Masih Cerita tentang Korupsi di Indonesia

Serunya Ngobrol Dengan Menteri Sosial. Bansos, Bansos, Bansos!!

Video ini di-posting Senin, 6 Juli 2020 di kanal YouTube Helmy Yahya, dan Minggu, 6 Desember 2020 (pas 6 bulan berikutnya), Juliari Batubara ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi bansos. Beliau memang tidak tertangkap tangan (tidak terkena OTT KPK), tapi usai dinyatakan sebagai tersangka, menyerahkan diri.

Meski semua korupsi itu jahat (mencuri uang negara), tapi kasus kali ini dikategorikan "superjahat" karena uang yang dicuri adalah uang bansos (bantuan sosial) untuk rakyat yang sedang menderita akibat pandemi Covid-19. Dan ini bisa kena hukuman mati. Banyak yang berharap ada koruptor yang dihukum mati agar orang-orang (entah ASN atau pihak swasta) takut melakukan korupsi. Kita tunggu saja apakah itu akan terjadi di negeri tercinta ini.

Pandemi Covid-19 ini membawa dampak sangat besar bagi penduduk dunia. Semua sektor terkena dampaknya. Omset penjualan turun, banyak karyawan yang di-PHK, angka perceraian tinggi, banyak yang stres, dan masih banyak lagi.

Andai ada Robinhood yang merampok harta orang kaya atau koruptor, lalu membagikannya kepada orang-orang miskin, penulis yakin, meski Robinhood termasuk "penjahat" dan melanggar hukum, pasti banyak yang akan membela beliau.

Bagaimana kalau ada bencana, penduduk/rakyat di daerah sana terancam kelaparan, kemudian negara mengirimkan bantuan, di tengah jalan ada:

A. penduduk daerah lain yang kelaparan, tidak dapat bantuan, kemudian menghadang dan merampok bantuan tersebut (merampok karena kelaparan).

B. orang kaya yang menghadang dan merampok bantuan tersebut (merampok bukan karena kelaparan).

Bagaimana komentar Anda untuk kasus A dan kasus B?


Eh ... ternyata Mensos (Menteri Sosial) kita setidaknya sudah ada 3 yang terlibat korupsi:

  1. Bachtiar Chamsyah
  2. Idrus Marham
  3. Juliari Peter Batubara, MBA

Melihat dan membaca berita tentang keserakahan manusia memang membuat kita geleng-geleng kepala. Ada sebuah kalimat bijak yang sering sekali penulis dengar, "Kalau kita tak bisa membantu menyelesaikan sebuah masalah, setidaknya jangan menjadi masalah baru."

 

Catatan tambahan:

Sewaktu menyaksikan wawancara Pak Helmy Yahya dengan Pak Faisal Basri (pengamat ekonomi), barulah saya tau ternyata nama lengkap beliau Faisal Basri Batubara. Saya tambahkan video ini ke posting ini karena ada pembicaraan tentang penanganan pandemi Covid-19 dengan pemberian bantuan sembako yang akan menimbulkan korupsi.



 Faisal Basri, Pribadi Sangat Sedehana, tetapi Hasilkan Pemikiran tidak Sederhana tentang Indonesia

Beliau sangat mengecam orang-orang yang masih mengambil kesempatan memperkaya diri di tengah pandemi Covid-19 ("... kelakukan manusia mencari rente di tengah pandemi itu bukan manusia lagi. Iblis itu. Iblis.") Ini bisa Anda dengarkan di menit 41:26 sampai 43:00.

Masih menurut beliau, bantuan sebaiknya tunai karena kebutuhan orang berbeda-beda. Kalau bantuan berupa sembako, 20 sampai 25% bantuan hilang (dikorupsi).

 

BONUS

 
0 Responses

Posting Komentar

abcs