Saya Bukan Orang Goblok, Saya Koruptor

Di dunia ini, pada dasarnya ada dua sisi yang berseberangan: terang >< gelap, bersih >< kotor, kaya >< miskin, muda >< tua, dan seterusnya. Tapi memang tidak sepenuhnya begitu, misalkan ada pria >< wanita, tapi ada yang berada di zona abu-abu (waria/ banci). 

Tapi dalam pemikiran penulis, untuk hal-hal tertentu, penulis sering memilahnya menjadi 2 kutub ekstrem seperti tadi: besar >< kecil, tinggi >< pendek, rajin >< malas, dan lain-lain. 

Ini tentang penilaian terhadap seseorang. Misalkan Anda dituduh mencuri barang di toko itu. Anda berada pada situasi seperti ini. Ketika Anda masuk ke sebuah toko, Anda tidak melakukan apa pun (baru melihat-lihat), Anda dituduh mencuri barang di toko itu. Apa yang Anda lakukan?

Penulis yakin, Anda akan sangat marah dan menantang balik, silakan periksa tubuh dan barang bawaan saya, silakan lihat CCTV, jika saya mencuri seperti yang dituduhkan, Anda boleh menyerahkan saya kepada pihak yang berwajib. Mungkin begitulah reaksi umum dari kita. Penulis tak berpikir membiarkan orang menuduh Anda lalu pergi begitu saja dari toko itu, tanpa pembelaan dari diri Anda.

Atau saat Anda sedang makan bersama pasangan Anda, ada pria atau wanita tidak dikenal yang mengatakan Anda pasangan selingkuhnya. Bahkan bila itu wanita, dia menyatakan dia sedang hamil dan bayi yang ada dalam kandungannya adalah anak Anda. Faktanya, Anda sama sekali tidak kenal dan tidak pernah berhubungan (pertemanan sekali pun dengan orang tersebut). Apa yang akan Anda lakukan? Akankah Anda hanya mengatakan kepada pasangan Anda, "Jangan percaya omongan orang itu, dia berbohong" dan mengajaknya meninggalkan restoran tanpa reaksi lebih keras untuk membuktikan Anda tidak bersalah??? 

Anda orang biasa saja (bukan pejabat publik terkenal, bukan orang kaya raya) saja, penulis yakin Anda akan sangat marah dan menantang balik orang yang memfitnah Anda. Membantah bahwa Anda seperti yang mereka tuduhkan.

Nah di sinilah fakta menarik menurut logika berpikir penulis. 

Dalam banyak kesempatan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang memang sepak terjangnya kontroversial sering mengeluarkan kata yang kasar seperti goblok, bajingan, brengsek, dan lain-lain.

Apa reaksi orang-orang dan para pejabat publik? Sebagian besar marah dan berbicara kepada wartawan yang kurang lebih seperti ini: Memangnya dia pinter? Ahok bicaranya kasar banget, pemimpin seharusnya jadi teladan. Dia yang brengsek, dan lain-lain. Intinya membantah apa yang diucapkan Ahok dan bila perlu menghujat balik.

Sejauh ini masalah "clear" bahwa orang yang dikasari Ahok maupun orang lain (khususnya pejabat publik), langsung akan membantah. Yang intinya kurang lebih: Saya tidak goblok, saya bukan bajingan, saya tidak brengsek, atau mereka membela masyarakat atau bawahan Ahok yang dimarahi dan mengatakan bahwa ucapan itu tidak benar.

Nah... tapi dalam berbagai kesempatan, Ahok sering membalas ucapan lawan politiknya yang berbicara santun dan secara tidak langsung mengatakan "Anda koruptor, Anda korupsi, Anda mendapatkan harta Anda dengan cara tidak halal."

Salah satunya seperti meme di bawah ini.



Dalam berbagai kesempatan, Ahok sering mengucapkan, "Mana ada pejabat yang berani bilang: Periksa harta saya, biaya hidup saya, dan periksa pajak yang saya bayar,..."

Atau saksikan video di bawah ini pada menit 53.41 sampai selesai (56.49).




Nah... giliran ucapan Ahok yang ini, jarang (atau tidak pernah ada) pejabat lain yang membantah atau langsung konferensi pers atau memuat data hartanya di situs mereka dan bukti pajak yang mereka bayar. 

Ahok sudah mencontohkan hal ini, begitu juga transparansi anggaran dengan menyajikan data-data tersebut di situs pemprov DKI (pemerintah daerah lain juga belum banyak melakukan transparansi seperti ini). Ingat slogan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang bunyinya seperti ini "Kalau bersih, kenapa harus risih."

Jika bersih, menampilkan penjelasan tentang harta pribadi dan pajak yang dibayar, tentu akan menaikkan citra sang pejabat. Mengapa langkah mudah ini (tanpa perlu banyak keluar uang) bisa menaikkan citra jujurnya pejabat publik tidak dilakukan???

Melihat keadaan ini, logika berpikir penulis mengatakan seolah ini penegasan bahwa "Saya bukan orang goblok, saya koruptor."


Baca juga berita ini (klik saja):
  1. 203 Wakil Rakyat Belum Setor LHKPN, Pimpinan DPR Pertanyakan Peran Parpol  (total anggota DPR adalah 545 orang, LHKPN = Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara)
  2. KPK: 69 dari 203 Anggota DPR Belum Lapor LHKPN Sama Sekali
  3. 15 Tahun Belum Serahkan LHKPN, Akom: Sudah Bikin Tapi Tak Ada Waktu Koreksi (Akom = Ade Komarudin, Ketua Ketua DPR RI, dari Partai Golkar)
  4. Tersangkut di Panama Papers, PPP Minta Ketua BPK Mundur {Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Aziz}.
  5. Ini Tiga Alasan Ketua BPK Harus Mundur
  6. Masuk Panama Papers, Ketua BPK Akui Belum Lapor Kekayaan
  7. Ketua BPK Belum Serahkan LHKPN Sejak 2010
  8.  

0 Responses

Poskan Komentar

abcs