Negara Ini Butuh Teladan...

Akhir Aguastus 2013 lalu, saat nilai rupiah anjlok hingga Rp 11.300 per dolar-nya, pengamat ekonomi, Faisal Basri agar para pejabat menjual dolar-nya. Entah apakah sebelum mengeluarkan pernyataan ini, Fasal Basri telah menjual simpanan dolar-nya?

* * * * * * * * * * *

Liputan 6 menurunkan tulisan: "6 Pejabat Negara Pemilik Dolar Terbanyak." Berdasarkan data Lembaran Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, ini nama 6 pejabat penyimpan dolar terbanyak: 


  1. Wiendu Nuryanti, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia bidang Kebudayaan. Harta per 1 Februari 2012, mencapai Rp 10.561.365.731 (dolar AS US$ 1.616.887 atau lebih dari Rp 17 miliar), tepatnya Rp 17.535.139.515 dengan kurs Rp 10.845 per dolar AS. 
  2. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Harta Ketua Umum Partai Demokrat itu per 4 Mei 2012 mencapai Rp 9.328.377.172 (dolar AS S$ 589.189 atau lebih dari Rp 6 miliar), tepatnya Rp 6.389.754.705, dengan kurs Rp 10.845 per dolar AS.
  3. Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Hartanya per 25 April 2012 mencapai Rp 32.185.223.702 (dolar mencapai US$ 450 ribu atau lebih dari Rp 4 miliar), tepatnya Rp 4.880.250.000, dengan kurs Rp 10.845 per dolar AS.
  4. Menteri Keuangan Chatib Basri. Harta 18 September 2012, Harta mantan Kepala BKPM itu mencapai Rp 10.379.258.225 (dolar mencapai US$ 365.506 atau hampir Rp 4 miliar), tepatnya Rp 3.963.912.570, dengan kurs Rp 10.845 per dolar AS.
  5. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Harta per 21 Mei 2010, Rp 17.290.847.398 (dolar AS mencapai US$ 393.189 atau lebih dari Rp 4 miliar), tepatnya Rp 4.264.134.705, dengan kurs Rp 10.845 per dolar AS.
  6. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Saud Usman Nasution. Harta per 10 Januari 2013 mencapai Rp 12.661.901.503 (dolar AS yang mencapai US$ 100 ribu atau lebih dari Rp 1 miliar), tepatnya Rp 1.084.500.000 dengan kurs Rp 10.845 per dolar AS.

Mengenai harta yang dimiliki Presiden SBY, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha menyatakan kekayaan orang nomor satu di Indonesia itu dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Julian, tak ada yang salah terkait kepemilikan harta Presiden SBY. Karena selama ini selalu menunaikan kewajiban membayar pajak dan menyerahkan LHKPN. 

Sementara, Wamen Wiendu belum bisa memberikan komentar karena sedang menggelar rapat. "Ibu Wamen juga akan rapat di Wapres," kata ajudan Wiendu kepada Liputan6.com. (sumber: http://news.liputan6.com/read/676002/6-pejabat-negara-pemilik-dolar-terbanyak).

Penulis hanya menemukan berita berjudul ini: "KSAD Janji Jual Tabungan Dollar demi Bantu Penguatan Rupiah."

Berikut kutipan beritanya dari Kompas:

Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Moeldoko menyatakan berencana menjual simpanan uang dollar AS-nya untuk membantu upaya pemerintah menguatkan kembali nilai tukar rupiah. "Akan saya jual (dollar simpanan). Ini bentuk tanggung jawab moral bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi negara," kata Moeldoko di Palembang, Selasa (27/8/2013) malam. Pernyataan ini merupakan tanggapan atas usul ekonom Faisal Basri yang meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan contoh menjual simpanan dollar AS menyikapi kondisi perekonomian Indonesia. 

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/08/28/0607157/KSAD.Janji.Jual.Tabungan.Dollar.Demi.Bantu.Penguatan.Rupiah


 * * * * * * * * * * *

Entahlah apakah pejabat yang lain ada yang menjual dolarnya? Para pejabat yang konon katanya akan mengutamakan kepentingan rakyat yang dipimpinnya, akan berbakti kepada bangsa dan negara seharusnya menjadi teladan (ini menjual lho, bukan menyumbangkan).

Penulis jadi teringat pada apa yang diucapkan Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama (wagub DKI Jakarta). Kurang lebih beliau mengatakan: 

"Sekarang ini kita tidak perlu sampai korban nyawa seperti pahlawan di masa lalu. Cukup tidak korupsi saja, itu sudah cukup."

Atau Ahok juga pernah mengatakan "Ayo siapa pejabat yang berani, tantang KPK, periksa harta saya, periksa berapa penghasilan saya dan pajak yang saya bayar. Apakah harta yang saya miliki sesuai dengan penghasilan saya."

  * * * * * * * * * * *

Penulis lihat, tidak banyak pejabat yang berani secara frontal menyatakan hal ini. And abisa menduga mengapa tidak banyak yang berani menjawab tantangan ini. Kalau bersih, mengapa harus takut???

Yang banyak ditanggapi justru hal-hal yang kurang perlu: Ahok kurang sopan, perkataannya tidak layak untuk seorang pemimpin (penulis balik bertanya, mana yang lebih tidak baik: bicara apa adanya yang bagi sebagian orang yang anti-Ahok dikatakan tidak sopan, atau bicara manis di depan publik tapi praktiknya nol besar, ngomong akan men-sejahtera-kan rakyat, praktiknya lebih fokus memperkaya diri sendiri dan keluarga, dan lain-lain). 

Banyak hal tidak penting yang dibicarakan dengan tujuan mengalihkan dari masalah utama. Sebentar lagi kita merayakan Hari Pahlawan (10 November 2013), mampukah pejabat negeri ini menjadi pahlawan dan memberikan keteladanan. 

Buktikan jika cinta tanah air dan bangsa ini. Jangan hanya melalui slogan kampanye, ucapan di depan pers, tunjukkan saja lewat perbuatan. Cukup buktikan tidak korupsi, Anda adalah pahlawan di masa kemerdekaan ini. Berani???
0 Responses

Poskan Komentar

abcs