T-REX = Torehan Rekor Xaverius



* * * * * * * * * * *

Catatan rekor yang dicapai sekolah, siswa, dan guru SMA Xaverius 1 Palembang. Lebih sebagai dokumentasi sekolah, namun bukan tidak mungkin kelak bisa diusulkan ke Muri. Prestasi yang dicatat haruslah yang bersifat mendidik. Misalkan ada catatan rekor siswa dengan nilai ijazah tertinggi, nilai terendah tidaklah perlu dicatat dan dipublikasikan. Lebih mengarah ke rekor yang sudah ada (siswa tertinggi, guru yang mengabdi paling lama di sekolah,...), bukan sengaja mengadakan acara pemecahan rekor.

* * * * * * * * * * *


Usul rubrik T-REX (TOREHAN REKOR XAVERIUS) ini sudah lama saya utarakan ke majalah Gita, namun hingga kini belum terealisasi. Sekarang buat blog sangat mudah, mengapa tidak ditampilkan di blog saja?

Semua data ada di sekolah, saya hanya bisa membantu mem-posting data yang ada di sekolah ke blog ini. Sekarang yang dibutuhkan adalah sukarelawan (mungkin guru SMA Xaverius 1 Palembang) yang berkenan menjadi juri (penilai data yang layak dicatat), serta kontributor (pengirim data) untuk blog ini.

Sesuai namanya, blog ini mencatat semua “rekor“ (baca: prestasi) yang dicatat adalah siswa (baik laki-laki maupun perempuan), guru, atau pun prestasi sekolah SMA Xaverius 1 Palembang. Jadi bila sang rekoris (pemegang rekor) disebut siswa, tentu itu siswa SMA Xaverius 1 Palembang. Rekoris-nya bisa siswa, bisa guru, bisa juga sekolah. Contoh rekoris dari pihak guru: guru yang mengabdi paling lama di sekolah. Rekoris-nya sekolah? Misalkan saja (hanya misal), sekolah kita merupakan punya kolam renang sendiri dan bertaraf nasional. Rekornya: sekolah pertama di Palembang yang memiliki kolam renang bertaraf nasional. Ke depannya, alumni pun bisa dicatat di sini. Misalkan data yang saya dapatkan dari komentar di blog. Ada alumni kita yang pernah menjadi gubernur Sumsel. Rekornya: alumni pertama yang menjadi gubernur.

Setelah dicatat, apakah rekoris-nya mendapat hadiah atau piagam? Tujuan awal saya mengusulkan ini hanya mencatat prestasi yang ada. Saya yakin, tercatat dalam T-REX sudah merupakan suatu kebanggaan. Ini sebuah pengakuan atas prestasi mereka. Mereka akan bangga meninggalkan sekolah karena meninggalkan catatan emas di sekolah. Kalau pun ke depannya, akan ada piagam atau hadiah (beasiswa atau yang lain), itu terserah saja. Atau mungkin catatan di blog T-REX ini kelak akan dibukukan, silakan saja.

Apa kriteria untuk dicatat di T-REX? Saya berpatokan pada 4 kriteria Muri yakni PPUL = Paling Pertama Unik Langka.

Paling atau ter, tentu sudah kita pahami bersama. Paling tinggi, paling cepat, paling jauh,... Siswa paling tinggi, lalu dalam pelajaran olah raga bisa dicatat siapa pelari tercepat, pelompat tertinggi, terjauh, dan lain-lain.

Pertama, contoh yang tercatat di Muri: wanita pertama yang menjadi wasit sepak bola. Di T-REX? Misalkan saja: siswa pertama yang meraih medali emas pada Olimpiade Fisika Internasional.

Unik, contoh di Muri: undangan pernikahan unik (berbentuk kubus) dengan 6 bahasa berbeda di ke-6 sisinya. Di T-REX? Mungkin ada siswa yang punya kemampuan unik meniru seperti: menirukan macam-macam suara binatang, badannya sangat lentur, dan lain-lain.

Langka, contoh di Muri: peristiwa langka, orang yang berhasil mengawinsilangkan 2 ikan berbeda jenis: Red Devil & Manaqueen. Di T-REX? Misalnya: ada siswa kembar 3 yang bersekolah di sekolah kita. Saya ingat di masa saya sekolah, ada 2 guru yang merupakan ayah dan anak dan dalam waktu yang sama mengajar di sekolah kita. Pak Hardono (guru matematika) dan Agustinus Wahyu Hardono (maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan nama). Ini termasuk peristiwa langka.


Salam,

Hendry Filcozwei Jan
(www.rekor.blogspot.com)


Inilah Daftar Rekoris versi T-REX


Semua tulisan berwarna-warni (selain yang berwarna hitam) merupakan links ke situs lain (koran, majalah, instansi/ lembaga,...) yang menyajikan berita (syukur kalau ada foto) tentang yang bersangkutan, sehingga pengunjung blog lebih yakin tentang data ini. Setiap kata yang berbeda warna menuju links yang berbeda. Silakan klik untuk mengunjungi dan membaca isinya.


  1. Ali Sucipto Tan (angkatan 2005): siswa pertama yang meraih 2 medali emas pada olimpiade fisika (tingkat Asia & Internasional). Medali emas di Olimpiade Fisika Asia (Asian Phisics Olympiad = AphO) Ke-6 di Pekanbaru, Riau, 26 April-1 Mei 2005 dan medali emas Olimpiade Fisika Internasional Ke-6 (International Phisics Olympiad = IPhO), 3-12 Juli 2005 di Salamanca, Spanyol. Selain itu, di APhO (Hanoi, Vietnam, Mei 2004) Ali meraih honorable mention (penghargaan di bawah perunggu). Tiga bulan kemudian dalam Olimpiade Internasional tahun 2004, Ali juga mendapat honorable mention. Ali, (bersama teman-teman lain peserta lain peraih medali di IphO: Purnawirman, Michael, dan Ario) sudah mendapat beasiswa untuk kuliah di Nanyang Technological University (Physics), Singapura.


Baru 1 rekor yang saya temukan dengan bantuan google. Rekor apa saja yang bisa dicatat? Ini sedikit usulan dari saya:

  1. Siswa dengan nilai ijazah (SMP dan juga bisa SMA, saat dia tamat) tertinggi.
  2. Siswa termuda (dihitung dari tanggal lahir sampai hari pertama masuk sekolah, atau agar lebih mudah ditetapkan/ diseragamkan saja sebuah tanggal misalnya 01 Juli, jadi usia siswa termuda dihitung dari tanggal lahir sampai 01 Juli di tahun ajaran dia mulai sekolah di SMAX 1 Palembang).
  3. Siswa tertinggi (ingat, hal yang harus diperhatikan selain kriteria PPUL adalah cari rekor yang positif dan memberi motivasi bagi siswa lain, bukan rekor yang justru membuat rekoris-nya minder).
  4. Siswa paling rajin. Selama 1 tahun ajaran, tidak pernah sakit, izin, apalagi alpa. Bukankah ini sebuah prestasi (setidaknya sehat).
  5. Siswa yang tercatat sebagai atlet nasional.
  6. Guru atau karyawan yang mengabdi paling lama di sekolah.
  7. Guru yang paling banyak mengajar. Jam mengajarnya selama 1 minggu paling padat.
  8. Guru paling berprestasi. Misalnya sering terpilih sebagai guru teladan tingkat nasional, atau sering menang pada lomba penulisan artikel pendidikan tingkat nasional, dan lain-lain.
  9. Dari cabang olah raga banyak rekor yang bisa dicatat, dari atletik : siswa tercepat, pelompat terjauh, pelompat tertinggi, dan lain-lain. Masa saya bersekolah, Pak Manotar Simamora yang rajin “mencatat” (mengumumkan) bahwa untuk lompat jauh si A dari kelas ini adalah pemegang rekornya. Ada yang tertarik meneruskan tradisi ini?

Silakan saja yang ingin berkomentar, mengirim data, mengirim kritik, saran, ataupun meralat kesalahan data di blog ini. Silakan ditujukan ke: hfj1105@yahoo.com



0 Responses

Poskan Komentar

abcs