Akan Memperjuangkan Nasib Rakyat???

Melihat baliho besar, iklan di media massa, televisi, banyak sekali calon pejabat yang berjanji akan memperjuangkan nasib rakyat. Berjanji akan melakukan ini dan melakukan itu. 

Apakah penulis percaya? Ehm... bagaimana ya? Kalau penulis, prosentase-nya kecil sekali untuk percaya hal-hal seperti itu. Ada yang bilang penulis pesimis. Kita harus optimis. Hah!!! Ini bukan soal pesimis atau optimis, tapi realistis.

Anda lihat sendiri (dan juga psti sudah perah merasakan sendiri) antara janji saat kampanye (belum jadi) dengan setelah jadi pejabat. Jauuuh sekali bedanya.

Saat kampanye, apa pun akan dilakukan untuk menarik simpati masyarakat yang pada dasarnya cepat sekali lupa. Jika Anda punya hajatan, atau mau meresmikan sesuatu, di masa-masa kampanye inilah saat yang tepat untuk mengundang mereka. Kemungkinan besar mereka akan datang (meski tentu saja acara tersebut akan bernuansa promo dagangan beliau).

Saat kampanye inilah mereka akan sangat dekat dengan rakyat kecil. Mereka rela datang ke kampung kumuh, pasar yang becek, korban kebakaran, korban banjir, tempat pengungsian, mereka cepat memberi tanggapan saat ada bencana, dan lain sebagainya. Kalau sudah jadi??? Anda bisa lihat sendiri. Jangankan mampir ke tempat rakyatnya (meluangkan waktu ke tempat kumuh), meluangkan waktu sedikit saja untuk menemui rakyatnya yang jauh-jauh datang ke kantornya untuk mengadu pun sulit terlaksana. Inilah kenyataannya.

Untuk mencapai kesuksesan tersebut, sudah jadi rahasia umum mereka mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Bukan lagi ratusan juta tapi sudah mencapai angka miliaran rupiah. Kapankah uang sebesar itu akan kembali jika hanya mengandalkan gaji? Akankah seseorang rela berjuang membela rakyat namun harus keluar miliaran rupiah terlebih dahulu? Lagi pula risiko yang dihadapi pun tidaklah sedikit. Pertama kalah dalam pemilihan (baik secara fair maupun kalah karena dicurangi). Lalu segala sepak terjangnya jadi sorotan publik, dan lain-lain.

Jadi penulis tidak percaya 100% omongan para calon??? Tidak 100% sih... Ada pejabat (baca: sedikit) yang konsisten melakukan apa yang telah dikatakan/ dijanjikan. Saat sebelum jadi dan sesudah jadi pejabat, tidak terlalu jauh sikapnya (masih dekat dengan rakyat, membela kepentingan rakyat, bersih dari korupsi, dan lain-lain). Setidaknya itu yang penulis lihat pada sosok Jokowi-Ahok (mungkin ada yang lain, tapi jumlahnya sangat jauh jika dibandingkan dengan yang bisa dijadikan teladan. 

Jadi rasanya, sedikit teladan di antara sekian banyak pejabat yang tidak bisa diteladani, mereka adalah sosok langka (dan di mata awam, mereka "gila" karena rela bekerja keras demi rakyat dengan segala risiko yang ada, bahkan Bung Jokowi sampai gaji pun tidak diambil). Sebenarnya jika mereka mau tetap jadi pengusaha atau kerjaan lain, mereka bisa hidup senang dan tenang kok. 
So... mendengar, melihat, dan membaca para calon pejabat rela mengeluarkan uang miliaran rupiah demi membela kepentingan rakyat, logika berpikir penulis mengatakan "tidak percaya." Bukan pesimistis, bukan tak mau optimis, tapi realistis. Bagaimana dengan Anda??? 


Silakan baca berita ini (klik saja):

  1. 158 Walikota-Bupati, 17 Gubernur Jadi Tersangka Korupsi
  2. 298 Kepala Daerah Tersangkut Korupsi, LAN Dukung Lelang Jabatan


0 Responses

Poskan Komentar

abcs