Peraturan Berbahasa Indonesia yang Tidak Berkelanjutan

Dalam keseharian, kita menemukan banyak sekali kata asing yang digunakan dalam percakapan. Terlebih setelah Vicky Prasetyo menebar virus Vickinisasi. Banyak yang latah ikut-ikutan berbicara dengan mencampurkan aneka kata berbahasa asing (terutama Inggris) yang mungkin si penutur sendiri tidak begitu mengerti apa maksudnya.

Menurut penulis, media elektronik (terutama radio dan TV) berperan besar dalam mempengaruhi kemampuan berbahasa masyarakat. Semakin sering artis dan pejabat muncul dengan bahasa Indonesia yang campur-campur dengan bahasa asing, itu akan jadi wabah. Ada "anggapan" jika berbicara dengan bahasa seperti itu, terkesan lebih intelek. 

Pemerintah juga punya punya peranan penting dalam perkembangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sebuah kata asing yang terlanjur dipakai dan memasyarakat, memang sulit untuk diubah. 

Langkah yang terbaik adalah seperti kata pepatah; "Mencegah lebih baik daripada mengobati." Pemerintah sebaiknya mencegah penggunaan kata-kata berbahasa asing untuk penamaan tempat seperti: gedung, kompleks perumahan, atau istilah lain yang sering dipakai umum jika padanan kata untuk hal tersebut sudah ada.

Penulis ingat, di tahun 1980-an atau 1990-an ada "gerakan" mengindonesiaan kata-kata berbahasa asing. Salah satunya adalah kata tempat penyewaan video (video VHS saat itu) semula bernama: Rental Video lalu diganti dengan istilah palwa. Dan beberapa kata lain, termasuk nama kompleks perumahan (salah satu yang penulis ingat: Palm Spring diubah jadi Palem Semi).

Tapi sayangnya, kebijakan ini tidak bertahan lama. Nama tempat yang sudah terlanjur pakai bahasa asing dan sudah dikenal dengan nama itu diubah seperti Palm Sring menjadi Palem Semi, tapi nama-nama tempat seperti nama pusat perbelanjaan/ mal, kompleks perumahan, apartemen, sekarang justru menggunakan bahasa Inggris.

Misalkan saja: pusat perbelanjaan Central Park, Grand Indonesia Shopping Town, Pluit Junction (Jakarta), lalu apartemen: Braga Citywalk Apartment, The Majesty (Bandung), Apartemen Royal Mediterania Garden, Summerville Apartment (Jakarta), Apartemen Eastcoast Pakuwon City (Surabaya), dan lain-lain.

Mengapa nama lama yang terlanjur dikenal dengan nama berbahasa asing diminta diubah (Indomart pun diubah jadi Indomaret) tapi yang muncul setelahnya malah bebas berbahasa asing (terutama bahasa Inggris).  Bukankah "Mencegah lebih baik daripada mengobati???"


Selamat hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 2013). 

Bertanah air satu, tanah air Indonesia.
Berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
0 Responses

Poskan Komentar

abcs