Media Sosial, Sarana Bersosialisi di Dunia Maya

Cara berkomunikasi dengan sesama manusia berubah dari waktu ke waktu. Awalnya mungkin dengan bahasa isyarat (sebelum ada bahasa), lalu bicara secara langsung, dengan tulisan (surat). 

Lalu menggunakan telepon, HT (Handy Talky), dan semakin pesat dengan munculnya ponsel.  Telepon tidak lagi harus dari tempat tertentu (rumah atau kantor), tapi pengguna bisa melakukan pembicaraan di mana saja selama ada sinyal. Komunikasi via tulisan pun bisa menggunakan ponsel (SMS) dan jauh lebih cepat daripada cara konvensional (berkirim surat).

Ketika internet semakin memasyarakat, ponsel yang menyediakan fasilitas internet makin murah, situs-situs pergaulan dunia maya pun bermunculan. Awalnya penulis mengenal Friendster atau disingkat FS (sekarang FS sudah bukan situs media sosial lagi), lalu FaceBook (FB), dan terakhir Twitter. Selain mencantumkan alamat situs di produknya, aneka perusahaan sekarang mencantumkan juga FB dan Twitter agar mereka semakin dekat dengan konsumen.

Sarana bersosialisasi di dunia maya makin diramaikan dengan BBM, Line, Kakao Talk, We Chat, dan lain-lain. Ke mana pun kita pergi, kita mudah berkomunikasi dengan keluarga dan teman-teman. Fans tetap bis "memantau" apa saja kegiatan idolanya, apa yang ditulis idolanya dan juga bisa berbagi foto.

Teknologi memang memanjakan kita. Hanya saja muncul keluhan, teknologi ini justru "mendekatkan yang jauh sekaligus menjauhkan yang dekat". Tatap muka dengan orang di sekeliling jadi lebih jarang karena setiap saat kita lebih suka melihat ponsel. Semoga kita dapat mengambil manfaat maksimal dari kemajuan teknologi dan meminimalisir akibat negatifnya.


Selengkapnya, silakan klik: Fasilitas dan Kreativitas di Dunia Maya
0 Responses

Poskan Komentar

abcs