Bahaya Menonton Pertandingan Secara Live

Anda penggemar olah raga? Katakanlah sepak bola. Menonton pertandingan olah raga secara langsung (di stadion) bukan siaran live melalui layar TV, tentu sangat mengasyikkan. Anda pasti rela mengeluarkan uang ekstra, siapkan waktu khusus, antri tiket, plus membawa segala pernak-pernik untuk mendukung kesebelasan Anda.

Tapi tahukah Anda, menonton pertandingan olah raga (olah raga apa saja) sangat membahayakan! Bahaya apa? Mungkin Anda berpikir: korban tawuran antar suporter? Bisa jadi. Tergencet saat mengantri tiket? Boleh jadi. Tapi ada bahaya yang lebih dari itu. Apa itu? Tertangkap polisi!

Ada 2 fakta yang akan penulis kemukakan di sini. Pertama: Gayus Tambunan. Gara-gara menonton pertandingan tenis secara live di Bali (padahal seharusnya masih menghuni Rumah Tahanan Brimob Kelapa Dua, Depok). Wajahnya tertangkap kamera wartawan Kompas, maka hebohlah Indonesia (beritanya, klik: Tribun News). Hukuman yang diterima akan bertambah karena "pelarian" ini.

Kedua, Nazaruddin (mantan bendahara umum Partai Demokrat). Bila Gayus sempat menonton pertandingan tenis di Bali, Nazaruddin yang baru berniat nonton pertandingan sepak bola secara live di Bogota, eh... keburu tertangkap polisi saat masih menunggu pesawat di Bandara Cartagena (Kolombia). Beritanya, klik: Republika

Ehm... serius sekali Anda membaca posting ini. Tulisan kali ini, hanya sebagai "guyonan" tak perlu ditanggapi secara serius. Ide menulis posting ini berawal dari seringya penulis membaca berita "aneh" di Yahoo News. Sering sekali penulis menemukan berita yang terasa "aneh" (baca: tidak bermutu) di Yahoo News. Entah karena mereka salah kutip, salah menerjemahkan, penjelasannya kurang lengkap, editor kurang jeli memilih berita, atau karena hal lain.

Salah satunya bisa Anda baca dengan meng-klik links ini: Pendidikan Rendah Beresiko Terserang Gagal Ginjal?


Pada poin ke-4 tentang mereka yang beresiko tinggi mengalami gagal ginjal disebutkan: Pendidikan Rendah. Penjelasannya hanya: "Orang yang pendidikannya rendah, mempunyai kecenderungan atau risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ginjal."


Kontan saja ini memicu banyak pembacanya yang berkomentar (silakan Anda baca). Lho yang pendidikan tinggi (dokter bahkan spesialis penyakit dalam pun) bisa terkena gagal ginjal, tulis pembaca. Ada pembaca yang coba menjelaskan bahwa: Karena pendidikan rendah, mereka tidak memahami mana makanan yang baik dan tidak baik bagi kesehatan, yang penting kenyang dan seterusnya.

Kalau penjelasan pendidikan rendah, mungkin lebih pas diarahkan karena pendidikan rendah, dapat kerja dengan gaji rendah, maka makanan yang diperoleh tidak sesuai dengan kriteria makanan sehat dan seterusnya. Mungkin ini "lebih bisa diterima" oleh pembaca.

Lantas penulis berpikir, kalau "hasil penelitian" itu berkesimpulan demikian, hampir semua penyakit faktor resiko tingginya bisa ditulis: pendidikan rendah.

Salah satu resiko tinggi orang terserang sakit perut adalah pendidikan rendah. Karena pendidikan rendah, dia tak paham tentang makanan yang sehat. Dia suka jajan sembarang, waktu akan makan tidak mencuci tangan dulu, maka dia gampang terserang sakit perut.

Salah satu resiko tinggi orang terserang kerusakan mata (minus) adalah pendidikan rendah. Karena pendidikan rendah, dia tak paham bagaimana cara membaca yang baik. Dia suka membaca di tempat yang kurang cahaya-nya, membaca sambil tiduran, nonton TV dengan jarak yang sangat dekat, kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, dan seterusnya, maka matanya cenderung lebih gampang rusak dan harus dikoreksi dengan kacamata.

Penyakit apa saja, kalau kita tak paham tentang makanan sehat, kurang olah raga, tidak istirahat yang cukup, tidak menjaga kesehatan, dan seterusnya, ya termasuk orang beresiko tinggi. Ya tidak???

Balik ke judul posting ini "Bahaya Menonton Pertandingan Secara Live" jangan terlalu ditanggapi serius. Ini hanya sebagai sindiran tentang berita-berita tidak bermutu.

Nonton pertandingan olah raga hanya berbahaya bagi koruptor atau buronan orang yang masuk DPO (Daftar Pencarian Orang). Anda orang biasa? Aman-aman saja kok. Buat koruptor? Mungkin dari tempat persembunyiannya bisa nonton pertandingan olah raga via TV atau kalau mau nonton live, mungkin bisa pilih alternatif lain: nonton konser musik, nonton acara sulap, atau yang lain. Mudah-mudahan saja peruntungannya lebih baik.
Tautan
* * * * *
Berikut berita-berita "aneh" di Yahoo News yang penulis temukan (kriteria indikasi "aneh" alias tidak bermutu berdasarkan: isi berita sebenarnya bukan hal baru, judul tidak sejalan dengan isi, dan lain-lain). Salah satunya juga dari komentar dari pembacanya (banyak komentar negatif atas berita tersebut):

  1. Enggak Lagi Deh Bawa Ponsel ke Toilet (mungkin Anda mengira radiasinya lebih tinggi di dalam toilet atau hal ilmiah lainnya, siap-siap saja kecewa membaca info ini)
  2. Jadi Bintang Iklan, Irfan Bachdim Panen Rupiah (tak ada penjelasan berapa iklan yang menggunakan jasa Irfan Bachdim, berapa nilai kontraknya, silakan baca komentar pembacanya).




0 Responses

Poskan Komentar

abcs