Babysitter Paling Kejam

Sudah lama sekali penulis sudah mendapatkan kiriman video maupun kisah tentang kesadisan seorang babysitter ini. Dulu sempat akan posting tulisan ini, tapi terlupa karena kesibukan lain dan file-nya terselip entah di mana. Waktu googling, penulis menemukan lagi tulisan tentang ini plus video-nya. Pas banget, penulis belum ahli meng-upload video, maka penulis hanya menyajikan sedikit tulisan dan memberi links ke blog yang menyajikan video tersebut. Semoga tulisan ini membuat kita waspada dan putra-putri kita tidak jatuh ke tangan pengasuh yang tak bertanggung jawab seperti ini.

Kisah perilaku buruk babysitter atau biasa disapa suster ini sudah lama penulis dengar. Salah satunya dari seorang teman yang mengisahkan pengalaman tetangganya. Anak tetangganya ini jadi terlambat perkembangannya karena terlalu banyak diberi obat tidur oleh babysitter yang mengasuhnya.

Kedua orang tua anak ini bekerja, berangkat pagi dan baru pulang sore menjelang malam. Tak ada anggota keluarga di rumah sehingga tak ada yang mengawasi kerja babysitter. Karena curiga ada yang tak beres, maka mereka memasang kamera CCTV. Ternyata kecurigaan ini benar adanya. Anak dicekoki dengan obat tidur sehingga tidak rewel (tidur terus), sementara sang baysitter bisa bebas menonton sinetron kesukaannya tanpa gangguan atau bisa ber-SMS dan bertelpon ria dengan teman atau kekasihnya.

Ada juga yang mengisahkan anaknya menangis dan menjerit-jerit setiap ibunya akan berangkat kerja. Semula dikira anaknya manja, tak mau ditinggal oleh ibunya. Setelah memasang kamera CCTV barulah ketahuan. Di depan majikan, babysitter ini begitu santun, sopan, dan memperlakukan anak dengan baik (sayang pada anak), tapi berubah jadi sadis ketika majikan tak di rumah. Anak mengalami kekerasan fisik maupun psikis. Dipukul, dicubit, dibentak dan diancam.

Tulisan ini tidak bermaksud menggeneralisir bahwa semua babysitter itu tidak baik atau kejam. Hanya ingin membuka mata Anda, jangan pernah tinggalkan anak dengan babysitter/ pengasuh/ pembantu tanpa ada pengawasan dari anggota keluarga. Anak bisa jadi korban pelampiasan emosi sang pengasuh.


Beberapa tips untuk mencegah hal ini:
  1. Ambil pengasuh anak/ pembantu dari penyalur/ yayasan atau referensi orang yang Anda kenal. Karena bila terjadi sesuatu, Anda bisa menelusuri jejaknya atau meminta pertanggungjawaban penyalur.
  2. Sebaiknya ada anggota keluarga di rumah yang bisa mengawasi kerja mereka.
  3. Ada banyak kasus, mereka juga melakukan pencurian baik sendiri maupun berkomplot dengan orang luar. Sekarang HP berkamera tampaknya bukan barang mewah (Penulis yakin Anda juga punya). Pastikan Anda memiliki foto pembantu/ pengasuh bayi Anda. Mungkin pengambilannya tak perlu mencolok. Anda bisa meminta mereka menggendong bayi Anda dan Anda mengabadikan foto mereka berdua. Selembar foto jauh lebih mudah daripada selembar kertas berisi perincian ciri yang bersangkutan. Misalnya tinggi 160cm, rambut ikal, kulit putih, dan lain-lain. Orang yang Anda tanya bingung untuk menjawab apakah mereka pernah melihat orang dengan ciri tersebut. Tapi kalau Anda memberikan fotonya, orang dengan mudah membantu Anda.
  4. HP bukan barang mewah. Banyak pembantu/ pengasuh anak yang punya HP. Sebaiknya sebelum bekerja pada Anda, pastikan bahwa mereka bersedia HP-nya Anda pegang dan mereka baru boleh pegang HP setelah kerja mereka selesai. Sulit negosiasikan hal ini? Ya, agak sulit. Tapi demi kebaikan sebaiknya Anda tempuh. Di rumah penulis, memang begitulah peraturannya. Kalau mereka pegang HP, mereka lebih rajin ber-SMS dan telpon daripada mengerjakan tugasnya. Silakan Anda perhatikan pembantu/ pengasuh tetangga Anda kalau Anda tak percaya. Begitu ada nada masuk (SMS atau telpon) mereka sudah tak konsentrasi untuk kerja, ingin cepat-cepat memegang HP-nya.
  5. Jika terpaksa meninggalkan anak dengan pengasuhnya (tanpa ada yang mengawasi), pasanglah CCTV. 
  6. Saat pulang kerja, ambil alih pengasuhan anak dari pembantu/ babysitter. Anda harus peka terhadap perubahan pada si anak. Anak jadi lesu dan tidur/ ngantuk terus (ada pengasuh yang mencekok anak dengan obat tidur agar dia tidak repot). Periksa fisiknya, apakah ada tanda-tanda kekerasan di tubuhnya. Perhatikan perubahan sikapnya. Apakah ia merengek minta Anda gendong saat Anda pulang kerja dan menangis saat akan ditinggal pergi kerja (mungkin itu indikasi dia tidak nyaman di tangan pengasuh).   


Mau melihat bagaimana kesadisan babysitter yang disebutkan dalam judul posting ini? Ini videonya: 


1 Response
  1. Violet Ish Says:

    Dear Moms, sebagai info dan agar tidak mengalami lagi hal seperti saya.
    Saya barusan mengeluarkan Baby Sitter untuk anak balita yang kurang ajar. Saya ambil dari Yayasan Purna Karya yang beralamat di Babakan Sari III No. 16, Bandung.
    Nama Baby Sitter : Yuli Wahiddatun Khasanah
    Asal : Gombong, Jawa Tengah
    Umur : 19 thn
    Fisik : kurus, kecil, rambut lurus panjang
    Alasan saya keluarkan :
    1. Tidak bisa mengurus anak.
    2. Anak saya sering dibentak2.
    3. Kasar. Anak saya nangis mengadu pada saya katanya dipukul mbak. Saya tanya pada suster itu, katanya tidak sengaja. Tetapi hal ini terjadi berkali2.
    4. Sering sibuk telpon dan facebook-an dengan teman2 prianya dan membiarkan anak saya bermain sendiri.
    5. Pernah saya baca facebooknya, tulisannya sangat kasar. Mengatai anak saya (maaf) "anak goblok diajarin gak bisa2, tolol, ngerepotin, anak gak tau diuntung, anjing bgt kerja di rumah ini, dsb." wew..
    6. Sering berbohong.
    7. Mulut manis di depan saya, tetapi berkata tidak baik di belakang saya. Setelah dia keluar, saya menemukan buku anak saya yang hilang yang ternyata dijadikan diary pribadi suster itu. Isinya sungguh kasar. Sad.. Padahal selama ini saya selalu bersikap baik padanya.
    Secara keseluruhan sifatnya tidak baik untuk standar baby sitter ataupun karyawan. Daripada membahayakan anak saya, lebih baik cepat2 saya keluarkan. Berhati hatilah.

Poskan Komentar

abcs