Kegagalan = Kesuksesan versi Lain

Anda tentu tahu benda (tepatnya kertas kecil warna-warni berperekat) yang bernama "Post It." Hampir pasti di tiap kantor Anda sering menemukan kertas memo ini untuk menempelkan pesan di komputer, di white board, dan lain-lain.

Siapa sangka Post It yang menyumbang penghasilan besar pada perusahaan yang bernama 3M itu, pada awalnya adalah produk gagal. Staf peneliti di perusahaan tersebut (Spencer Silver) coba membuat lem. Hasilnya? Kertas yang diberi lem bisa menempel ke benda lain, tapi gampang terlepas. Itu artinya lem yang dibuatnya gagal (daya rekatnya kurang kuat). Tak ada yang peduli dengan temuannya.

Di sisi lain, ada rekan kerjanya (Arthur Fry) yang bermasalah dengan catatan kecilnya yang diselipkan sebagai pembatas buku. Tiap membuka buku, kertas kecil yang berisi catatan itu terjatuh. Bagaimana solusinya? Dia teringat "produk gagal" temuan temannya, Spencer Silver. Lalu dipakailah "produk gagal" karya Spencer Silver untuk mengatasi masalah ini. Ternyata hasilnya bagus.

Setelah di-launching, ternyata kertas berperekat lemah ini (yang kemudian diberi nama Post It) disukai penggunanya. Bagus untuk catatan pengingat yang bisa ditempelkan di mana saja (meja, monitor komputer, white board, pintu lemari es, dll). Praktis (mudah ditempel) dan kalau sudah selesai gampang dilepas serta tidak meninggalkan bekas.
Anda bisa membaca kisahnya di sini: Post It.


Di tangan orang kreatif, produk gagal tidak terbuang begitu saja. Produk yang semula gagal ini justru jadi penghasil uang yang fenomenal bagi perusahaan tempatnya bekerja. Kegagalan adalah kesuksesan dari sudut pandang yang berbeda. Memang perekat itu gagal karena semula Spenser Silver ingin membuat lem yang kuat. Tapi lemahnya daya rekat ini justru sangat berperan untuk kertas catatan yang hanya dipakai sementara. Gampang dilepas/ dibuang tanpa meninggalkan bekas lengket. Kreatif 'kan?

0 Responses

Poskan Komentar

abcs