Kelirumologi: Tinju dan Mengendarai Motor

Penulis sangat tertarik dengan kelirumologi yang digagas Om Jaya Suprana. Banyak sekali hal-hal dalam kehidupan yang kita yakini sebagai suatu yang benar, ternyata keliru. Ketertarikan penulis akan kelirumologi ini bisa Anda lihat pada tulisan penulis dengan label "Artikel Kelirumologi" di blog ini. Bahkan kajian hal-hal keliru penulis sudah dibukukan oleh Om Jaya Suprana bersama karya penulis lain dan penulis mendapat sertifikat sebagai kelirumolog dari Pusat Studi Kelirumologi. 

Kali ini yang akan penulis bahas adalah kekeliruan dalam kehidupan sehari-hari. Pengendara motor diwajibkan memakai helm. Dasar peraturan wajib pakai helm ini adalah untuk menjaga keselamatan pengendara. Jika terjadi kecelakaan, pengendara terjatuh dari motor, kepala yang merupakan organ vital akan terlindung helm. Untuk hal ini, kita semua mungkin bisa mengerti alasan pembuatan peraturan ini.

Tapi ketika penulis melihat "olahraga tinju" maka hal ini jadi bertolak belakang. Kita yang mengendarai motor (belum tentu terjatuh karena tabrakan) diwajibkan memakai helm! Tapi, petinju profesional yang dalam satu ronde (3 menit) saja bisa menerima sekian banyak pukulan di kepala. Bayangkan sekali naik ring berapa ronde dan selama karirnya berapa kali bertanding? Lucunya, petinju profesional tidak diwajibkan memakai helm! Apa pendapat Anda???

Baca juga (klik saja): Kelirumologi: Tinju dan Sabung Ayam

Klik ini untuk melihat bagaimana "sehatnya olahraga tinju": Foto-Foto Olahraga Tinju
 
Video YouTube:
  1. Tragis! Petinju Tubagus Sakti Tewas di Atas Ring 
  2. Petinju Indonesia Meregang Nyawa Saat Pertandingan
0 Responses

Poskan Komentar

abcs