Ahok Nggak Ada Apa-Apanya???

Dalam berbagai kesempatan, penulis membaca berita dan menonton tayangan berita terkait Ahok, gubernur DKI dan juga sebagai cagub DKI 2017. Dan dalam kesempatan itu, reporter mewancarai banyak tokoh publik (terutama yang antiAhok), penilaian mereka relatif sama. Komentarnya kurang lebih sama: Tidak ada bagusnya, banyak negatifnya. Masyarakat tidak suka pemimpin yang kasar. Banyak pemimpin lain yang jauh lebih banyak daripada Ahok, dan lain-lain. Intinya, nyaris tak ada apresiasi atas kinerja Ahok. Buruk di mata mereka dan juga di mata masyarakat DKI Jakarta (ini menurut mereka). Hanya segelintir orang yang suka atau bahkan dibayar Ahok untuk mendukung beliau.

Tapi penulis melihat fakta di lapangan sangat berbanding terbalik. Jika mereka yakin seburuk itu kinerja Ahok, sangat banyak yang benci (mayoritas tidak suka), banjir masih ada, macet juga, sering menggusur rakyat kecil, dan lain-lain, tapi kok segerombolan orang sepakat melakukan segala cara untuk menjegal Ahok (kalau bisa, dalam surat suara nanti, nama dan wajah Ahok tidak muncul)? Bukankah jika seburuk itu kinerja Ahok, apa yang perlu dikhawatirkan? Bukankah sebagian besar rakyat DKI Jakarta tidak suka Ahok?

Lawan politik sangat sibuk memikirkan cara untuk menjegal Ahok, bukan meyiapkan program kerja yang bagus untuk kemajuan DKI Jakarta. Langkah paling awal tentu menjegal lewat isu SARA (Suku Agama Ras Antargolongan).

Sebegitu buruknya kinerja Ahok di mata mereka, tapi faktanya sebegitu takutnya mereka pada kekuatan seorang Ahok yang maju dari jalur perseorangan/ independen tanpa dukungan partai???


Silakan klik tautan berita berikut ini:
  1. Yusril: Mau Kumpulin KTP 3 Juta kalau Enggak Ada Cawagubnya, Harus Diulang (Teman Ahok harus kumpulkan ulang KTP dukungan pasangan Ahok - Heru Budi Hartono)
  2. Parpol Dukung Calon Independen Tak Sadar Lakukan Deparpolisasi
  3. Sekjen PDIP Klaim Bujuk Ridwan Kamil Tak Maju di Pilkada DKI
  4. PDIP Siapkan Risma Hadang Ahok di Pilkada DKI
  5. Diperintah Megawati, Ganjar Pranowo Siap Maju di Pilgub DKI
  6. Perberat Syarat Calon Independen, Upaya Terbaru DPR Jegal Ahok  (semula 6,5-10% dari DPT, akan naik jadi 10-15% atau 15-20% dari DPT)
  7. KPU Ingin Dukungan Bakal Calon Perseorangan Pakai Meterai (ini perlu dana 3,1 miliar hingga 6 miliar untuk biaya materai saja)
  8. KPK Belum Temukan Indikasi Korupsi dalam Kasus Sumber Waras (ini reaksinya: Fadli Zon, Lulung CS, Demonstran, Mahasiswa, dan masih banyak lagi)
  9. Tak di Rumah Saat Petugas Verifikasi KTP untuk Calon Independen, Dukungan Gugur?
  10. Jika 10 KTP Saja Bermasalah Saat Diverifikasi,Maka Ahok Akan Didiskualifikasi
  11. Niat Busuk Fahri Hamzah Ingin Gagalkan Ahok Terbongkar, Seperti Ini Modusnya 

Kita tunggu saja, apakah nama dan foto Ahok akan muncul di kertas suara pilgub DKI Jakarta. 

Buat yang dukung Ahok (Teman Ahok), selamat bekerja. Perlu kerja ekstrakeras untuk sekedar memunculkan nama di surat suara pilgub DKI  (belum lagi usaha untuk memenangkan Ahok menjadi DKI 1 untuk periode kedua ini).

Buat yang antiAhok, selamat memperjuangkan aspirasi Anda. Semoga siapa pun yang terpilih nanti, itulah yang terbaik untuk NKRI tercinta. 


Melihat aksi lawan Ahok, penulis analogikan seperti ini.

Sekolah X akan mengadakan pertandingan lari 100 meter antarsekolah. Salah satu pesertanya adalah Ahok (dari sekolah lain). Mr. X adalah salah satu peserta lomba lari yang berasal dari sekolah X. Badan Mr. X kekar, atletis, larinya cepat. Bagaimana Ahok? Menurut Mr. X, badan Ahok kerempeng, tidak jago lari, malah (maaf) kakinya pincang. Mr. X sudah sering melihat Ahok lari dan tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang Ahok. Mr. X sangat yakin, dengan mudah ia dapat mengalahkan Ahok.

Menurut logika berpikir Anda, apa yang pantas dilakukan oleh Mr. X menghadapi hari H lomba lari 100 meter yang diadakan di sekolahnya?

Menurut penulis, logisnya Mr. X bisa bersantai saja hingga hari H. Postur tubuh Ahok tidak bagus (tidak atletis), kakinya pincang (pasti larinya lebih lambat), Mr. X sudah sering lihat Ahok berlari (tidak cepat), lombanya di sekolah Mr. X (keuntungan buat Mr. X, ia sudah kenal lapangan tempat lomba, supporter pasti lebih banyak, dan lain-lain). 

Kalaupun harus latihan, cukup latihan seperti biasa saja. Atau malah saat perlombaan, agar fair Mr. X, malah kasih kemudahan pada Ahok. Waktu start bersamaan, tapi Ahok boleh 5 meter di depan Mr. X.

Tapi tahukah Anda apa yang dilakukan Mr. X, yang menurut penulis tidak logis dan tidak sejalan dengan pernyataannya.

Mr. X mengusulkan agar Ahok didiskualifikasi saja. Ia usul agar lomba ini hanya terbuka bagi orang normal saja (yang tidak cacat fisik). Ia usulkan agar ada aturan bahwa peserta tidak boleh diantar naik mobil/ motor ke  tempat lomba (harus jalan kaki dari rumah ke tempat perlombaan). Ia siapkan banyak supporter untuk mem-bully Ahok. Di lintasan lari yang akan digunakan Ahok, ia menuangkan minyak agar licin dan menebar paku payung.

Hah??? Bagaimana masyarakat bisa percaya perkataan Mr. X jika Ahok itu tidak ada apa-apanya sedangkan tingkah laku Mr. X menunjukkan bahwa  ia takut berhadapan dengan Ahok.

Bagaimana pendapat Anda??? 

Razia Narkoba, Petugas Temukan Kamar Mewah di Lapas Bojonegoro


Seorang petugas tengah memeriksa ruang tahanan yang mewah (Dedi Mahdi/Okezone)

BOJONEGORO - Petugas gabungan dari satuan narkoba Polres Bojonegoro bersama aparat TNI dari Kodim 0813 dan Satpol PP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali melakukan razia narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2 Bojonegoro di Jalan Diponegoro Kota Bojonegoro, Jawa Timur, pada Selasa (19/04/2016).

Saat menggeladah ruang tahanan, petugas menemukan ruangan mewah layaknya kamar hotel, lengkap dengan perabotan rumah tangga di dalamnya, seperti lemari kasur dan sejumlah perabotan lainnya.

Kamar yang berada di kompleks Blok D ini dihuni oleh Mukhtar Setyohadi, mantan pimpinan DPRD Kabupaten Bojonegoro yang terjerat kasus korupsi perjalanan dinas senilai Rp13,2 milyar pada 2007.

Selain itu, kamar hanya ditempati oleh tiga orang saja. Berbeda dengan ruang narapidana (napi) lainnya yang bisa ditempati enam belas orang napi.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas 2-A Bojonegoro, Basir Ramlan membantah jika pihaknya memberi fasilitas mewah terhadap salah satu napi. Menurutnya, membangun serta membawa perabotan di dalam kamar merupakan hak napi, asalkan sudah minta izin pihak lapas.

“Pak Mukhtar sebelumnya minta izin, karena di sini dia masih lama,” ujarnya.

Sebelumnya, petugas sudah tiga kali melakukan razia narkoba di Lapas Bojonegoro dalam kurun waktu satu bulan terahir. Bahkan pada razia yang kedua, petugas menemukan 13 napi yang positif menggunakan narkoba setelah dilakukan tes urine.

“Untuk napi yang positif narkoba, langsung kita pindah di lapas narkoba di Madiun,” tandas Basir. (fzy)

Sumber: News Okezone


Catatan:
Mungkin ini salah satu penyebab korupsi susah diberantas dari negeri tercinta ini. Lembaga pemasyarakatan atau biasa disebut penjara mirip tempat kost atau dalam berita malah disebut seperti kamar hotel.

Pertama karena koruptor tidak dimiskinkan, masih banyak uang untuk bisa mempengaruhi pemegang kebijakan. Ditambah pemegang kebijakan yang serakah (mudah tergoda) oleh uang yang ditawarkan.

Kedua, ternyata boleh membawa perabotan dari rumah adalah hak napi, asal sudah minta izin pada pihak lapas. Ini yang disebut hak asasi? Padahal, mana bisa menyamakan hak asasi manusia bebas dan napi.  Bebas mau jalan ke mana sesuka hati juga hak asasi manusia, dan kadang napi tertentu juga dapat fasilitas seperti ini (Gayus Tambunan bahkan bisa terbang ke Bali dan nonton pertandingan tenis).

Manusia bebas saja (bukan napi), hak asasi-nya dibatasi hak asasi orang lain. Anda bebas mendengarkan musik (tape recorder milik Anda, listrik Anda yang bayar, setel musik di rumah Anda), tapi ketika suaranya kencang dan mengganggu tetangga (hak asasi tetangga untuk hidup tenang) menjadi batasan hak asasi Anda. Ketika Anda menjadi napi, hak asasi Anda sudah dibatasi (tidak bisa sebebas orang biasa yang bukan napi).

Kalau sekedar minta izin, lalu perabotan adalah milik sendiri, ini mirip pindah rumah atau tempat kost atau hotel. Anda bayar murah, kamarnya sempit dengan banyak penghuni. Anda bayar mahal, tempatnya nyaman dan tidak banyak penghuni (jadi ingat Artalyta Suryani alias Ayin yang punya salon di dalam lapas, TV plasma, boks bayi, sofa, dan fasilitas lainnya).

Ketiga, hukuman untuk koruptor masih terlalu ringan dan tidak membuat efek jera bagi orang lain yang masih jadi manusia bebas. 

Bagi mereka yang tergoda, nama baik mungkin tidak begitu penting. Status napi (nantinya mantan napi) dan dipenjara sekian tahun tidak masalah, yang penting, saat keluar nanti jadi orang kaya raya. Bisa jadi orang kaya dengan uang yang luar biasa banyak (kalau dikumpulkan dengan cara halal, kayaknya sampai ajal menjemput pun sudah didapatkan). Selama masih dipenjara, uang bisa digunakan untuk meminta fasilitas yang diinginkan. Bukankah kondisi seperti ini sangat menggiurkan bagi orang yang lemah iman???

Memalukan! Kepala BNN Tertangkap Anggotanya Sendiri Saat Razia Narkoba

POJOKSUMUT.com, TERNATE – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) Kombes (Pol) Elly Djamaluddin terjaring razia narkotika dan obat-obat berbahaya (Narkoba) di salah satu tempat hiburan malam di Kota Ternate, Minggu (17/4) dini hari.

Elly rupanya tidak mengetahui sebelumnya, kendati razia narkoba tersebut melibatkan personel BNNP Malut.

Kepala Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) Kombes (Pol) Elly Djamaluddin (Kaos Biru Dongker), saat terjaring razia di lantai 2, Royal Café, Jl Branjangan Ternate Minggu dini hari (17/4)

Karenanya orang nomor satu itu di BNNP itu kaget bukan main setelah kepergok di salah satu ruangan karaoke yang berada di lantai 2, Royal Café, Jalan Branjangan, Ternate.

Elly yang ketika itu mengenakan kaos biru dongker terlihat cukup panik dan berupaya bergabung dengan petugas razia. Tahu pimpinannya terkena razia, beberapa anggota BNNP yang masuk tim razia pun terkejut.

Mereka bahkan meminta wartawan untuk menghapus foto Elly.

Sumber: Pojok Satu

Baca juga: Terjaring Razia, Kepala BNNP Maluku Utara Dinonaktifkan  

Surat Terbuka Soal Karni Ilyas

Ahokers Bikin Surat Terbuka Soal Karni Ilyas, Ahok, Lapindo, dan Bakrie

Solopos.com, SOLO – Beberapa hari terkahir beredar pernyataan yang disebut-sebut berasal dari Pemimpin Redaksi TVOne, Karni Ilyas, untuk Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Tak lama berselang, pernyataan Karni itu dibalas oleh pendukung Ahok.


Dalam pernyataan yang beredar via media sosial, Karni menyatakan terusik atas perlakuan Ahok terhadap rakyat miskin. Dalam pernyataan itu, Karni mengutip pernyataan Menteri Susi Pudjiastuti soal pantai di Jakarta.


Karni saat itu juga menyinggung penggusuran warga Luar Batang. “Saya tdk bisa bayangkan penduduk Luar Batang, Pasar Ikan yg sudah empat generasi di lokasi itu digusur dari rumah dan tanah kelahiran mereka dan tempat mereka mencari nafkah,” tulis pernyataan itu.


Karni mengaku terusik karena dirinya juga pernah menjadi sangat miskin.

Pernyataan Karni ini mendapat tanggapan masif. Sejumlah blogger dan akun di media sosial menyebarkan pernyataan ini. Tak cuma itu, ada pula yang tak terima.

Salah satu yang melancarkan protes adalah Karno Balfas. Dia menulis surat terbuka berjudul Dari Karno untuk Karni. Dalam surat terbuka itu dia menyindir Lapindo dan Bakrie.

Dikutip Solopos.com dari akun Facebook Karno, Senin (18/4/2016), inilah isi lengkap surat terbuka Karno;


Dari Karno untuk Karni

Karni Ilyas, Ahok, Lapindo dan Bakrie

Saya tidak anti Karni Ilyas.

Acara dia ILC di TV One kadang2 saya tonton kalau lagi butuh hiburan dan iseng. Pagi ini saya tergerak untuk merespon Karni Ilyas yg tulisannya di WA yang dikirim ke grup-grup: menyebutkan, dia menggugat Ahok soal gusuran di Pasar Ikan Luar Batang, seolah-olah Karni membela orang-orang miskin.


Penggusuran memang menyakitkan terlebih bagi mereka yang jadi korbannya. Namun yang tidak ditulis oleh Karni, warga yang digusur rumahnya di Pasar Ikan karena mereka menduduki tanah pasar, tanah publik, tanah bersama.

Pasar yang harusnya luas, nelayan dan pedagang bisa jualan, semakin menyempit karena lahannya dirampas, dijadikan rumah-rumah, kemudian dijual atau dikontrakkan.


Mereka para pengontrak itu, dan juga yang membangun rumah pribadi sekarang direlolasi ke rusun : Rawa Bebek dan Marunda.

Bekas rumah-rumah mereka akan dibangun kios dan perluasan pasar ikan, bukan dibangun mal, apartemen atau perumahan mewah.


Jadi mereka yg membangun rumah-rumah di tanah pasar telah menyerobot hak publik, hak tanah bersama. Tanah yang harusnya dibangun pasar buat bersama malah dibangun rumah-rumah pribadi. Jadi, penggusuran yang dilakukan Ahok bisa dibilang sebagai bentuk pengembalian hak publik atas tanahnya. Tanah pasar dibangun bangunan pasar dan segala perlengkapannya; untuk digunakan bersama-sama pula, bukan rumah-rumah yang dikuasai pribadi-pribadi. Mereka yang telah menduduki tanah negara selama bertahun-tahun tidak dipidanakan, tidak pula digusur tanpa menyediakan tempat alternatif: mereka direlokasi ke rusun. Sampai di sini apakah Bang Karni paham?


Di atas adalah jawaban umum, jawaban khusus untuk Bang Karni, kalau dia peduli pada orang miskin, kemana suara Bang Karni, ILC dan TVOne terhadap korban lumpur Lapindo? Dia bungkam karena pemilik Lapindo dan TV One sama: Aburizal Bakrie. Malah TVOne menyesatkan menyebut sebagai Lumpur Sidoarjo (Lusi) bukan lumpur akibat perusahaan Lapindo milik Aburizal Bakrie, bos Karni Ilyas. 

Lumpur Lapindo telah menggenangi 16 Desa di 3 Kecamatan. Total warga yang dievakuasi sebanyak lebih dari 25.000 jiwa mengungsi. Karena tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur dan 77 unit rumah ibadah terendam lumpur. Lahan dan ternak yang tercatat terkena dampak lumpur hingga Agustus 2006 antara lain: lahan tebu seluas 25,61 ha di Renokenongo, Jatirejo dan Kedungcangkring; lahan padi seluas 172,39 ha di Siring, Renokenongo, Jatirejo, Kedungbendo, Sentul, Besuki Jabon dan Pejarakan Jabon; serta 1.605 ekor unggas, 30 ekor kambing, 2 sapi dan 7 ekor kijang. Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini. Empat kantor pemerintah juga tak berfungsi dan para pegawai juga terancam tak bekerja. Tidak berfungsinya sarana pendidikan (SD, SMP), Markas Koramil Porong, serta rusaknya sarana dan prasarana infrastruktur (jaringan listrik dan telepon) Rumah/tempat tinggal yang rusak akibat diterjang lumpur dan rusak sebanyak 1.683 unit.


Dampak Lumpur Lapindo yang luar biasa mengerikan, tapi mana suara Karni Ilyas dan TVOne selama ini?


Karno Balfas

Ahokers

(semoga pesan ini sampai ke Bang Karni Ilyas)

Sumber: Solopos

Di dunia maya penulis menemukan meme tentang Aburizal Bakrie yang dipadankan dengan aksi Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan) soal penenggelaman kapal dari Uniqpos dan soal memindahkan warga ke rusun dari FB KataKita yang penulis rasa pas untuk melengkapi artikel ini. Ini meme-nya...


Untuk memperbesar tampilan, silakan klik pada gambar

Rock in Roll-nya Jokowi




Dunia para hedonis gempar gempita gegara pengungkapan dokumen Panama Papers ke media. Sebuah dokumen rahasia berukuran 2,6 TeraByte (2600 GB) yang berisi data 11,5 juta orang kaya seluruh dunia mengamankan hartanya dari jeratan pajak di negaranya.

Lantas apa hubungannnya dengan Jokowi? Dalam sebuah kesempatan Prsiden RI ke-7 itu menyampaikan dirinya tidak terkejut dengan terbukanya skandal dunia itu, karena dirinya sudah memiliki data serupa sebelum terpilih menjadi Presiden.

Pernyataan resmi seorang Presiden tentu tidak asal “njeplak”. Data yang menurutnya lebih lebih lengkap dan detil khususnya milik para konglomerat, pejabat, politikus dari Indonesia menjadi “kartu As” Jokowi “mengamankan” dirinya sekaligus negaranya dari serangan orang orang berduit yang rakus kuasa. Melegalkan uang sebagai sarana menguasai, apa pun itu.

Sinyal “kartu As” Jokowi bisa kita cermati saat kampanye Pilpres 2014 silam. “Dana itu ada, tinggal kita mau atau tidak menarik dan memanfaatkan untuk membangun negeri ini” demikian salah satu kalimat Jokowi dalam acara Debat Capres yang disiarkan langsung. Sebagian kalangan menilai pernyataan Jokowi adalah niatan “ngutang” ke negara lain, menambah fantastis angka hutang yang diwariskan penguasa sebelumnya.

Saya yang bodoh pun berpikir demikian. Hingga belum genap setahun menjadi Presiden, melalui proyek infrastruktur Jokowi berhasil menarik dana investasi asing hingga puluhan miliar dollar. Begitu dipercayanya Presiden baru kurus, cungkring, plongak plongok itu oleh orang orang berduit dari penjuru dunia.

Tapi bukan Jokowi kalau tidak punya strategi jangka panjang berkelas dunia. Investasi masuk bagai air bah (masa bodo kontroversi nyinyir lawan). Setiap bulan kita disajikan peresmian proyek proyek infrastruktur yang nyata selesai dibangun.

Saat orang fokus pada pembangunan dari Sabang sampai Merauke, Jokowi mulai mengeluarkan jurus “kunyuk melempar buah” ala Wiro Sableng. Isu Tax Amnesty dihembuskan tanpa basa basi. Pengampunan Pajak bagi orang orang nakal yang menyimpan kekayaannya di luar negeri ditawarkan sebagai langkah menarik “dana liar”. Dana milik WNI yang disimpan di luar negeri silahkan pulang ke kampung halaman, dengan jaminan pengampunan pajak yang seharusnya mereka bagi kepada pemerintah.

Saya yang bodoh sekali lagi garuk garuk kepala. Mana ada konglomerat yang mau menarik simpanannya kembali ke Indonesia? Mereka lebih nyaman menyimpan “celengan babi”nya ke brankas nun jauh disana. Tax Amnesty menjadi bahan olokan yang hil mustahil dillaksanakan.

Dan minggu minggu ini kebodohan saya menemukan jawaban cerdas. Panama Papers membuka mata dan arogansi kita akan adanya konspirasi ekonomi dunia. Celakanya Indonesia menyumbang nama pelaku konspirasi dengan jumlah yang fantastis. Lembaga lembaga keuangan Dunia berencana membekukan simpanan haram itu, atas permintaan negara asal pelakunya.

Indonesia termasuk lebih “berbaik hati” dengan jurus Tax Amnestinya. Menteri Keuangan memperkirakan 11.400 Triliun (berapa angka nolnya, hitung sendiri) dana yang bisa pulang ke kampung dengan diberlakukannya tax amnesti. Tidak harus semuanya, cukup separuhnya saja lumayan bisa membuat Singapore bangkrut, Swiss mendadak bokek.

Pernyataan Jokowi saat kampanye Pilpres, terlambat kita sadari. Uang kita banyak tapi berada di dompet tetangga, Jokowi punya strategi santun tapi benar benar jleb, nyaris tanpa perlawanan. Jadi ber-analogi : “Ngapain capek ngeributin Freeport yang duitnya cuma “recehan”. Apalagi Petral yang hanya sebatas makelaran. Ada yang lebih bangkotan mesti diurus.”

Semoga kita yang bodoh jadi pintar jika mau bermain orkestra metal rock’in roll bersama Jokowi sang Dirigen. Yang sudah merasa pintar silakan memainkan terus orkestra keroncong lama warisan mbahmu, mbahku, mbah kita semua.

Depok, 08/04/16

Kisah Inspiratif: Kopi di Dinding

Sepasang wisatawan asyik menikmati kopi di sebuah kafe terkenal di Venesia, Italia. Tak lama kemudian, datanglah seorang pria paruh baya, duduk di salah satu meja kosong. Ia memanggil pramusaji dan memesan, "Kopi dua cangkir. Yang satu untuk di dinding”. 

Wisatawan merasa heran mendengar kalimat tersebut. Apalagi sang pria kemudian hanya disuguhi satu cangkir kopi, namun ia membayar untuk dua cangkir. 

Segera setelah pria tersebut pergi, si pramusaji menempelkan selembar kertas kecil bertuliskan "Segelas Kopi" di dinding kafe. 

Suasana kafe kembali hening. Tak lama kemudian masuklah dua orang pria. Kedua pria tersebut pesan tiga cangkir kopi. Dua cangkir di meja, satu lagi untuk di dinding. Mereka membayar tiga cangkir kopi sebelum pergi. 

Lagi-lagi setelah itu pramusaji melakukan hal yang sama, menempelkan kertas bertulis "Segelas Kopi" di dinding. 

Pemandangan aneh di kafe sore itu membuat wisatawan heran. Mereka meninggalkan kafe dengan menyimpan pertanyaan atas kejadian ganjil yang disaksikannya, namun tidak sempat mengajukan pertanyaan, apa maksud kopi di dinding. 

Minggu berikutnya, mereka mampir kembali di kafe yang sama. Mereka melihat, seseorang lelaki tua masuk ke dalam kafe. Pakaiannya kumal dan kotor. Setelah duduk ia melihat ke dinding dan berkata kepada pelayan, “Satu cangkir kopi dari dinding". 

Pramusaji segera menyuguhkan segelas kopi. Setelah menghabiskan kopinya, lelaki lusuh tadi lantas pergi tanpa membayar. Tampak si pramusaji menarik satu lembar kertas dari dinding tersebut lalu membuangnya ke tempat sampah. 

Pertanyaan wisatawan itu terjawab sudah. Begini rupanya cara penduduk kota ini menolong sesamanya yang kurang beruntung dengan tetap menaruh respek kepada orang yang ditolongnya. Kaum papa bisa menikmati secangkir kopi tanpa perlu merendahkan harga diri untuk mengemis secangkir kopi. Bahkan mereka pun tidak perlu tahu siapa yang “mentraktirnya”. Suatu tatanan hidup bermasyarakat yang amat menyentuh, dan mengharukan.

Sumber: kiriman teman via WA

Channel YouTube Keren dan Sangat Inspiratif

Saat berselancara di dunia maya, penulis iseng menyaksikan video-video YouTube. Biasanya cari kisah inspiratif. Hari ini penulis menemukan video-video eksperimen sosial (melihat bagaimana reaksi masyarakat pada kasus tertentu). Misalnya ada seorang pria yang kasar kepada pacarnya di tempat umum, bagaimana masyarakat bereaksi melihat perilaku diskriminatif, dan masih banyak lagi. 

Rata-rata videonya membuat air mata penulis mengalir deras. Jika Anda menyaksikan dan tidak mengalami hal yang sama, tidak perlu khawatir. Anda bukan tidak sensitif. Memang penulis sangat sensitif menyaksikan video maupun membaca kisah-kisah sejenis (bukan hanya kisah sedih, kisah mengharukan atas kebaikan manusia sampai kisah patriotik, selalu membuat air mata penulis mengalir). 

Video-video ini sungguh inspiratif. Mengajak penontonnya untuk menjadi lebih peduli, lebih bijak, menjadi manusia yang lebih baik dalam hidup bermasyarakat.

YouTuber Indonesia juga bisa menjadikan video-video ini sebagai inspirasi untuk membuat video-video bermanfaat (memberi banyak pelajaran hidup), bukan sekedar membuat video yang sekedar heboh dan menarik minat penonton tapi tidak banyak manfaatnya.

Yang tertarik, silakan klik channel Channel What Would You Do, klik saja: WWYD  

Ini empat video dari sekian banyak video WWYD yang sangat inspiratif, selamat menyaksikan... 











Posting ini bisa diakses lewat tautan: 

Saya Bukan Orang Goblok, Saya Koruptor

Di dunia ini, pada dasarnya ada dua sisi yang berseberangan: terang >< gelap, bersih >< kotor, kaya >< miskin, muda >< tua, dan seterusnya. Tapi memang tidak sepenuhnya begitu, misalkan ada pria >< wanita, tapi ada yang berada di zona abu-abu (waria/ banci). 

Tapi dalam pemikiran penulis, untuk hal-hal tertentu, penulis sering memilahnya menjadi 2 kutub ekstrem seperti tadi: besar >< kecil, tinggi >< pendek, rajin >< malas, dan lain-lain. 

Ini tentang penilaian terhadap seseorang. Misalkan Anda dituduh mencuri barang di toko itu. Anda berada pada situasi seperti ini. Ketika Anda masuk ke sebuah toko, Anda tidak melakukan apa pun (baru melihat-lihat), Anda dituduh mencuri barang di toko itu. Apa yang Anda lakukan?

Penulis yakin, Anda akan sangat marah dan menantang balik, silakan periksa tubuh dan barang bawaan saya, silakan lihat CCTV, jika saya mencuri seperti yang dituduhkan, Anda boleh menyerahkan saya kepada pihak yang berwajib. Mungkin begitulah reaksi umum dari kita. Penulis tak berpikir membiarkan orang menuduh Anda lalu pergi begitu saja dari toko itu, tanpa pembelaan dari diri Anda.

Atau saat Anda sedang makan bersama pasangan Anda, ada pria atau wanita tidak dikenal yang mengatakan Anda pasangan selingkuhnya. Bahkan bila itu wanita, dia menyatakan dia sedang hamil dan bayi yang ada dalam kandungannya adalah anak Anda. Faktanya, Anda sama sekali tidak kenal dan tidak pernah berhubungan (pertemanan sekali pun dengan orang tersebut). Apa yang akan Anda lakukan? Akankah Anda hanya mengatakan kepada pasangan Anda, "Jangan percaya omongan orang itu, dia berbohong" dan mengajaknya meninggalkan restoran tanpa reaksi lebih keras untuk membuktikan Anda tidak bersalah??? 

Anda orang biasa saja (bukan pejabat publik terkenal, bukan orang kaya raya) saja, penulis yakin Anda akan sangat marah dan menantang balik orang yang memfitnah Anda. Membantah bahwa Anda seperti yang mereka tuduhkan.

Nah di sinilah fakta menarik menurut logika berpikir penulis. 

Dalam banyak kesempatan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memang sepak terjangnya kontroversial sering mengeluarkan kata yang kasar seperti goblok, bajingan, brengsek, dan lain-lain.

Apa reaksi orang-orang dan para pejabat publik? Sebagian besar marah dan berbicara kepada wartawan yang kurang lebih seperti ini: Memangnya dia pinter? Ahok bicaranya kasar banget, pemimpin seharusnya jadi teladan. Dia yang brengsek, dan lain-lain. Intinya membantah apa yang diucapkan Ahok dan bila perlu menghujat balik.

Sejauh ini masalah "clear" bahwa orang yang dikasari Ahok maupun orang lain (khususnya pejabat publik), langsung akan membantah. Yang intinya kurang lebih: Saya tidak goblok, saya bukan bajingan, saya tidak brengsek, atau mereka membela masyarakat atau bawahan Ahok yang dimarahi dan mengatakan bahwa ucapan itu tidak benar.

Nah... tapi dalam berbagai kesempatan, Ahok sering membalas ucapan lawan politiknya yang berbicara santun dan secara tidak langsung mengatakan "Anda koruptor, Anda korupsi, Anda mendapatkan harta Anda dengan cara tidak halal."

Salah satunya seperti meme di bawah ini.



Dalam berbagai kesempatan, Ahok sering mengucapkan, "Mana ada pejabat yang berani bilang: Periksa harta saya, biaya hidup saya, dan periksa pajak yang saya bayar,..."

Atau saksikan video di bawah ini pada menit 53.41 sampai selesai (56.49).




Nah... giliran ucapan Ahok yang ini, jarang (atau tidak pernah ada) pejabat lain yang membantah atau langsung konferensi pers atau memuat data hartanya di situs mereka dan bukti pajak yang mereka bayar. 

Ahok sudah mencontohkan hal ini, begitu juga transparansi anggaran dengan menyajikan data-data tersebut di situs pemprov DKI (pemerintah daerah lain juga belum banyak melakukan transparansi seperti ini). Ingat slogan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang bunyinya seperti ini "Kalau bersih, kenapa harus risih."

Jika bersih, menampilkan penjelasan tentang harta pribadi dan pajak yang dibayar, tentu akan menaikkan citra sang pejabat. Mengapa langkah mudah ini (tanpa perlu banyak keluar uang) bisa menaikkan citra jujurnya pejabat publik tidak dilakukan???

Melihat keadaan ini, logika berpikir penulis mengatakan seolah ini penegasan bahwa "Saya bukan orang goblok, saya koruptor."


Baca juga berita ini (klik saja):
  1. 203 Wakil Rakyat Belum Setor LHKPN, Pimpinan DPR Pertanyakan Peran Parpol  (total anggota DPR adalah 545 orang, LHKPN = Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara)
  2. KPK: 69 dari 203 Anggota DPR Belum Lapor LHKPN Sama Sekali
  3. 15 Tahun Belum Serahkan LHKPN, Akom: Sudah Bikin Tapi Tak Ada Waktu Koreksi (Akom = Ade Komarudin, Ketua Ketua DPR RI, dari Partai Golkar)
  4. Tersangkut di Panama Papers, PPP Minta Ketua BPK Mundur {Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz}.
  5. Ini Tiga Alasan Ketua BPK Harus Mundur
  6. Masuk Panama Papers, Ketua BPK Akui Belum Lapor Kekayaan
  7. Ketua BPK Belum Serahkan LHKPN Sejak 2010
  8.  

Kumpulan "Ahok Quote"

Untukmemperbesar tampilan, silakan klik pada gambar

















BONUS




Lucunya Berita dari Dunia Politik

Berita dari dunia politik itu memusingkan, penuh intrik, kotor, dan sebagainya. Benar begitu? Iya sih... tapi tidak sepenuhnya benar. Ada juga yang lucu, setidaknya beberapa tautan ke berita di bawah ini (silakan klik saja tulisan warna biru dan merah) untuk membaca berita ke sumbernya:
 


Mischa Hasnaeni Moein:

lalu baca berita berikut

Wanita Emas Dukung Ahok di KPK (Selasa, 12 April 2016)

Solusi, program Hasnaeni jika jadi gubernur DKI dan saran untuk Ahok? 

Bangun rusun untuk yang digusur halaman 3-4 (Ahok belum bangun rusun?)

Solusi untuk masyarakat yang ditertibkan? Ikhlas dan berdoa (halaman 3)
 
Meminta Ahok menghayati dan merenungkan Pancasila, sila k-1 sampai ke-5 (halaman 4)

"Saya ingin menjadikan Jakarta tujuh kali lebih baik dari sekarang," ungkap Hasnaeni (halaman 4).

Untuk baca beritanya, silakan klik:


Mengapa ke KPK dukung Ahok?

WanitaEmas: Kalau Tidak Ada Pak Ahok, Saya Tidak ada Saingannya Lagi (Selasa, 12 April 2016)


Zaskia Gotik:

Hina Pancasila, Zaskia Gotik Siap-Siap Berurusan dengan Polisi (Kamis, 17 Maret 2016)

lalu baca berita berikut
oleh Fraksi PKB MPR

Baca bagaimana ramainya komentar pembaca, beberapa di antaranya seperti ini:

Komentar paling menusuk adalah komentar Bogor hacker, ini kutipannya:

"Jika pemikiran petinggi negara seperti ini, saya rasa mereka juga seharusnya memberikan jabatan kepada Pak Gayus Tambunan sebagai ketua KPK..."

Mau lihat aslinya, silakan klik gambar di bawah ini.

Untuk memperbesar tampilan, silakan klik pada gambar
Komentar 1

  Komentar 2


Meme tentang tindakan Zaskia Gotik ini, klik: Meme 1 dan Meme 2


Ketua BPK RI: Harry Azhar Aziz

Ketua BPK Mundur Menguat, Ahok: Berani gak BPK Buktiin Hartanya Darimana?
Namanya Namanya Masuk Daftar Skandal Panama Papers, PM Islandia Ini Mundur 
(Rabu, 6 April 2016)

 lalu baca berita berikut

Desakan Ketua BPK Mundur Menguat, Ahok: Berani Gak BPK Buktiin Hartanya Dari Mana?
  (Kamis, 14 Maret 2016)



Habiburokhman


lalu baca berita berikutnya




Abraham Lunggana (Lulung)
(Kamis 14 April 2016)

lalu baca berita berikutnya

(Senin, 18 April 2016)




:
abcs