Hendry Filcozwei Jan
Musik (lagu) tidak terpisahkan dalam kehidupan ini (tentu saja termasuk penulis). Waktu menulis posting ini penulis sambil mendengarkan lagu. Dunia akan sepi tanpa musik.

Banyak sekali lagu yang sudah tercipta, banyak juga yang enak didengar (melodi maupun syair-nya yang indah untuk dinikmati). Tapi dari jutaan lagu, mungkin hanya beberapa puluh lagu yang sangat berkesan di hati kita.

Mengawali posting baru dengan Labels "Tempo Doeloe" kali ini penulis akan mencoba mengingat kemudian mencatat lagu-lagu apa saja yang mengisi kehidupan penulis dari kecil sampai sekarang ini. Lucunya, bukan hanya lagu pop saja yang mewarnai perjalanan hidup penulis. Juga ada 3 lagu dangdut! Lagu dangdut adalah hidangan sehari-hari saat kami ber-KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa Modong, kecamatan perwakilan Tanah Abang.

Lagu disusun berdasarkan kenangan (dari kecil sampai dewasa), atau kenangan terhadap teman, urutan judul lagu disusun berdasarkan abjad judul.


Judul lagu diusahan menjadi links menuju lagu tersebut di YouTube. Jika ingin mendengar lagu tersebut, tinggal klik saja judul lagunya. 


Masa Kecil:
Tak tahu mengapa lagu-lagu orang dewasa ini masuk ke dalam daftar lagu-lagu yang berkesan di hati penulis. Tak ada kisah di balik lagu ini, mungkin karena seringnya lagu ini diputar saat itu. Mungkinkah yang dinyanyikan Emilia Contessa (Di lembah yang berlumpur dan bernoda, di sanalah kini aku berada,...), Malam yang Dingin (Di malam, di malam yang dingin dan sesunyi ini,...) yang dinyanyikan Emilia Contessa. Ada lagu barat, How Can I Tell Her-nya Lobo (...How can I tell her about your, girl please tell me what to do,...)


SMA:
Jimmy dan Intan (Uci Bing Slamet & Harry van Houten) -> Yana Maggie Chang, Ming Thien Huei Ken Hao (xxx) -> Hau Nan Chiang,



Kuliah:
Lagu
Untukmu, Tito Sumarsono (Kupersembahkan lagu ini, sbagai tanda cinta kasihku,...). Lagu ini punya kenangan tersendiri karena sering dinyanyikan, waktu itu penulis menjadi panitia Opspek (Orientasi Program Studi & Pengenalan Kampus).


Kuliah Kerja Nyata (KKN):
Listrik belum masuk ke desa Modong, tempat kami ber-KKN. Hiburan kami hanya menonton TV yang hitam putih di rumah sekdes dan nonton pertunjukan dangdut. Malah kami sering diminta untuk tampil dan menyumbangkan suara. Lagunya? pasti dangdut! Tiga lagu ini yang sedang ngetop atau paling sering dinyanyikan saat itu:
Aduh Buyung Manis, penyanyi: Manja Group (Aduh buyung mengapa lupa padaku, selama engkau dirantau, kutunggu-tunggu dirimu,...), Perawan & Bujang, penyanyi: Anti Laricci (... Segantang dua gantang, bunga dan kumbang, kalau perawan dan bujang cinta dan sayang,...) serta, Takdir, penyanyi: Nais Larasati, Dayu AG & Caryati (... kau putuskan tali perkawinan kita, kini diriku… menjadi janda, kini dirimu telah berdua lagi, kini diriku… jadi merana...).


Kerja di Palembang:Indonesia: Setulus Hatimu, Semurni Cintamu (Arie Kosmiran),


Barat: Delilah
(Tom Jones) -> Kak Erwin, Devoted to You (Everly Brothers), Oh Carol (Neil Sedaka), Windmill (Helloween) -> Ika,


Ingat Diskotik:
Hero (Mariah Carrey),
25 Minutes (Michael Learn to Rock), The Actor (Michael Learn to Rock),

Kerja di Jakarta:Titik Noda (D'lloyd) -> Andy Permana/ Abun, Walau Sekejab (Arie Wibowo) -> Nining, 


Waktu pertama datang ke Bandung:
Selalu Untuk Selamanya (Fatur), Unbreak My Heart (Toni Braxton)





Kenangan pada seorang:
  1. AADC (Melly Goeslow), Feeling (Julio Iglesias), When I Need You (Julio Iglesias) -> Celline
  2. Dinda di Mana (Katon Bagaskara), Kunanti (Arwana), Melati dari Jayagiri (Bimbo atau Iwan Abdurrahman), Mungkinkah (Stinky), Se Fou Cen Te Ai Wo (Chang Ie Sen), Terlanjur Sayang (Memes), Tirai (Nur Afni Octavia) -> Xie En Chim
  3. Forever Young (Alphaville) -> Zakir (teman SMA)
  4. Kasih (Ismi Azis & Indra Lesmana) -> Nie Sang Fang
  5. Leaving on a Jet Plane (Chantal Kreviazuk) -> Ci Yenny (waktu ditraktir Ci Yenny ke diskotek di Grand Aquila Hotel, Bandung, waktu itu yang nyanyiin lagu ini homeband di sana dengan nama band: Plangie)

Lagu yang disukai pribadi: intrumentalia saxophone oleh Kenny G
. (terutama: Dying Young), intrumentalia karya Kitaro (salah satunya Silk Road), instrumentalia ZampoƱas (Zamponyas) dan Quenas (Kenas) oleh Pacha "Chalwanka" Wilmer {contohnya: Everything I Do (I Do It For You)}.

Judul-judul lagu masih terus akan bertambah (sedang diingat-ingat).
..
1 Response
  1. Sungguh sgt indah knangan tempoe doeloe.


Poskan Komentar