Bagaimana Doa Orang-Orang Berprofesi Ini Ya?

Doa selalu berisi kata-kata yang baik, meminta sesuatu yang baik-baik. Doa bisa ditujukan buat orang lain maupun diri sendiri. Misalnya doa saat ulang tahun: Semoga panjang umur, sehat selalu, banyak rezeki, dan lain-lain. Bisa untuk teman yang sedang berulang tahun maupun untuk diri kita sendiri.

Sebaliknya sumpah (menyumpahi) berisi kata-kata yang kurang baik dan meminta hal-hal buruk pada orang yang dibenci. Sumpah biasanya ditujukan untuk orang lain (jarang untuk diri sendiri). Untuk diri sendiri biasanya untuk meyakinkan orang lain. Sumpah ini barang asli. Kalau palsu? Kalau palsu, biar saya ditabrak mobil deh.

Pedagang berdoa agar barang dagangannya laris (penjual kue, penjual pakaian, penjual ponsel, dan lain-lain). Penjual jasa berharap banyak pelanggan yang datang atau pengguna jasa menggunakan jasa mereka, mereka dapat uang (tukang cukur, tukang jahit, sopir taksi, dan lain-lain). 

Itu profesi yang "umum" karena penjual atau penawar jasa dan pengguna barang/ jasa itu sama-sama menikmati dan senang dengan barang atau jasa yang mereka dapatkan.

Nah... bagaimana jika ini profesi yang hidup justru dari penderitaan orang lain? Penjual peti mati, tukang tambal ban, dokter, toko obat/ apotek, penjual kain kafan, pembuat batu nisan, penggali kubur, dan sejenisnya. Hidup mereka justru dari "penderitaan" orang lain. 

Bagaimana ya doa mereka? Jika sudah seminggu lebih atau sudah sebulan lebih tak ada orang yang datang untuk membeli peti mati. Apakah penjual peti mati berdoa semoga cepat ada orang yang meninggal?

Entahlah... Entah apakah mereka berdoa seperti itu atau entah apakah ucapan itu termasuk berdoa atau menyumpahi...
0 Responses

Poskan Komentar

abcs