Lomba SMS Sambil Berkendara

Ponsel/ HP memang sudah jadi "kebutuhan hidup" dari yang jalan kaki sampai yang bermobil mewah. Jadi bukan pemandangan langka mbak-mbak penjual jamu keliling, penjual bakso, sampai pemulung pun punya HP. Penulis sering memergoki seorang pemulung yang sering beroperasi di sekitar kompleks tempat tinggal penulis sedang asyik SMS-an.

Kemajuan teknologi memang memudahkan dalam banyak hal. Tengah malam lapar, tidak perlu repot buka pintu pagar, jalan kaki ke tempat penjual nasi goreng, cukup SMS: "Mas nasi goreng 1 bungkus, pedas." Tak berapa lama kemudian, terdengar ketukan di pintu pagar, tinggal kasih uang, ambil nasi gorengnya.

Yang sekarang ramai mungkin tidak sekedar SMS-an, tapi FB atau Twitter-an. Hampir tiap hari penulis melihat orang asyik SMS-an (mungkin ganti status FB-nya?) ketika sedang menjalankan kendaraan (entah menyetir mobil atau mengendarai motor).

Pengendara motor yang sesekali melihat ke depan, sesekali melirik ke HP di tangan kiri yang sedang mengetik, itu pemandangan yang lazim. Terkadang di jalan yang hanya cukup 2 mobil berpapasan, mobil di depan penulis berjalan pelan. Padahal kendaraan di belakang (termasuk penulis) ingin mendahului tidak bisa karena dari arah berlawanan ada mobil dan kendaraan lain. Setelah jalur berlawanan kosong baru bisa mendahului. Apa penyebab mobil tadi berjalan pelan? Bukan jalan berlubang, bukan ada yang menyeberang, tapi asyik ber-SMS atau ganti status FB atau ber-Twitter-an!

Kalau asyik main HP sambil nongkrong, sambil menunggu di ruang tunggu rumah sakit, atau di terminal, atau di peron, mungkin tidak terlalu bermasalah. Itu hak Anda! Tapi kalau di jalan raya? Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, hal ini bisa mencelakakan orang lain.

Kalau orang suka kebut-kebutan dengan motor, dianjurkan disalurkan secara positif ke arena balap motor. Nah... kalau asyik main HP di jalan raya? Penulis berharap di acara 17 Agustus-an tahun depan ada panitia kreatif yang menyalurkan hobby ini. Lomba SMS sambil berkendara. Atau ada yang mengusulkan lomba ini masuk sebagai cabang olah raga eksebisi di PON, Sea Games, Asian Games, atau olimpiade? Penulis pikir, Indonesia berpeluang besar meraih medali emas untuk cabang ini.

0 Responses

Poskan Komentar

abcs