Kisah Inspiratif: Penyesalan Tukang Bangunan



Sumber foto: Google (hanya ilustrasi, bukan gambar asli dari kisah sebenarnya)


Seorang tukang bangunan senior merasa sekaranglah saatnya untuk pensiun. Ia ingin menghabiskan masa tuanya bersama keluarga tercinta.

Ia sudah lama bekerja dan merupakan tukang bangunan terbaik di tempatnya bekerja. Soal membangun rumah, ia memang ahlinya dan setiap ada proyek membangun rumah mewah, ia pasti dilibatkan.

Saat menyampaikan kepada pemilik perusahaan tempatnya bekerja, majikan dan mandor merasa sangat sedih, tetapi mereka memakluminya. "Pak, saya punya satu permintaan sebelum Bapak pensiun. Tolong Bapak buatkan satu rumah terbaik sebelum Bapak pensiun," pinta sang majikan.

Meski berat hati, tukang bangunan itu menyanggupi permintaan majikannya. "Saya percayakan kepada Bapak untuk mengerjakannya. Gunakan semua bahan terbaik, hasilkan sebuah karya terbaik sebelum pensiun. Bila perlu sesuatu, hubungi mandor, beliau akan menyiapkan semuanya," lanjut majikannya.

Sebenarnya sang tukang bangunan tidak ingin bekerja lagi, tapi karena ini permintaan langsung dari majikan, ia terpaksa mengiyakannya. Mulailah ia bekerja. Ia ingin menyelesaikan rumah ini secepat mungkin, bukan sebaik mungkin. 

Hal ini tak mengalami kendala karena tidak ada yang mengawasinya. Bahan yang digunakan adalah semua bahan yang ada di gudang perusahaan. Apa yang ada saja, kayu tua, besi keropos dan berkarat, langsung dipakainya. Semua hal buruk ini tak akan terlihat, toh nantinya akan tertutup cat, pikirnya.

Singkat cerita, rumah itu diselesaikannya dengan sangat cepat karena dikerjakan asal-asalan. Majikan mendatangi rumah itu, lalu memeriksa bagian luar dan dalamnya. Setelah memeriksa bagian dalam rumah, majikan menutup pintu, lalu menyerahkan kunci kepada tukang bangunan.

"Pak, ini hadiah untuk Bapak yang selama ini telah bekerja dengan baik. Ini ucapan terima kasih dari saya atas pengabdian Bapak selama ini," kata sang majikan.

Mendengar ucapan majikannya, tukang bangunan merasakan penyesalan yang amat dalam karena membuat karya terakhir secara asal-asalan.

Selesaikan tugas yang dipercayakan kepada kita dengan sebaik mungkin. Ini demi kebaikan bersama. Seandainya rumah itu pesanan konsumen dan hasilnya memuaskan, nama baik pekerja terjaga, nama perusahaan tetap baik, dan konsumen puas. Tak akan ada rasa penyesalan.

Sumber: ditulis ulang dan diedit Hendry Filcozwei Jan dari cerita kiriman teman via WA. 

0 Responses

Posting Komentar

abcs