Peta Sekitar Rumahku di Masa Lalu

Saat ini penulis akan mengadakan perjalanan virtual melalui pikiran ke masa lalu sambil mencatat hal apa saja yang masih tersimpan di memori penulis.

Penulis berdiri di depan rumah sekaligus toko yang berada persis di simpang tiga kota itu. Jalan lurus di depan penulis bernama Jl. Yos Sudarso atau di masa lalu populer dengan sebutan Talang Jawa. Jalan ke kiri itu ke jalan Jendral Sudirman (termasuk rumah penulis). Jalan ke kiri ini ke arah Megang (tempat orang-orang keturunan Tionghua meninggal dimakamkan). Jalan ke kanan (tepatnya ke kanan agak ke belakang) adalah jalan Kartini. Ke sekolah (SD, SMP, SMA Xaverius) semua ke arah ini. Daerah ini dikenal juga dengan sebutan Talang Bandung. Kalau digambarkan, peta simpang tiga ini mirip huruf Y tapi dengan posisi terbalik.

Toko orangtua penulis bermerek Mawar (Toko Mas). Toko kami pernah beberapa kali ganti nama, ganti usaha dan berpindah tempat. Toko alat listrik Ria, toko jualan kaset Natalia di Jalan Yos Sudarso.

Sekarang penulis urutkan, dimulai dari toko milik orangtua penulis ke arah kiri:

  1. Toko mas Mawar
  2. Salon Vivi
  3. Toko service alat elektronik Gema Nusantara 
  4. Toko sepeda Usaha Muda
  5. Toko kain: Himalaya
  6. Toko Mas Kenangan
  7. Toko Victory
  8. Toko Maribaya
  9. Toko pakaian Tora-Tora
  10. Toko buku Sama Djaja
  11. Toko elektronik Bali Indah
  12. Toko jam Orient
  13. Tukang gigi Muntilan
  14. Toko meubel Pasific
  15. Toko Sinar Baru
  16. Toko Mulia
  17. Toko buku Irian
  18. Tukang cukur rambut Thé Go
  19. Toko obat Dwi Jasa
  20. Toko onderdil motor
  21. Toko kain Hawaii
  22. Toko Besi Samudera
  23. Toko kain...
  24. Toko Monas
  25. Gang kecil
  26. Toko beras Sawan
  27. Toko mas Megah (kakek penulis)
  28. Toko mas Harmonis
  29. Toko mas Medan (toko mas paling terkenal di kota ini)

Sekarang penjelasan satu persatu tentang toko (nama pemilik, anaknya, dan lain-lain)


  1. Toko milik orang tua penulis
  2. Nama pemiliknya: lupa, istrinya: Pien. Nama anaknya: Cin-Cin, Sien-Sien, Hau Ie. Akhirnya pindah ke Jalan Yos Sudarso dan membuka usaha bakery bernama Monaco
  3. Pemiliknya Hwa Lung. Lalu masih toko service elektronik ganti pemilik Cen Yung (sakit TBC) punya anak bernama Ucok. Lalu berganti pemilik jadi toko Philip (pemiliknya Aciang, sekarang sudah almarhum). Anaknya 2 laki-laki kembar: Asiang dan Asiung.
  4. Pemilik: Ationg, nama anaknya Joni. Memelihara seeokor siamang.
  5. Pemiliknya keturunan India. Cucunya Rudi Hartono, teman sekelas penulis (kakaknya bernama Tuti Murni dan kakak laki-lakinya bernama Samsul). Kemudian mereka pindah ke Yogyakarta.
  6. Pemiliknya: Chi Ming, istrinya bernama Mei Ing. Anaknya: Hermanto (Afuk), Bambang Irawan (Akhiang), Akuk (perempuan)
  7. Masih saudara dengan toko Tora-Tora
  8. Pemiliknya: Ming Hai. Anaknya yang penulis kenal: Ahéng, Kho Kho (Lok Do), Fei Fei (Christian alias Pipot).
  9. Selain jual pakaian, toko ini juga salon. Anaknya bernama Lili. 
  10. Nama pemilik lupa, istrinya: Anyuk. Nama anaknya: Johaman pemilik toko ini (Kén Phing)
  11. Nama anaknya Heni.
  12. Nama pemilik: Yu Cung. Anaknya: Ping Astono (O Phéng). Punya seorang kakak laki-laki dan adik perempuan.
  13. Tiga bersaudara semuanya perempuan (berbadan besar) dan tak ada yang menikah. Mencari nafkah sebagai pembuat gigi palsu. Merawat seorang anak laki-laki bernama Achiang.
  14. Keluarga ini punya 4 anak dengan urutan persis dengan keluarga penulis. Perempuan, laki-laki, laki-laki, perempuan. Anak kedua: Akim, anak ketiga: Asiung, anak keempat lupa namanya tapi disapa Cilik.
  15. Nama pemilik lupa, tapi populer dengan nama Kucing Belang. Toko mereka besar, dua toko jadi satu. Merekalah yang akhirnya mendirikan "supermartket pertama" di kota tersebut: SM (Sinar Mas)?
  16. Pemiliknya Sofian (2). Punya anak perempuan bernama Luk Chay.  
  17. Pemiliknya bernama Lau Lie. Anaknya I Cie dan Fen Feun (Funnywati, Bintang Indonesia).
  18. Anak pemilik suka merokok yang dilinting sendiri dengan kertas "papir"berwarna putih dan ukurannya kecil dan menggunakan tambakau yang populer disebut "Warning"
  19. Pemiliknya bernama Eng Lo (saudaranya bernama Eng To). Toko obat ini akhirnya "digusur" dan menjadi jalan, dan toko obat ini pindah ke seberangnya. Nama anaknya yang penulis kenal Teddy dengan nama sapaan Ali Tut.
  20. Lupa.
  21. Lupa.
  22. Toko besi ini besar (2 toko jadi satu). Nama anaknya Héni Purnama (pernah sekelas penulis) dan adinya bernama Héndra (sekelas adik penulis).
  23. Lupa.
  24. Anak laki-lakinya meninggal tersengat listrik.
  25. Lupa.
  26. Pemiliknya Yan A Lok, dua anak laki-lakinya mengurus toko ini: Achoi dan Akhun. Anak perempuannya bernama: Mei Cien dan Chien Cin yang hingga artikel ini ditulis belum menikah (usia penulis sudah 40-an, dia mungkin sudah berusia 60-70 tahun).
  27. Pemilik: Lau Mai, istrinya mengajar bahasa Inggris. Nama anaknya Siau Lie dan Darwin.
  28. Pemiliknya dikenal dengan nama Awi Medan, seorang anaknya perempuan bernama Yani (pernah sekelas dengan penulis).

Bila ada waktu, akan dilanjutkan dengan toko-toko di sebelah kanan toko orangtua penulis dan juga seberang. 

Ini memori sekitar 30 tahun yang lalu. Kalau banyak yang keliru, harap maklum saja...
0 Responses

Poskan Komentar

abcs