Tangan di Atas Lebih Mulia

"Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah" yang diartikan secara bebas: "Memberi lebih mulia daripada menerima." Kita diharapkan lebih suka memberi daripada menerima (meminta, apalagi jadi peminta-minta alias pengemis).

Tapi kenyataan di lapangan, banyak yang lebih suka meminta daripada melakukan sesuatu yang bermanfaat (bekerja).

Beberapa hari lalu penulis melihat pemandangan seperti ini. Ada perbaikan jalan di satu ruas jalan kecil dalam kompleks dan kebetulan ada tikungan di ujung jalan itu. Karena sebelah jalan sedang diperbaiki (diaspal), maka kendaraan yang lewat harus bergantian. Ada yang mengatur agar jalan bisa lancar. Sebentar giliran kendaraan yang masuk kompleks boleh jalan, sebentar kemudian giliran kendaraan yang akan keluar dari kompleks yang boleh jalan.

Seperti biasa, tak ada jasa yang gratis. Seorang mengatur jalan, seorang lagi memegang kaleng ataupun kotak kardus untuk meminta sumbangan ala kadarnya dari pengendara yang lewat. Untuk permintaan uang seperti ini, pengendara bisa memaklumi.

Sekarang perbaikan jalan sudah selesai. Jalan sudah bisa dilalui seperti biasa. Tapi mengetahui mudahnya mencari uang dengan hanya berteriak "Terus... terus..." atau dengan menggerakkan tangan meminta kendaraan berjalan, jalan ini tidak lagi gratis, tapi jadi jalan berbayar (mirip jalan tol)!

Setiap kali penulis lewat, selalu saja ada orang yang berdiri dekat tikungan dan berteriak "Terus... terus..." sambil memegang kotak kardus, seolah memberi kesempatan kepada mobil itu untuk lewat dan seakan ada kendaraan lain dari arah sebaliknya. Padahal mobil itu hanya sendiri (tak ada mobil lain, bahkan tak ada kendaraan lain) selain penulis yang mengendarai motor di belakang mobil itu.

Lucu! Jalan bukan sedang diperbaiki sehingga harus ada yang mengatu
r mana yang harus lewat duluan. Tidak ada mobil dari arah lain. Kok tetap pura-pura mengatur jalan? Padahal sebelum perbaikan jalan, jalan ini bebas dilalui tanpa harus bayar.

Di tempat lain (di kompleks lain), penulis menemukan hal yang sama. Ada yang berjaga di tikungan untuk mengatur kendaraan yang lewat. Biasanya sih orang dewasa, tapi kalau orang dewasa tidak ada, anak-anak usia SD pun melakukan aksi serupa. Mengatur kendaraan yang akan lewat padahal dari arah berlawanan tidak ada kendaraan yang akan lewat.

Cari uang memang semakin sulit sehingga apa pun dihalalkan asal dapat uang atau memang bermental peminta-minta?


Baca juga: Jalan Tol Milik Pribadi
0 Responses

Poskan Komentar

abcs