Coba Memahami Logika Berpikir "Oknum Polisi"

Siapa pun yang melanggar peraturan lalu lintas, seharusnya dikenakan sanksi. Tidak peduli ia orang biasa, pejabat, atau polisi itu sendiri. Memang semestinya begitu, tapi praktik di lapangan sering tidak demikian.

Anda pernah melihat motor Vespa unik? Vespa unik yang penulis maksud adalah Vespa yang dimodifikasi sedemikian rupa (biasanya "aneh" ada yang ukurannya jauh lebih panjang daripada aslinya, ada yang diberi hiasan tak lazim seperti: sapu ijuk, tanduk kerbau, kaleng dan botol bekas minuman, ban bekas, atau apa saja yang tak lazim). Jadi bukan modifikasi menambah lampu atau hiasan yang lazim lainnya. Anda bisa googling dengan kata kunci: vespa unik dan antik. Pasti Anda akan menemukannya. Dan penulis sering berpapasan dengan motor Vespa begini, yang "menarik perhatian" penulis adalah plat nomor polisinya. Biasanya tak ada plat nomor polisi-nya alias sudah tidak bayar pajak lagi!

Nah... kembali ke judul tulisan ini. Saat sedang mengantar anak ke sekolah, penulis pernah berada tepat di belakang motor Vespa unik ini (tanpa plat dan tampilannya pasti membuat orang geleng kepala karena asesorisnya yang tak lazim). Saat itu ada razia motor, anehnya motor Vespa ini lewat begitu saja, sedangkan seorang pengendara motor tanpa helm di-stop (dan tentu saja ditilang).

Kejadian ini (Vespa unik tanpa plat nomor polisi tidak ditilang)  bukan hanya sekali penulis lihat, memang pengendara Vespa relatif aman dari razia. Dan ketika googling, ternyata ada yang memberi komentar, Vespa seperti ini memang jarang kena razia.

Penulis bingung dengan kondisi ini. Mengapa yang tidak bayar pajak (plus modifikasi tidak karuan, suara knalpot bising,...) dibiarkan berlalu sementara pengendara motor lain yang "cuma tidak pakai helm" justru ditilang?

Seharusnya sih keduanya ditilang (sama-sama melanggar). Tapi, menurut logika berpikir penulis, seharusnya Vespa ini yang lebih pantas ditilang. Mengapa?  

  1. Pengendara Vespa ini lebih banyak melanggar. Setidaknya melanggar 2 peraturan: tidak bayar pajak dan modifikasi yang melanggar aturan.
  2. Pelanggaran yang dilakukan Vespa lebih berdampak pada kepentingan negara (pendapatan negara berkurang karena mereka tidak bayar pajak), sedangkan pengendara lain yang tidak pakai helm (kesalahan ini lebih berdampak ke pengendara itu sendiri). Pengendara lain tidak ngebut, kalau pun ia kecelakaan dan kepalanya terbentur, itu mencelakakan diri sendiri (bukan merugikan orang lain/ kepentingan umum).  
Itu logika berpikir penulis. Entah apa yang terlintas di benak "oknum polisi" tersebut sehingga lebih memilih menilang pengendara tanpa helm tapi bayar pajak daripada menilang pengendara Vespa modifikasi nyeleneh dan tak bayar pajak (bahkan kadang tanpa helm juga). Anda bisa menjelaskan ke penulis??? Silakan tinggalkan komentar Anda...

2 Responses
  1. Anonim Says:

    Kalau logika saya, emang polisi mau bawa tuh vespa "unik" ? Bawa nya gimana caranya? Bisa pakenya? Atau mau di angkut aja? Di angkut pake apa? ah bawa aja ke kantor sama rider nya, mau di simpan dimana? Di parkiran kantor polisi? Ya bayangkan lah sendiri

  2. Hendry Filcozwei Jan Says:

    Itu baru Vespa yang ukurannya relatif kecil. Jika logikanya tidak ditilang karena susah dibawa ke kantor polisi, tak ada tempat penyimpanan, artinya kendaraan besar (misalkan mobil truk atau bahkan kontainer), boleh melanggar dan tak usah ditilang dong?

    Jika truk kontainer melanggar, gimana cara bawanya ke kantor polisi, di mana simpannya? Jadi biarkan saja deh, kendaraan besar yang melanggar tak usah ditilang...

    Salam,
    Hendry F.Jan
    www.rekor.blogspot.com

Poskan Komentar

abcs