Coba kita tambahkan kata "dak" ke kata sakti tadi "katék" dan lihatlah artinya.

katék artinya tidak ada (ini kata asalnya)

dak katék artinya tidak ada
katék artinya tidak ada
ték artinya tidak ada

Luar biasa sakti. Jadi kalau Anda bertanya pada adik saya "Apakah Hendry ada di rumah?" Dia menjawab "dak katék" atau "katék" atau hanya 1 suku kata "ték" artinya sama saja = "tidak ada" Bingung 'kan?

Kata yang sama penulis temukan di bahasa Sunda. Kata itu "acan" atau "encan" yang artinya belum. Kata "teu" (dari kata "henteu") artinya tidak.

acan artinya belum (ini kata asalnya)

teu acan artinya belum
acan artinya belum
can artinya belum

Dalam bahasa Indonesia, penulis menemukan kata "usah." Kata ini penulis cek di kamus bahasa Indonesia online artinya perlu. "Tidak usah" tentu artinya "tidak perlu". Tapi dalam pemakaiannya, "usah" sendiri sering diartikan "tidak perlu".

Coba perhatikan penggalan lirik lagu "tempo doeloe" ini:

Pada reffrain lagu "Setulus Hatimu Semurni Cintamu" karya Is Hariyanto

Usah menangis oh sayang

Hapuslah air matamu
Tak sekejap pun kutinggalkan
Aku milikmu selamanya


Kemudian bagian awal lirik pada lagu "Usah Kau Harap" The Mercy's

Usah kau kenang lagi sayang
Masa yang telah silam
Walau derita
Akan menimpa

Usah kau harap lagi sayang
Cintaku telah hilang
Anggaplah itu
Mimpi di hari siang

Jelas pada kedua lagu tadi, arti kata "usah" justru menjadi "tidak perlu" (padahal seharusnya "tidak usah" baru diartikan "tidak perlu", karena kata "usah" sendiri berarti "perlu").

Begitu juga pada kata "acuh" yang artinya peduli atau mengindahkan. Tapi dalam pemakaiannya, kata acuh justru diartikan "tidak peduli" atau dalam bahasa gaul-nya muncul istilah "cuek" dari kata "acuh wae."

Rumus Bahasa Daerah di Indonesia

Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu, terasa unik. Ada beberapa bahasa daerah di Indonesia yang kelihatannya satu rumpun dengan bahasa Indonesia (kata-katanya mirip). Bahasa itu adalah bahasa Palembang dan bahasa Betawi.

Contoh kata-kata yang mirip tersebut: (urutan dari: Indonesia, Palembang, Betawi)

  1. apa -> apo -> apé
  2. kata -> kato -> katé
  3. kelapa -> kelapo -> kelapé
  4. mana -> mano -> mané
  5. rasa -> raso -> rasé
  6. siapa -> siapo -> siapé


Jadi penulis "membuat rumus" kata tersebut dari bahasa Indonesia, bahwa
  • bahasa Palembang itu huruf a di akhir kata diganti o
  • bahasa Betawi huruf a di akhir diganti huruf é (e keras seperti huruf e kedua pada kata kerén)
Tapi tentu saja tidak semua kata seperti itu. Misalkan dalam bahasa Palembang, kata: pita, pena, atau kata lain, tetap seperti itu (huruf a tak diganti o).

Unik: Berbeda Susunan Huruf, Tapi Sama Artinya

Ketika sedang membaca, penulis menemukan beberapa kata unik. Mengapa penulis sebut unik? Karena kata-kata dari berbagai bahasa yang penulis temukan ini mempunyai: huruf yang sama, hanya saja susunan hurufnya berbeda tapi artinya sama.

Kalau hurufnya sama, susunannya berbeda, artinya berbeda, itu hal biasa. Misalkan kata: sapi lalu diacak bisa menjadi kata: pisa (menara miring di Italia), isap (sedot), pasi (pucat pasi), ispa (infeksi saluran pernapasan akut), siap (sudah disediakan), dan seterusnya. Seperti sedang mengisi TTS ya?

Kata pertama adalah kata angsa dalam bahasa Palembang. Dalam bahasa Palembang, kata angsa itu angso (hanya huruf a di akhir yang berubah jadi huruf o). Ketika tinggal di Bandung yang masyarakatnya menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-harinya, penulis kaget mengetahui bahwa angsa dalam bahasa Sunda-nya: soang (hanya susunan hurufnya berbeda dengan bahasa Palembang).

Lalu ada kata: halo dan hola (bahasa Spanyol) dengan arti yang sama. 

Ada kata and (bahasa Inggris) serta kata dan (bahasa Indonesia).
 
Berikut kata-kata itu:
and >< dan 
angso >< soang  
halo >< hola 

Dalam bahasa Indonesia ada beberapa kata yang susunan hurufnya berbeda tapi artinya sama atau kurang lebih sama. 

Coba cek kata banteras di kamus, kata ini akan merujuk ke kata berantas.

Kemudian kata jalur dan lajur

Kata sapu dan usap dalam kalimat terkadang mirip (Anda bisa klik kata berikut: sapu dan usap). 

Minyak kayu putih diusapkan ke perutnya atau minyak kayu putih disapukan ke perutnya (diusapkan = disapukan). 

Pada bagian penutup ini, penulis menemukan ada nama kota di Jepang, yang jumlah hurufnya sama (5 huruf), tapi susunan hurufnya berbeda (tentu kotanya juga beda dong). TOKYO >< KYOTO.

abcs