Hanya Alih Bahasa, Bukan Pencipta Lagu

Ada banyak kenangan waktu mengantar sekaligus menunggui Dhika yang bersekolah di Play Group Kids Plus di Kopo Permai (yang kini tinggal kenangan karena Kids Plus sudah tutup). Melihat anak-anak dengan segala tingkah lakunya yang lucu. Melihat cara para guru yang membujuk anak yang ngambek atau "mogok" sekolah, dan lain-lain.

Juga melihat guru mengajar anak-anak menyanyi. Salah satu lagu yang diajarkan adalah "Two Hands" (benar tidak ya judulnya?). Begini syairnya:


I have two hands
The left and the right
Hold them up high
So clean and bright

Clap hand softly
One two three
Clean little hand
Are good to see

Lama menunggu terkadang membosankan. Untuk membunuh kebosanan, penulis iseng mengalihbahasakan lagu berbahasa Inggris tersebut (meski penulis sama sekali tak pandai berbahasa Inggris). Tapi untuk bahasa Inggris sederhana seperti pada lagu anak sih boleh dicoba.

Alih bahasa dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia untuk lagu, ternyata tidaklah mudah. Mengapa? Karena bukan hanya menerjemahkan dengan tepat artinya, tapi hal ini dibatasi ketukan dalam lagu tersebut. Coba saja kata "One two three" yang seharusnya diterjemahkan "Satu dua tiga" tapi tak bisa. "One two three" hanya 3 ketukan sedangkan "Satu dua tiga" 6 ketukan. Susah waktu menyanyikannya (tak terkejar). Kecuali hanya berbeda 1 ketukan, masih bisa-lah dinyanyikan.

Jadi alih bahasa untuk lagu tidak selalu bisa menerjemahkan artinya karena keterbatasan ketukan ini. Kalau bisa menemukan kata yang pas (pas artinya dan juga pas ketukannya) tentu sangat bagus. Tapi kalau tidak, cari kata lain, meski tidak tepat, asal tidak melenceng jauh dari makna lagu aslinya saja.

Menulis artikel ini, penulis jadi teringat Surat Pembaca yang pernah penulis kirim media cetak (tabloid). Waktu itu lagi heboh lagu Indonesia yang nada/ melodinya sama persis dengan lagu asing, tapi di kaset diklaim sebagai ciptaannya (penulis lupa namanya). Padahal seharusnya tetap ditulis nama pencipta lagu aslinya dan ditulis lirik/ syair oleh .... Itu pun harus dengan seizin pencipta lagu.

Kalau sekedar mengganti (entah menerjemahkan atau hanya mengganti saja) syair/ lirik lagu bisa dikatakan pencipta lagu, anak kecil di sekitar kita tentu banyak yang bisa disebut sebagai pencipta lagu.

Kembali lagi ke lagu "Two Hands" yang di kertas penulis ganti judulnya "Dua Tangan" dan penulis serahkan ke Ibu Yanti, guru Kids Plus. Lagu dengan lirik bahasa Indonesia ini sempat juga diajarkan kepada murid Kids Plus, berbarengan dengan lagu berbahasa Inggrisnya. Dhika yang pertama penulis ajari lagu ini (sebelum kertas itu diberikan ke Bu Yanti) dengan cepat bisa menyanyikannya. Tak tahu apakah lagu ini masih diingat mantan murid Kids Plus.

Yang pasti, lagu bersyair bahasa Indonesia yang melodinya sama persis dengan lagu berbahasa Inggris tersebut, bukan ciptaan penulis. Penulis hanya alih bahasa, bukan pencipta lagu tersebut. Mau mengajarkan kepada anak Anda/ Ini liriknya...



Dua Tangan

Punya tangan
Kiri dan kanan
Angkat tinggi
Bersih berseri

Tepuk tangan
Tu wa ga
Tangan bersih
Indah sehat
2 Responses
  1. Zepe Heru Saputra.,S.S Says:

    Hai…Nama saya Zepe
    Saya memiliki banyak koleksi lagu pendidikan anak .
    Beberapa menggunakan bahasa Inggris.
    Sudah ada 30 an lagu dan sudah dipakai di Paud dan TK seluruh Indonesia.
    Kalau anda butuh lagu anak-anak anda bisa
    Klik: http://www.lagu2anak.blogspot.com
    fg

  2. Hendry Filcozwei Jan Says:

    Zepe, trims sudah mampir dan berkomentar.


    Salam,

    Hendry Filcozwei Jan
    www.rekor.blogspot.com

Posting Komentar

abcs