Ilmuwan, Koruptor, dan Indonesia yang Maju

Semalam (Jumat, 14-01-2011) penulis menyaksikan tayangan K!ck Andy (satu dari sedikit tayangan bermutu di TV Indonesia). Hampir semua tayangan K!ck Andy menarik, meski penulis bukanlah penonton setia K!ck Andy.

Tema K!ck Andy kali ini adalah: Berjaya di Negeri Orang yang menampilkan ilmuwan-ilmuwan Indonesia di luar negeri yang berprestasi dan membanggakan Indonesia.

Menurut Andy F. Noya, ini pertanyaan klasik, namun tetap harus saya tanyakan. "Mengapa Anda tidak pulang dan membangun negeri ini?"

Apakah mereka tidak nasionalis? Jangan semudah itu menilai. Banyak alasan di balik pilihan mereka yang jadi orang hebat dan berprestasi di negeri orang. Harus diakui, salah satunya situasi di negeri ini memang belum kondusif.

Berikut penulis kutip profil salah satu di antara tamu K!ck Andy episode ini, Dr. Johny Setiawan (dikutip dari situs K!ck Andy).

Dr. Johny Setiawan misalnya. Pria yang masih berusia 36 tahun itu, kiprahnya di Jerman sebagai ahli Astrofisika sering mendapatkan apresiasi dari para ilmuwan setempat. Johny Setiawan adalah orang yang menemukan planet baru di tata surya baru-baru ini. Dan yang lebih menimbulkan decak kagum ternyata, planet yang ditemukan Johny ternyata bukan satu planet, tetapi 10 planet baru. Johny Setiawan yang merupakan lulusan doktor termuda di Albert-Ludwigs Universitas, Greiburg, Jerman itu kini adalah satu-satunya ilmuwan non Jerman yang menjadi Ketua Tim Proyek Max Planck Institute for Astronmy, Jerman.

Mengapa beliau tak pulang ke Indonesia? Peralatan yang ada di Indonesia tidak menunjang kerjanya. Teleskop yang dibutuhkan, bukan hanya di Indonesia, tapi di Asia Tenggara juga belum ada.

Selain itu? Diakui atau tidak, salah satunya adalah penghargaan dan perhatian dari pemerintah masih kurang. Tampaknya negeri ini lebih kondusif bagi tumbuhnya koruptor daripada ilmuwan yang banyak berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, negeri kita tercinta.

Sebagai tambahan, penulis menemukan diskusi yang sesuai dengan posting ini di Yahoo Answers. Anda bisa melihat pertanyaan (dan juga jawaban) dari member Yahoo Answers untuk hal ini dengan klik links berikut: Kenapa Pemerintah dan Penguasa di Indonesia lebih memelihara dan mementingkan Koruptor dari pada Ilmuwan?

Sangat disayangkan para ilmuwan Indonesia berkiprah di negeri orang (tentu saja dibiayai negara tersebut) dan hasil penemuan mereka dipatenkan di sana dan tentu lebih banyak menguntungkan negara yang bersangkutan.

Andai di negeri ini tak banyak koruptor dan aparat hukum yang mampu membuat koruptor jera, tentu uang yang jumlahnya sangat banyak itu bisa digunakan untuk banyak hal dalam memajukan negeri ini daripada hanya dinikmati segelintir koruptor.

Apa pelajaran yang dipetik dari tayangan K!ck Andy? Ada sedikit yang menghibur penulis. Setidaknya, kita masih bisa bangga, ternyata masih ada (baca: cukup banyak) anak bangsa yang membanggakan dan membawa nama harum negeri ini daripada koruptor, kasus mafia pajak, dan mafia hukum seperti Gayus Tambunan yang kasusnya tak kunjung selesai dan selalu menghiasi pemberitaan semua media di Indonesia akhir-akhir ini.
0 Responses

Poskan Komentar

abcs