1 Kali Tembak, 2 Sasaran Kena

Penulis termasuk satu dari sekian banyak orang yang suka lagu-lagu Iwan Fals. Suka akan melodinya yang enak didengar, bisa pedas dengan kritik sosialnya, tapi juga bisa romantis dengan syair/ liriknya.

Menghasilkan sebuah lagu dengan melodi yang indah plus syair yang kuat dan tepat tidaklah mudah. Kadang ada lagu yang indah melodinya tapi tak ditunjang syair yang bagus. Atau ada yang liriknya kuat tapi tak ditunjang oleh melodi yang indah.

Tak heran kalau kita jumpai sebuah lagu yang dihasilkan oleh 2 orang atau lebih, satu menghasilkan melodi, satu lagi khusus menulis lirik. Kerja sama untuk menghasilkan yang terbaik.

Balik ke Iwan Fals, penulis tertarik dengan lagu "Kereta Tiba Pukul Berapa." Uniknya di sini, melodinya enak didengar, liriknya bagus, dan lebih hebatnya lagi, meski ini lagu cinta (entah ke sahabat atau ke pacar), sekaligus juga sambil mengkritik. Tidak tanggung-tanggung, dalam 1 lagu, ada 2 lembaga yang dikritik: kepolisian (suap) dan perhubungan (kereta api yang sering tidak tepat waktu).

Yang ingin nyanyi, ini syair lagu "Kereta Tiba Pukul Berapa"


Hilang sabar di hati dan tak terbendung lagi, Waktu itu, Lama memang kutunggu kedatanganmu, Sobat karibku, Datang telegram darimu, Dua hari yang lalu, Tunggu aku (suara cewek), Di stasiun kereta itu pukul satu.

Kupacu sepeda motorku, Jarum jam tak mau menunggu, Maklum rindu. Traffic light aku lewati, Lampu merah tak peduli, Jalan terus (asyik)

Di depan ada polantas, Wajahnya begitu buas, Tangkap aku, Tawar menawar harga pas tancap gas.

Sampai stasiun kereta, Pukul setengah dua, Duduk aku menunggu, Tanya loket dan penjaga, Kereta tiba pukul berapa. Biasanya... kereta terlambat, Dua jam mungkin biasa (rusak lu...)

Tiba kabar darimu, Dua hari yang lalu, Tunggu aku, Di stasiun kereta itu pukul satu, Kupacu sepeda motorku, Jarum jam tak mau menunggu, Maklum rindu, Traffic light aku lewati, Lampu merah tak peduli, Jalan terus.

Di muka ada polantas, Wajahnya begitu buas, Tangkap aku, Tawar menawar harga pas tancap gas.

Sampai stasiun kereta, Pukul setengah dua, Duduk Tautanaku menunggu, Tanya loket dan penjaga, Kereta tiba pukul berapa, Biasanya... kereta terlambat, Dua jam cerita lama.

Sampai stasiun kereta, Pukul setengah dua, Duduk aku menunggu, Tanya loket dan penjaga, Kereta tiba pukul berapa...

* * * * *

Sambil mendendangkan lagu cinta yang indah, Iwan Fals tetap bisa meng-kritik. Kreatif banget! Salut.

Sumber foto: 88db


0 Responses

Poskan Komentar

abcs