Mau Buku Tur Karakter GRATIS???



Anda sudah memiliki buku Tur Karakter karya Melly Kiong? Jika sudah dan Anda sudah baca serta merasakan buku ini sangat bermanfaat bagi teman Anda, anjurkan teman untuk beli buku ini. Anda bisa bantu pesankan secara online langsung ke Rizky (admin eMKa Land) di nomor: 0818 0605 7646. Jika ada 10 orang pesan, maka kamu akan dapat 1 buku Tur Karakter secara GRATIS.

 * * * * * * * * * * *

Penulis dapat kiriman buku Tur Karakter dari Ci Melly Kiong. Berikut komentar penulis setelah baca buku tersebut:
 
Bukunya sudah selesai saya baca, keren dan kreatif. Tips yang dibagikan praktis dan pasti efektif karena sudah diuji coba (bukan berdasarkan teori belaka).

Bagi yang jauh dari Jakarta, buku ini jadi solusi terbaik karena tidak bisa ikut melihat isi rumah Ci Melly Kiong. Kesempatan ikut melihat langsung terkendala jarak, biaya (terutama transportasi), dan kapan dapat giliran... Anggota eMKa Land ribuan, dan tiap sesi Tur Karakter paling banyak hanya bisa menampung belasan orang.

Di rumah kami jga melakukan hal sama, meski tidak sama persis. Kami tidak pernah membuang sabun mandi (kami masih pakai sabun batangan), sabun yang sudah kecil kami tempelkan ke sabun baru dan terpakai sampai habis. Tradisi makan di rumah kami, tidak boleh ada sisa sebutir nasi pun di piring (membiasakan ambil sedikit dulu, kalau kurang boleh tambah). Yang lebih bahaya daripada isi staples adalah potongan pisau ( cutter). Cutter yang sudah tidak tajam, biasanya kita patahkan, nah patahan ini yang sangat berbahaya. Biasanya saya bungkus dengan kertas, saya beri tulisan: Bahaya, isi cutter lalu diisolasi dan baru dibuang.

Sebagai editor, saya biasa jeli melihat kesalahan berbahasa. Masih ada beberapa kesalahan, maklum, editor juga manusia.

Pihak Gramedia berbaik hati menyalin kembali tulisan tangan Ci Melly Kiong (yang kata Pak Krishnamurti tulisannya agak jelek). 

Tapi yang di halaman 19 tertulis: 18/9-201 (Gramedia jeli menambahkan 1 angka lagi jadi 2013). 

Ibu Prajna Dewi beruntung karena tulisan komentarnya dimuat 2 kali, sekali di halaman 82, lalu dibuat yang lebih besar dan dimuat di halaman 84.

Di halaman 80, alamat blog tidak ditampilkan?

Hendry Filcozwei Jan
www.rekor.blogspot.com


  * * * * * * * * * * *

Berikut kutipan BC dari Ibu Melly Kiong

Masih ragu untuk memiliki buku Tur Karakter?

Setiap yang memegang buku Tur Karakter, terutama yang belum menikah, merasa ini adalah sebuah harapan. Ini testimoni dari istri Mas Iwel yang semakin menguatkan impian saya untuk bisa merealisasikan #satujutabukuturkarakter buat anak Indonesia yang lebih baik.


 * * * * * * * * * * *


Buku Tur Karakter Ibu Melly mencontohkan bahwa mencapai hal besar selalu dimulai dengan melakukan hal kecil secara konsisten. Harapan para orangtua pada anaknya tentu besar. Dalam mendampingi anak kadang kita bingung, bagaimana mengajarkan anak hal simple sehari-hari.

Dari buku Tur Karakter saya semakin yakin bahwa melakukan hal kecil secara konsisten bersama anak-anak bisa membuat harapan besar agar anak saya menjadi pribadi yang berkarakter positif bisa terwujud.

Kiky Sastra: Writer, Story Teller, Ibu 2 anak

Mari Bantu sebarkan informasi ini jika kalian setuju perubahan itu terjadi secepatnya.

Smile Melly Kiong



Tautan singkat untuk tulisan ini: www.tiny.cc/bukugratis

Susilo Wonowidjojo = Putera Sampoerna???

Bermula dari baca berita di dunia maya, penulis mendapatkan info yang membingungkan. Berita tentang konglomerat bernama Susilo Wonowidjojo (PT Gudang Garam Tbk) dan Putera Sampoerna (PT HM Sampoerna Tbk). Kedua nama ini adalah konglomerat dengan usaha utama yang sama, yakni rokok. Penulis bukan ingin bicara soal rokok atau uang-nya, tapi soal wajah keduanya.

Pada beberapa berita tentang rokok Gudang Garam (Susilo Wonowidjojo) dan berita tentang rokok Sampoerna dan Dji Sam Soe terpasang foto yang sama seperti foto di bawah ini.



Ini foto Putera Sampoerna atau Susilo Wonowidjojo? 
Sekedar info, foto ini penulis ambil dari situs Sampoerna Foundation, silakan klik: Sampoerna Foundation


Pertanyaannya sederhana, apakah mungkin situs mereka sendiri (Sampoerna Foundation) salah memasang foto Putera Sampoerna??? Secara logis, jawabnya tentu TIDAK!

Kalau begitu, foto di atas tentu benar foto Putera Sampoerna, bukan foto Susilo Wonowidjojo. 

Mari kita lihat begitu banyak situs yang memasang foto yang salah. Biar lebih meyakinkan Anda, penulis tidak sekedar memberikan tautan saja, tapi penulis berikan screenshot (gambar yang berisi berita plus foto dari situs yang bersangkutan) yang salah memasang foto. 

Mengapa tidak memasang tautan/ link saja? Karena jika hanya tautan saja, saat mereka menyadari kekeliruan pemasangan foto, pasti akan diperbaiki dan yang terjadi justru Anda yang mengatakan penulis yang salah (seolah penulis mengatakan situs tersebut salah pasang foto, padahal sudah benar). Iya nggak???

Untuk memperbesar tampilan (lihat alamat situs, baca berita, lihat gambar dengan jelas), silakan klik pada gambar. 
Tulisan warna merah atau biru di bawah foto adalah tautan ke situs yang bersangkutan (silakan klik untuk cross check dengan foto yang penulis tampilkan).


Situs Mitra Investor (situs tentang bisnis/ investor) kok salah pasang foto pebisnis/ konglomerat?



Penulis juga tidak begitu tahu yang mana foto Susilo Wonowidjojo (PT Gudang Garam Tbk). Penulis meminta bantuan Mbah Google, akhirnya menemukan foto Susilo Wonowidjojo dan Putera Sampoerna dari situs yang sama, yakni situs Forbes.


Forbes


  
Beribut beberapa situs lain yang juga salah pasang foto:

Perhatikan nomor 2 dan 9, foto orang yang sama (Putera Sampoerna), Teropong Bisnis

Susilo Wonowidjojo di Hipwee


Ada yang lebih unik lagi dalam kesalahan pasang foto, yakni  situs di bawah ini.




Byrest (Media Belajar Bisnis Online)
Kalau situs lain menulis tentang rokok Gudang Garam dan Susilo Wonowidjojo tetapi memasang foto Putera Sampoerna (rokok Dji Sam Soe dan Sampoerna), situs byrest dengan tagline: "Media Belajar Bisnis Online" malah memasang foto bos Sinar Mas Group, Eka Tjipta Widjaja, silakan klik: Eka Tjipta Widjaja



Sebenarnya masih cukup banyak yang salah memasang foto, tapi penulis cukupkan sekian saja.

Terakhir penulis menemukan berita dengan judul ini: Bos Pemilik Gudang Garam Ini Ternyata Tidak Merokok, Ketika Ditanya Jawabannya Mengejutkan!

Entah berita ini memang benar (kisah nyata) atau hanya guyonan. Tapi yang jelas, foto bos Gudang Garam yang dipasang juga salah. Jadi wajar jika pembaca pun kurang percaya kebenaran tulisan tersebut. (Info terbaru: tautan untuk tulisan di bawah ini sudah tidak bisa diakses).

   Kamas Top

Referensi:
  1. Susilo Wonowidjojo di Wikipedia (lahir di Kediri dengan nama Cai Daoping, anak ke-3 Surya Wonowidjojo, pendiri perusahaan rokok Gudang Garam yang berpusat di Kediri, Jawa Timur). Sayangnya di Wikipedia pun tak ada fotonya.
  2. Putera Sampoerna di Wikipedia (lahir di Schiedam, Belanda, 13 Oktober 1947, anak Aga Sampoerna, cucu Lim Seeng Tee, pendiri perusahaan rokok HM Sampoerna yang  berpusat di Surabaya, Jawa Timur).

Foto (juga biodata Susilo Wonowidjojo) memang sangat jarang di dunia maya. Hasil googling (selain di situs Forbes), penulis mendapatkan foto Susilo Wonowidjojo di situs: Liputan 6 dan situs Istri Muda.

Kalau dicek dengan Google, berita tentang orang terkaya di Indonesia (Susilo Wonowidjojo) atau berita tetang perusahaan rokok Gudang Garam dan melampirkan foto, lebih banyak yang salah daripada yang benar

Silakan Anda cek kata dengan kata kunci "Susilo Wonowidjojo" lalu pilih foto atau klik ini: "Susilo Wonowidjojo" dan lihatlah foto yang muncul.  Entah kesalahan ini terjadi sejak kapan.

Anehnya, Liputan 6 memasang foto yang berbeda untuk orang yang sama (hanya beda 2 hari). Pada artikel 6 Des 2015 pukul 21.00 WIB oleh Satria Yudha dengan judul artikel "Inilah 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Majalah Forbes 2015", foto Susilo Wonowijojo seperti di bawah ini:


 
Lalu di artikel 8 Des 2015 pukul 20.50 WIB oleh Zulfi Suhendra dengan tulisan berjudul  "Berkat Rokok, Pria Ini Jadi Orang Terkaya ke-2 di RI" foto Susilo Wonowidjojo yang dipasang seperti ini:


 
Keduanya sama-sama menulis tentang Susilo Wonowidjojo selaku pemilik perusahaan rokok Gudang Garam.


Di akhir tulisan ini,  setelah melihat sekian banyak situs yang salah memasang foto (setidaknya menurut penulis), pada akhirnya penulis sendiri jadi ragu. Sehingga penulis membuat foto di bawah ini... hehehe...



Pertanyaan lanjutan, apakah perusahaan rokok Gudang Garam dan Sampoerna dimiliki oleh orang yang sama???
 
Jika berkenan, silakan berkomentar (mohon tidak spam/ pasang iklan ataupun berkomentar tapi tidak ada relevansi dengan tulisan). Harap maklum saja jika komentar SPAM akan dihapus.

Rayakan Imlek, Mark Zuckerberg Umumkan Nama Mandarin Putrinya

Mark Zuckerberg memberi nama Mandarin Chen Mingyu bagi putrinya yang berarti 'harapan kami untuk masa depan dunia yang cemerlang'.

 Mark Zuckerberg, Pricilla Chan dan Maxima (Chen Mingyu), putri mereka


WowKeren.com - Mark Zuckerberg ikut merayakan Hari Raya Imlek bersama sang istri, Priscilla Chan, dan putrinya Maxima. Pendiri Facebook itu baru saja mengumumkan nama Mandarin untuk putrinya di perayaan Imlek kali ini. Mark dan Priscilla memutuskan memberi nama Mandarin Chen Mingyu untuk putri semata wayang mereka.

Nama Chen diambil dari nama belakang keluarga istrinya, Chan. Sementara Mingyu memiliki arti yang indah yakni "harapan kami untuk masa depan dunia yang cemerlang".

Selain itu, Mark bersama keluarga kecilnya juga mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek melalui video yang diunggah di akun Facebook miliknya. Priscilla dan putrinya tampak mengenakan baju Imlek senada berwarna merah, sementara Mark hanya mengenakan kaos sederhana.

"Selamat Tahun Baru Imlek dari Priscilla, Max dan Aku!" komentar Mark. "Di tahun monyet ini, kuharap kamu dan orang-orang yang kau cintai bisa menemukan kebahagiaan, kesehatan dan keberuntungan."

Priscilla juga ikut mengucapkan Hari Raya Imlek untuk para netizen. "Dari keluarga kecil kami untuk kalian semua, kami berharap kalian bisa mendapatkan kesehatan dan kejayaan di tahun baru monyet," ujar Priscilla.

Video singkat tersebut dibuat dalam Bahasa Mandarin untuk memperingati momen Imlek kali ini. Mark bahkan sempat bercanda mengatakan, "Kalian pikir Bahasa Mandarinku sangat buruk bukan?".

Bahasa Mandarin memang bukan hal baru bagi pria berusia 31 tahun ini. Sebelumnya ia pernah menunjukkan kemampuan Bahasa Mandarinnya saat berbicara dengan keluarga Priscilla. Mark juga pernah merekam ucapan Selamat Hari Raya Imlek dalam Bahasa Mandarin pada 2015 lalu. (wk/rs)

Sumber: Wow Keren


Simak video berikut ini:  



Tautan asli ke FB Mark Zukerberg: Video Ucapan Imlek Mark Zukerberg dan Pricilla Chan

Ahok Dikeroyok!



Begitu kuat dan mapannya elektabilitas, popularitas dan kredibilitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini maka bila satu lawan satu menghadapinya para partai pada keder (takut kalah), itu sebabnya kemarin ada berita bahwa sebanyak10 parpol berkumpul di Hotel Artha Yudha Jakarta hanya untuk menggalang kekompakkan supaya menjegal Ahok pada Pilkada DKI 2017 mendatang.

Lucunya para pemimpin parpol mainannya makin seperti kanak-kanak saja?, hanya anak-anak yang mainannya keroyokan. Jikalau pada jaman almarhum Presiden Gus Dur beliau pernah berkata bahwa DPR itu seperti Sekolah Taman Kanak-Kanak, maka pada Jaman Presiden Jokowi kita melihat bahwa para pemimpin Partai Politiknya juga seperti murid Taman Kanak-Kanak, nah para pengikutnya nanti menjadi apa ya? Para pengikutnya barangkali murid pra – sekolah. Tapi tidaklah, para pengikut partai terutama penduduk Jakarta saat ini juga sudah cerdik, walau pimpinan parpolnya ngomong apa, jikalau tidak masuk akal, kekanak-kanakan dan memalukan ya mereka tidak bakal turuti.

Walaupun secara gamblang motivasi 10 pemimpin Partai Politik itu berkumpul tidak dijelaskan, tetapi dari gelagatnya dapat diketahui bahwa mereka sedang membicarakan bagaimana cara jitu menjegal Ahok pada Pilkada DKI 2017 yakni dengan menampilkan sosok tokoh yang dianggap sangat layak untuk melawan Ahok. Nah jikalau Ahok itu gila akan jabatan, maka barangkali ia akan merasa stress menghadapi kondisi seperti ini, karena posisinya bakal goyah dan bakal digoyang; tetapi dari sikap Ahok sehari-hari yang terlihat semestinya ia tidak mempermasalahkan hal ini karena bagi Ahok jabatan Gubernur bukan segala-galanya, jabatan itu amanah dari Tuhan, baginya yang paling penting ia telah bekerja keras, berencana dengan baik, dan hasil kerjanya sudah terbukti nyata dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Jakarta.

Itu sebabnya, di dalam pidatonya ia bicara makin hari makin keras dan makin keras, ia mati-matian berjuang agar Jakarta itu lebih bagus, berantas korupsi, disiplin kerja, Jakarta harus berubah, bebas banjir dan untuk itu ia tidak segan-segan memecat mereka yang tidak sanggup atau sengaja tidak menuruti perintahnya. Ahok bukan hanya membangun kota Jakarta, tetapi Ahok juga membangun orang-orang Jakarta. Jikalau Ahok tergiur dan tergila-gila akan jabatan itu tentu ia akan berlaku baik-baik saja untuk sementara satu tahun ini supaya banyak orang merasa simpatik padanya dan memilih dia kembali.

Model keroyokan adalah model anak-anak, jikalau benar nantinya gara-gara keroyokan ini Ahok kalah dalam Pilkada DKI 2017 maka warga Jakarta dan semua masyarakat dunia akan memakluminya, dan sambil senyum-senyum mereka berkomentar “ya kalahlah Ahok , wong caranya memakai keroyokan.”. Namun jikalau ternyata Ahok yang menang maka terlebih-lebih lagi yang keroyokan itu akan dianggap remeh. Jadi seperti makan si buah mala kama saja jikalau mencoba jegal Ahok, tetap saja menuai ejekan.

Yang menjadi pertanyaan adalah, ada apa dan kenapa ya para petinggi partai itu bukannya membantu memikirkan program pemerintah saat ini khususnya di Jakarta yang sudah kelihatan membaik untuk bersama-sama membangunnya, daripada setiap hari hanya mengganggu kinerja orang dan mencari kesalahan? Apa yang tidak disukai dari Gubernur yang ada sekarang ini? Apakah itu karena ia Berani? Apakah Karena ia memberantas Korupsi? Apakah ia sangat disiplin? Apakah karena ia pekerja keras? Apakah zona aman para petinggi partai terganggu? Atau apakah memang Jakarta lebih butuh pemimpin yang lemah lembut, santai-santai saja bekerja, korupsi dibiarkan berkembang biak? Mari warga Jakarta pikirkanlah sebaik-baiknya.


Saud, SF

Medio Awal Februari 2016

Sumber: Kompasiana


Baca juga:  Terungkap, Siapa yang Dapat Mengalahkan Ahok
abcs