Anda Pendukung Kebaikan Atau Sebaliknya???

Salah satu kalimat bijak dari Dalai Lama XIV yang sangat inspiratif (kurang lebih intinya seperti ini): Jika Anda tidak dapat membantu menyelesaikan masalah, setidaknya Anda tidak membuat masalah baru.

* * * * *

Percayakah Anda bahwa televisi  adalah media yang sangat efektif untuk menularkan perilaku (baik ataupun buruk). Anda bisa lihat, apa yang ditayangkan televisi, dengan cepat menjadi tren di kehidupan sehari-hari. Mulai dari perilaku, hingga istilah anak alay yang cenderung merusak bahasa Indonesia dan membingungkan orang lain yang diajak komunikasi.


Jika kita ditanya, apakah Anda orang baik? Penulis yakin, kita semua akan menjawab dengan tegas: YA. Jika kita tidak atau belum bisa berbuat baik dan jadi teladan, seyogyanya kita menciptakan suasana agar kebaikan itu terus tumbuh. Apakah Anda setuju? Penulis yakin, Anda pun akan jawab: Setuju!

Kali ini penulis akan bicara soal tayangan televisi. Salah satunya adalah tayangan berjudul Super Trap (dan juga tayangan sejenis bila ada).  Kalau ngerjain korban dengan sesuatu yang tidak kasar, penuh kelucuan, dan "tidak kurang ajar" sih oke-oke saja. Tapi seringkali yang terjadi bukan seperti itu. Sama sekali tidak lucu dan sering terkesan kurang ajar.

Kemudian ada satu lagi. Tayangan televisi (apa pun nama acaranya) bisa menjadi contoh bagi pemirsanya. Khusus untuk tayangan Super Trap, penulis merasa acara ini berbanding terbalik dengan acara karya Helmy Yahya bertajuk "Tolong" atau "Minta Tolong".

Seperti kutipan di awal tulisan ini: "Jika Anda tidak dapat membantu menyelesaikan masalah, setidaknya Anda tidak membuat masalah baru."

* * * * *

Sebaiknya acara televisi menghadirkan sesuatu yang bisa jadi teladan (mengajak orang berbuat baik). Jika tidak? Setidaknya, jangan memberi contoh yang justru membuat orang berbuat jahat atau tidak ingin berbuat baik.

Salah satu tayangan Super Trap yang pernah penulis saksikan adalah kejahilan sekelompok orang (tim Super Trap yang direkrut dari anak-anak teater). Mereka menyebar di sebuah taman. Ketika alarm berbunyi, serentak semua anggota tim Super Trap diam (membeku) sehingga membuat orang yang berada di sekitar sana kaget. Untuk ide seperti ini, penulis salut. Gali lagi ide sejenis, kalau kurang ide, bisa minta penonton mengirimkan ide dan ide yang dipakai diberi hadiah.

Tayangan Super Trap yang tidak mendidik? Banyaaak. Contohnya adalah ngerjain orang yang ingin berbuat baik. Misalkan saja, seorang perempuan membawa manequin (manekin, boneka peraga busana) lalu kepala manekin copot. Kemudian dua orang laki-laki membawa multipleks (untuk mengalihkan perhatian dan menutupi kepala manekin yang terjatuh), lalu kepala boneka diganti dengan kepala manusia yang muncul dari penutup riol. 

Orang yang kebetulan melihat kepala manekin terlepas dan jatuh, dengan baik hati menolong (mengambilkan kepala manekin). Tapi saat rambut manekin akan dipegang, kepala itu bergerak dan berteriak, tentu mengagetkan orang yang berniat baik untuk menolong.

Tahukah Anda, menjahilin orang yang akan berbuat baik menimbulkan efek yang tidak baik. Pernah juga tayangan Super Trap menampilkan seseorang (yang pura-pura tertabrak). Orang berniat baik malah dikerjain (membuat kaget, jantungan, dan lain-lain). 

Tayangan seperti ini membuat kita berpikir jika suatu saat ada kejadian sejenis (orang celaka dan situasi lain orang butuh pertolongan), kita akan cuek (takut dikerjain tim Super Trap). Dan saat kejadian itu ternyata kejadian sebenarnya (dan itu adalah saudara Anda), Anda akan tahu betapa sakitnya kehilangan orang yang Anda cintai karena masyarakat sudah apatis karena tayangan Super Trap yang Anda buat.

Lain halnya dengan tayangan Tolong. Membantu orang lain yang sedang kesusahan (awalnya memang niatnya tulus), eh... dapat hadiah. Kalau tayangan ini membuat orang jadi berniat menolong tapi tidak tulus (mengharap hadiah dari tim Tolong)?  

Itu jauh lebih baik daripada efek tayangan Super Trap. Setelah menolong orang yang kesusahan (berharap dapat hadiah dari tim Tolong), tapi ternyata itu memang kejadian sebenarnya. Mungkin orang itu kecewa, tapi setidaknya orang tadi sudah terselamatkan atau dibantu. Bukankah Tuhan tidak pernah tidur? Apa yang kita lakukan, pasti kelak mendapat balasan dari Tuhan. Sang penolong (tulus ataupun tidak), setidaknya akan dapat ucapan terima kasih dari korban, pujian, dan pandangan kagum dari orang sekitar dan itu jadi tabungan perbuatan baik Anda untuk kehidupan Anda kelak.

So..., "Jika Anda tidak dapat membantu menyelesaikan masalah, setidaknya Anda tidak membuat masalah baru."

Anda sepakat dengan logika berpikir penulis??? Silakan berkomentar...


Catatan:
Daripada menghabiskan ratusan ribu sampai jutaan rupiah membuat sebuah "jebakan" untuk "mencelakai" orang, tentu jauh lebih baik memanfaatkan uang tersebut untuk membantu orang (juga bisa jadi acara televisi yang mendidik). 

Penulis sangat terkesan dengan acara televisi di China "Impian Menjadi Kenyataan" atau "Impian Indah Tiongkok" saat menjelajah dunia maya. Salah satu tayangannya menampilkan Deng Xuefeng (silakan klik tautan berikut untuk menyaksikan video acara tersebut):



Ada 2 posting yang berisi kumpulan video inspiratif:

  1. Daftar Video Kisah Inspiratif dari Acara Impian Tiongkok
  2. Kumpulan Video Kisah Inspiratif

0 Responses

Poskan Komentar

abcs