Selamat Datang

Hendry Filcozwei Jan : "Selamat datang di "Blog Rekor" Selamat menjelajah isi blog ini, semoga bermanfaat..."



Selamat datang di blog Hendry Filcozwei Jan

Selain hobby sulap, membaca, menghasilkan karya-karya unik, saya (penulis) juga sangat suka menulis. Dulu di media cetak, sekarang lebih sering dituangkan di blog. Di blog inilah segala ide dan pemikiran penulis tuangkan.

Semula blog, ini dipenuhi banyak gadget, tapi karena loading-nya berat, terpaksa gadget
yang tak terlalu perlu dihilangkan demi kenyamanan pembaca.

Untuk membaca tulisan-tulisan di blog ini, silakan klik kategori yang Anda inginkan di bawah tulisan "Labels" di sisi kanan blog ini. Apa maksud label-label tersebut? Silakan klik:
Apa Isi Tiap Label?.
 
Agar memudahkan Anda surfing (tidak lama loading-nya), setelah klik labels, Anda hanya menemukan judul-judul posting-nya saja (bukan keseluruhan tulisan pada kategori tersebut). Anda tinggal klik judul mana yang ingin Anda baca. Karena banyaknya artikel pada 1 labels, terkadang tidak semua judul posting ditampilkan di sana. Yang ditampilkan hanya posting terbaru. Untuk melihat judul posting yang lama, silakan klik "Posting Lama."


Blog ini bukan satu-satunya blog penulis (klik: Sejarah Blog). Daftar blog penulis yang lain, ada di bawah tulisan "HFJ Blog" juga di sisi kanan blog ini. Silakan klik untuk mengunjunginya.Selamat browsing dan membaca segala ide dan pemikiran penulis, semoga bermaanfaat. Tinggal klik label posting yang menarik perhatian Anda di bawah tulisan "Labels". Ehm... jangan lupa tinggalkan komentar ya? Trims.

Ssst... blog ini sudah Do Follow lho (kalau Anda memberi komentar, akan mendapat backlink). Info lebih jelasnya, silakan klik: Do Follow. Pada blog Do Follow, biasanya Anda akan menemukan banner
U Comment, I Follow atau Do Follow Blog (seperti blog ini). Banner penulis dapatkan dari blog: belajar tanpa henti dan therss.


NB:


Beberapa tips surfing di blog ini:


  1. Tulisan berwarna (selain warna hitam) umumnya merupakan links yang bisa di-klik.
  2. Setiap akan klik links, pastikan jari tangan kiri Anda menekan tombol Control (Ctrl), lalu pada saat bersamaan (tombol Ctrl tetap ditekan) tangan kanan meng-klik links yang akan Anda buka. Ini dimaksudkan untuk membuka jendela baru dan jendela asal tidak tertutup atau tergantikan dengan links yang baru Anda buka.
  3. Untuk memperbesar foto, klik pada foto tersebut.

Sementara ini penulis memberi kebebasan kepada Anda untuk menuliskan komentar (bebas yang bertanggung jawab ya?). Berikanlah komentar yang sesuai dengan posting yang ada. Harap tidak mengiklankan produk atau jasa Anda di sini karena ini bukan media iklan. Terima kasih atas perhatian Anda.

Artikel kisah inspiratif saya kumpulkan dari berbagai sumber. Kebanyakan berasal dari kiriman email teman. Bila ada sumbernya, akan kami tuliskan di artikel tersebut.

Blog juga merupakan hak cipta, tolong saling menghargai. Anda boleh mengutip tulisan dari blog ini, tapi jangan lupa cantumkan sumbernya: www.rekor.blogspot.com Dan lebih baik lagi bila Anda mengirimkan info tersebut ke email penulis:
hfj2000@gmail.com Terima kasih...

Blog ini tampil lebih sempurna bila dibuka dengan browser Mozilla Firefox.

Banyak blog mengajak pengunjung untuk tukaran links. Apa itu tukaran links dan apa manfaatnya? Biar tidak bingung, silakan klik: Untuk Apa Tukaran Links ???

Ada Labels baru di posting penulis: Inspirasi Youtube. Umumnya tulisan dilengkapi dengan gambar/ foto, tapi pada posting dengan labels ini, semua dilengkapi dengan video dari Youtube.





Kami Ganti Alamat Email



Sebelumnya email kami: zwei@bdg.centrin.net.id

Sekarang email kami: hfj2000@gmail.com

Jadi semua email tolong dikirim ke alamat yang baru. Terima kasih atas perhatian Anda.


Salam

Hendry Filcozwei Jan
Jan Tjien Wie



(Cen Cien Wei) 
www.rekor.blogspot.com


Hendry Filcozwei Jan : Mencoba menuangkan apa saja yang terlintas di benak ke dalam tulisan di blog ini. Semoga bermanfaat bagi semua...




Hendry F.Jan & keluarga di tempat wisata Paku Haji.
Atas ke bawah: Hendry, Linda, Dhika & Ray


Hendry F.Jan & keluarga di Bali (Feb 2016)
Belakang: Dhika, Linda, Hendry, depan: Revata (Ray)

Daftar Belajar Buat Aplikasi (DAPAT DISKON Rp 200.000)

Sekarang sudah era digital. Semua bisnis sedang bergerak ke arah sana. Mau pesan makanan, tinggal pesan lewat ponsel. Mau pesan taksi atau bahkan ojek, tinggal pesan dari ponsel. Begitu juga jualan (barang maupun jasa), semua tinggal pesan lewat aplikasi yang ada di ponsel.

Semua bisnis butuh aplikasi untuk memudahkan calon konsumen memesannya. Terbayang 'kan berapa banyaknya usaha yang membutuhkan aplikasi?

Berapa harga untuk sebuah sebuah aplikasi untuk Android atau iOS? Tidak murah! Harganya berkisar Rp 75 juta hingga Rp 500 juta (untuk aplikasi yang dibuat oleh para profesional) dengan berbagai fitur canggih.

Perusahaan kecil sulit dong berkompetisi? Tidak juga. Sekarang ada aplikasi murah yang hadir sebagai solusi bagi perusahaan kecil agar tetap bisa bersaing di eras digital.

Harga aplikasi mobile murah ini bisa berkisar Rp 8 hingga 12 juta, atau bahkan lebih murah! Sangat terjangkau 'kan? Hanya 10% dari harga aplikasi mobile yang dibuat oleh para profesional.

Meski harganya murah, tapi kualitas aplikasi dijamin berfungsi baik dan bisa menunjang bisnis Anda di era digital.

Bukankah jasa pembuatan aplikasi adalah sebuah peluang bisnis yang menggiurkan? Anda termasuk salah satu orang yang mau mengambil peluang emas jasa pembuatan aplikasi ini? 

Iya. Tapi saya orang awam untuk urusan ini. Saya tidak punya background pendidikan untuk membuat aplikasi. Bagaimana dong?

Tenang saja, ada sebuah pelatihan/workshop yang dikhususkan bagi Anda yang awam. Dijamin, setelah pulang dari pelatihan 1 hari ini, Anda bisa membuat aplikasi sendiri (untuk keperluan Anda sendiri), maupun menerima pesanan pembuatan aplikasi.

Pelatihan ini diadakan di berbagai kota besar di Indonesia. Di kota mana saja, berapa biayanya? Nanti kami sajikan info lengkapnya (baca terus tulisan ini). Info lengkap tentang pelatihan pembuatan aplikasi ini bisa Anda lihat di bagian akhir tulisan ini.

Kabar baik buat Anda yang ingin ikut pelatihan ini. Kami memberikan diskon Rp 200.000 alias cashback bagi Anda yang mendaftar lewat link kami.

Caranya? Silakan Anda baca dulu info tentang apa dan bagaimana pelatihan/workshop ini hingga Anda yakin untuk ikut mengambil peluang emas ini. Jika Anda sudah yakin ingin daftar, gunakan link berikut ini (tinggal klik lalu isi formulirnya, transfer biaya pelatihan, kirim capture transfer yang sudah Anda lakukan beserta data Anda: nama, ikut pelatihan tanggal berapa di kota mana, dan nomor rekening BCA Anda) ke WA: 0815 604 2526. Setelah kami cek, kami akan transfer Rp 200.000 ke rekening Anda.


Gunakan link pendaftaran berikut ini jika Anda ingin dapat diskon Rp 200.000 alias cahback (klik saja):

www.tiny.cc/diskon200ribu

langsung isi data Anda (ingat, langsung isi data) di bagian paling bawah posting tersebut.
Pastikan alamat yang tertera di browser Anda adalah
http://xanoco.com/?affiliates=134
agar Anda mendapatkan cashback yang kami janjikan.
Di sana juga ada info jadwal lengkap kapan pelaksanaan workshop di kota Anda.



Ini info lengkap pelatihan/workshop sehari pembuatan aplikasi (silakan klik):


 *  *  *  *  *

Kata kunci: cara mudah buat apps aplikasi sendiri Android atau iOS Google Playstore dan Apple Store menuju era digital terima pesanan pembuatan pelanggan murah sehari langsung bisa belajar pelatihan workshop bisnis ponsel HP tinggal klik sukses teknologi dalam genggaman bersaing praktis tertinggal ketinggalan pesaing ikuti pelanggan setia Anda perkembangan maju sukses daftar ikut dapat cashback uang Anda awam termurah hemat uang workshop bikin aplikasi sendiri kota Bandung, Bali, Batam, Semarang, Solo, Jogyakarta, Yogyakarta, Jakarta, Medan, Malang, Surabaya, Makassar


Posting ini dapat Anda kunjungi melalui link singkat:

www.tiny.cc/xanoco


Mengapa semua usaha sekarang harus punya mobile apps? Go digital
Coba simak video berikut ini:
 Ayo Belajar Buat Aplikasi Mobile (Mobile Apps)


PERHATIAN:
Anda daftar langsung ataupun daftar lewat link kami: http://xanoco.com/?affiliates=134 (yang akan memberikan cashback Rp 200.000), proses pambayarannya dan workshop yang akan Anda ikuti tetap sama saja

Anda tetap transfer ke pihak penyelenggara (Xanoco), bukan ke rekening kami. Kami tidak menerima transfer dari Anda, tapi kami yang akan transfer cashback Rp 200.000 ke rekening Anda. Pilihan ada di tangan Anda, mau daftar langsung atau lewat link kami. Jumlah yang Anda transfer dan nomor rekening tujuan tetap sama. Bedanya, jika daftar lewat link kami, akan ada cashback Rp 200.000 untuk Anda.

Rekening PT Xanoco Digital Indonesia: 

 - Bank Mandiri: 1090058850009 atas nama PT Xanoco Digital Indonesia 

Wisata Bhinneka, Mengunjungi 5 Rumah Ibadah

Minggu, 25 Mei 2017 acara yang digagas Komunitas Bhinneka dengan nama "Wisata Bhinneka" berlangsung. Acara yang diikuti 30 anak-anak kelas 4-6 SD dari 5 agama (Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan Hindu) ini bertujuan memupuk rasa toleransi antar-umat beragama, antarsuku, dan keberagaman lain.

Kita membuktikan bahwa rakyat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras, bahasa, budaya,... yang berbeda, tetapi dapat hidup rukun dan damai.

Rombongan Wisata Bhinneka ini berkumpul di sekretariat Komunitas Bhinneka (Jl. Jawa No. 6, Bandung) sekitar pukul 07.30. Acara kali ini adalah mengunjungi 5 tempat ibadah akan berakhir pukukl 16.30.

Ada pun rute rumah ibadah yang dikunjungi adalah:

01. Pura Wira Satya Dharma, Ujung Berung
02. Masjid Agung Al-Ukhuwwah, Jl. Wastu Kencana
03. Vihara Vimala Dharma, Jl. Ir. H. Juanda No. 5
04. Gereja Kristen Indonesia, Taman Cibunut, Jl. Van de Venter
05. Gereja Katolik St. Petrus Katedral, Jl. Merdeka No.14

Salut buat ide serta kerja keras Komunitas Bhinneka mengadakan acara ini. Di tengah ancaman munculnya tindakan intoleransi, acara edukasi mengenalkan ke-bhinneka-an ini merupakan langkah bagus. Anak-anak usia SD dikenalkan dengan tempat-tempat ibadah umat beragama lain. Mereka bisa melihat langsung tempat ibadah, mendapat penjelasan dari pemuka agama bagaimana ibadah berlangsung, mengetahui apa arti simbol-simbol agama yang ada di tempat ibadah.

Sekali lagi salut atas kjerja keras Komunitas Bhinneka. Semoga acara ini bisa jadi agenda rutin dan diikuti oleh kota-kota lain dalam rangka menguatkan bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, bahasa, dan budaya yang berbeda.

Sekedar info, bisa ditambahkan agama Konghucu dan wisata ke tempat ibadahnya: Kelenteng.

Pelangi terlihat indah karena merupakan perpaduan dari berbagai warna.

#WisataBhinneka
#BerbedaTapiSatu
#HidupHarmoniDalamKeberagaman
#DamaiItuIndah
#BhinnekaTunggalIka
#Pancasila
#NKRI

Untuk memperbesar tampilan, silakan klik pada gambar 










Video #WisataBhinneka























Video-video acara ini (Wisata Bhinneka) bisa dicari di YouTube dengan hashtag #WisataBhinneka


Tulisan ini bisa diakses dari tautan singkat: www.tiny.cc/wisatabhinneka


Kumpulan Flashmob Hip Hip Hura untuk Ahok-Djarot

Flashmob ini bermula di Cilandak Town Square, Jakarta. Lalu gema dukungan untuk Ahok-Djarot dengan melakukan flashmob bermunculan di negara-negara tempat putra-putri Indonesia sedang menempuh pendidikan. 

Yuk kita intip semangat mereka yang jauh di negeri sana, di suhu yang dingin (-9 derajat Celsius di Toronto, Kanada) rela berkumpul dan melakukan flashmob sebagai salah satu wujud dukungan mereka.

Salam 2 jari... 







Tulisan Edward Suhadi tentang Ahok

Penulis banyak menemukan tulisan bagus di dunia maya. Daripada capek copy paste, penulis berikan saja tautannya ke tulisan tersebut. Semoga bermanfaat untuk Anda...


  1. Berjabat Tangan di Persimpangan
  2. Bertemu Staf Ahok Untuk Pertama Kalinya
  3. Pertama Kali Bertemu Ahok
  4. Ahok Orang Gila
  5. Ahok Kayak Pete
  6. Ahok dan Susah Hamil
  7. Ahok Bukan Dewa Banjir
  8. Ahok dan Tante Gesit
  9.  

Atau Anda juga bisa berkunjung ke (klik saja):


dan Anda bisa berbagi info tentang tulisan ini di medsos dengan hashtag:  

#7HariTulisanBuatYangGaSukaAhok

Tulisan Menarik dari Seorang Gadis Bernama Tsamara Amany Alatas

Jadi Viral, Tulisan Perempuan Cantik yang Dulu Pengagum Anies 
dan Sekarang Kecewa: 'Pak Anies, Saya Menyesal'



Vivanusa.com - Saya bahkan tidak tau harus memulai bagaimana. Tapi saya ingin katakan bahwa salah satu alasan saya memilih Universitas Paramadina dibanding universitas swasta lainnya adalah Anies Baswedan. Waktu itu tahun 2014, tahun di mana Pilpres berlangsung, tahun di mana Jokowi memenangkan pertarungan politik.

Anies menarik hati saya pertama kali ketika debat di Mata Najwa dengan Mahfud MD. Kata-katanya begitu indah. Membuat saya semakin yakin bahwa Jokowi banyak didukung orang-orang baik. Ada satu quote Anies yang sering ia katakan di berbagai kesempatan: “Negara hancur bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena orang-orang baik diam”. Kurang lebih begitu quotenya. Sangat menginspirasi.

Saya ingat ketika Anies sudah jadi Mendikbud dan mampir ke Paramadina, saya sampai rela absen satu kelas hanya untuk duduk paling depan mendengar Anies bicara. Meskipun ketika itu saya agak kecewa karena Anies lebih banyak bicara soal gagasan bukan soal hasil kerja, saya masih tetap mengagumi sosok satu ini. Ketika itu ia memberi saya buku biografinya dengan judul “Melunasi Janji Kemerdekaan” yang kemudian ditanda tangani.

Ketika saya magang di Balaikota, saya juga menunda tugas-tugas saya hanya untuk melihat Anies memberikan kata sambutan dalam acara perayaan Hari Film Nasional tahun 2016. Tapi lagi-lagi saya dikecewakan karena Anies fokus membahas kulit saja, tidak membahas isi. Anies lebih suka membahas hal-hal yang seremonial. Misalnya seperti mengenakan baju adat daerah pada hari tertentu untuk menunjukkan keberagaman.

Mungkin rasa kecewa ini timbul karena saya sudah magang di Balaikota dan terbiasa melihat Ahok yang tidak pernah melakukan hal-hal seremonial, tapi secara nyata bekerja. Namun saya memaklumi. Setiap orang berbeda. Anies — bagi saya waktu itu — masih tetap seorang tokoh yang ingin membawa perubahan bagi dunia pendidikan Indonesia, hanya saja ia belum mampu menerjemahkan itu ke dalam birokrasi.

Ketika Anies dipecat oleh Presiden Jokowi, saya tak begitu kaget. Memang sejak mendengar sambutannya di Balaikota itu, saya yakin kalau ia tak mampu menunjukkan hasil nyata secepatnya, bisa saja ia masuk daftar reshuffle. Tapi ketika Anies dicalonkan oleh Gerindra dan PKS sebagai gubernur, saya kaget. Bukannya Anies sendiri yang menganggap Prabowo tak mampu memimpin Indonesia, apakah sekarang ia akan memuja Prabowo karena memberikannya tiket maju gubernur? Apakah Anies juga akan memuja PKS yang selama ini (pendukungnya) suka mencapnya liberal? Secepat itukah Anies berubah?

Dunia memang berubah. Anies sudah menjadi politisi. Mungkin itu yang harus ia lakukan agar dapat menyalonkan diri. Walaupun saya memutuskan untuk memilih Ahok, setidaknya masih tersisa rasa hormat kepada mantan rektor saya itu.
Tapi tidak hari ini, Pak Anies. Hari ini rasa hormat saya runtuh. Tak sedikitpun tersisa ketika saya melihat Anies Baswedan yang saya kagumi itu datang ke markas Front Pembela Islam (FPI), berdiri di sebelah para petinggi tersebut, dengan penuh senyum.

Langsung saya teringat opini Anies Baswedan di Kompas pada tahun 2012 mengenai tenun kebangsaan. Anies dengan keras meminta mereka yang merobek tenun kebangsaan agar diberi efek jera.

“Menjaga tenun kebangsaan dengan membangun semangat saling menghormati serta toleransi itu baik dan perlu. Di sini pendidikan berperan penting. Namun, itu semua tak cukup dan takkan pernah cukup. Menjaga tenun kebangsaan itu juga dengan menjerakan setiap perobeknya. Bangsa dan negara ini boleh pilih: menyerah atau ”bertarung” menghadapi para perobek itu. Jangan bangsa ini dan pengurus negaranya mempermalukan diri sendiri di hadapan penulis sejarah bahwa bangsa ini gagah memesona saat mendirikan negara bineka tetapi lunglai saat mempertahankan negara bineka,” tulis Anies (12/09/2012).

Tapi apa yang hendak kau tunjukkan ketika pergi ke markas tersebut, Pak Anies? Apakah kedatanganmu ingin menjaga tenun kebangsaan atau justru merobeknya? Kita tau posisi FPI, mereka mendukung pemimpin yang seiman. Mereka juga mewajibkan warga Jakarta memilih pemimpin Muslim. Tapi saya tidak akan membahas sikap FPI itu, itulah sikap mereka dari dulu. Tapi kau Pak Anies? Inikah sikapmu?

Banyak orang yang sejalan dengan FPI. Meski saya tidak setuju dengan banyak orang itu, saya hargai konsistensi mereka. Itulah idealisme mereka, sesalah apapun itu di mata saya. Mereka konsisten memegang idealisme itu.

Bagi saya, Anies lebih parah dari mereka. Idealisme Anies tak lebih dari kepentingan politik semata. Kepentingan untuk berkuasa. Dulu ia menghina blusukan Jokowi sebagai pencitraan, lalu menjadi jubir Jokowi dan memujanya, kemudian dijadikan menteri, begitu dipecat langsung nyagub diusung dua parpol yang dulu ia ejek habis-habisan ketika Pilpres 2014. Dan kini, yang paling rendah, Anies rela membuang pandangan banyak orang bahwa ia adalah tokoh yang toleran, tokoh yang tidak mempermasalahkan agama/suku/ras dalam kompetisi politik, agar dapat meraup suara dari kelompok ekstrim kanan. Anies rela menggadaikan idealismenya demi mengejar jabatan gubernur!

Pak Anies, saya menyesal pernah mengagumimu. Mungkin di masa depan, dengan idealismemu yang murah itu, kau bisa jadi bagian dari perobek tenun kebangsaan yang sering kau sebut itu.

Sumber: Viva Nusa
abcs