Logika Berpikir Caleg

Caleg (calon legislatif) yang nantinya menjadi wakil rakyat, anggota dewan yang terhormat, semestinya orang-orang yang berpendidikan, bijaksana, dan mengedepankan logika. Jika ingin terpilih, harus menunjukkan kualitas diri (rekam jejaknya selama ini baik, tidak pernah melanggar hukum,...), peduli dengan kepentingan rakyat. Yah... kira-kira seperti itulah. Tidak hanya bermodalkan nama yang terkenal (misalnya artis), tapi juga harus diimbangi kemampuannya mengemban tugas sebagai wakil rakyat. Tidak hanya bermodalkan uang (sampai harus hutang sana-sini, lalu pas terpilih sibuk mencari uang untuk membayar hutang) dan jika tak terpilih malah jadi pasien RSJ (Rumah Sakit Jiwa).

Waktu berselancar di dunia maya, penulis menemukan beberapa berita yang tidak sejalan dengan kriteria ideal para caleg. Ini beberapa di antaranya (silakan klik):

  1. Bimbing Ritual Caleg, Paranormal Tewas di Pantai Selatan  
  2. Caleg Artis Bayar Dukun Untuk Rebut Kursi DPR
  3. Caleg Stres Makin Banyak, 15 Orang Masuk Panti Rehabilitasi
  4. Daftar Nama Paranormal yang Banyak Didatangi Caleg
  5. Jelang Pemilu 2014, Caleg Mulai Datangi Ki Joko Bodo
  6. Paranormal Ki Joko Bodo Kebanjiran Caleg
  7. Pesantren Ini Siapkan Ruangan Khusus untuk Caleg Stres
  8. Pria Ini Mengaku Bisa Loloskan Caleg Hingga Capres
  9. RS Jiwa di Bengkulu Siapkan 200 Tempat Tidur untuk Caleg Gagal
  10. Tak Terhitung Banyak Caleg dan Politikus Datangi Dukun Diajeng

Konon katanya mereka menjadi caleg untuk menyampaikan aspirasi rakyat yang diwakilinya. Kok bukan mendekati rakyat yang diwakili dan mencari tahu apa yang dibutuhkan atau apa yang dikeluhkan? Kok malah cari paranormal?

Mengapa jalur yang ditempuh justru semakin jauh dari logika? Mengapa cara yang dipakai justru semakin jauh dari agama? Apa yang bisa diharapkan dari caleg dengan kualitas seperti ini?

Tidak semua caleg seperti ini, tapi caleg yang seperti ini cukup banyak dan memprihatinkan. Selain itu, ini fakta memalukan, lulusan perguruan tinggi dengan gelar berderet, tapi malah ke paranormal. 

Dari sisi agama, sebagai orang beragama, bukankah kita semua tahu bahwa jika ingin minta sesuatu, normalnya kita berdoa ke Tuhan bukan ke paranormal.  Jika sakit, kita ke klinik, bukan ke klenik.

Bagaimana bisa membantu rakyat mengatasi masalah jika dirinya sendiri bermasalah (tidak terpilih saja), sudah stres dan jadi pasien RSJ?

0 Responses

Poskan Komentar

abcs