Ini Cara Paling Benar Selesaikan Masalah, Tes DNA



Indonesia kini tengah heboh dengan berita seorang pria berusia 30 tahun (Ario Kiswinar Teguh) melontarkan pernyataan bahwa ia anak kandung Mario Teguh (Sis Maryono Teguh) motivator ternama yang terkenal lewat acara The Golden Ways dan sapaannya yang sangat melekat di benak penonton "Sahabat super..."

Lewat tayangan Hitam Putih Trans7 yang dipandu Deddy Corbuzier, Kiswinar menyajikan bukti-bukti bahwa ia anak Mario Teguh (akte kelahiran, Kartu Keluarga, foto,...) dan Mario Teguh mengklarifikasi lewat wawancara eksklusif di Kompas TV.
 
Penulis tidak ingin bahas siapa yang benar dan siapa yang salah. Dalam sebuah perang mulut (perang pernyataan), ada 2 pihak yang menyatakan fakta yang bertolak belakang, logikanya, pasti ada pihak yang berbohong (atau pihak yang salah).

Misal dalam kasus penyuapan. Si A menyatakan ia mengantarkan sendiri uang tersebut dan menyerahkan kepada si B. Tapi si B mengatakan, ia tidak pernah menerima apa pun dari si A. Jelas pernyataan A dan B ini bertentangan (bertolak belakang). Bahkan tidak jarang ada pernyataan tambahan yang semakin memperlihatkan adanya pertentangan yang bertolak belakang ini: Si B mengatakan bahwa "Jangankan terima sesuatu dari A, kenal dan ketemu saja tidak pernah."

Banyak sekali kasus seperti ini yang terjadi pada public figure (tokoh publik) di Indonesia. Ada wanita yang konferensi pers bahwa ia hamil atau punya anak dari tokoh publik (artis, pejabat, atlet,...). Dan...yang paling sering terjadi, kasus tersebut hilang dengan sendirinya (diselesaikan secara kekeluargaan?)

Tidak jarang dalam perang di media, pihak laki-laki (tokoh publik) membantah: wanita itu cari sensasi, numpang popularitas, ingin terkenal, dan lain-lain. Atau dari yang pro pada pihak pria menyajikan fakta bahwa wanita itu memang bukan wanita baik-baik. 

Dalam benak penulis, apakah jika wanita itu bukan wanita baik-baik (anggap saja ia WTS alias pelacur), apakah dengan demikian "moral" tokoh publik itu tidak cacat? Dengan kata lain: Tokoh terkenal boleh saja tidur dengan (maaf) pelacur, terlepas sang tokoh masih punya ikatan pernikahan (masih berkeluarga) atau berstatus jomblo/ duda atau masih single? Jika benar demikian, pria (entah tokoh publik atau bukan), secara moral tidak masalah tidur dengan pelacur, asal bayar sesuai kesepakatan. Jika hamil, wanita itu harus tanggung sendiri. 

Boleh ribut jika bayaran tidak sesuai dan pihak pria (meski tokoh publik), tidak cacat moral sekali pun ia melakukan hubungan seks pranikah dengan pelacur. Kasus seperti ini akan jadi masalah hukum jika wanita tersebut berstatus istri orang lain atau terjadinya hubungan intim karena paksaan (perkosaan) atau jika wanita ini single dan wanita baik-baik tapi janji (diberi uang atau dinikahi) tidak ditepati. Yang begini baru jadi kasus hukum? 

Kalau pria (terutama tokoh publik) berhubungan dengan WTS, wanitanya publikasikan soal hubungan ini, wanita itu bersalah dan cari sensasi, pria sama sekali tidak bersalah (tidak cacat moral)?

Balik ke kasus seperti Mario Teguh dan Kiswinar (dua pernyataan yang bertolak belakang). Satu menyatakan ditelantarkan (versi Kiswinar), satu menyatakan hal sebaliknya (sudah merawat dengan baik), tapi akhirnya "lepas tangan" karena ada pernyataan dari Ariyani Fitriani Sunarto, ibu Kiswinar (mantan istri Mario Teguh) bahwa Kiswinar bukanlah anak biologis Mario Teguh (artinya saat masih terikat pernikahan dengan Mario Teguh, Ariyani pernah berselingkuh dengan pria lain dan lahirlah Kiswinar). Bahkan menurut Mario Teguh, saat bertemu Ario, ia pernah tanya, siapa ayah Kiswinar, dan Kiswinar menjawab nama laki-laki lain (bukan Mario Teguh).

Persoalan seperti ini (juga kasus-kasus yang sering terjadi) dan punya bukti (ada anak yang diklaim sebagai hasil hubungan intim tersebut), adalah hal yang sangat sederhana untuk diselesaikan. Cukup tes DNA. Itu yang diminta Mario Teguh dan Kiswinar pun siap. Kita tunggu saja hasilnya.
Itu penyelesaian yang sangat tepat daripada saling membantah di media massa. Yang sering terjadi selama ini, pihak wanita kalah. Beritanya hilang terbawa angin. 

Penulis kurang sependapat jika banyak pihak yang meragukan pihak wanita yang muncul dan mengaku punya hubungan (berhubungan intim) dengan tokoh publik, apalagi plus ada anak hasil hubungan itu. Asumsi penulis, jika wanita ini "waras" (waras di sini bukan tidak gila atau bukan pasien RSJ, tapi waras akan risikonya jika ia hanya membual tanpa bukti). Atau dengan kata lain, jika muncul kasus demikian, penulis lebih percaya ucapan wanita itu.

Sudah jadi rahasia umum, orang biasa susah untuk menang jika melawan orang kaya atau orang berkuasa. Jadi, jika wanita ini memang tidak punya hubungan khusus, tidak pernah berhubungan intim dengan sang tokoh publik sampai akhirnya memiliki anak, GILA saja kalau ia berani membuat pengakuan pernah dekat, pernah berhubungan intim sampai punya anak dengan tokoh publik, padahal itu hanya bohong. Itu bunuh diri!

Pernah dekat, pernah berhubungan intim, tapi tidak ada anak dari hasil hubungan itu (tidak ada bukti), wanita ini pun sangat mungkin kalah. 

Penulis jadi bingung dengan logika berpikir sang tokoh publik jika ditimpa kasus seperti ini hanya jawab lewat media: tidak kenal, apalagi dekat, wanita itu bukan wanita baik-baik, tidak usah didengar, ia hanya numpang beken, cari sensasi, ngapain saya tes DNA, atau menjawab "No comment", dan lain-lain.

Berita seperti ini, meski tiap hari namanya muncul di media dan jadi trending topic di dunia maya, ini bukanlah hal positif untuk karir dan nama keluarga besar sang tokoh publik. Tidakkah terpikir bagaimana perasaan orangtua (ayah dan ibu tokoh publik ini jadi pergunjingan tetangga, anak-anaknya yang di-bully di sekolah, istrinya yang tertekan, dan lain-lain)?

Lantas jawaban apa yang paling pas? Ya, seperti Mario Teguh tadi, mari tes DNA

Jika ada wanita bicara di depan wartawan dan bilang bahwa Anda tidak bertanggung jawab, pernah berhubungan intim sampai punya anak dan tidak memberi nafkah dan tidak mau mengakui anak itu, tidak perlu capek-capek ngomong ini itu ke media atau malah menghindar (tidak mau jawab pesan di media sosial, tutup akun medsos, tidak mau angkat telepon), cukup jawab 1 kalimat saja saat konferensi pers: "Saya tunggu wanita itu bawa anaknya dan tes DNA."

Kalau perlu, tambah 1 kalimat lagi, "Jika benar itu anak saya, saya penuhi apa pun kewajiban saya sebagai ayah, jika tidak terbukti, saya tuntut lewat jalur hukum."

Sangat simpel dan tidak akan berlarut-larut. Anda pikir akan ada wanita waras yang ingin popular dengan cara gila seperti ini? Jika tanpa bukti, itu bunuh diri!

Kita tunggu episode tes DNA Mario Teguh vs Kiswinar ini. Jika benar Mario Teguh ayah biologis dari Kiswinar, tampaknya karir motivator ini akan habis. Kalau hasil tes DNA mengatakan Mario Teguh bukan ayah biologis Kiswinar, maka aib keluarga Kiswinar yang seharusnya ditutupi, terbongkar sudah. Ibu Kiswinar berselingkuh, Kiswinar anak di luar nikah.
0 Responses

Poskan Komentar

abcs