Gaya Menyingkat Kata dalam Berbicara

Banyak sekali singkatan kata yang terus bermunculan, dari yang serius dan diakui dalam bahasa Indonesia, sampai singkatan yang hanya dipakai dalam percakapan lisan sehari-hari.

Tapi apa yang dikatakan rekan penulis, bukan soal singkatan baru/ akronim baru. Tapi gaya menyingkat kata rekan-rekannya dalam berbicara. "Aneh" kata rekan penulis.

"Aneh bagaimana?" tanya penulis. Saya pernah bertemu beberapa teman lama (teman SMA). Waktu ngobrol, ada yang mengatakan "Di perusahaan saya, tidak ada yang namanya seragam kerja." Teman yang lain menimpali, "Di perusahaan saya, kalau datang terlambat tidak ada pemotongan gaji." Semua saling memuji perusahaan mereka yang lebih berpihak kepada karyawan.

Semula saya minder. Luar biasa, sekarang teman-teman lama saya sekarang jadi pengusaha sukses semua. Sudah punya perusahaan sendiri, bukan seperti saya yang masih jadi karyawan. Tapi setelah saya selidiki, eh... ternyata, mereka sama saja dengan saya. Mereka juga masih jadi karyawan seperti saya.

Cuma gaya mereka berbicara yang membuat saya sempat minder. Seharusnya mereka bilang "Di perusahaan tempat saya bekerja, kalau datang terlambat tidak ada pemotongan gaji." Tapi waktu bicara, mereka menyingkatnya menjadi ""Di perusahaan saya, kalau datang terlambat tidak ada pemotongan gaji."

Penulis hanya tersenyum lalu berkata "Saya juga sering mengalami hal yang sama."
0 Responses

Poskan Komentar

abcs