Tak Ada Rotan, Akar pun Berguna

Gagal Pimpin DKI, Ahmad Dhani Coba Keuntungan di Bekasi

Merdeka.com - Musisi Ahmad Dhani kini tengah santer bakal maju dalam Pilkada Bekasi, Jawa Barat. Namanya bahkan telah diusung Partai Demokrat. Tingginya popularitas Dhani menjadi alasan utama dirinya dicalonkan.

Sebelum memeriahkan pemilihan kepala daerah Bekasi, Dhani juga pernah cawe-cawe ingin menempati posisi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Basuki T Purnama alias Ahok. Usaha itu gagal total. Dia malah beralih menjadi sosok keras menentang kebijakan Ahok.

Dia bahkan mengaku tidak menyukai sosok Ahok sejak dua tahun silam. "Saya tidak suka Ahok itu tahun 2014 bulan Mei. Waktu itu dia masih wakil gubernur, saya orang pertama yang tidak suka sama dia," kata Dhani dalam wawancara khusus kepada merdeka.com, sekitar Juni 2016 lalu.


Gagalnya Ahmad Dhani buat maju memimpin DKI Jakarta lantaran kurangnya dukungan. Hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berminat untuk mengusungnya. Itu pun pentolan grup musik Dewa 19 tersebut harus bersaing dengan beberapa bakal calon lainnya.

Kini nasib Dhani berkata lain. Gagal menjegal Ahok maju dalam Pilgub DKI, Dhani justru diusung sebagai calon wakil bupati di Bekasi. Partai pengusungnya bukan sembarangan.

"DPD Partai Demokrat sudah setuju dengan hal itu, hanya tinggal disampaikan ke DPP," kata Ketua Tim Pemenangan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bekasi, Mustakim, Selasa (6/9) kemarin.


Rencananya Ahmad Dhani bakal diduetkan dengan Sadudin, calon Bupati Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Duet ini diharapkan mampu menembus kursi pimpinan dalam Pilkada Bekasi nanti.

Menurut Mustakim, DPC Partai Demokrat sudah melakukan pertemuan dengan PKS, serta Ahmad Dhani beberapa waktu lalu di Kabupaten Bekasi. Dalam pertemuan itu, Ahmad Dhani membulatkan diri menjadi kader Partai Demokrat.


Ketua DPD PKS Kabupaten Bekasi, M Nuh, membenarkan rencana 'perkawinan' pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, Sadudin-Ahmad Dhani. Menurut dia, pasangan tersebut sudah dicantumkan dalam proposal untuk diajukan ke DPP masing-masing.

"Baik PKS maupun Demokrat sedang menyampaikan pasangan ini ke DPP masing-masing. Walaupun ini baru proposal. Bisa saja DPP punya opsi lain," terang M Nuh.

Sumber: Merdeka
0 Responses

Poskan Komentar

abcs