Uang Bukanlah Segalanya, Tapi...







Kita sering mendengar ungkapan bahwa "Uang bukanlah segalanya" atau "Uang dapat membeli kasur yang empuk bukan tidur yang nyenyak, uang bisa membeli buku tapi tidak bisa membeli ilmu pengetahuan, dan seterusnya."

Tapi saat mengalami sendiri betapa sulitnya hidup tanpa uang atau seperti contoh pada kedua video di atas,  mungkin orang akan melengkapi kalimat judul tulisan ini menjadi "Uang Bukanlah Segalanya, Tapi Nyaris Bisa Membeli Segalanya" atau "Uang Bukanlah Segalanya, Tapi Sega-galanya Perlu Uang."

Menarik untuk membahas kedua video di atas. Penulis tidak sepenuhnya setuju dengan kedua video itu.

Jika kita mendatangi tempat makan dengan pakaian lusuh (apalagi berbau tak sedap) meski kita punya banyak uang, tidak bisa sepenuhnya kita menyalahkan manajer restoran yang tidak bisa menerima kita untuk makan di dalam. Mengapa? Di dalam ada pelanggan lain yang datang ke restoran untuk menikmati hidangan dengan suasana nyaman. Itu juga harus jadi pertimbangan pihak restoran. Setiap tempat punya "peraturan" tersendiri.

Atau misalkan ada gelandangan yang berhari-hari tidak mandi (tentu bau badannya menyengat), gelandangan itu bawa banyak uang dan ingin makan di dalam restoran, sementara di dalam restoran banyak pelanggan lain yang sedang menikmati hidangan. Apakah kita selaku manajer restoran memilih mempersilakan gelandangan itu makan di dalam dan mengorbankan lebih banyak pelanggan yang bubar karena kehilangan selera makannya?

Kejadian sama dengan wanita dalam video kedua. Memang sangat tergantung situasi dan kondisi. Wanita (termasuk pria juga) tentu ingin mendapat teman yang pantas. Wanita sendirian didatangi cowok yang tampilan luarnya kurang bagus (misal badannya berbau, atau napasnya bau alkohol), tentu lebih memilih menjauh karena takut membawa masalah. Memang sangat relatif keadaan seperti ini.

Penulis bukan ingin melecehkan calon konsumen yang gelandangan atau membela cewek matre (sama sekali bukan itu maksud tulisan ini). Semoga kita semakin bijak jika menghadapi situasi seperti itu.

Jika sampai calon konsumen mau makan di meja luar (jika tersedia parasol) atau membeli untuk dibawa pulang pun tetap tidak dilayani padahal punya uang, memang ini keterlaluan. Tidak boleh diskriminatif terhadap sesama manusia.

Kedua video di atas memang inspiratif, makanya penulis tampilkan di sini.   
 
0 Responses

Poskan Komentar

abcs