Liburan ke Yogya (3): Selalu Bertemu Orang yang Sama

Liburan ke Yogya (24-27 Desember 2012) diwarnai peristiwa unik. Bagi penulis, ini hal langka, namun ini benar-benar terjadi.

Saat berangkat dengan kereta Argo Wilis dari Bandung, kami duduk di gerbong 3 nomor kursi 6CD dan 7 CD (4 tempat duduk saling berhadapan). Dalam perjalanan ke Yogya yang memakan waktu sekitar 7 jam, kami tentu melihat sekilas ke penumpang lain. Penumpang di seberang kami, penumpang satu gerbong yang kami lewati jika hendak ke toilet. 

Hari pertama kami berkunjung ke Candi Borobudur, kami bertemu dengan satu keluarga yang duduk pas berseberangan dengan kursi kami saat di kereta api Argo Wilis. Mereka juga berempat. Bedanya penulis (suami istri dan 2 putra), keluarga yang duduk di seberang kami suami istri dan 2 putri. Itu penulis lihat di tingkat pertama Candi Borobudur. Saat naik lagi dan berfoto-foto, lewat lagi mereka sekeluarga. Penasaran, penulis sapa. "Pak, ketemu lagi. Masih ingat nggak? Kita satu kereta dari Bandung." "Oh ya..." kata Bapak itu sambil tersenyum.

Hari kedua, kami ke Keraton, sekali lagi kami juga ketemu keluarga itu. "Pak, ketemu lagi..." sapa penulis. Ia tertawa. Akhirnya kami berkenalan, namanya Pak Alwin (jika tak salah dengar). "Saya Hendry" penulis memperkenalkan diri. "Aneh ya, di kereta api kita ketemu, kemarin di Candi Borobudur kita ketemu, di sini (Keraton) kita juga ketemu" kata penulis. "Kapan pulang Pak?" tanya Pak Alwin. "Kamis, 27 Desember 2012" jawab penulis. Dia tertawa, "Sama lagi Pak" katanya.

Dan pada Kamis, 27 Desember 2012 kami  sudah duduk di peron Stasiun Tugu, dan benar saja Pak Alwin sekeluarga lewat di depan kami dan tersenyum.
  
Bisa 4 kali bertemu tanpa perjanjian rasanya memang aneh. Di kota yang sama, selama sekian tahun, penulis hampir tidak pernah bertemu dengan seorang teman di mal yang sama 2 kali atau lebih. Padahal hampir tiap minggu penulis dan keluarga main ke mal. 

Kalau dihitung pakai teori probabilitas, kemungkinan pertemuan seperti itu kecil sekali prosentase-nya. Bahkan kita yang sama-sama di mal yang sama, pada hari yang sama, waktu yang sama, belum tentu kita ketemu. Bisa saja saat kita di lantai satu, teman kita di lantai dua. Atau kita sama-sama di satu lantai yang sama, kita masuk ke toko A, dia melintas di depan toko tersebut dan kita tak saling tatap muka. Ya 'kan?

Dan serba kebetulan hal ini akan jadi "semakin lengkap" jika kebetulan Pak Alwin juga suka online, lalu browsing, dan akhirnya menemukan tulisan ini. Penulis tidak pernah memberitahukan alamat blog ini dan juga tidak pernah cerita bahwa kisah ini akan penulis muat di blog. Siapa tahu...?

Kalau ya, silakan tinggalkan komentar di bawah ini Pak Alwin...
0 Responses

Poskan Komentar

abcs