Rantai Kebaikan Bryan Anderson

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorang pun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan. Kata pria itu, “Saya di sini untuk menolong Anda, Nyonya. Masuklah ke dalam mobil saja supaya Anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson.”

Wah, sebenarnya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapa pun jumlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya bila wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, “Dan ingatlah kepada saya.”

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan Anderson.

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk mengambil uang kembalian buat wanita itu. Tapi, ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung ke mana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: “Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya. Saya juga pernah ditolong oleh Bryan Anderson, seorang pria baik hati yang tulus. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: ‘Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.’ Di bawah lap ini terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.”

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan kelahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, “Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!”

Ada pepatah lama yang berkata, “Berilah maka engkau diberi.” Hari ini saya mengirimkan kisah menyentuh ini dan saya harapkan Anda meneruskannya. Biarkan terang kehidupan kita bersinar. Jangan hapus kisah ini, jangan biarkan saja!

Kirimkan kepada teman-teman Anda! Teman baik itu seperti bintang-bintang di langit. Anda tidak selalu dapat melihatnya, namun Anda tahu mereka selalu ada. Percayalah, apa yang engkau tanam, kelak itu pula yang akan kau petik.


Zhang Da, Sebuah Kisah Teladan dari Negeri China


Xhang Da, bocah 10 tahun yang luar biasa.

Di provinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da. Perhatiannya yang besar kepada papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati, membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa. Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat, maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan negara yang tinggi kepadanya.

Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China. Tepatnya 27 Januari 2006 pemerintah China, di provinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara nasional ke seluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa. Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia. Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik di antara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia kini berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luar biasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da dan apa yang dilakukannya, maka saya mau katakan bahwa ia luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk papanya dan juga dirinya sendiri. Ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia. Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini. Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini. Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah, di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

Zhang Da Merawat Papanya yang Sakit
Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya. Ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya. Semua ia kerjakan dengan rasa tanggung jawab dan kasih. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung jawabnya sehari-hari.

Zhang Da Menyuntik Sendiri Papanya
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur 10 tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa. Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da. Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, saya pun berpendapat demikian. Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, pembawa acara (MC) bertanya kepadanya,

"Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu? Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah? Besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa. MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu." Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama kembalilah!" demikian Zhang dan bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu. Saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya? Mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit? Mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya, pasti semua akan membantunya. Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apayang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku mau Mama kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Sumber: (Cicilia-China), diambil dari Kompas Online (Sabtu, 22 July 2006)

Touching Story from India

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca koran: "Berapa lama lagi kamu baca koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan. Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu. Tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/ yoghurt (nasi khas India/ curd rice).

Sindu anak yg manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan curd rice ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok dan berkata "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut di belakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya, lalu berkata, "Boleh ayah, akan saya makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan. Tapi saya akan minta..." Sindu agak ragu-ragu sejenak saat akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. "Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?" Aku menjawab, "Oh... pasti sayang."
Sindu tanya sekali lagi, "Betul nih ayah?" "Yah pasti" sambil menggenggam tangan anakku yang kemerahmudaan dan lembut sebagai tanda setuju. Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama. Istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "Janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang-barang lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "Jangan khawatir, Sindu tidak minta barang-barang mahal kok.

Kemudian Sindu dgn perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku, aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya, dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku, istriku, dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/ dibotakin pada hari Minggu. Istriku spontan berkata, "Permintaan gila, anak perempuan dibotakin? Tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program-program TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk, "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain. Kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "Tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain" kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, "Tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami." Sindu dengan menangis berkata: "Ayah sudah melihat bagaimana menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu. Dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan saya, kenapa ayah sekarang mau menarik/ menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi, seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala) untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/ kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri?"

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita harus ditepati." Secara serentak istri dan ibuku berkata, Apakah kau sudah gila?" "Tidak," jawabku. "Kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri. Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus. Hari Senin, aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba-tiba seorang anak laki-laki keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." Yang mengejutkanku, ternyata kepala anak laki-laki itu botak. Aku berpikir mungkin "botak" adalah model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, "Anak Anda, Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish, adalah anak saya. Dia menderita leukemia (kanker darah)." Wanita itu berhenti sejenak, menangis tersedu-sedu. "Bulan lalu Harish tidak masuk sekolah, karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak, jadi dia tidak mau pergi ke sekolah karena takut diejek/ dihina oleh teman-teman sekelasnya. Nah... Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul-betul tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku, Harish. Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia. Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku, "Tolong ajarkan aku tentang kasih."


Sumber: Ditulis ulang oleh Hendry Filcozwei Jan berdasarkan kisah yang dikirim via email dari seorang teman.

HFJ & Keluarga

Hendry Filcozwei Jan dilahirkan pada tanggal 11 Mei di kota Lubuk Linggau (Sumsel) dengan nama Jan Tjien Wie. Menyelesaikan TK hingga SMP pada sekolah Katolik (Xaverius) di kota kelahirannya. Lulusan SMA Xaverius 1 Palembang ini meraih gelar sarjana (S1) Economics and Development Studies from University of Sriwijaya.

Setelah resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), dan "diwajibkan" mengganti nama, ia tertarik mencari nama yang orisinal (tidak ada duanya). Diharapkan, tidak ada orang di dunia yang memiliki nama sama dengan penulis. Akhirnya nama yang dipilih Hendry Filcozwei Jan yang terdiri dari 5 bahasa. Filcozwei adalah singkatan dari Filateli (philos & athelia yang membentuk kata filateli dari bahasa Latin, filateli adalah hobby-nya), correspondence (dari bahasa Inggris, juga hobby-nya), dan zwei (bahasa Jerman yang artinya 2, ia anak ke-2 dari 4 bersaudara). Nama tengah sengaja "diciptakan" dari singkatan 3 kata dari bahasa yang berbeda (bukan mengambil dari nama orang lain). Jan nama marganya (bahasa Tionghua/ Mandarin). Setidaknya sampai sekarang, penulis belum menemukan orang bernama sama. Jadi kalau menggunakan mesin pencari (google), dengan kata kunci nama penulis dalam tanda kutip ("Hendry Filcozwei Jan", berita yang muncul 100% berita tentang penulis (setidaknya sampai tulisan ini dibuat). Begitu juga saat mencarikan nama untuk kedua putra penulis.

Dengan pola yang sama (5 bahasa berbeda, nama tengah singkatan dari 3 bahasa, dan ditutup dengan nama marga), maka jadilah nama mereka Anathapindika Dravichi Jan (Dhika) dan Revata Dracozwei Jan (Ray).

Hendry, ayah 2 putra: Anathapindika Dravichi Jan yang biasa disapa Dhika (20 Desember) dan Ray, yang bernama lengkap Revata Dracozwei Jan (04 Februari) ini gemar menulis, filateli, sulap, dan menghasilkan karya unik.

Bersama Linda Sunartio, istri tercinta (yang berultah tepat pada hari Natal), dan ke-2 putranya, pasangan rekoris (pemegang rekor) Muri ini betah menetap di Bandung.








Smile. Dhika saat liburan ke Ciwidey (17-08-2007).



Ray in action. Ray berpose di Kawah Putih.


Bergaya. Dhika & Ray di De Ranch.


Dhika & Teman Sekolah. Dhika (paling kanan) bersama guru &
teman Play Group Kids Plus saat kunjungan ke Bio Lactasari.


Ray & Teman Sekolah. Ray (ketiga dari kanan)
bersama teman-teman Play Group Kids Plus.

Hendry F.Jan & kel. HFJ & family di De Ranch.

Rekoris Muri versi HFJ (A - E)

Di bawah ini data para rekoris Muri yang berhasil saya kumpulkan. Ada pun data yang ingin saya kumpulkan adalah:

  1. Nama lengkap rekoris, tanggal lahir (tanggal, bulan, dan tahun)
  2. Nomor rekor, keterangan tentang rekor yang dicapai (seperti yang tertulis di piagam rekor), serta bulan & tahun pencatatan rekor
  3. Alamat rumah (terutama nomor telpon rumah serta HP & alamat e-mail bila ada)
  4. Tolong beri keterangan pula seandainya selain tercatat di Muri, Anda juga tercatat di Guinness Book (tolong lampirkan hasil scan/ foto copy keterangan dari Guinness Book).

Bila Anda kebetulan seorang rekoris Muri (tidak masalah rekor Anda masih berlaku atau sudah terpecahkan oleh rekoris lain), tolong kirimkan data Anda ke: hfj1105@yahoo.com (harap lampirkan hasil scan piagam rekor Anda, tanggal lahir dan alamat lengkap Anda). Kirimkan semua hasil scan piagam rekor Anda, bila memenuhi syarat akan kami tampilkan. Lampiran hasil scan piagam rekor ataupun foto copy piagam rekor adalah bukti otentik bahwa Anda adalah rekoris dan agar data yang kami tampilkan bisa dipertanggungjawabkan.


Maaf, kami hanya menerima kiriman e-mail, kami tidak akan membalas e-mail yang masuk! Ayo kirimkan data rekor Anda!


Data Anda akan saya cantumkan di situs ini (bisa diakses/ dilihat oleh siapa saja di seluruh dunia). Saya juga mohon bantuan Anda menginformasikan alamat situs ini kepada teman Anda (terutama bila mereka adalah rekoris) agar nama mereka bisa tercantum di sini.


Rencana ke depan, kita (sesama rekoris Muri) sekian lama sekali bisa kumpul bersama. Mungkin 3 bulan sekali. Mengumpulkan rekoris se-Indonesia tentu bukan hal mudah, dan ini adalah “tugas” Muri. Contohnya acara Konvensi Muri pada 26 April 2000 di Istana Negara (masa Presiden Gus Dur) yang diikuti sekitar 160 rekoris (termasuk saya). Kapan ya ada Konvensi Muri ke-2? Saya hanya berharap suatu saat nanti, secara rutin, setidaknya rekoris Bandung bisa kumpul bersama. Adakah yang ingin jadi sponsor?


Kami lebih mengutamakan untuk menampilkan data rekoris perseorangan/ pribadi (rekoris atas nama yayasan/ institusi pemerintah/ lembaga nonprofit lainnya, masih mungkin ditampilkan di sini). Perusahaan komersil, misalnya rekor mie instan terbesar, keramas rambut dengan sponsor perusahaan shampo, dan lain-lain, kemungkinan besar tidak akan kami tampilkan di sini. Mereka punya situs sendiri untuk hal tersebut. Selain itu, ada pertimbangan lain yang tidak dapat kami sebutkan. Harap maklum bila ada rekor yang tidak kami cantumkan di sini (ini situs pribadi, bukan situs resmi Muri). Keputusan kami tidak dapat diganggu-gugat.


Urutan data yang kami tampilkan di situs adalah sebagai berikut:


Nama lengkap, (nomor rekor/ kategori rekor/ tanggal lahir rekoris/ bulan & tahun tercatat di Muri), keterangan rekor, kota asal rekoris


Kategori rekor terbagi menjadi:

  1. A = Paling/ ter (misal: rambut paling panjang/ terpanjang)
  2. B = Pertama (misal: wanita pertama yang jadi wasit sepakbola)
  3. C = Unik (misal: undangan berbentuk unik: kubus)
  4. D = Langka (misal: peristiwa langka, orang yang berhasil mengawinsilangkan 2 ikan berbeda jenis: Red Devil & Manaqueen)


Pada awalnya, di piagam Muri tidak tertulis nomor rekor-nya (data ini hanya ada di Muri), setidaknya sampai Oktober 1998. Entah sejak tahun berapa nomor rekor tercantum di piagam rekor. Tulisan xxxx artinya kami belum mendapat data nomor rekornya, xxxx artinya memang di piagam rekor tidak tercantum. Tanda merah (19xx atau XXX, nama kota) menandakan data tersebut belum kami peroleh.


Data tanggal lahir Anda (rekoris) yang kami minta adalah tanggal lahir lengkap (tanggal, bulan, dan tahun). Namun di situs ini, yang kami tampilkan hanya tahunnya saja. Tanggal lahir lengkap akan kami tampilkan bila rekor tersebut berhubungan dengan usia. Misalnya pendongeng termuda. Dengan data tanggal lahir lengkap, setidaknya pengunjung bisa tahu usia sang rekoris saat tercatat di Muri (dari tanggal lahir sampai bulan dan tahun sang rekoris tercatat di Muri). Ini penting bagi Anda yang mungkin akan memecahkan rekor tersebut. Sementara untuk data rekoris lain, kami hanya menampilkan tahunnya (setidaknya Anda bisa tahu kira-kira berapa usia sang rekoris).


Bila ada 2 atau lebih data rekor yang sama (keterangan rekornya sama), itu artinya ada perbaikan rekor. Mana data rekor yang lebih baru (pemecahan rekor)? Bisa dilihat dari nomor rekornya, nomor rekor yang lebih besar, itu data yang lebih baru. Juga bisa dilihat dari kalimat rekornya, serta bulan dan tahun rekor itu tercatat di Muri/ bulan dan tahun yang tercantum di piagam Muri.


Dalam kalimat rekor biasanya tercantum ukuran rekor (misalnya manusia tertinggi 212 cm, lalu ada 219 cm). Tentu yang 219 cm adalah rekor baru. Untuk kalimat rekor, jangan berpatokan mana yang lebih besar itu rekor baru. Ini tergantung rekornya. Kalau rekor manusia terkecil, makin kecil angkanya, justru itu rekor barunya. Jadi harus teliti membaca kalimat rekornya. Tapi yang pasti, lihat nomor rekornya. Makin besar nomor rekornya, itu adalah data yang lebih baru. Begitu juga dengan bulan dan tahun tercatat di Muri, makin baru bulan dan tahunnya, itu rekor terbaru.


Data yang tercantum adalah data saat rekoris tercatat di Muri. Meskipun mungkin rekornya belum terpecahkan, bisa jadi data itu telah berubah. Kami contohkan data rambut terpanjang, manusia terberat, koleksi terbanyak,... Data yang disajikan adalah data saat mereka tercatat di Muri, seiring berjalannya waktu, data tersebut telah berubah/ bertambah. Bagi Anda yang merasa lebih dari data yang ada dan ingin tercatat sebagai rekoris, silakan konfirmasi ke Muri.


Data-data rekor di situs ini berasal dari Muri (selebaran yang dikeluarkan Muri, data yang terpajang di Muri yang kami catat,...), situs-situs di internet, koran, majalah,... yang dapat dipercaya dan dari rekoris yang bersangkutan yang kami wawancara.


Data di bawah ini belum lengkap (keterangan rekornya: berapa besar, berapa lama, berapa panjang, berapa banyak,..., juga nomor rekornya), kami mohon bantuan Anda untuk melengkapinya. Terima kasih...




Data Para
Rekoris Muri
disusun alfabetis, gelar dipindah ke belakang nama


A, B, C, D, E

  1. Abdurrachman Wahid, K.H., (0470/A/19xx/ April 2000), rekoris presiden RI tercepat melakukan kunjungan kerja ke mancanegara, beberapa saat setelah terpilih menjadi Presiden ke-4 RI, Jakarta
  2. Abu Naam, (0635/ A/ 19xx/ Nov 2001), rekoris lukisan airbrush terkecil ukuran:1 cm x 1 cm, XXX
  3. Agus Subagyo, (0570/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris yang membuat patung Asmat terkecil dari batang korek api: 3 mm x 1,5 mm, ini memecahkan rekor atas namanya sendiri: 13 mm x 2 mm, Semarang
  4. Agus Subagyo, (0584/ A/ 19xx/ April 2001), rekoris pembuat patung Asmat dari sebutir beras (mengukir patung Asmat dari sebutir beras), replika pesawat tempur dari kertas berukuran 15 mm x 15 mm, dan replika burung dari kertas dengan ukuran 15 mm x 15 mm (masing-masing karya tersebut dikerjakan dalam waktu kurang lebih 20-25 menit), Semarang
  5. Alford, (xxxx/B/19xx/Xxx 19xx), rekoris yang melakukan aksi meloloskan diri di dalam air, Bandung
  6. Amabel Soewondo (Bella), (0563/ A/ 11 Juni 1996/ 18 Feb 2001), rekoris pemain biola profesional termuda: 4 tahun, 3 bulan, 5 hari, Bella memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang memainkan biola, Bella mulai belajar biola sejak usia 3,5 tahun di bawah bimbingan Mr. Paul Situmpang (private course), dan dalam waktu singkat pada saat Bella berusia 4 tahun sudah menguasai banyak lagu, bahkan sering membawakan lagu wedding sebagai pembimbing jalan pengantin dengan biolanya dan selalu diiringi dengan gaya yang khas dari Bella, mulai tampil yang pertama kali pada 16 September 2000 pada wedding entertainment di Marriott San Fransisco Hotel, San Fransisco, Surabaya
  7. Aman Winarto, (0438/A/19xx/ Feb 2000), rekoris kuku jempol tangan kiri terpanjang: 12 cm, Gresik (rekor ini akhirnya ditumbangkan oleh: J. Ketut Wiana: 30 cm, Bali)
  8. A. M. Happy, (0434/A/19xx/Agust 2000), rekoris pembuat tumpeng terkecil: tinggi: 1,35 cm dan diameter : 1 cm, XXX
  9. Bayt Al-Quran & Museum Istiqlal, (0572/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemilik Al Quran terbesar: ukuran 280 cm x 187 cm dan ukuran box teks 234 cm x 165 cm, Al Quran ini dibuat oleh dua orang santri pimpinan KH Muntaha yaitu Abdul Malik & Hayatuddin dari Wonosobo, pemrakarsa-nya Taman Mini Indonesia Indah, Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal, Jakarta
  10. Bong Wei Ming alias Amin Hongsui, (xxxx/A/1950/ Okt 1996), rekoris pembuat replika lokomotif terkecil: panjang 1,7 cm, lebar 5 mm, tinggi 7 mm, Bandung
  11. Catririni S. Utami, Ir., (868/C/1963/Maret 2003), rekoris wanita yang memiliki keunikan letak organ tubuh bagian dalam terbalik (jantung sebelah kanan, usus buntu/ appendik di sebelah kiri, liver/ hati di sebelah kiri), Sidoarjo
  12. Cipto Pratomo, (0600/ A/ 1956/ Juli 2001), rekoris lukisan tunggal terpanjang, lukisan tentang kehidupan di atas kain tetoron sepanjang 168,20 meter, Banyumas
  13. Ciputra, Ir., (0486/A/19xx/Juli 2000), rekoris prestasi terbanyak dalam bidang real estate: 5 prestasi: pendiri Real Estate Indonesia (REI), Presiden Real Estate Indonesia (REI), pendiri Asosiasi Real Estate Asia, orang Indonesia pertama menjadi Presiden Asosiasi Real Estate Asia, orang Indonesia pertama yang menjadi Presiden Oganisasi Real Estate Dunia, Jakarta
  14. Dardjat Sukapradja, (0503/A/1930/Sept 2000), rekoris filumeni (koleksi kotak korek api) terbanyak (sekitar 6.000-an), berasal dari 5 benua dan koleksi tertua (merek De Vlinder buatan Belanda tahun 1880), Bandung
  15. Denny F. Kusumah , (0527/A/19xx/Agust 2000), rekoris pemrakarsa VW Combi dengan penumpang terbanyak: 55 orang, rekor lama: 45 orang, Bandung
  16. Denny F. Kusumah , (0528/A/19xx/Agust 2000), rekoris pemrakarsa VW kodok dengan penumpang terbanyak: 18 orang, Bandung
  17. Diduk Sanjaya, (0601/ A/ 19xx/ Juli 2001), rekoris penabuh gendang nonstop terlama: 15 jam, catatan sejarah rekor ini: Diduk Sanjaya tahun 1998: 12 jam, Husein Khan tahun 2000: 13 jam, Ambarawa
  18. Ecih Sukaesih, (0475/A/19xx/April 2000), rekoris rambut terpanjang: 240 cm, rekor sebelumnya: Cokorda Istri Anggraini asal Bali: 222 cm, Cirebon
  19. Edi Wijanarka, (0472/A/19xx/Sept 2000), rekoris joget dangdut putra terlama: 29 jam, 36 menit, rekor sebelumnya: Edi Wijanarka: 14 jam, 35 menit, Semarang
  20. Edwin Bangun bernama asli: Budi Setiawan) & Revi Affandy, bernama asli: Ismi Hariyati, (0610/ A/ 19xx/ Sept 2001), rekoris siaran radio nonstop terlama: 36 jam, rekor lama 32 jam atas nama Farhan & Indy Barend, Cirebon
  21. Ellydawati, (xxxx/B/19xx/ Xxx 19xx), rekoris pertama yang melahirkan anak kembar 5 (2 laki-laki, 3 perempuan), Bandung
  22. Empu Triwiguno, (0432/A/19xx/ Jan 2000), rekoris pembuat bedug terbesar dengan kayu sambungan: diameter : 2,15 meter, XXX

HFJ & Rekor

Ingin selalu menghasilkan karya unik, menarik dan selalu dikenang membuat Hendry beberapa kali tercatat di Muri (Museum Rekor dunia Indonesia). Adapun rekor-rekor Hendry (termasuk rekornya bersama Linda, sang istri) yang tercatat di Muri adalah:



  1. Rekoris pembuat kartu ulang tahun terkecil, Okt 1998 (nomor rekor 150)
  2. Rekoris penyusun menara uang tertinggi, Okt 1998 (nomor rekor 323)
  3. Rekoris penyusun menara uang tertinggi (perbaikan rekor), Okt 2002 (nomor rekor 791)
  4. Bersama Linda (istrinya), pasangan rekoris pembuat undangan pernikahan berbentuk unik (kubus) dengan 6 bahasa berbeda di ke-6 sisinya: Bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Jerman, Mandarin, dan Pali, Maret 2003 (nomor rekor 869)
  5. Rekoris pembuat puzzle terkecil, Jan 2005 (nomor rekor 1383)
  6. Rekoris penulis Buku Tanpa Judul, Maret 2005 (nomor rekor 1451)
  7. Bersama Linda (istrinya), pasangan rekoris yang menulis dan mencetak Buku Mini Tanda Kasih sebagai souvenir pernikahan mereka, September 2007 (nomor rekor 2760)


Hendry & Piagam Rekor. Hendry menerima piagam
rekor disaksikan oleh Dr. Jaya Suprana, pendiri Muri.



Poster Launching Bodhi. Hendry sharing tentang peran serta
generasi muda Buddhis dalam perkembangan Buddha Dhamma dan
berbagi pengalaman dalam kapasitasnya sebagai pemegang
7 rekor Muri. Ini dalam rangka “The Grand Launching Bodhi Comic
& CD” di Plaza Central, Jakarta (Sabtu, 09-08-2008)

Rekoris Muri versi HFJ (F -J)

F, G, H, I, J

  1. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, (0597/ B/ 19xx/ Juni 2001), rekoris universitas pertama yang berhasil meluluskan seorang doktor dalam waktu tercepat: 22 bulan (mulai kuliah Agustus 1999, lulus 16 Juni 2001), serta meraih predikat summa cum laude dengan IPK 3,98 dari maksimum 4, atas nama: Dr. Sugeng Purwanto, MBA, Jakarta
  2. Farhan dan Indi Barends, (0579/ A/ 19xx/ April 2001), rekoris penyiar talk show radio secara nonstop terlama: 32 jam, rekor sebelumnya atas nama Sri Brameswara asal Kediri selama 28 jam, Jakarta
  3. Ferry Susanto, (xxxx/D/19xx/19xx), rekoris yang mampu mengeluarkan asap rokok dari telinga, Bandung
  4. Fothorrahman, H., (0440/A/19xx/Feb 2000), rekoris pemilik pohon pisang bertandan terpanjang: 220 sisir, dengan panjang 2,5 meter, dan berat 40 kg, usia pohon pisang tersebut kurang lebih 7 bulan, XXX
  5. Gereja St. Yusup Gedangan, Semarang, (0556/ A/ 19xx/ Jan 2001), rekoris pemilik gua Natal terbesar: panjang : 10,80 m, lebar : 8,87 m, dan tinggi : 5,38 m, bahan yang digunakan untuk membuat gua adalah kertas semen dan cat warna coklat & gelap, Semarang
  6. Handy Ardiyanto: pembuat & FX. Krisno Handoyo, pr: pemrakarsa, (0650/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pembuat kandang natal terbesar dengan ukuran lebar 16,5 meter dan tinggi : 12 meter, Semarang
  7. Hastini, (0473/A/19xx/Sept 2000), rekoris joget dangdut putri terlama: 27 jam, 15 menit: rekor sebelumnya: Linawati, 14 jam, 30 menit, Semarang
  8. HDCI (Harley Davidson Club Indonesia) Tugu Muda Love Ride Semarang, (0588/ A/ 19xx/ Mei 2001), rekoris pengumpulan sepeda motor Harley Davidson terbanyak pada waktu dan tempat yang sama: 374 motor (peserta tidak hanya berasal dari Semarang, tetapi juga berasal dari berbagai kota di Indonesia), Semarang
  9. H.E.K. Ruhiyat, (xxxx/C/19xx/19xx), rekoris pembuat restoran berputar di sebuah hotel berbintang di Bandung, Bandung
  10. Hendi Sumantono, (xxxx/C/19xx/2005), rekoris yang mampu menirukan lagu atau improvisasi melodi dalam interlude lagu dengan suara saxophone, oboe, dan trombone, Bandung
  11. Hendra Usmana & Budianto dari Nusantara Scooter Club Bali, (0586/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris yang berhasil memodifikasi Vespa terpanjang: 3,51 meter, XXX
  12. Hendry Filcozwei Jan, (xxxx/A/1970/Okt 1998), rekoris pembuat kartu ulang tahun terkecil, Bandung
  13. Hendry Filcozwei Jan, (xxxx/A/1970/Okt 1998), rekoris penyusun menara uang tertinggi, Bandung.
  14. Hendry Filcozwei Jan, (0792/A/1970/Okt 2002), rekoris penyusun menara uang tertinggi (perbaikan rekor), Bandung
  15. Hendry Filcozwei Jan, (1383/A/1970/Jan 2005), rekoris pembuat puzzle terkecil, Bandung
  16. Hendry Filcozwei Jan, (1451/C/1970/Maret 2005), rekoris penulis Buku Tanpa Judul, Bandung.
  17. H. Komarudin Kudiya, (xxxx/A/19xx/200x), rekoris pemrakarsa batik terpanjang di dunia, Bandung
  18. HRC. Dermawan, Drs., (0490/A/19xx/Sept 2000), rekoris pemilik Al Quran terkecil: panjang 2,3 cm, lebar 1,6 cm, tebal 1,7 cm, rekor lama: panjang 2,6 cm, lebar 1,6 cm, tebal 01,7 cm, XXX
  19. H.R. Suharjiman, Drs., (1XXX/A / 19xx/ 2005), rekoris penulis terbalik tercepat dari kanan-kiri, menulis dengan 2 tangan bersamaan, menulis terbalik dari atas ke bawah, Yogyakarta
  20. H. Suhadi & Bp. Akhmad Rudiyanto: pencipta & penulis, Direktur Rumah Sakit Islam Surakarta: pemrakarsa, (0642/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris lagu terpanjang yaitu lagu Ar-Rahman, lagu yang bernafaskan kasidah itu terdiri dari 9 kelompok syair, masing-masing kelompok terdiri dari 2 bait, serta dinyanyikan selama 27 menit 30 detik, sehingga untuk kaset yang lamanya 30 menit hampir satu side kaset hanya khusus memuat satu lagu Ar-Rahman, bandingkan dengan lagu pada umumnya satu side bisa memuat : 7-9 lagu, Surakarta
  21. Husein Khan, (0526/A/19xx/Okt 2000), rekoris penabuh gendang terlama: 13 jam, rekor lama: 12 jam, XXX
  22. Ikatan Vespa Indonesia (IVI), (0489/A/19xx/Juli 2000), rekoris Vespa scooter terbanyak menyeberangi selat: 1.000 Vespa, XXX
  23. Ismani R., (0578/ A/ 13 Nov 1921/ April 2001), rekoris penari tertua wanita (81 tahun) yang masih aktif menari, dengan lakon Gatotkoco Gandrung, ibu Ismani yang pekerjaan utamanya sebagai bidan, belajar menari pada Gusti Nurul Solo sejak remaja dan tokoh yang diperankan sejak usia 17 tahun adalah Gatotkoco Gandrung sebagai penari tunggal, hingga kini pada usia 81 tahun, ibu Ismani R., ibu dari 4 anak serta nenek dari 21 cucu dan 3 buyut ini masih aktif menari, kepiawaiannya tersebut juga diturunkan kepada anak cucunya, dan tetap memberi kesempatan untuk belajar menari kepada guru tari lain, XXX
  24. Jakob William, (0649/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pesulap profesional pria termuda: mulai belajar sulap sejak usia 9 tahun, jadi pesulap profesional usia x tahun (?), XXX
  25. J. Ketut Wiana, (0506/A/19xx/Sept 2000), rekoris pemilik kuku terpanjang: ke-5 jari di tangan kirinya masing-masing memiliki kuku sepanjang 30 cm, XXX

HFJ & Sulap

Sejak kecil (SD) Hendry telah tertarik pada sulap. Hanya saja hobby itu baru bisa dipelajari lebih jauh sekitar tahun 1990-an. Bagi Hendry, sulap hanyalah hobby, bukan profesi. Show sulap (secara gratis) di lingkungan terbatas, bagi Hendry merupakan ajang melatih mental-nya untuk berani tampil di depan umum dan sebagai evaluasi atas penguasaan trik sulap yang telah dipelajarinya selama ini. Selain itu, ia merasa bahagia bila dapat membahagiakan orang lain dengan kemampuan sulap yang dimilikinya.

Hendry menyukai hampir semua jenis sulap, namun ia lebih condong pada sulap impromptu (sulap yang dapat ditampilkan di mana saja dan kapan saja, dengan alat seadanya). Untuk menambah kemampuan sulap-nya, ia sering barter trik sulap dan berdiskusi dengan sesama magicmania serta menjadi member 2 milis sulap. Selain bermain sulap di hadapan teman-teman, di hadapan istri dan anaknya, Hendry pernah tampil di:

  1. Final lomba karaoke di tempat kerjanya di Bandung (26 Maret 2000)
  2. Di Panti Jompo "Senjarawi" di Bandung (Juli 2000)
  3. Perayaan Proklamasi Kemerdekaan di tempat kerjanya di Bandung (17 Agustus 2000)
  4. Ultah Nico & Tika, anak rekan kerjanya di Cipatat (1 Okt 2000)
  5. Acara pertemuan keluarga besar perusahaan tempat kerja istrinya di daerah Dago, Bandung (19 Okt 2002)
  6. Malam Apresiasi Seni HUT RI di lingkungan RT-nya (21 Agustus 2004)
  7. Pesta ulang tahun ke-1 anak pertamanya Dhika, tampil bersama Shgyn, di kediamannya (26 Des 2004)
  8. Malam Apresiasi Seni HUT RI di lingkungan RT-nya (20 Agustus 2005)
  9. Pesta ulang tahun ke-2 Dhika, tampil bersama Shgyn, di kediamannya (25 Des 2005)
  10. Pesta perpisahan sekolah di play group Kids Plus, Kopo Permai, Bandung (17 Juni 2006)
  11. Pesta ulang tahun pertama anak keduanya: Revata (Ray) yang dirayakan di Panti Asuhan Sartika, komp. Bumi Asri, Bandung (04 Februari 2007)
  12. Mengisi acara "Pengenalan Profesi: Pesulap (Magician)" di play group Kids Plus, Kopo Permai, Bandung. Demo sulap dan mengajari anak-anak trik sulap sederhana (29 Mei 2007)
  13. Sharing Dhamma di Vihara Karuna Mukti, Minggu (12 Agustus 2007). Di sela-sela sharing Dhamma (sesi Dhammadesana), penulis menyelipkan sulap menghilangkan sapu tangan. Tentu saja sulap ini tidak sekedar "tempelan" tapi dijadikan contoh yang masih ada kaitannya dengan topik yang dibahas "Dhammapada ayat 5"
  14. Ulang Tahun ke-17 SDK3 Bina Bakti (Rabu, 15 Desember 2010)




Hendry F.Jan & Sulap. Hendry bersama Giri (pengisi acara
pengenalan profesi: Shoe Maker) berpose bersama murid-murid
dan guru play group Kids Plus usai mengisi acara
"Pengenalan Profesi: Pesulap (Magician)" Selasa, 29 Mei 2007.

Rekoris Muri versi HFJ (K -O)

K, L, M, N, O

  1. Kari Kuntari, (0568/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pembuat lampion terkecil: diameter 1 cm, bahan yang digunakan untuk pembuatan lampion adalah kertas kalkir berwarna merah dengan hiasan benang emas dan lampu yang dapat menyala, Surabaya
  2. Ki Djoko Bodo, (0575/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemrakarsa tumpeng terbesar, ukuran: tinggi 11 meter dan diameter 8 meter, tumpeng ini dibuat oleh ibu-ibu lingkungan Keraton Surakarta Hadiningrat, Jakarta
  3. Klenteng Tay Kak Sie, Semarang, (0562/ A/ 19xx/ Feb 2001), rekoris pemilik Liong terpanjang: 150 meter, Klenteng Tay Kak Sie yang berada di Gang Lombok Semarang dan diprakarsai oleh Soewito berhasil membuat Liong terpanjang berukuran 150 meter, rekor ini manumbangkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Suhu Acai (Ketua Yayasan Kebudayaan Tionghoa Indonesia) dan diprakarsai oleh TMII, Semarang
  4. Koes Plus, (0623/ A/ 1960/ Okt 2001), rekoris kelompok musik pop terlama yang masih aktif (1960-2001): 41 tahun, Jakarta
  5. Koes Plus, grup musik, (0624/ A/ 1960/ Okt 2001), rekoris grup musik yang meniti karir musik terlama/ terpanjang dalam sejarah blantika musik pop Indonesia, kelompok musik ini terbentuk tahun 1960 dengan nama Koes Brother/ Koes Bersaudara hingga lebih dikenal sampai sekarang dengan nama Koes Plus, kelompok musik ini memiliki produktivitas yang tinggi dalam mencipta lagu, hingga tahun 2001 sudah menghasilkan 967 lagu dalam 92 album dengan rincian Koes Bersaudara 196 lagu dalam 18 album dan Koes Plus 771 lagu dalam 74 album, Jakarta
  6. Lalitya Paramarta, (0501/A/24 Sept 1995/Okt 2000), rekoris pelukis keramik termuda: usia 2 tahun, XXX
  7. Lia Aprilia, (xxxx/A/19xx/xxxx), rekoris main organ sambil nyanyi nonstop selama 10 jam, Bandung
  8. Linda, bersama suami, Hendry Filcozwei Jan, (0869/C/1973/Maret 2003), pasangan rekoris pembuat undangan pernikahan berbentuk unik (kubus) dengan 6 bahasa berbeda di ke-6 sisinya: Bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Jerman, Mandarin, dan Pali, Bandung. Untuk lihat beritanya, silakan klik: www.gatra.com

    Pasangan Rekoris. Hendry & Linda, pasangan rekoris Muri undangan pernikahan 6 bahasa.



  9. Lulus Yuniarno, (XXXX/ A/ 1961/ Juli 2005), rekoris yang mengendarai motor dengan gaya terbanyak: 45 gaya, rekor sebelumnya: 28 gaya, Banjarnegara. Untuk tahu gaya apa saja yang dikuasai, silakan klik: Suara Merdeka (berita & foto), Kompas (berita). Berminat untuk menampilkan atraksi ini di kegiatan Anda? Hubungi Pak Lulus di: 0813 9104 2721.
  10. Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, (0647/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris patung Buddha (sleeping Buddha) terbesar: panjang 22 meter, lebar 6 meter, tinggi 4,5 meter, Mojokerto
  11. Marching Band Korps. Putri Tarakanita, (0492/A/1965/Agust 2000), rekoris marching band dengan penghargaan terbanyak: 81 penghargaan, Jakarta
  12. Maria Audrey Lukito, (0510/A/1988/Sept 2000), rekoris lulus test Internasional Delf (bahasa Perancis) pada usia termuda dengan nilai tertinggi: usia 12 tahun dengan nilai tertinggi yaitu A1 = 15, 89/20 A2= 12, 10/20 A3 = 14, 50/20, XXX
  13. Maria Audrey Lukito, (0658/A /1988/ Xxx 2001), rekoris Lulus Toefl Termuda dengan nilai tertinggi & lulus Delf Termuda dengan nilai tertinggi, prestasi Maria lainnya: pada usia 13 tahun dia sudah berhasil duduk di kelas 3 SMU dengan berbagai prestasi: composer & arranger (classic) usia 13 tahun, writter scenario & Poems termuda – 13 tahun, pianis termuda tingkat advance – 13 tahun, menguasai dasar penggambaran potret wajah tercepat (8 pertemuan), menguasai ice scating tercepat, 24 x 1 jam pertemuan, menguasai latihan anggar untuk type floret tercepat (8 jam pertemuan), menguasai berkuda untuk show jumping training (8 kali pertemuan), peserta termuda Olimpiade Internasional Physic (IpHO) usia 13 tahun, lulus latihan menembak dasar sebagai peserta termuda usia 13 tahun dengan nilai tertinggi 335, XXX
  14. Maria Tifani, (xxxx/A/19xx/Xxx 2000x), rekoris aranger musik dengan midi komputer termuda, Bandung
  15. Mas’ud Thoyib, (0656/ A/ 19xx/ Des 2001), rekoris pembuat keris terpanjang berukuran: 170 cm dengan identitas sebagai berikut: Dapur Nogo Siluman, Pamor Beras Wutah, Luk terdiri 29 dan dibuat oleh Empu Madura, Jakarta
  16. Mayor Haristanto, (0518/A/19xx/Sept 2000), rekoris pemrakarsa pembuatan karangan bunga dengan pengucap terbanyak: 36 pengucap ucapan “Selamat Berbahagia”, Solo
  17. M. K. Wira Saputra, (0619/ A/ 1984/ Okt 2001), rekoris pelukis kolase gedebog pisang termuda: usia 10 tahun, XXX
  18. Moch. Dalso Achmaddikromo, SH, (0515/A/19xx/Sept 2000), rekoris hakim yang mendapat penghargaan sebagai panglima perang suku Dayak terbanyak: 3 kali, XXX
  19. Moch. Sardjan, SH. S.Pd, (0508/A/19xx/Sept 2000), rekoris yang menangani perkara perdata dengan jumlah tergugat terbanyak: 520 tergugat, XXX
  20. Muhamad Iksir, (0590/ A/ 18 Nov 1993/ 11 Mei 2001), rekoris peniru bunyi termuda: usia 7 tahun, Iksir mampu menirukan sekitar 30 macam suara binatang persis seperti aslinya, XXX
  21. Muhyi Fadlil, (0474/A/19xx/Juli 2000), rekoris kalender terpanjang: 225 meter yang memuat kalender 3000 tahun, rekor sebelumnya: Drs. Riyono: 140 meter, Banyumas
  22. Mulyalim Koswara, (xxxx/C/19xx/Xxx 2005), rekoris yang mendekor gedung pernikahan dengan menggunakan foto pengantin, Bandung
  23. Museum Fauna Komodo Taman Mini Indonesia Indah, (0574/ A/ 19xx/ Maret 2001), rekoris pemilik replika binatang komodo terbesar, replika ini sekaligus sebagai bangunan museum, Jakarta
  24. Nico “Jaya Mulya", (0519/A/19xx/Sept 2000), rekoris pembuat kursi terbesar: tinggi 2,1 meter, lebar 1,1 meter, panjang dari depan ke belakang 0,85 meter, Surabaya
  25. Novita Eka Hardiana, (0589/ A/ 01 Nopember 1992/ 14 Maret 2001), rekoris rambut terkuat, di usianya yang baru 8 tahun, Novi mampu menarik mobil Daihatsu Zebra berpenumpang 10 orang, dengan menggunakan rambutnya sejauh 20 meter, kemampuan ini merupakan warisan keluarga, sang ayah: Dwi Suhartono mampu menarik truk tronton bermuatan 7-10 ton dengan menggunakan gigi, XXX



HFJ & Karya

Hendry mulai tertarik dunia tulis-menulis sejak karyanya berupa cerita humor dimuat di majalah anak-anak Tomtom. Menurut Hendry, kemampuan menulisnya terasah berkat kegemaran berkorespondensi dengan sahabat pena-nya yang tersebar dari kota Sabang sampai Ujung Pandang. Hendry suka menulis apa saja, mulai surat pembaca, berita, cerpen, puisi, sampai artikel.

Saat SMA, rubrik Pojok dengan nama Sisil (Siswa Usil) yang diasuhnya keluar sebagai juara III pada lomba mading di sekolahnya, karya tulisnya tentang jurnalistik kampus keluar sebagai juara I pada lomba penulisan yang diadakan majalah kampus, cerpen Buddhis-nya “Sepenggal Kisah…..” yang ber-setting Vihara Vimala Dharma, Bandung keluar sebagai juara harapan I pada Lomba Cerpen Buddhis yang diselenggarakan oleh PMVB (Persaudaraan Muda-Mudi Vihara Borobudur), Medan (16 Des 2001). 

Mulai aktif di dunia jurnalistik saat kuliah. Hendry bersama teman kuliahnya menghidupkan kembali mading kampus "Inovator" yang kemudian berganti nama menjadi "Himespa." Pernah menjadi wapemred majalah fakultas "Value Added" kini menjadi "Kinerja" dan koresponden tabloid kampus "Gelora Sriwijaya."Di lingkungan vihara-nya di Palembang, ia menjadi pemred Citta, majalah terbitan KMBP (Keluarga Mahasiswa Buddhis Palembang) dan majalah Gema Dharmakirti, majalah yang diterbitkan oleh PPBD (Persaudaraan Pemuda Buddhis Dharmakirti) pada waktu yang bersamaan. Hendry juga menerbitkan buletin Warta BCC (Buddhist Correspondent Club), koresponden Manggala (koran dan majalah Buddhis Nasional), dan editor majalah Buddhis Ekayana.Pernah menjadi kontributor rubrik TEXAS di Gita, majalah SMA Xaverius 1 Palembang. 

Hendry juga pernah menerbitkan mading Warta Nagamas di lingkungan kerjanya. Hingga kini masih aktif sebagai penulis tetap rubrik "Introspeksi" majalah BVD (Berita Vimala Dharma), Bandung sejak Nov 2000 hingga sekarang, dan "Realita & Dhamma" di majalah Gema Dharmakirti, Palembang.Karyanya antara lain pernah dimuat di majalah anak-anak Tomtom, majalah Jakarta-Jakarta, majalah Senang, majalah SeRu!, harian Sriwijaya Post (Palembang), harian Pikiran Rakyat (Bandung), dan harian Galamedia (Bandung). Satu dari belasan kajian kelirumologi Hendry, oleh penggagasnya Dr. Jaya Suprana, kelirumolog yang sekaligus juga pemilik Muri (Museum Rerkor dunia Indonesia), diterbitkan dan dimuat di Kaleidoskopi Kelirumologi jilid 6 hal. 87.Apa itu kelirumologi? Kelirumologi diartikan sebagai ilmu atau boleh juga dibilang semangat mempelajari segala sesuatu yang telah dianggap benar oleh masyarakat, padahal sebenarnya keliru. Karena kajiannya tersebut, Hendry mendapat pengakuan sebagai kelirumolog bidang bahasa dari Pusat Studi Kelirumologi pimpinan Dr. Jaya Suprana. Diakui oleh Jaya Suprana, suami Linda ini, adalah satu-satunya orang di Indonesia (mungkin juga di dunia) yang tercatat sebagai kelirumolog sekaligus rekoris.


Buku yang telah diterbitkannya:

  1. Setetes Dhamma (Mei 1995)
  2. Setetes Dhamma 2 (Maret 2000)
  3. Setetes Dhamma 3 (Mei 2000)
  4. Kumpulan Cerpen: Anting-Anting Pink (02-02-2002)
  5. Buku Mini Tanda Kasih (2003 2003) mendapat penghargaan Muri (Museum Rekor Indonesia)
  6. Buku Tanpa Judul (02-03-04) juga mendapat penghargaan Muri (Museum Rekor Indonesia) 
  7. 1001 (Setetes Dhamma 4) Februari 2012 
  8. 10 Tahun Melangkah Bersama (2003 2003) ebook

Buku yang memuat nama atau karya Hendry Filcozwei Jan:


  1. Buku Pintar Senior sejak edisi ke-24, Mei 1997
  2. Kaleidoskopi Kelirumolog jilid 6, hal 87 (Feb 1998)
  3. Tahukah Anda, Tanya Jawab Dhamma (September 2004)
  4. Meniti Jalan Dhamma 4: Melepas Belenggu (Desember 2004)
  5. Kumpulan Cerpen Buddhis Pemenang Lomba PMVB Medan (kapan terbit nih???)
  6. Buku Rekor Muri (2009)
  7. Suttapitaka Khuddakanikaya, Jataka Volume V, 2008, Indonesia Tipitaka Center (ITC), Medan, (editor)
  8. Mindful Parenting ala Melly Kiong (editor) 
  9. 24 Teh Bakti: Untukmu Orangtuaku oleh Melly Kiong (editor)
  10. Setitik Cahaya di Balik Kabut 3 oleh Romo Surya Widya (editor)
  11. Setitik Cahaya di Balik Kabut 4 oleh Romo Surya Widya (editor)
  12. Setitik Cahaya di Balik Kabut 5 oleh Romo Surya Widya (editor) 
  13. Setitik Cahaya di Balik Kabut 6 oleh Romo Surya Widya (editor)
  14. Setitik Cahaya di Balik Kabut 7 oleh Romo Surya Widya (editor)
  15. Setitik Cahaya di Balik Kabut 8 oleh Romo Surya Widya (editor)
  16. Setitik Cahaya di Balik Kabut 9 oleh Romo Surya Widya (editor)
  17. Setitik Cahaya di Balik Kabut 10 oleh Romo Surya Widya (editor)
  18. Setitik Cahaya di Balik Kabut 11 oleh Romo Surya Widya (editor)
  19. Setitik Cahaya di Balik Kabut 12 oleh Romo Surya Widya (editor)
  20. Ketika Metta Memilih (buku kumpulan cerpen Buddhis), penulis, Ehipassiko Foundation, Akhir Oktober 2014 
  21. Misteri Penunggu Pohon Tua (buku kumpulan cerpen Buddhis), penulis, Insight Vidyasena Production, Yogyakarta, Waisak 2015
  22. Horeee, Anakku Sudah Remaja, (editor), Elex Media Komputindo, 18 Nov 2015
  23. Ensiklopedia Tipitaka 3 jilid, editor, Ehipassiko Foundation (Maret 2016)
  24.  



Hendry & Kak Seto. Hendry menggendong Dhika dan memegang
Buku Tanpa Judul,berfoto bersama Kak Seto sebelum penyerahan
piagam rekor Muridi Hotel Grasia, Semarang (27-01-2005).
abcs