Belajar Bagaimana Seharusnya Melayani Konsumen

Ini pengalaman penulis beberapa tahun lalu...

Membayar rekening listrik biasanya dilakukan di kantor PLN, rekening telepon di kantor Telkom. Karena jarak tempat pembayaran rekening listrik dan telepon agak berjauhan, akhirnya penulis memilih membayar rekening telepon di sebuah bank swasta.

Kontras sekali suasananya. Memasuki kantor tempat membayar rekening listrik, suasananya kumuh. Mulai dari pagarnya yang tak terawat dan lantainya yang kotor. Masuk ke ruang kantornya juga sama. Kursi panjang tempat menunggu juga kumuh, lantai sepertinya tidak pernah disapu apalagi dipel. Kaca nako juga penuh debu. Ruangan tidak ber-AC. Petugasnya juga terlihat kurang bersahabat, pakaian pun tidak rapi. Antri benar-benar berdasarkan tempat duduk (terus bergeser begitu ada yang sudah selesai).

Bagaimana saat bayar rekening telepon di bank swasta? Begitu turun dari motor (saat akan masuk ke bank swasta yang kacanya bersih mengkilap), seorang satpam membuka pintu dan menyapa sambil tersenyum "Selamat pagi, apa yang bisa kami bantu?"

Ruangan ber-AC, lantai bersih, antri menggunakan nomor, tempat duduk nyaman, petugasnya berpakaian rapi dan wajah selalu tersenyum. 

Mungkin memang seperti inilah gambaran pelayanan perusahaan swasta dan instansi pemerintah. Semoga kelak, jurang ini bisa semakin samar.

Untungnya sekarang banyak loket pembayaran online rekening listrik, telepon, dan tagihan lainnya. Tidak perlu jauh-jauh, tidak perlu lagi menghadapi suasana yang sangat tidak nyaman.



0 Responses

Poskan Komentar

abcs