Feng Nao, Gadis China yang Penuh Cinta Kasih

Masih ingat Yue Yue (anak perempuan usia 2 tahun yang terlindas mobil dan tak dipedulikan kendaraan maupun orang yang lalu lalang)? Miris sekali mengingat kejadian di Kota Foshan (China Selatan) itu.

Ini sebuah kisah nyata berbeda dari Kota Suzhou, Provinsi Jiangsu (Cina Timur), tentang kebaikan hati (cinta kasih) seorang gadis bernama Feng Nao.

Seorang lelaki tua renta (pengemis) dan lumpuh sedang menyeberang jalan dengan kereta kecilnya. Tak berdaya di tengah hujan badai. Seorang gadis bernama Feng Nao, tergerak hatinya, bergegas berlari di tengah hujan lebat dan memayungi pengemis itu sepanjang perjalanan. Meski Feng Nao sendiri basah kuyub dan payungnya tak sepenuhnya bisa melindungi pengemis tua itu, Feng Nao tetap setia melindungi pengemis itu.

Seorang netizen mengabadikan momen mengharukan ini dengan kameranya dan memuat foto-foto ini di blog-nya. Ia menyebut ini adegan yang paling indah di tengah hujan lebat itu. Sementara seorang pria berseragam (dalam tanda garis merah) tetap diam di tempat, yang membuat pengunjung blog marah.

Andai kita di situasi sama, apa yang akan kita lakukan? Berbuat seperti Feng Nao atau pria berseragam itu?













Tautan

Sumber: Michael Hans

Untuk yang Merasa Dirinya Paling Malang

Di saat sedang menghadapi masalah, banyak di antara kita yang merasa "dunia seakan runtuh" dan kita merasa menjadi orang yang bernasib paling malang di dunia ini.

Mari lihat rangkaian foto di bawah ini, apakah nasib kita (orangtua kita, adik/ kakak kita, istri/ suami kita, sepupu kita,...) memang bernasib lebih buruk dari ini? Atau kita yang masih kurang bersyukur??? Biarlah f
oto-foto di bawah ini yang akan berbicara.


Untuk memperbesar foto, silakan klik pada fotonya.


Apakah kita pernah meniti kawat seperti ini menuju ke sekolah???



Kerja kita membawa beban lebih berat dari ini???



Kita pernah seperti ini? Terpaksa makan dari sisa-sisa.



Ada yang hanya kaki pincang sebelah sudah putus asa.
Peng Shulin (China) kehilangan separuh badan masih semangat untuk hidup.



Apakah kita pernah merasakan kelaparan sampai seperti ini???


Kulit membalut tulang.



Makan dengan lauk tempe, terkadang kita masih mengeluh.
Bagaimana mereka? Ada makanan pun patut bersyukur...



Catatan: Foto-foto akan terus ditambah, kalau ada waktu, lain kali mampir lagi ya?


Sumber foto:
A Journey to Be Better, Belfast Telegraph, Berita Yahoo, Eko Juli, Kucingku Manis, Linera WR, Super Unik.

Kisah Inspiratif Awal Tahun 2012

Seorang bocah laki-laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. Lalu, ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya tujuh digit angka. Si pemilik toko mengamati-amati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya setengah upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah-rumah yang berada di kompleks perumahan Ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik toko, yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkan pekerjaan untukmu.

Bocah: Tidak. Makasih.

Pemilik Toko: Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh... itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sudah bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!

Seperti anak kecil ini, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yang kita kerjakan di tahun 2011 untuk memastikan kualitas yang lebih baik di tahun 2012. Happy New Year.

Kiriman: Prasetia (Prajnavira) group Kalyana Mitta, Surabaya
abcs