Pengorbanan Seorang Dokter (dr. Boediwarsono)

Pandemi Covid-19 sudah berlangsung sekitar 1,5 tahun. Di dunia maya, penulis masih membaca pro kontra tentang Covid-19. Banyak yang percaya, ada pula yang tidak percaya adanya Covid-19 yang sudah mengakibatkan banyak korban meninggal. 

Coba dengarkan wawancara Pak Dahlan Iskan dengan putra Pak Boediwarsono, yang sudah berjuang keras mengobati pasien-pasien Covid-19, hingga akhirnya beliau meninggal karena Covid-19 (Minggu, 6 September 2020). 

Pak Boediwarsono (Prof. DR. Dr. Boediwarsono, Sp PD, K-HOM, PGD, Pall Med (ECU), FINASIM adalah guru besar Unair), memiliki 3 anak dan ketiganya dokter. Anak pertama beliau (yang diwawancarai Pak Dahlan Iskan juga menuturkan pengalaman beliau saat terkena Covid-19. Selain kehilangan ayah tercinta, ia juga kehilangan ibu tercinta dalam waktu berdekatan.

Terserah Anda, mau percaya kepada dokter atau yang lain.

Semua orang bebas berpendapat. Anda boleh percaya ada Covid-19, boleh juga tidak. Itu hak Anda. Tapi harus diingat, meski Anda tidak percaya, Anda tetap mungkin terkena Covid-19 (mungkin badan Anda fit, sehingga saat terkena Covid-19 Anda tak menunjukkan gejala alias OTG = Orang Tanpa Gejala). Dan jangan lupa, jika Anda tak mematuhi protokol kesehatan dan berdekatan dengan orang lain, Anda berpeluang menjadi "pembunuh" (menyebarkan virus Corona kepada orang lain).

Orang lain itu bukan hanya orang di sekitar Anda (yang tidak Anda kenal), tapi itu bisa jadi suami/istri, anak, ayah, ibu, kakek, nenek (seluruh kerabat Anda). Sering kali terlupakan, Anda punya hak, orang lain juga punya hak. Jangan lupa, sebelum dapat hak, kita harus melaksanakan kewajiban dulu.

Anda berhak nonton film di bioskop, misalnya. Anda wajib beli tiket dulu.

Anda berhak mengisap rokok (perokok sering ngomel kalau diingatkan saat merokok di tempat umum, karena merasa rokok itu ia beli dari uangnya sendiri, ia punya hak untuk merokok). Tapi sering lupa, orang lain pun punya hak mendapatkan udara bersih tanpa asap rokok. Kalau Anda merokok di tempat terbuka dan jauh dari orang lain atau misalnya Anda sendirian merokok dalam ruang tertutup atau Anda merokok tapi tidak mengeluarkan asap, tidak ada orang yang akan komplain.  

In Memoriam Prof Boediwarsono, Dokter Pejuang Covid-19 | Energi DI's Way Podcast w/ Dahlan Iskan #21

 

0 Responses

Posting Komentar

abcs