Apa yang Anda Promosikan???

Apa pun yang Anda lakukan (dalam kapasitas sebagai pedagang atau penjual produk misalnya), tentu mempromosikan semua kelebihan produk yang Anda. Tentu yang Anda promosikan adalah yang sebenarnya (jujur). Jika Anda teriak jeruk yang Anda jual manis, tentu jeruk itu memang manis. Jadi bukan teriak jeruk manis padahal jeruk yang Anda jual adalah jeruk asam. Jika melakukan hal tidak jujur, akan langsung ketahuan calon pembeli, tentu saja mereka tidak akan jadi membeli. Anda sepakat?

Misalkan Anda menjual makanan (misalkan saja bakso). Agar laku, Anda pasti akan berpikir bagaimana menjual bakso agar laris dan bisa mengalahkan saingan Anda. Mungkin Anda akan belajar cara membuat bakso yang paling enak, tidak menambahkan pengawet, pewarna, dan hal-hal positif lainnya. Lalu Anda tinggal meneriakkan atau memasang info tersebut di iklan bakso Anda. Anda sepakat?

Apakah produk yang Anda jual akan laku jika yang Anda teriakkan atau promosikan/iklankan tidak lebih unggul daripada produk pesaing? 

Anda hanya teriak, "Ini bakso dari daging sapi asli..." Pedagang lain pun menjual bakso dari daging sapi asli. "Rasanya lezat..." dan pesaing Anda yang sudah jauh lebih dulu berjualan bakso pun menuliskan "Rasanya lezat..." di spanduk mereka. 

Apa beda (kelebihan) Anda daripada produk pesaing, itu yang sangat mungkin akan membuat pelanggan berpaling dari penjual bakso yang sudah jadi langganannya. Anda sepakat?

Nah... penulis masuk ke inti persoalannya. Apa yang Anda pikirkan ketika dalam sebuah pilkada (sebut saja pilgub DKI 2017 yang akan datang). Apakah yang terpikir jika calon gubernur hanya fokus mengiklankan bahwa ia satu agama atau bahkan satu suku dengan Anda dan jangan pilih yang beda agama (hanya fokus angkat isu SARA bukan jual program yang akan ditawarkan jika kelak terpilih jadi gubernur)?

Logika berpikir penulis mengatakan, "Oh... ternyata hanya itu kelebihan dia dari calon gubernur yang akan dikalahkannya." Anda sepakat?

Jika calon itu punya banyak kelebihan, buat apa dia hanya fokus ke isu SARA?

Jadi ingat iklan pembasmi nyamuk: "Yang lebih bagus? Yang lebih mahal (baca: yang lebih jelek) banyak. Kalau tidak ada yang lebih bagus, buat apa pilih yang lebih jelek...?"
0 Responses

Poskan Komentar

abcs